Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 181: Pengakuan


Setelah memikirkan rencananya, Anting segera menyuruh anak buahnya untuk membeli buket bunga mawar putih lagi, dan mengantarkan barang-barang yang sebelumnya dirinya bawa saat insiden itu.


"Dan juga tolong selidiki kasus kecelakaan ini juga soal rumor di Internet, aku yakin ada dalang di balik semua ini, dan apakah kamu mengawasi Claudia dengan baik? Apa yang dia lakukan belakangan?"


'Baik Pak. Kami akan menyelidikinya soal hal-hal itu segera. Soal Claudia, kami masih mengintainya, namun tidak ada pergerakan, dia hanya menghabiskan waktu di Hotel tempat dia menginap dan menikmati SPA di sana beberapa kali,'


"Apakah kalian memasang pelacak dan penyadap padanya?"


'Sudah, Pak namun tidak ada yang aneh soal gerakan Claudia, hanya saja saat dia masuk SPA memang kami tidak bisa memantau gerakannya, disana Privasi sangat tinggi bahkan ponsel dan barang-barang di tinggal di loker, jadi dia tidak bisa di pantau,'


"Pokoknya kamu selidiki lagi dia! Jangan sampai kelewatan! Dan soal kecelakaan Alex juga, coba cek apakah ada kejanggalan juga, Periksa juga semua CCTV di Rumah apakah ada hal-hal aneh yang terjadi saat mobil di tinggal, atau sesuatu, selidiki secara tuntas!!"


'Baik, Pak. Kami akan segera menyelidikinya secara mendalam, kami akan menambah lagi personil dan menyewa Detektif handal,'


"Ya, aku tunggu kabar selanjutnya,"


Degan itu Antony memasuki mobilnya dengan tenang, setelah memastikan penampilannya cukup baik dan terlihat rapi.


Dia langsung menuju ke Rumah Sakit Y tempat Emelin dirawat, meninggalkan Alex sementara sendirian.


Nanti kalau Alex sudah cukup stabil, dirinya akan mengatur kepindahan Rumah Sakit untuk Alex, kemarin kondisi Alex belum stabil jadi dirinya juga tidak bisa apa-apa.


Tapi tadi Alex terlihat cukup normal, namun memang masih butuh pengamatan lebih lanjut dulu di Rumah Sakit ini, setelah pasti tidak ada keanehan, baru dia bisa di pindahkan.


Setelah banyak berpikir, Antony akhirnya mencoba fokus dulu ke Emelin, dirinya juga sudah menyuruh anak buahnya berjaga disini agar aman.


Jadi dirinya bisa menemui Emelin dengan tenang.


####


Disisi lainnya, saat ini Thomas Anderson menatap kearah ruangan Emelin, melihat dari luar saat Emelin menagis.


Dia ingin masuk, namun cukup canggung.


Jadi dia hanya bisa menatap Emelin yang masih menagis disana, sambil menunggu Antony yang sebentar lagi datang.


Didalam Emelin tidak lagi memegang ponsel, jadi dia tidak tahu soal hal-hal di internet yang sudah membaik ataupun acara pengakuan Antony di Publik.


Emelin hanya bisa masih begitu sedih dan ketakutan sendiri.


Bagaimana jika Antony percaya...


Bagaimana jika Antony percaya pada hal-hal di Internet jika dirinya berselingkuh?


Lalu Antony membenci dirinya, itulah kenapa Antony sekarang tidaj ada disini.


Bagaimana ini...


Semuanya kacau dalam semalam..


Padahal harusnya kemarin menjadi hari bahagia...


Tapi kenapa..


Kenapa harus seperti ini...


Ketika Emelin masih menagis itu, pintu kamar tiba-tiba terbuka.


Emelin melihat wajah yang familier dari arah pintu.


Emelin menatap terkejut kearah Antony.


"A... Antony... Kamu... Kamu disini?"


Antony mendekat, masih menyembunyikan satu tangannya di belakang.


"Ya, tentu saja aku disini untuk melihat keadaanmu..."


"Hal-hal di Internet...."


"Apakah kamu sudah melihat itu?"


"Antony... Percayalah Hal-hal di Internet salah, anak yang ada dalam..."


Melihat betapa putus asanya Emelin, Antony merasa sangat sedih, dia lalu mendekat kearah Emelin meletakan bunga di kursi, dan memeluknya erat.


"Aku tahu, kamu tidak perlu katakan. Itu adalah calon anakku, itu milikku..."


"Antony... Kamu percaya padaku?"


"Tentu saja aku percaya padamu. Bukankah sebelumnya aku sudah pernah bilang? Kalau aku akan selalu ada disisimu, aku akan selalu ada di pihakmu, aku akan selalu percaya padamu..."


Emelin kembali menagis,


"Kamu... Kamu benar-benar percaya?"


"Ya, aku percaya. Kamu tidak akan berselingkuh dariku. Kamu hanya mencintaiku.. Aku percaya padamu...."


"Antony... Kenapa kamu bisa begitu baik padaku?"


"Hmm, jadi kamu belum melihat siaran langsung di televisi dan internet sebelumnya?"


"Ponselku hilang."


"Hah, sayang sekali. Padahal aku baru mengatakan hal-hal bagus di Internet tadi."


"Apa?"


Antony lalu melepaskan pelukannya itu, dan mulai berlutut didepan Emelin.


Dia menyerahkan buket bunga untuk Emelin.


Buket Bunga Mawar Putih yang indah.


Emelin menatap buket bunga itu dengan tatapan mata heran.


"Ini..."


"Kamu tidak ingin menerimanya?"


"Tentu... Tentu saja aku akan menerimanya... Hanya saja maksud bunga ini..."


Antony lalu tersenyum begitu hangat, membuat Emelin merasa sedikit malu.


"Seperti yang kamu lihat, simbol bunga ini, melambangkan kesucian dan ketulusan,"


"Aku masih tidak mengerti,"


Antony sendiri juga menjadi gugup sendiri dengan apa yang akan dirinya katakan.


Tadi dirinya sudah menyiapkan banyak kata-kata yang ingin dirinya katakan, namun sekarang malah mengatakan hal-hal yang bodoh.


"Aku... Aku sebenarnya ingin mengatakan sesuatu padamu,"


"Ya? Apa yang ingin kamu katakan?"


Antony lalu mengambil sebuah kertas dari balik Jasnya, dan mengeluarkannya.


Emelin menatap gerakan Antony dengan hati-hati, lalu melihat kearah surat yang Antony pegang.


Itu adalah Surat Perjanjian Pernikahan Kontrak mereka.


"Surat ini..."


"Aku ingin mengakhirinya Surat Perjanjian ini..."


Tiba-tiba Emelin memasakan sesuatu yang tidak nyaman.


"Kamu... Kamu ingin bercerai?"


Sekarang Antony yang menunjukkan ekpersi tidak bahagia.


"Aku memikirkannya..."


Wajah Emelin menunjukkan ketidak percayaan dan syok.


"Ya, aku ingin mengakhiri Pernikahan Kontrak ini. Itu karena sangat mencintaimu, Emelin. Untukku dalam hidupku yang hampa ini, kamu adalah satu-satunya wanita dalam hidupku yang bisa mengisi kekosongan hatiku, tanpa aku menyadarinya, kamu sudah masuk terlalu dalam ke dalam hatiku, dan mejadi bagian dalam hidupku, tidak hanya sebagai wanita yang melahirkan Putraku, namun juga sebagai wanita yang sangat aku cintai dan akan selalu menjadi satu-satunya wanita yang akan aku cintai mulai saat ini, aku sangat mencintaimu, Emelin... Itulah kenapa aku juga percaya padamu, percaya jika wanita yang aku cintai tidak akan mengkhianatiku,"


Mendengar kata-kata tulus, itu Emelin menjadi terharu lalu sedikit melepaskan Air matanya, lalu menarik Antony kedalam pelukannya.


"Aku... Aku juga begitu mencintaimu, Antony... Sangat mencintaimu... Kamu bukan lagi hanya sekedar Ayah dari Putraku, tapi juga laki-laki yang paling aku cintai didunia ini,"


Antony membalas pelukan itu,


"Ya, aku tahu."


"Terimakasih Antony, telah mencitaiku dan percaya padaku,"


"Tentu saja aku akan percaya padamu,"


Mereka lalu tengelam dalam pelukan itu cukup lama dalam keheningan.


Menenangkan perasaan masing-masing dan melepas rindu mereka.


Itu cukup lama sampai Antony melepaskan pelukannya, lalu dia kembali mengambil surat perjanjian itu dan merobeknya didepan Emelin.


"Mulai hari ini Perjanjian Pernikahan Kontrak antara kamu dan aku sudah berakhir,"


"Ya, kamu benar."


Berikutnya, Antony kembali berlutut pada Emelin, mengambil tangan Emelin, lalu mengeluarkan sebuah kotak cincin dari Jasnya, memasangkannya cincin itu.


"Jadi Emelin, maukah kamu menikah denganku? Kali ini Pernikahan yang serius, tidak ada lagi Pernikahan Kontrak,"


Melihat cincin itu, Emelin tertawa, tentu saja dirinya tahu cincin ini, ini adalah cincin pernikahan mereka sebelumnya.


"Antony, kenapa kamu melamarku? Kamu tahu kalau kita sebenarnya sudah menikah,"


"Kita masih bisa menikah lagi dan lagi, sampai berkali-kali.... Karena kita akan tetap bersama selamanya. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaanku dengan benar. Lagipula dulu aku tidak benar-benar Melamarmu dengan serius." Jawab Antony dengan nada serius.


Emelin lalu mulai menjawab dengan serius,


"Hmm, ya aku menerima Lamaranmu, Antony..."


Lalu mereka kembali bertatapan lagi, Antony lalu mencium bibir Emelin.


Itu hanya ciuman singkat.


"Terimakasih telah mau menerimaku, Antony... Aku yang seperti ini."


"Tidak, kamu jangan bilang begitu, hanya orang-orang jahat diluar sana yang sampai membuatmu seperti ini, percayalah soal hal-hal di Internet semua sudah beres, dan aku akan mencari dalang di balik semua ini,"


"Hmm, aku percaya padamu,"


"Ya, tidak perlu lagi ada yang di Khawatirkan. Juga, aku ingin memberikanmu sebuah kejutan,"


"Apa itu?" Tanya Emelin penasaran, saat Antony lagi-lagi menyerahkan sebuah Map didepannya.


Emelin membuka Map itu, lalu terkejut melihat isinya.


Ini adalah Surat Kepemilikan Perusahaan Smith.


"Ini... Ini bagaimana bisa ada di tanganmu?"


"Aku sudah mendapatkan kembali apa yang seharusnya menjadi milikmu, aku sudah membalas mereka dengan hal-hal setimpal, dan ini akan menjadi sebuah Cerita yang panjang,"


"Tapi.. kamu..."


"Ah, ya aku juga ingin minta maaf karena menyembunyikan ini, aku ingin memberikan sebuah pengakuan, aku sebenarnya salah satu Cucu dari Keluarga Anderson. Aku juga baru tahu belakangan setelah kita menikah, aku minta maaf karena menyembunyikan ini... Hanya saja..." kata Antony dengan gugup, mencoba melihat ekspresi Emelin namun, tidak terlihat keterkejutan.


"Aku sudah tahu, maaf juga tidak mengatakannya. Ini aku juga baru tahu belakangan ini saja karena tidak sangaja, tapi Antony kamu dapat yakin, aku mencintaimu bukan karena hal-hal ini... Aku..."


"Aku tahu, Emelin. Aku tahu, kamu tidak mencintaiku karena itu, hmm tunggu apakah itu karena aku cukup tampan? Kamu selalu menyukai laki-laki Tampan,"


"Berhenti mengatakan hal-hal memalukan!"


"Hmm, kamu bisa begitu lucu juga,"


Lalu sekarang ekpersi Emelin berubah, setelah ingat sesuatu,


"Antony... Aku... Aku minta maaf soal calon bayi kita..."


Melihat ekpersi sedih Emelin, Antony juga menjadi ikut sedih, dia mencoba menenangkan Emelin.


"Ya, sangat disayangkan hal-hal seperti ini terjadi. Ini bukan salahmu, aku tahu kamu pasti juga menyayagi calon anak kita ini,"


"Hmm, ya.. padahal aku sangat ingin memberitahumu berita bahagia ini... Bahwa kita akan memiliki anak kedua kita, bahkan Alex sudah tahu jika dia akan segera memiliki adik, dua juga sangat gembira ketika aku memberitahunya.... Sekarang setelah anak ini pergi, aku juga tidak tahu harus bagaimana, termasuk padamu, dan pada Alex..."


"Ya, hal-hal terkadang diluar apa yang kita perhitungkan. Aku juga tidak mengira hal-hal menjadi seperti ini. Hah, soal Alex..."


"Benar, kenapa kamu sebelumnya pergi? Apakah menjemput Alex? Aduh, bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan pada Alex soal calon anak kita?"


"Kamu tenang saja, tidak apa-apa, kita bisa sedikit berbohong padanya jika calon adiknya masih dalam proses? Mari membuat lagi nanti setelah kamu sembuh,"


Mendengar kata-kata omong kosong suaminya itu, Emelin menjadi sedikit malu,


"Kamu... Kamu ini benar-benar..."


"Calon bayi kita sudah pergi, aku juga cukup sedih soal ini, ini adalah calon bayi kita yang sangat berharga namun kita tidak bisa berbuat apa-apa soal itu, hanya bisa mengiklaskan dia pergi, dan aku akan memastikan menyelidiki soal kecelakaan yang kamu alami, kalau sampai ada yang tidak beres, aku akan pastikan orang-orang yang menyebabkan kita kehilangan calon bayi kita akan membayarnya berkali-kali lipat,"


"Ya... Kamu benar. Harus diselidiki... Soalnya sebelumnya Sopir bilang, tiba-tiba Rem Blong, ini aneh..."


"Jadi begitu? Ini sepertinya, ada yang sengaja,"


Lalu ada keheningan sesaat disana,


"Lalu... Alex? Mana Alex? Apakah dia di luar?"


Antony sekarang menjadi binggung sendiri bagaimana cara menjelaskan ini soal Alex..


Alex sekarang baik-baik saja, namun tetap saja Alex mengalami hal-hal buruk sampai terluka cukup parah dan berada di Rumah Sakit.


Bagaimana cara memberi tahu Emelin?


Dia pasti akan sangat cemas...