Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 161: Mengujugi AX Investment (Part 1)


Hari itu setelah kepergian Antony, Emelin tidak berlama-lama merasakan kesediahannya, karena dia juga masih memiliki banyak kesibukan, seperti mengantarkan Alex kemabli ke Sekolahnya, dia memang sudah ijin tadi akan berangkat lebih siang karena keperluan mendadak.


Ketika mereka sampai di sekolah, jam baru menunjukkan pukul setengah sepuluh. Alex masih harus disekolah sampai nanti jam 12 siang, anak SD jaman sekarang sudah sangat sibuk.


"Alex, nanti biar Pak Supir yang menjemputmu oke? Mama hari ini ada pemotretan, nanti sekitar jam dua atau jam tiga Mama akan pulang dan mengajakmu kesuatu tempat,"


"Mau kemana Ma?"


"Menemani Mama kesuatu tempat, apa Alex tidak ingin?"


"Tentu saja Alex mau, kalau memang Mama ingin ditemani Alex ke pemoteran juga tidak apa,"


"Tidak, tidak sayang. Akan membosankan jika ikut, Mama ke pemoteran, mending kamu pergi bermain dulu dengan anak tetangga sebelah, sepertinya kamu kenal anak dari tetangga tadi pagi,"


"Ah ya, dulu Alex satu kelas dengannya saat TK, sejak Alex lompat kelas dia marah pada Alex dan tidak ingin main denganku lagi,"


"Apakah hubungan kalian buruk?"


"Tidak tidak, hanya dia sedang ngambek pada Alex, ukhh seperti anak kecil saja sih, nanti akan coba Alex bujuk, biasanya dikasih coklat atau permen dia akan sangat suka,"


"Kamu ini juga masih kecil, masih suka merajuk dan ngambek. Ya ampun temanmu itu begitu lucu, cepat bawakan coklat dan permen yang banyak,"


"Tidak bisa Ma. Sebenanya temanku ini tidak boleh makan coklat dan permen, dulu dia sangat suka sekali makan permen dan coklat sampai giginya berlubang karena terlalu banyak makan hal-hal itu, dan begitulah dia mengalami masa-masa menyakitkan di Dokter Gigi, tapi dia masih begitu ngotot ingin tetap makan Permen dan Coklat setelah keluar, jadi kadang aku memberinya 1 atau 2 potong,"


"Anak-anak juga begitu, lucu kamu juga sangat suka makan kue dan hal yang manis-manis sangat lucu dan menggemaskan,"


"Mama apa-apaan sih," kata Alex dengan wajah malu.


Melihat Alex, tentu saja Emelin merasa sangat senang, ini membuat dirinya penasaran bagaimana Antony ketika dia kecil dulu?


Apakah juga lucu seperti Alex ini?


Jadi ingin melihat fotonya saat masih kecil.


Memikirkan hal-hal ini membuat Emelin tertawa sendiri.


Setelah beberapa percaya singkat itu, Emelin lalu langsung pergi ketempat pemoteran, tidak masalah datang lebih awal.


Disana dia disambut dengan cukup ramah, dan pemotretan hari itu berjalan lancar.


Sampai saat Emelin keluar dari gedung pemoteran, dirinya bertemu dengan wajah familiar.


"Emelin??? Kamu.... Kamu... Kamu kenapa disini?" Tanya Claudia dengan nada marah.


Emelin mencoba menenangkan dirinya, tidak ingin terbawa emosi dan malah dibuat drama oleh Claudia ini.


"Tentu saja untuk pemotretan Iklan, aku mendapatkan tawaran menjadi bintang Iklan untuk Produk X."


"Kamu!! Itu kan harusnya Iklan yang akan aku bintangi!! Kamu merebutnya dariku!"


Emelin juga cukup terkejut dengan hal-hal ini, dan malah baru tahu jika dirinya mengabil iklan yang akan Claudia bintangi.


Mungkin karena reputasi Claudia turun, orang juga mulai membatalkan kontrak dengannya, ya itu sesuai dan layak untuk Claudia dapatkan atas fitnah dan kekejaman yang Claudia lakukan padanya dulu, ini bahkan masih kurang.


"Hah, mana aku tahu. Mungkin aku memang lebih baik darimu,"


"Kamu pasti mengunakan cara licik untuk mengambil peran-peranku!!"


"Apakah itu perlu? Aku tidak seperti dirimu yang licik. Sudah aku sibuk aku pergi tidak ada waktu untuk berbicara denganmu sangat-sangat tidak penting," kata Emelin lalu pergi dari situ meninggalkan Claudia yang masih marah-marah itu.


Melihat dan mengabaikannya kemarahan Claudia semakin memuncak.


"Akhhh!!! Emelin sialan!!!"


Claudia awalnya ke sini bersama manajernya untuk menanyakan pada perusahaan alasan kenapa kontrak mereka dibatalkan, dirinya tidak mengira kalau perusahaan itu ternyata malah sudah menemukan pengganti dirinya untuk melakukan pemotretan pada iklan itu dirinya benar-benar tidak akan mengira hal ini bisa terjadi.


Dari semua orang itu adalah saudara tirinya itu yang mendapatkan peran Itu benar-benar menyebalkan ketika memikirkannya.


Rasa kebencian Claudia pada Emelin semakin memuncak.


Dirinya segera pergi juga dari perusahaan Itu karena merasa tidak penting juga sekarang untuk ke sana karena dirinya sudah paham alasannya karena entah bagaimana Emily bisa mendapatkan ikan itu dirinya curiga kalau Emilin ini benar-benar mendapatkan dukungan dari seseorang, kalau tidak Bagaimana hal-hal yang dia jalani begitu lancar?


Claudia menilai tiga belakangan ini wajah emelin sering terlihat di beberapa iklan, sepertinya karirnya cukup bagus dan sukses akhir-akhir ini terutama film yang dia itu hanya baru trailernya muncul namun itu sudah menjadi begitu populer dan sangat dinantikan banyak orang Bagaimana bisa email-in mendapatkan hak-hak ini dengan cara yang wajar dirinya benar-benar yakin Emilin ini mengunakan cara licik.


Ini harus menyuruh orang untuk menyelidiki ini segera.


Benar juga Dirinya belum sempat membaca laporan dari anak buahnya soal hal-hal yang terjadi di tempat syuting film Emelin sebelumnya.


Orangnya dirinya ingin mengucapkan email di acara syuting itu namun entah bagaimana sepertinya rencana anak buahnya itu gagah dirinya juga tidak tahu seolah-olah memang ada orang yang mendukung emelin dari balik layar tapi siapa?


Apakah Sutradara?


Ataukan Produser?


To malah seorang investor misterius yang sengaja mensponsori Emelin?


Atau jangan bilang malah Raka Andrson itu?


Sialan!!


Wanita Murahan itu!!


Lihat saja dirinya akan mendapatkan bukti tentang tindakan kotor dari Emelin itu dirinya tidak bisa membiarkan hal-hal ini terjadi dan melihat Emelin yang bahagia seperti itu.


####


Berpapasan dengan Claudia benar-benar membuat Emelin menjadi sangat kesal.


Benar-benar menyebalkan, rasanya sangat ini menampar wajahnya itu yang suka berbicara macam-macam soal dirinya.


Namun dirinya harus mencoba menahan diri dan sabar, tidak boleh terlalu emosi, mari selesaikan dulu pelan-pelan, nantikan popularitas sehingga nanti bisa menjatuhkannya Claudia langsung di hadapan Publik, dan mengungkapkan kejahatannya itu.


Sabar, Emelin sabar...


Dengan perasaan yang tidak nyaman itu akhirnya Emelin sampai di rumah.


Di rumah tentu saja, Emelin disambut oleh malaikat kecil yang bisa membuat segala emosi buruk nya itu langsung hilang.


"Kamu bukankah bermain bersama teman?"


"Aku sudah pulang,"


"Begitu cepat?"


"Iya, dia ada acara dengan orang tuanya, tadi dia sempat bercerita kalau dia akan segera punya adik, ukhh memikirkan dia sudah begitu tidak sabar dan bahkan sudah menyiapkan kamar untuk calon adiknya itu membuat Alex jadi iri, Ma kapan adik Alex jadi? Kenapa prosesnya lama?"


Emelin tidak bisa menjawab pertanyaan polos itu.


Ini benar-benar gara-gara Antony yang suka bicara omong kosong.


"Ya kan sekarang Papamu sedang pergi, jadi harus ditunda dulu prosesnya, Alex yang sabar ya,"


Wajah Alex lalu menjadi cemberut,


"Kok lama Ma? Papa masih lama pulangnya, apakah tidak bisa dipercepat, Ma Prosesnya? Alex ingin segera melihat adik kecil,"


Emelin hanya tertawa canggung,


"Alex, adik kecil itu tentu saja prosesnya lama, sama seperti dulu Alex ada dalam perut, Mama itu butuh sembilan bulan lebih,"


"Ah, benar Alex pernah mendengar ini dari Papa sebelumnya. Mama yang membawa Alex kemana-mana saat masih dalam perut Mama, apakah sekarang adik Alex ada disini?" Tanya Alex dengan polosnya sambil memegang perut Emelin.


Emelin sekali lagi tidak tahu harus menjawab apa, lalu hanya berkata dengan canggung,


"Belum ada apa-apa disana, Alex,"


"Ah, Alex kira sudah ada calon adik Alex disini,"


"Belum sayang,"


Emelin jadi memikirkannya juga, bagaimana kalau malam itu....


Benar-benar jadi?


Akhhh...


Kenapa pikirannya jadi kemana-mana?


Fokus, Emelin, Fokus!!


"Sudah-sudah mari Alex sebaiknya siap-siap pergi bersama Mama, jadi ikut tidak?"


"Jadi, tentu saja jadi."


"Bagus, mari Mama bantu bersiap,"


"Siap Ma, jadi kita mau kemana? Belum menjawab pertanyaan Alex,"


"Hari ini Mama akan ke gedung Perusahaan AX Investment menandatangani kontrak,"


"Sebuah gedung Perusahaan Besar?"


"Ya, kmau pasti suka kan? kita juga bisa berkeliling dan melihat-lihat ketika di sana,"


"Hore!! Alex mau Ma! Alex sangat senang!!"


"Tapi ingat, ya Alex jangan membuat masalah disana,"


"Tenang saja, Alex adalah anak baik."


"Kamu sebelumnya ketika ajak ketempat Kakak Raka sebelumnya bukankan membuat masalah?"


"Ti... Tidak... Alex tidak membuat masalah... Hanya saat itu Alex bertemu Papa disana...."


Setelah mengatakan itu, Alex lalu menutup mulutnya.


Emelin menatap Alex dengan heran.


"Papa? Alex bertemu Papa disana?"


"Sebenarnya Papa ingin Alex merahasiakannya dari Mama, namun karena sudah terlanjut tidak apa-apa, sekalian saja. Namun Mama jangan bilang-bilang pada Papa, nanti Papa marah,"


"Jadi apa yang Papamu katakan?"


"Ya... Saat itu kebetulan Alex masuk ke ruangan kerja Papa, disana sangat besar dan indah, tapi Papa ingin merahasiakannya jika kamu bertemu saat itu,"


"Begitu? Hanya itu?"


"Iya hanya itu. Itu juga baru pertama kali Alex tahu tempat kerja Papa,"


"Begitukah? Papamu itu memang suka aneh,"


Jika dirinya belum tahu soal masalah CEO Anderson Group, mungkin sekarang dirinya akan sangat kaget bukankah mendengar pengakuan dari putranya ini.


Sungguh, Antony itu masih punya banyak rahasia yang disembunyikan.


Kira-kira apa lagi Rahasia yang dia miliki?


Ini membuat Emelin penasaran.


Sudah, jangan pikirkan itu, mari fokus dulu untuk pergi ke AX Investment.


Sepertinya perusahaan ini cukup menarik, sangat tidak sabar untuk sampai ke tempat itu.


Dan untuk CEO nya...


Dirinya tiba-tiba merasa penasaran...


Siapa yang CEO Misterius mereka?


Yang kabarnya sangat hebat itu?