Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 63: Memalukan


Para petugas keamanan itu saling pandang satu sama lainnya.


"Baik, silahkan perkenalkan diri kalian dulu, kami akan mencoba cek apakah kalian masuk daftar tamu," kata salah satu Petugas bersimpati sedikit sopan.


"Tentu saja bisa, silahkan cek Diana Callisto dan Hasel Callisto,"


Mereka segera mengecek daftar tamu undangan di laptop, namun tidak menemukan nama mereka.


"Maaf, nama kalian tidak terdaftar, silahkan keluar dari sini demi kenyamanan bersama,"


Mendengar hal itu, tentu saja Bibi Antony itu menjadi emosi.


"Apa katamu? Bagaimana bisa? Antony ini jelas adalah keponakaku! Dia harusnya mengundangku!!"


Dan begitulah pertengkaran dengan petugas keamanan dimulai.


Tentu saja kehebohan di pintu masuk itu menarik perhatian orang-orang yang lewat.


Bagaimana tidak?


Mereka bertiga benar-benar berteriak-teriak, dan menyebut-nyebut Antony itu keponakan mereka, dan memaksa untuk masuk.


Sampai akhirnya, salah satu petugas keamanan tidak tahan dan ingin menyeret mereka keluar.


"Kalian ini benar-benar kurang ajar sekali ya!! Dasar pegawai rendahan! Kalian tidak tahu siapa kami!!"


Para Petugas kemananan itu mencoba mengabaikan mereka, mengirim mereka ke gerbang, namun siapa yang tahu di gerbang ternyata ada rombongan wartawan yang baru datang, dan tentu saja sangat kepo dengan apa yang terjadi.


Astaga, apakah mereka ini benar-benar Paman dan Bibi dari Antony Callisto yang sekarang menjadi CEO Anderson Group dari pihak Ibunya?


Soal masalalu CEO baru itu, masih selalu menjadi sejak kedatangannya kedalam Keluarga Anderson!


Dan sekarang kesempatan bagus untuk mencoba membongkar hal-hal ini.


Beberapa wartawan jelas tidak melewatkan kesempatan ini.


Mereka segera mengerumuni Paman dan Bibi Antony itu, memberikan beberapa pertanyaan pada mereka.


"Apakah kalian benar-benar Paman dan Bibi Tuan Muda Antony Callisto?"


Dengan bangga, Bibi Antony itu segera berkata,


"Tentu saja, kami adalah Paman dan Bibi Antony, lihat kami memiliki foto Keluarga bersama dengannya," kata Diana sambil menunjukan salah satu foto keluarga mereka, kebetulan itu saat Wisuda Kelulusan Alissya, Alissya sangat memaksa Antony agar ikut, jadi mereka tidak punya pilihan selain mengiyakan.


Dan sangat kebetulan dirinya membawa foto ini di dompetnya.


Pada wartawan itu tentu saja mengenali orang dalam foto sebagai Tuan Muda baru di Keluarga Anderson.


Ternyata ini benar-benar Paman dan Bibi Antony!!


"Lalu, kenapa kalian tidak masuk kedalam?"


Diana yang awalnya kesal itu, tiba memiliki sebuah ide berlian, diirnya segera memberikan kode pada Suaminya.


Lalu, Diana mulai mengeluarkan air matanya.


"Apakah kalian tahu? Sejak Antony memasuki Rumah Keluarga Anderson itu, dia membuang dan mengabaikan kami, bahkan tidak pernah memberi kabar pada kami, padahal dari Kecil, Kamilah yang membedakan sampai seperti ini, namun apa balasan yang dia berikan pada kami? Dia bahkan tidak mengijinkan kami masuk ke Pesta miliknya, aku tidak tahu bagaimana keponakaanku tersayang ini bisa seperti ini,"


Diana terlihat mendramatisir suasana, menunjukan wajah sememelas mungkin, dan mulai pura-pura menangis.


"Itu, benar, aku sebagai Pamannya juga tidak mengerti kenapa dia seperti itu, apalagi setelah dia tahu dia adalah Putra dari orang Kaya, padahal selama ini, kami yang merawatnya sejak kecil, menyekolahkannya hingga lulus Universitas, namun apa balasan yang kami dapat?" Kata Paman Antony dengan deramatis.


"Astaga, apakah Tuan Muda Antony Callisto itu benar-benar orang seperti itu?"


Lalu, Ethan mulai ikut menambhakan,


"Itu benar, sejak kecil dia itu selalu menjadi anak yang nakal, tidak heran sekarang setelah menjadi Kaya Raya dia benar-benar lupa akan kulitnya, dan bertingkah sombong seperti itu,"


Para wartawan jelas merekam semua apa yang orang-orang ini katakan untuk menjadi bahan artikel dan berita mereka.


"Astaga, aku tidak pernah mengira kalau Tuan Muda Antony Callisto itu bisa seperti itu," kata salah satu wartawan dengan kaget.


Beberapa wartawan lain juga terlihat sangat kaget mendengar ini.


Tiga orang itu mulai banyak berbicaralah omong kosong soal Antony, mulai dari dia dulu suka bolos sekolah dan mengecet rambutnya, dan kelakuannya yang buruk di masalalu.


Bahkan menjadi begitu pelit, dan tidak mau memberikan mereka pinjaman ketika mereka dalam kesulitan.


Mereka benar-benar mengatakan begitu banyak hal buruk soal Antony, dan tentu saja itu sebagaian besar adalah kebohongannya.


Para Penjaga Keamanan yang melihat ada kehebohan itu, segera mencoba membubarkan pada Wartawan.


Namun ini malah di manfaatkan oleh Bibi Antony menjadi adegan yang lebih mendramatisir.


"Lihat.... Orang-orang itu pasti suruhan Antony, Antony itu tidak ingin membiarkan kita masuk kedalam, dia benar-benar tidak mengagap kami sebagai saudara, bahkan di acara Syukuran ini kami tidak di undang, coba kalau kami tidak melihat acara di televisi, kami tidak akan tahu," kata Diana tentu saja berbohong.


Sebenarnya, dirinya tidak tahu apa-apa soal acara ini, namun beberapa hari lalu salah satu orang yang memgaku kerabat dari Keluarga Anderson memberikan mereka undangan ke Pesta ini, dia bilang agar mereka datang dan akan ada pertunjukan menarik jika mereka benar-benar ingin melihat Antony itu kesusahan.


Waktu yang tepat untuk membalas Antony itu.


Dan sepertinya ini cukup tepat.


Akhirnya bisa membalas Antony yang sombong itu!!


Lihat saja semoga Reputasinya hancur!!!


Enak saja, begitu pelit dan mengabaikan kami!


Kami lihat apa yang bisa kami lakukan padamu!!


Keributan itu benar-benar sangat kacau.


Petugas keamanan menjadi kewalahan, dan mencoba mencari Bos mereka kedalam.


Disisi lainnya Antony dan Emelin yang awalnya ingin masuk ke Ruang Istirahat memutuskan untuk tidak jadi kesana, memberikan ruang untuk Raka dan Alissya untuk saling berbicara.


Emelin tentu saja menjadi heboh setelah keluar dari Ruangan itu, dan berbicara dengan Antony,


"Astaga, aku tidak mengira jika mereka memiliki hubungan yang seperti itu, aku melihat ternyata mereka sangat serai sekali ketika bersama, bagaimana menurutmu Antony?"


Antony tidak begitu heboh seperti Emelin, hanya berkomentar dengan santai,


"Siapapun yang Alissya pilih, asal itu adalah orang yang benar-benar dia suka, aku tidak keberatan dan akan mendukungnya semampuku,"


Emelin sedikit tertawa mendengar jawaban canggung yang terlihat serius itu.


"Astaga, kamu ternyata adalah Kakak yang baik,"


"Namun ini dengan Raka Anderson.... Apakah ini benar-benar baik-baik saja?" Tanya Antony masih sedikit binggung.


Emelin berpikir sejenak, dirinya jelas tahu apa yang Antony maksud dengan hal-hal ini.


Ini pasti masalah dengan orang Tuanya Raka juga, dan hal-hal menjadi rumit apalagi karakteristik orang Tuanya Alissya juga begitu.


Alissya mungkin memang baik-baik saja, namun orang tuanya?


Jika mereka tahu, cara memeras seperti apa yang akan mereka lakukan pada Putri mereka agar mendapatkan uang?


Belum lagi, orang Tuanya Raka yang seperti itu, jelas tidak akan setuju.


Ini memang cukup rumit.


Antony juga jadi teringat soal Pernikahan mereka.


Ya, saat dirinya menikah dengan Emelin, dirinya bukanlah siapa-siapa, hanya laki-laki miskin yang bahkan tidak mampu membayar tagihan Rumah Sakit Kakeknya.


Namun, dengan takdir yang begitu aneh mereka akhirnya menikah, dan sekarang sudah menumbuhkan perasaan satu sama lainnya, dan akan segera memiliki anak kedua mereka, yang mereka buat dengan penuh cinta.


"Kamu benar, asal ada cinta, pasti akan ada jalan untuk mereka, aku nanti akan mencoba mendukung mereka semampuku, masih ada Kakek pula,"


"Ah, ya benar. Aku rasa membujuk Kakekmu tidak susah?"


"Aku juga tidak tahu, Kakek sebenarnya orang yang cukup keras kepala,"


Ketika mereka asik mengobrol itu, tiba-tiba salah satu anak buah Antony itu datang dan memberitahukan soal kekacauan di luar.


Raka yang kebetulan ingin mengantar Alissya pulang, juga melewati tempat Antony, dan kebetulan mereka berdua mendegar laporan anak buah Antony itu.


Wajah Alissya tentu saja menjadi gelap.


Apa?


Ayah dan Ibunya membuat Kekacauan di Luar?


Dirinya tidak akan pernah mengira jika orang tuanya itu bisa begitu nekat.


Alissya segera mendatangi Antony, melepaskan rangkulan Raka yang membantunya berdiri.


"Kak Antony.... Aku... Aku Benar tidak tahu harus berkata apa soal kelakuan orang tuaku...."


Tentu saja, Alissya begitu malu sekali atas tingkah laku orang tuanya, sampai tidak tahu harus mengatakan apa pada Kakaknya Antony ini.


Antony tentu saja melihat Alissya yang sangat terpukul itu, lalu mencoba menenangkannya,


"Ini bukan salahmu, kamu tidak benar-benar tahu apa yang orang tuamu pikirkan,"


"Tapi... Mereka malah membuat kekacauan di Pesta yang seharusnya menjadi hari bahagia Kakak ini...."


"Sudahlah, Alissya, ini sungguh bukan salahmu," kata Emelin mencoba memengakan Alissya itu.


"Biar aku saja, yang mengurus orang tuaku," kata Alissya lagi.


"Tidak, aku juga akan kesana, Emelin kamu tunggu disini saja, bersama Raka. Raka kamu jaga Istriku Emelin,"


Alissya ingin menolak, namun tidak memiliki pilihan, dan akhirnya mengikuti Antony keluar.


Raka awalnya ingin ikut, namun jelas dirinya tahu kalau Alissya pasti akan marah jika dirinya ikut.


Jadi, Raka hanya bisa menatap kepergian mereka dengan ekpersi rumit.


Ternyata orang tua Alissya tidak mudah.


####


Disisi lainnya, di salah bakon gedung Aula itu, Viktor dan Geovanni bertemu sebentar,


"Jadi apa yang kamu mau menyuruhku untuk ke pesta ini?" Kata Geovanni dengan tidak sabar.


"Aku sudah menyiapkannya pertujukan yang menarik, lihat itu," kata Viktor yang berada di balkon menatap ke luar, disana terlihat ada Paman dan Bibi Antony yang membuat kekacauan.


"Itu perbuatan mu?"


"Pffff.... Tentu saja, aku hanya ingin membuat hal-hal lebih meriah, bukankan begitu?"


"Viktor, kamu benar-benar sangat licik,"


Mereka benar-benar terlihat menikmati pemandangan di luar itu.


####


Alissya yang melihat orang tuanya didepan mulai mengarang cerita dan membuat drama di depan semua orang itu sungguh malu.


Akhhh...


Apa yang harus dirinya lakukan?


Kenapa mereka seperti ini?


"Ayah, Ibu jangan seperti ini, ayo kita pulang saja," kata Alissya mencoba membujuk, namun sepertinya orang tuanya dan Kakaknya itu keras kenapa.


"Alissya, kenapa kamu disini? Apakah kamu disini membela Kakak sepupumu yang tidak tahu terima kasih itu hah?" Kata Diana dengan marah, sambil menunjuk Antony yang berdiri disana.


Para Wartawan juga sudah berusaha untuk di usir oleh petugas keamanan.


Sekarang Alissya yang mencoba menarik Ayah dan Ibunya untuk pergi.


"Alissya!? Kamu ini apa-apaan sih!!" Kata Ethan dengan marah.


"Ayah... Ibu.. Kakak.... Aku mohon jangan membuat keributan disini, ini membuatku malu,"


"Alissya, sekarang kamu sungguh benar-benar bergitu berani pada kami? Apakah ini pengaruh Kakak Sepupumu yang jahat ini?"


Antony yang ada disana lalu ikut berbicara,


"Paman Bibi, aku tidak tahu apa maksud kalian, namun tolong jangan membuat keributan disini,"


"Antony!! Kamu itu benar-benar tidak sopan!" Kata Paman Antony dengan ekpersi marah.


"Ayah!! Cukup!? Aku mohon!!" Kata Alissya yang mencegah Ayahnya untuk mendekati Antony itu, yang sepertinya ingin menampar Kakak Sepupunya itu.


"Alissya kamu ini!! Minggir!!" Kata Paman Antony mencoba melepaskan tangan Putrinya itu darinya.


Alissya tentu saja tidak ingin minggir, mereka saat ini berada di dekat gerbang di pinggir jalan, Alissya yang kakinya sakit itu, tidak bisa menahan pergerakan Ayahnya, hingga Alissya terjatuh di jalan.


Mereka lalu terdiam melihat Alissya yang jatuh itu.


Diana yang melihat Putrinya jatuh itu, menjadi merasa bersalah, mencoba membantunya berdiri, namun Alissya keras kepala, dan berdiri sendiri.


"Ayah, Ibu aku mohon jangan seperti ini....."


Alissya benar-benar tidak bisa menahan emosinya yang mulai menagis, terutama setelah melihat ternyata Raka juga ikut keluar dan menuju ke arah mereka.


Dengan orang tuanya yang bersikap begitu memalukan ini...


Bagaimana dirinya harus menghadapi Kakaknya Antony terlebih Raka yang melihat semua hal memalukan ini?


Kenapa orang tuanya harus seperti ini, apalagi ini sudah di liput wartawan.


Bagaimana ini sekarang...


Memikirkannya saja membuat Alissya merasa begitu pusing.


Sayangnya, Alissya tidak melihat jika ada mobil yang lewat dekat situ, Alissya hampir tersandung jatuh lagi karena Kakinya sakit.


"Alissya... Awas...."


Itu adalah suara Raka yang sudah dekat, langsung menarik Alissya menjauh dari mobil, namun malah Raka kehilangan keseimbangan dan jatuh terserempet mobil itu.


"Raka... Tidak....."