
Tentu saja Gosip Heboh itu telah sampai pada Claudia. Saat ini di ranjang Rumah Sakit, dia menatap kearah ponselnya, melihat di media sosial bagaimana begitu banyak orang mulai menghujatnya.
"Apa-apa mereka ini? Bagaimana berita soal aku yang anak tidak syah ini bisa sampai menyebar? Bagaimana ini bisa terjadi?"
Cornelia yang berada disamping Claudia mencoba menengangkannya.
"Claudia, kamu tenanglah dulu,"
"Bagaimana aku bisa tenang? Apa Mama tidak melihat? Semua hujatan yang di lakukan orang-orang padaku setelah tahu fakta ini?"
Cornelia terdiam, tidak tahu bahwa cara menenangkan Putrinya itu.
"Sekarang... Sekarang semua orang tahu bahwa aku anak dari hubungan di Luar Nikah... Bagaimana aku bisa menjukan wajahku ke Publik?"
"Semua ini gara-gara Emelin sialan itu!! Bagaimana bisa gosip yang aku buat malah menjadi bahan gosip untuk menjatuhkanku?? Padahal jelas Emelin benar-benar mencelakakanku!!"
"Aku juga tidak tahu kalau bisa sampai sejauh ini. Aku tidak mengira Emelin itu bisa begitu berani!"
"Dia.... Dia sungguh sangat kurang ajar!! Dia berani bahkan membuat Ayahnya malu?"
"Aku akan mencoba menelepon Ayahmu nanti, dia pasti bisa mengurusnya entah bagaimana,"
"Tapi Surat Hasil Tes DNA itu sudah begitu jelas!! Dan semua orang sudah membacanya!! Akhhhh.... Emelin sialan!!"
Claudia yang marah mulai melepaskan hal-hal di meja dekatnya kemana-mana.
"Padahal jelas bagaimana Emelin menendang ku dan membuatku sampai masuk Rumah Sakit seperti ini, bagaimana semua orang tidak bisa percaya? Mama! Mana janji Ayah soal akan menemukan Bukti Rekaman Video? Itu benar-benar terjadi! Jadi bagaimana buktinya bisa tidak ditemukan?"
"Ayahmu belum menemukan rekaman, dan aku juga tidak tahu bagaimana Emelin bisa begitu cepat sampai di Kota B seolah-olah dia tidak pernah berada disini!"
"Emelin itu!! Wanita sialan itu!!!"
Claudia mulai marah-marah dan meluapkan emosinya, sangat marah dan kesal akan semua gosip di internet.
"Orang-orang sampah ini hanya tahu cara menghujat, mereka tidak tau apa yang aku alami!! Sialan!! Pada Netizen sialan!!"
Claudia yang marah-marah itu tiba-tiba memegangi bagian perutnya.
"Caludia, bukankah sudah Mama katakan untuk tenang? Kita akan mencari cara untuk mengatasinya nanti, kamu sebaiknya tidur saja, lihat luka hasil operasi masih belum sembuh."
"Ukhhh... Ini masih sakit.... Sialan! Gara-gara Emelin itu!!"
Sejujurnya, Claudia merasa cukup binggung dan frustasi setelah melihat berita di Internet.
Takut bagaimana dirinya nanti akan di blokir dari Dunia Hiburan karena hal-hal ini....
Padahal dirinya sudah susah payah untuk sampai ke tahap ini...
Bagaimana semuanya bisa hancur dalam semalam?
"Bagaimana aku bisa tidur dengan tenang disaat seperti ini?? Akhhh.... Ini semua membuatku kesal!! Ini semua salah Ayah bagaimana dia mengatakan pada Emelin soal aku yang anak kandungnya! Jika tidak, mungkin hal ini tidak akan terjadi, sekarang semua orang tahu...."
Claudia merasa sangat benci soal fakta ini.
Fakta bawa dirinya anak di luar nikah, dimasa lalu, ketika masih di Sekolah, dirinya mendapatkan banyak masalah dan di lecehkan teman-teman sekelasnya setelah mereka tahu tentang hal ini...
Bagaimana semua orang menghinanya karena tidak punya Ayah...
Lalu Claudia memikirkan bagaimana Emelin selalu hidup seperti Tuan Putri di Keluarga Smith, menadapatkan apapun yang dia suka, mendapatkan sanjungan dari banyak orang...
Mereka dari Ayah yang sama namun kenapa Emelin yang mendapatkan segalanya!
Sungguh tidak adil!!
Rasa benci dan kemarahan mengigat masalalu kembali ke ingatan Claudia.
"Gara-gara Emelin itu!! Aku benar-benar membencinya!!"
"Ya, kamu benar. Ini semua karena Emelin sialan itu!! Ayahmu memang tidak becus, harusnya kita melenyapkan dia saja, seperti Ibunya agar tidak mengaggu hidup kita!" Kata Cornelia dengan dingin.
"Akhhh... Emelin! Lihat saja!! Aku tidak akan membiarkan semua ini!!"
"Ya, tentu saja kita tidak akan membiarkan semua ini! Kamu tenang saja Claudia,"
"Tapi... Semua orang akhirnya tahu... Bahwa aku adalah anak dari hubungan di Luar Nikah... Kenapa kenapa aku harus terlahir seperti ini, Ma!! Jawab aku?"
"Maafkan Mama... Ini... Ini semua gara-gara wanita sialan Ibu Emelin itu yang merebut Ayahmu dari Mama!! Bahkan setelah dia mati, sekarang Putrinya yang membuat masalah!! Hah...."
"Ya, Mama benar, merekalah yang sampai membuat kita hidup sengsara seperti itu, aku juga tidak akan pernah memanfaatkan mereka!"
"Kamu benar, Claudia. Bahkan walaupun Wanita sialan itu sudah mati, namun Putrinya itu juga harus menaggung dosa dari Ibunya! Aku juga tidak akan membiarkan dia sampai mempermalukan kita seperti ini!!"
"Itu benar, itu salah Emelin kenapa dia memiliki Ibu yang seperti itu!!"
"Kamu benar, Claudia... Wajah itu benar-benar mirip penyihir menyebalkan itu!"
####
Hari itu, sudah menjelang sore hari, dan saat ini Emelin berada di Bandara, bersiap berpisah dengan Keluarga kecilnya itu.
"Hmm, tidak masalah sama sekali,"
"Ma, Mama akan segera pulang?"
Menatap Putranya, Emelin lalu tersenyum dan menatap anak itu,
"Sepertinya tidak dalam waktu dekat. Minggu depan, jatwal syuting menjadi padat,"
"Ya.. sayang sekali Ma..." Kata Alex dengan wajah sedihnya.
"Sudah Mama bilang, Mama akan lebih sering meneleponmu, oke? Kamu tidak udah terlalu cemas,"
"Tapi Mama bilang disini tidak cukup baik sinyalnya,"
"Hmm, itu benar...."
Emelin mulai memikirkan solusi untuk masalah ini, kendala sinyal memang sulit, namun bukan berati tidak ada solusi, dirinya bisa lebih sering ke kota bukan?
Tapi ini juga akan cukup melelahkan.
Tidak! Dirinya harus tetap bisa menelepon Alex entah bagaimana caranya.
"Kami tidak usah khawatir, Emelin. Nanti aku akan mengirimimu ponsel baru, dan kamu akan bisa menghubungi kami kapan saja," kata Antony.
"Tapi masalah sinyal..."
"Ini ponsel dengan jaringan khusus, jadi kamu tidak usah khawatir,"
Emelin berpikir sejenak, apakah ini jaringan khusus milik Keluarga Anderson?
Dirinya dengar memang mereka memiliki saluran khusus, ini untuk mencegah jika ada gangguan sinyal, agar baik CEO atau Keluarga Anderson tetap bisa dihubungi dimana saja jika ada hal-hal penting.
Sekali lagi pura-pura tidak tahu apa-apa, Emelin menjawab dengan antusias.
"Benarkah?"
"Benar, jadi kamu bisa menelepon Alex kapan saja...."
'Dan menelepon ku juga,'
Sayang sekali, kata-kata terakhir hanya diucapkan dalam hati oleh Antony.
"Itu bagus kalau begitu."
"Yey! Jadi Mama selalu bisa menelan Alex?"
Emelin lalu memeluk, Alex.
"Itu benar, sayangku. Begitu syuting ini selesai, Mama akan lebih menghabiskan banyak waktu denganmu, oke?"
"Hmm, Alex sangat senang."
Setelah melepaskan pelukannya pada Alex, Emelin kembali menatap Antony.
"Emelin, selama syuting kamu harus lebih hati-hati lagi, oke?"
"Tentu saja, sudah ada Asisten juga yang menemaniku."
"Hmm, dan jangan terpisah dari orang lain, kita tidak benar-benar tahu apa yang mungkin orang-orang itu rencana,"
"Ya, aku akan lebih waspada lagi."
"Semoga semua berjalan dengan lancar,"
"Terimakasih, Antony. Selamat jalan,"
Antony lalu tiba-tiba mencium kening Emelin.
"Hmm, kamu baik-baik disana,"
Emelin yang sedikit terkejut, segera menormalkan ekpersinya,
"Te.... Tentu saja, kamu juga baik-baik disana..."
Sekali lagi, mereka akhirnya berpisah.
Melihat Antony dan Alex yang perlahan menjauh itu, membuat Emelin merasa sedih.
Hmm, dirinya pasti akan sangat merindukan mereka lagi.
Jadi agar cepat pulang, mari segera selesaikan syuting film ini!!!
Semangat Emelin!
####
Bersambung