Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 8: Honey Moon (Part 1)


Sore itu, ketika jam menunjukkan hampir setengah tiga, akhirnya Emelin dan Antony sampai di Bandara tempat tujuan Bulan Madu mereka.


Namun itu belum sampai ke lokasi tempat tujuan mereka.


Emelin menatap Antony dengan perasaan,


"Kita mau kemana?"


"Ini adalah salah satu Pulau Tropis yang sangat bagus, kamu pasti suka,"


"Pulau Tropis?"


"Ya, kita hanya bisa kesana menaiki sebuah kapal pesiar,"


"Naik kapal? Tidakkah itu beresiko?"


"Ini tidak jauh dari dataran, hanya sekitar setengah jam perjalanan dengan kapal, ini mungkin akan menjadi perjalanan yang menyenangkan,"


"Antony, kamu benar-benar penuh kejutan,"


Antony lalu mengambil tangan Emelin, dan mencium tangan itu, lalu berkata,


"Sebenarnya bukankah kita tidak pernah benar-benar pergi Bulan Madu dengan serius?"


Emelin berpikir sejenak, memang sepertinya begitu.


Dulu mereka menikah dengan buru-buru, saat Antony masih menjadi Mahasiswa, saat-saat paling sibuk bagi Mahasiswa, apalagi itu bukan musim Liburan, jadi mereka berdua tidak sempat pergi Bulan Madu.


Dan pada dasarnya, tidak lama setelah Pernikahannya, dirinya hamil, itu terlalu mengejutkan hingga mereka tidak kepikiran lagi untuk pergi Bulan Madu.


Lagipula, melihat hubungan mereka sejak dulu, hal-hal seperti itu tidak diperlukan.


"Hmm, kamu benar. Kita tidak pernah Bulan Madu dengan benar,"


"Sejujurnya, aku ingin menebus kesalahanku dimasalalu,"


Emelin lalu mengeleng-gelengkan kepalanya kemudian berkata,


"Tidak, kamu tidak salah. Akulah yang salah dari awal, yang menulis perjanjian Pernikahan Kontrak yang aneh itu,"


Antony sedikit tertawa, lalu berkata,


"Hmm, tapi jika kamu tidak melakukan aku penasaran apakah kita entah bagaimana akan menikah?"


Emelin berhenti sejenak dan berpikir,


"Takdir bisa menjadi sangat aneh, dan mungkin takdir yang aneh itu juga yang membawaku untuk bertemu denganmu lagi,"


"Bertemu denganku lagi? Ah? Apakah ini merujuk pada pertemuan kita saat SMA?"


"Ya, aku tidak pernah benar-benar mengira akan bertemu denganmu lagi dalam situasi seperti itu,"


Antony lalu mulai teringat sesuatu yang sangat penting, sesuatu yang pernah Emelin katakan dulu, namun dirinya belum sempat mengkonfirmasi itu lagi.


Namun dirinya memiliki keyakinan penuh soal ini.


"Apakah soal Aku adalah Cinta Pertamamu?"


Emelin tiba-tiba menjadi kaget dengan tebakan Antony tersebut, wajahnya sedikit memerah karena malu.


"Ci... Cinta Pertama apa, kamu jangan bicara aneh-aneh,"


"Sudahlah Emelin, kamu tidak perlu merasa malu, kamu sudah mengatakannya sebelumnya padaku,"


"Kapan? Kapan? Aku tidak pernah mengatakan itu,"


"Tepat setelah kamu kecelakaan tempo hari, aku ingat, bagaimana kamu menyatakan cintamu, 'Kamu adalah Cinta Pertamaku dan akan menjadi Cinta Terakhirku,' sesuatu seperti itu,"


Emelin langsung menutup wajahnya sendiri merasa terlalu malu.


Apakah dirinya benar-benar mengatakan itu?


"Aku... Aku tidak ingat, hpmh,"


Antony sekali lagi mengoda,


"Cinta Pertama mu, petunjuknya sudah jelas, siswa Kakak tingkat yang tampan, dua tahun lebih Tua darimu, namun sudah memiliki Kekasih saat itu, itu aku bukan? Cinta yang katamu tidak akan pernah sampai, namun lihat? Kamu benar-benar berhasil mendapatkan Cinta Pertamamu, dan bahkan menikahinya. Hmm, kamu benar-benar beruntung,"


"Aku juga tidak akan pernah mengira ini, aku juga baru-baru ini saja tahu,"


"Hmm, jadi begitu. Kamu sepertinya sudah lama menyukaiku bukan?"


Emelin yang tidak tahan itu, lalu mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Sudah, Sudah, ayo segera kepelabuhanan, dan berhenti bicara omong kosong,"


"Ini masih cukup panas, jadi aku menjatwalkan Kapal Pesiar kita lebih sore,"


"Ya, sudah mari cari beberapa tempat untuk makan,"


Emelin lalu menyeret Antony, kesalahan satu cafe di bandara, mencoba mengalihkan pembicaraan.


Namun pada akhirnya, Antony masih tetap melanjutkan pembicaraan.


"Aku penasaran, apa yang kamu suka dariku pada awalnya ketika kita SMA? Saat itu, aku benar-benar hanya seorang Siswa SMA biasa,"


"Itu.... Itu karena kamu sangat aneh."


Antony sedikit tertawa mendengar jawaban itu, lalu kembali bertanya,


"Aneh? Aneh apa?"


Antony terdiam sejenak, lalu mulai berpikir membuat kesimpulan.


"Owh, jadi ini hanya sederhana, menyukai wajah Tampan. Begitu."


"Aku tahu kamu hanya ingin mengejekku, makanya aku tidak mau cerita, hpmh,"


"Siapa yang mengejekmu? Aku malah merasa sangat beruntung, untuk menjadi Cinta Pertamamu, juga Cinta Terakhirmu, itu artinya hatimu selalu menjadi milikku tanpa aku sadari selama ini, sungguh suatu berkah,"


"Kamu... Berhenti bicara omong kosong,"


"Pfffff... Kamu sungguh manis sekali,"


"Kalau berbicara soal Cinta Pertama, aku jadi penasaran kenapa kamu bisa jatuh Cinta pada orang semacam Isabella itu? Sangat sayang sekali, aku bukan Cinta Pertamamu, namun Cinta Pertamamu adalah seseorang menyebalkan seperti dia,"


Antony lalu terdiam sebentar.


"Ini sebenarnya bukan kisah yang begitu menarik,"


"Tapi aku ingin tahu,"


"Owh? Apakah kamu cemburu? Percayalah, aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi untuknya,"


"Iya, aku paham. Aku hanya ingin tahu, apakah tidak boleh? Aku... Aku juga ingin tahu soalmu, aku tidak tahu banyak hal-hal soalmu, bagaimana kamu dimasalalu, dan bagaimana hidupmu selama ini, aku tidak tahu apa-apa,"


"Bagaimana aku bisa memulainya? Ini mungkin akan menjadi cerita yang membosankan. Namun sebelum membahas soal Cinta Pertamaku, mari mundur kebelakang lagi. Antony yang kamu lihat saat ini sangat berbeda dengan Antony yang dulu ketika masih cukup muda. Aku yakin kamu bahkan tidak akan mengenaliku jika melihat fotoku dulu,"


Mendengar itu tiba-tiba, Emelin menjadi penasaran,


"Seperti apa itu?"


"Hmm, itu adalah sosok pemuda kecil yang nakal dan pemberontak, dan suka berkelahi,"


Emelin terdiam sejenak, tidak mempercayai apa yang barusan dirinya dengar itu.


Antony...


Antony penah seperti itu juga?


Emelin benar-benar tidak bisa membayangkan, sosok Antony yang seperti itu, sungguh sangat kontras dengan Antony yang sekarang.


"Apakah kamu bahkan mewarnai rambut mu?"


Antony berusaha menghindari pertanyaan itu, tentu saja Antony merasa malu jika mengigat penampilan masalalunya ketika masa memberontak itu, dia mencoba mengalihkan pembicaraan,


"Ku rasa itu bukan hal-hal penting, mari coba membicarakan soal masa SMPku,"


Melihat Antony yang sepertinya mencoba mengabilkan pembicaraan itu, Emelin lalu tertawa,


"Pfffff..... Sungguh? Benar-benar ada masa ketika kamu mewarnai rambutmu? Aku benar-benar ingin bertemu dengan Antony yang seperti itu,"


Antony merasa malu sendiri,


"Sudah, lupakan apa yang aku katakan, kenapa kita tidak membicarakan soal Bulan Madu kita saja? Terlalu malas membicarakan masalalu,"


"Astaga, jangan marah seperti itu,"


"Aku tidak marah,"


"Kamu jelas marah. Sudah aku tidak akan mengatakan apa-apa lagi, mari sebaiknya kita segera memesan makanan, aku juga harus menelepon seseorang untuk melihat kondisi Alex,"


"Owh, benar kita belum dengar kabar dari Alex sejak tadi, karena kita bangun kesiangan,"


"Itu benar, apakah Alex benar-benar tidak apa-apa di Rumah Kakek mu? Seharusnya tidak apa-apa, ada pengasuh yang menemaninya, dan Kakekku tentu saja akan menjaganya,"


"Kamu ada benarnya, namun apakah Alex akan nyaman disana? Bagaimanapun juga itu pertama kalinya dia bertemu dengan Kakekmu, aku takut juga dia menjadi kurang nyaman,"


"Aku yakin, dia pasti aman,"


"Tapi kamu tahukah, Keluarga Anderson lainnya sepertinya tidak menyambut Aku dan Alex dengan baik disana,"


"Ya, itu benar... Sejujurnya aku juga cukup khawatir,"


"Lupakan, sebaiknya kita tidak perlu membicarakan hal-hal buruk soal Alex. Aku akan mencoba meneleponnya setelah ini, dan bertanya langsung padanya,"


"Ya, itu benar. Urusan Keluarga Anderson benar-benar rumit,"


"Semoga, Alex baik-baik saja,"


####


Hal-hal sangat cepat berlalu, hingga Emelin dan Antony akhirnya menaiki Kapal Pesiar yang mereka pesan.


Menatap Kapal Pesiar itu, hati Emelin sedikit berdebar-debar.


"Kapal Pesiar ini sangat indah,"


"Ya, ini Kapal Pesiar milik Keluarga Anderson, sebenarnya, di tempat tujuan kita ini, ada Resort milik Anderson Group, kita akan menginap disana nanti,"


"Wow, ini benar-benar hebat," kata Emelin mulai melihat-lihat kapal Pesiar, namun dirinya tidak menemukan pengujung manapun.


"Ini... Ini hanya kita berdua dan Kru Kapal?"


"Tentu saja, karena aku hanya ingin berdua saja denganmu, ini kita bisa berputar-putar pulau sebentar sambil melihat sunset, banyak hal yang bisa dilakukan diatas kapal pula," kata Antony sambil memeluk pinggang Emelin.


Mendengar rencana Antony itu, wajah Emelin menjadi memerah lagi.


"Omong kosong, sudah cukup untuk hari ini."


"Ayolah, aku hanya ingin menikmati Bulan Madu yang indah ini,"