
Hari-hari terasa sangat cepat berlalu, karena Emelin menjadi begitu sibuk.
Dan tidak terasa hari ini akan ada Pemutaran Pertanda untuk film yang akan Emelin rilis.
Disalah satu Bioskop tertentu, disana sudah di sewa khusus untuk para Investor, Kru dan Para Artis untuk menonton film tersebut.
Dan tentu saja, Para Artis itu boleh mengundang keluarga untuk ikut nonton bareng ini.
Berhubung Emelin hanya memiliki Putranya di Rumah, jadi Emelin mengajak Alex untuk ikut.
Sampai di tempat Kru, pada pemain lain dan beberapa anggota Kru menyambut Emelin dengan baik, dan mulai menyapa Alex Putranya, melihat karena anak itu begitu tampan.
"Nona Emelin, Putramu sangat tampan sekali, ini ternyata lebih tampan dan lucu dari pada yang di video,"
"Ah, kamu bisa saja. Putraku memang begitu tampan, dia sangat mirip dengan Papanya,"
"Astaga, benarkan? Lihat betapa tampannya di kecil ini, jadi setampan apa Papa anak ini?"
Emelin tersenyum malu kalau berkata,
"Tentu saja, suamiku sangat tampan sampai aku bisa memiliki Putra setampan Alex,"
"Kita tidak pernah melihat wajah Suami Nona Emelin, duh aku menjadi penasaran. Emm, Nona Tidak mengajak Suami Nona ikut?"
"Suamiku memang jarang muncul di publik, dia gampang malu. Dan saat ini dia sedang ada tugas di Luar Kota, jadi dia tidak bisa ikut acara ini,"
"Sayang sekali, Nona Emelin, padahal kami berharap bisa melihat Suami Nona, benar bukan semua?"
Dan beberapa orang disanapun menjawab dengan antusias.
Emelin hanya tersenyum menanggapi respon orang-orang.
Alex sendiri mulai dikelilingi oleh beberapa Artis muda disana, meminta betapa lucunya anak itu, beberapa juga mencubit pipi Alex dan mulai mengelus rambutnya.
Alex yang tiba-tiba dikelilingi oleh gadis-gadis cantik yang lebih tua itu wajahnya jadi memerah karena malu.
"Nama panjangku Alexander Smith," kata Alex memperkenankan dirinya setelah ditanya,
"Ya ampun, kamu manis sekali,"
"Lihat, Alex sangat tampan,"
"Sungguh pintar,"
Emelin yang melihat putranya di kerumuni itu hanya bisa tertawa, merasa itu sagat lucu, apalagi sikap malu-malu dari Putaranya itu.
Sungguh mengemaskan!!
Alex yang malu-malu itu, lalu kembali menghampiri Mamanya.
"Ma, kita duduk dimana?"
"Apakah kamu sudah tidak main dengan Kakak-kakak disana? Mereka sepertinya menyukaimu,"
"Me... Mereka berlebihan pada Alex,"
"Ah? Bukankah kamu suka di puji?"
"A... Apa-apa sih, Ma!! Ayo duduk, Alex lelah,"
Emelin tertawa kecil, lalu mulai hendak mengendong Alex, namun Alex tepis,
"Alex bisa jalan sendiri, Ma."
"Ya ampun, Alex apakah kamu ingin terlihat keren didepan Kakak-kakak cantik itu? Jadi kamu tidak mau terlihat manja? Ya ampun, sungguh manis sekali,"
Alex telinganya memerah karena ketahuan oleh Mamanya itu, mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ti... Tidak... Tidak Ma, berhentilah mengoda Alex,"
Emelin lalu berhenti mencoba menggoda Alex lalu mencari nomor kursi tempat mereka duduk.
Emelin kebetulan duduk disamping Richard, Tokoh Utama Pria dalam;mereka film itu. Emelin lalu mencoba berbicara dengannya, sekedar menyapa,
"Hai, Richard apa kabar?"
"Kabarku baik, kak. Bagaimana dengan Kak Emelin?"
"Aku juga kebetulan baik."
"Begitulah, aku sendiri lagipula orang tuaku cukup sibuk,"
"Ah, begitu. Aku kira kamu akan mengajak seseorang kan barang kali film ini kan viral,"
Richard lalu tersenyum,dan berkata,
"Aku juga mengharapkan itu,"
Mereka lalu mulai bercakap-cakap soal beberapa hal, dan Emelin mulai mempekenalkan putranya, Alex.
Sampai akhirnya acara hampir dimulai, mereka mulai memperhatikan sekeliling, semua orang penting sepertinya sudah hadir.
Ada Pak Produser, Pak Sutradara dan beberapa orang penting lainnya, namun dalam deretan orang penting tersebut ada sebuah kursi yang masih kosong.
Emelin yang tidak tau lalu mulai bertanya pada Richard,
"Kamu tahu, kursi siapa itu yang kosong?"
"Sepertinya itu harusnya kurus yang disiapkan untuk CEO AX Investment, merekalah yang paling banyak Berinvestasi dalam film ini makanya CEO mereka sengaja disiapkan dengan kursi khusus, namun aku dengar dia tidak datang,"
Emelin cukup kaget mendengar tentang ini,
"Aku kira CEO itu yang paling menantikan film ini karena dia sudah berani mengeluarkan uang begitu banyak untuk produksi film ini namun ternyata malah dia tidak datang," kata Emelin dengan kecewa.
Padahal dirinya ingin berterimakasih pada Pak CEO itu, namun sayang sekali dia malah tidak hadir.
"Aku dengar CEO mereka saat ini sedang ada acara bisnis di Luar Kota, jadi tidak bisa hadir. Jadi hanya perwakilan mereka saja yang hadir,"
"Ow sayang sekali ya,"
Tidak lama setelah mereka bercakap-cakap, acara itu segera akan dimulai, beberapa orang memberikan sambutan dan pembukaan acara, kemudian Filipina mulai di putar.
Ada keheningan sejenak saat film itu di kulit, Emelin sendiri cukup cemas dengan hasilnya.
"Tidak usah cemas Ma. Film yang Mama bintangi pasti selalu bagus," kata Alex mencoba menenangkan Mamanya itu.
Melihat Putranya mendukungnya itu, perasaan Emelin menjadi begitu hangat.
Putranya ini sungguh seorang malaikat kecil!!
Dia sangat baik hati dan lucu, sangat menghagatkan hati, benar-benar beruntung dirinya memiliki Alex.
"Tentu saja sayang,"
Dan begitulah film itu di mulai.
####
Disaat yang sama, saat ini film itu juga tengah ditayangkan perdana di beberapa Bioskop.
Tiket perdana film itu sampai penuh dimana-mana, sepertinya beberapa orang mulai tertarik dengan film itu karena salah satu Tokoh Utama nya adalah Richard seorang aktor yang cukup populer belakangan ini.
Disisi lainnya, tentu saja Antony sudah menyewa salah satu Bioskop, mulai menonton film itu bersama dengan beberapa bawahannya, dia mulai membuat alasan ini untuk sekedar hiburan.
Sayang sekali tidak bisa menonton bareng bersama Emelin.
Antony melihat film itu dari awal hingga akhir dengan cukup serius.
Hasil dari film ini ternyata lebih mengagungkan daripada yang dirinya kira.
Akting dua tokoh Utamanya sangat bagus, dan benar-benar menghayati film ini, apalagi latar belakang dan tempat yang dipilih benar-benar menggambarkan suasana dramatis dalam film ini.
Tidak sabar setelah selesai menonton film, Antony segera ingin menelepon, Emelin.
Dan tidak lama sampai telepon itu diangkat,
"Selamat Emelin, atas rilisnya film barunmu,"
'Terimakasih, Antony. Kamu harus menontonnya ya,'
"Tentu saja, aku barusan menontonnya, ini sangat bagus, aku yakin ini akan menjadi hits,"
Emelin diujung telepon kaget,
'Kamu sudah menontonnya?'
"Tentu saja ini adalah salah satu rilisan perdana film yang Istriku bintangi, masa aku tidak menontonnya?"