Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 67: Tidak Percaya


Ketika Emelin membuka kotak itu, dia terkejut melihat isinya.


Ini berisi beberapa foto, Emelin memperhatikan isi foto itu.


Wajah-wajah familiar terlihat disana.


Di sebuah pesta, wajah laki-laki tertentu yang familiar, mengenakan jas.


"Ini... Ini... Antony...."


Melihat lagi, disana juga ada foto seorang wanita.


Terlihat dari foto itu, wanita itu memeluk Antony.


Disana juga terlihat beberapa foto lainnya, dimana mereka terlihat bergandengan tangan dengan mesra, juga ketika mereka mengobrol dengan akrab.


Wanita di foto ini juga familiar...


Isabella....


Emelin yang memperhatikan foto-foto ini tidak tahu harus berekspresi seperti apa.


"Ini... Ini tidak mungkin bukan? Tidak mungkin ini, Antony...."


Sebuah Foto Album tersembunyi...


Ssbuah Pesta Malam itu...


Aroma Parfum Wanita....


Memikirkannya lagi, kejadian dimana Antony pulang larut malam itu....


Tidak....


Ini tidak mungkin...


Suara kotak yang jatuh terdegar diruangan yang sunyi.


Emelin masih tidak mengerti tentang apa yang dirinya lihat dari foto itu.


"Mama? Aku sudah siap, mari pergi." Itu adalah suara Alex yang terlihat begitu bersemangat menghampirinya.


Emelin masih belum merespon panggilan Alex.


"Mama? Kotak apa itu?" Tanya Alex dengan rasa ingin tahu ketika melihat sebuah kotak jatuh.


Dan dengan itu, itu menyadarkan lamunan Emelin.


Hah...


Emelin jelas begitu syok melihat foto tiba-tiba ini, semua pikiran negatif muncul dikepalanya dalam sekejap.


Namun bahkan ketika dirinya belum bisa mencerna tentang apa yang sebenarnya terjadi, Emelin menatap kearah Alex, mencoba tersenyum melihat Alex masih sangat senang disana menantikan pergi bersama ke taman dan bermain, tidak mau merusak suasana hati Putranya itu, lalu berkata,


"Baik, mari kita segera pergi ke taman,"


Dengan itu, Emelin meletakkan kotak itu disalah satu laci paling bawah di meja ruang tamu.


Alex yang tidak tahu apa-apa hanya tersenyum senang.


Emelin memaksakan senyumannya sepanjang jalan, pikirannya masih penuh dengan foto-foto yang dirinya lihat barusan.


Selama perjalanan, suasana itu begitu hening, Emelin yang masih melamun bahkan tidak sadar jika mereka sudah sampai.


"Mama, kita sudah sampai," kata Alex lagi, terlihat bersemangat sambil bergegas membuka pintu mobil.


Dengan suara Alex, Emelin tersadar dari lamunannya lagi.


Hatinya masih tidak bisa siap menerima apa yang dilihatnya.


Antony....


Apakah dia....


"Mama? Ayo turun?"


Tatapan polos dan ceria dari Alex membuat Emelin merasa ini bukan saat yang baik memikirkan hal-hal itu.


Mencoba menahan perasaannya, Emelin turun dari mobil.


Mereka berjalan ditaman itu dengan santai, sampai mereka sampai disalah satu tempat duduk di ujung taman, dimana ada sepasang ibu dan anak disana.


"Nyonya Emelin sudah datang?" Sapa wanita itu, ini adalah Ibu dari model tempo hari.


Alex disisi lainnya, langsung menghampiri anak yang lebih kecil yang duduk disana.


"Hey, Kevin."


"Hallo, Kak Alex."


Dua anak ini sebenarnya sering bertukar pesan, jadi sangat senang untuk bertemu satu sama lainnya.


Setelah bertukar beberapa pesan, dua anak itu lalu pergi ke tempat bermain bersama-sama, meninggalkan Emelin dan Ibu Kevin disana.


Ibu Kevin yang merupakan orang dewasa, tentu melihat keanehan sikap Emelin.


"Kamu sepertinya tidak dalam kondisi baik?"


"Apakah bagi terlihat jelas?"


"Ekpersimu berkata begitu, apakah ada masalah?"


"Tidak... Tidak ada..."


Emelin hanya tersenyum menanggapi kata-kata ramah itu.


Pikiran Emelin masih kacau, masih belum mengerti tentang apa yang dilihatnya di foto itu.


Bukankah Isabella ini selingkuhan dari Sepupu Raka?


Dan kenapa ada foto seperti itu...


Siapa yang mengirimkannya...


Lalu telepon Emelin berbunyi.


Ini adalah nomor telepon Sutradara film yang akan Emelin bintangi.


Sekali lagi mencoba menstabilkan emosinya, Emelin pergi dari kursi itu menuju tempat dibawah pohon.


"Hallo, Pak Sutradara ada apa?"


'Sebenarnya begini, melihat cuaca yang sepertinya akan memasuki musim hujan, jatwal untuk syuting film ini akan di majukan, apakah kamu keberatan soal ini?'


"Di majukan?"


'Iya, aku dan Kru sudah melakukan rapat darurat belakangan ini, dan sudah menghubungi beberapa orang, dan aku rasa ini bisa dimajukan, sepertinya kita dan Kru juga artis lainnya akan langsung bertemu di Kota A dalam dua hari lagi,'


"Tunggu, tunggu dua hari lagi apakah ini tidak terlalu cepat?"


'Sebenarnya aku akan pergi kesana dulu untuk penerbangan besok, aku bertanya apakah kamu keberatan dengan jatwal ini? Awalnya aku akan meminta kamu ikut juga berangkat besok, namun aku pikir ini terlalu buru-buru bukan? Jadi aku memberimu waktu untuk bersiap-siap, bagaimana?'


Emelin memikirkan ini, dua hari lagi benar-benar terlalu cepat, dirinya belum bersiap-siap lebih lanjut dan berlatih dialog.


Awalnya dirinya sedikit santai karena syuting masih akan dimulai sekitar Minggu depan, dirinya hanya baru menghafalkan beberapa dialog pembukaan.


Bagaimana ini?


Ini benar-benar terlalu cepat.


Namun sepertinya dirinya juga tidak punya pilihan.


Perasaannya masih tidak nyaman saat memikirkan foto-foto itu, namun bahkan dirinya tidak memiliki waktu untuk memikirkannya.


Hal-hal menjadi semakin sibuk, banyak hal lainnya yang harus dipikirkan.


"Baiklah, aku bisa. Aku akan bersiap-siap untuk dua hari lagi,"


'Baiklah. Aku akan mengatur penerbangan ke Kota A, nanti akan aku kirimkan email untuk detail tiket dan lokasinya, nanti di bandara kamu akan ditemani oleh Asisten yang sudah aku kirimkan,'


"Seorang Asisten? Apakah ini tidak berlebihan?"


'Tidak, tidak sama sekali, lagipula kamu adalah Bintang Utama dari film ini aku harus memperlakukanmu dengan baik,'


"Terimakasih Pak Sutradara,"


'Tentu saja, kamu bisa menghubungiku lagi kalau ada masalah,'


Dengan itu telepon itu ditutup.


Emelin memikirkannya, dia akan segera pergi ke Luar Kota dan ini begitu cepat.


Banyak hal penting yang harus Emelin pikirkan, bagaimana cara meningkatkan aktingnya dan kembali ke Dunia Hiburan...


Bagaimana cara membalas dendam pada Claudia...


Dengan kembali ke Dunia Hiburan hanyalah awal dari rencana miliknya, setelah dirinya kembali dan menjadi lebih populer dirinya pasti akan mengekspos hal-hal yang di lakukan Claudia dan Daniel...


Lihat saja, kalian berdua sekarang nikmat saja hidup kalian...


Bahkan dirinya juga harus memikirkan Alex yang mungkin akan sedih jika dirinya pergi...


Dan untuk masalah Antony...


Sudut pikirannya bahkan sudah tidak memiliki ruang memikirkan hal-hal menyakitkan ini....


Sebenarnya apa maksud dari foto itu?


Ponsel Emelin sekali lagi berbunyi, ini adalah nomor yang familiar.


"Raka?"


'Hay, Kak Emelin, aku begitu gembira hari ini, akhirnya aku berhasil mengirimkan foto Sepupuku dan Selingkuhannya ke Rumah Istri Sepupuku itu! Lihat sekarang dia pasti sudah membuka paket kejutan dari ku, ya ampun aku tidak sabar menunggu reaksinya...'


Perkataan Raka ini membuat Emelin sadar akal hal-hal dan kotak yang diterimanya barusan.


Jangan bilang..


Kalau sepupu Misterius Raka itu...


"Raka, aku akan bertanya siapa nama sepupumu ini?"


'Eh? Kak Emelin baru ternyata sekarang?'


"Cepat jawab!"


'Kenapa menjadi tidak sabar?'


"Raka!"


'Baik-baik, sepupuku bernama Antony Callisto.'


#####


Bersambung