Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 120: Kemarahan Emelin


Ketika Manager kembali dari Kamar Mandi, dia langsung menyapa Antony, kemudian rapat dimulai dengan serius.


"Benar, Kami sudah menentukan konsep-konsep iklan yang kamu rencanakan, apakah menurut Bapak ini sesuai?"


Antony membaca beberapa dokumen di mejanya dengan serius.


"Aku sebelumnya sudah membaca hal-hal ini, menurutku masih ada beberapa kekurangan dalam tema ini...."


Antony mulai menjelaskan pada Manager bagaian mana yang kurang disana.


Sedang Isabella sendiri yang dari tadi mengikuti rapat, hanya bisa menatap Antony, sedikit terkesima pada Antony yang begitu serius membahas hal-hal ini.


Antony terlihat sangat tampan dengan setelan Jas itu, apalagi dengan cara dia menjelaskan dengan serius, menambah pesonanya.


Benar-benar sangat tampan!


Ini memang suatu keindahan yang tidak boleh disia-siakan.


Jujur dirinya merasa sedikit menyesal dulu meninggalkan Antony.


Kecuali soal saat itu Keluarganya kurang baik, semua hal dalam diri Antony sangat baik.


Dia pintar, serius, jago olahraga, memiliki tubuh yang bagus, dan yang paling penting, Antony sangat tampan.


Dan sekarang, masalah Keluarga Antony terselesaikan, terbukti jika Antony berasal dari Keluarga Kaya, sekarang sosok Antony benar-benar sempurna.


Isabella terus menatap wajah tampan itu sampai tidak berkedip.


"Nona Isabella?" Itu adalah panggilan dari Manager pada Isabella lagi,


"Bagaimana menurut anda soal konsep yang barusan Pak Presdir sarankan? Apakah Nona akan bisa melakukannya?"


Isabella akhirnya sadar dari lamunannya, dia tidak begitu menyimak apa yang mereka barusan diskusikan, terlalu terpukau menatap wajah tampan Antony.


Jadi sambil berpura-pura paham, Isabella menangapi,


"Aku masih belum terlalu mengerti soal konsep ini, tapi aku rasa itu hal yang cukup bagus, apapun konsepnya aku pasti bisa melakukannya dengan baik," kata Isabella sambil tersenyum.


Manajer itu menangapi dengan senang.


"Baik, nanti saya akan menjelaskan lebih detail lagi pada Nona Isabella jika semua nya sudah fix, saat ini baru ide awal,"


"Tentu saja."


Antony juga lalu menangapi.


"Jadi aku rasa hanya hal-hal itu yang akan kita bahas?"


"Itu benar."


Ketika mereka selesai meeting, kebetulan juga pelayan sudah datang mengantarkan pesanan mereka.


Ini adalah restoran menu Seafood.


Antony cukup terkejut dengan menu-menu yang di pesan disana.


Isabella dengan sigap menangapi,


"Bagaimana dengan menu-menu yang saya pilih? Saya harap itu memenuhi selera kalian," kata Isabella dengan senyum terbaiknya.


Pak Manajer menangapi hal itu dengan ramah setelah melihat hidangan-hidangan itu.


"Ini terlihat cukup enak, memang tidak salah dengan Restoran yang Nona Isabella pilih,"


"Bukan apa-apa, saya hanya merasa tempat meeting ini harus sedikit santai, bukankah Pak Predir juga sangat sibuk? Sesekali harus makan teratur dan makan sesuatu yang enak,"


Antony sendiri hanya sedikit terkejut namun tidak terlalu mempermasalahkannya, lalu menjawab dengan santai,


"Tidak begitu sibuk. Aku selalu makan tepat waktu."


Isabella sekali lagi, dengan modus tersembunyinya, mencoba menawarkan Antony beberapa menu, ini adalah salah makanan kesukaan Antony.


"Pak Presdir bisa coba Udang goreng dan Cumi goreng disini, ini sangat enak, aku sudah mencobanya sebelumnya, ini makanan kesukaan Pak Presdir bukan?"


"Ah? Nona Isabella kenal dengan Pak Predir sebelumnya?"


Dengan ramah Isabella menanggapi,


"Hanya teman sekelas ketika SMA,"


"Sangat kebetulan sekali,"


Antony yang disodorkan satu porsi piring didepannya itu menolak dnshan halus,


"Tidak perlu begitu repot-repot, aku bisa makan apa saja,"


Padahal memang Isabella sudah sengaja memilih Restoran ini, dan memilih menu favorit Antony untuk mencoba mendapatkan beberapa kesan baik padanya.


Ya, lebih berusaha!


Namun sayang sekali, dari awal sampai akhir usaha Isabella cukup sia-sia.


Dan sekarang meeting berakhir, Pak Manager yang sepertinya buru-buru karena dapat panggilan dari Keluarganya pergi kesana duluan.


"Aku juga akan pergi dulu, kami permisi dulu Nona Isabella," kata Antony dengan ramah.


"Ah? Kenapa musti buru-buru Pak Presdir? Ini sepertinya masih jam Istirahat,"


"Masih ada beberapa hal yang harus aku lakukan, dan harus segera kembali,"


"Pak Presdir sangat sibuk?"


"Agar tidak lembur,"


Antony bersama Sekertarisnya segera berdiri dan berniat keluar dari sana.


Isabella pun buru-buru berdiri juga, mencoba mencegah Antony pergi dengan memegang tangannya, membuang sopan santunnya,


"Antony, tidakkan kamu ingin setidaknya bersantai dulu disini?"


"Aku tidak memiliki begitu banyak waktu," kata Antony sambil melepaskan tangan Isabella.


Degan ekpersi kecewa, Isabella membiarkan Antony pergi, mereka keluar dari pintu ruang pribadi itu bersama.


Dilorong, Isabella mencoba mengunakan beberapa trik, mencoba terjauh dan ditangkap oleh Antony, tatapan mereka bertemu sebentar, Isabella mencoba mengambil kesempatan ini untuk memeluk Antony.


Namun Antony segera melepaskannya.


"Ah, Maaf...."


Dari jauh adegan itu sepintas seperti orang berpelukan dengan mesra, apalagi mereka juga terlihat bercakap-cakap setelahnya.


Mereka tidak sadar jika ada seseorang yang menatap mereka.


Itu adalah Emelin, dia menatap mereka saat keluar dari Ruangan Pribadi.


Emelin kebetulan ingin mencoba makanan di Restoran baru ini, ketika dirinya sedang mencari tempat yang cocok, malah tersesat di lorong ini, dan tidak sengaja melihat adegan Antony dan Isabella yang terlihat berpelukan itu.


"Ukhhh? Apa-apa Isabella itu? Tidakkah dia terlihat sangat gatal pada Antony? Benar-benar menyebalkan! Rupanya dengan peringatan Raka agar dia menjauhi Antony, itu benar-benar tidak mempan! Dan apa-apa Antony! Kenapa dia masih bertemu dengan Isabella itu?"


Ada perasaan kesal ketika melihat mereka, namun tidak beberapa lama sepertinya rombongan itu berpisah, Emelin juga melihat Sekertaris Antony disana.


Mungkin itu pertemuan Meeting atau sesuatu?


Tapi tetap saja, melihat Antony bersama dengan wanita bernama Isabella itu, Emelin merasa kesal.


Dia mengikuti Isabella itu keluar sampai tempat perkiraan, Antony sendiri sudah pergi dengan mobil yang siap di depan.


Sekarang tinggal ada Isabelle menuju mobilnya yang di ikuti oleh Emelin.


Emelin menarik Isabella memojokkannya di dinding tempat parkir.


"Kamu kan yang bernama Isabella? Kamu itu! Tidak tahu diri! Apakah kamu mencoba menggoda Suamiku Antony barusan?"


Isabella tentu saja kaget melihat kedatangan Emelin tiba-tiba.


"Apa-apa kamu datang tiba-tiba?"


"Sudah! Jangan pura-pura tidak tahu! Aku disini memintamu untung jangan dekat-dekat dengan Antony lagi, kamu itu sudah mantan! Namannya Mantan ya Mantan!"


Isabella terkejut bagaimana Emelin ini bisa tahu soal dirinya, apakah Antony pernah cerita?


Atau Emelin ini menyelidiki Antony?


Jangan bilang, wanita bernama Emelin ini juga sebenarnya tahu soal Identitas Antony yang merupakan CEO Anderson Group?


Sekarang Istri Kontrak ini juga mencoba mendekati Antony setelah tahu Antony kaya?


Heh?


Jangan main-main!!


Isabella menjadi kesal,


"Haha... Aku tahu ini, kamu Emelin Smith, Istri dari Antony Callisto... Istri namun kamu bukan Istrinya yang sebenarnya! Kamu hanya Istri Kontrakannya!"


Emelin kegat dengan Isabella yang bahkan tahu soal pernikahannya.