
Hari-hari sekali lagi cepat berlalu, dan Raka masih terlihat mencoba mendekati Alissya tanpa menyerah sedikitpun, walaupun di abaikan.
Disalah satu pagi, saat itu Alissya kebetulan hampir telat berangkat kekantor, dan malah ketinggalan Bus segala membuat dia binggung mau bagaimana.
Jadi dia memutuskan untuk mencoba naik motor, namun siapa yang tahu kalau motornya ternyata sedikit bermasalah dan mesinnya tidak bisa dinyatakan.
Apakah karena itu motor tua?
Alissya hanya bisa menatap pasrah ketika melihat motornya itu.
Dirinya segera melihat kearah jam tangannya yang menunjukkan setengah delapan.
'Sial, ini sudah hampir telat, kalau tidak buru-buru bisa gawat, Perusahaan Anderson sangat ketat dalam absensi seperti ini,' pikir Alissya binggung.
Mau naik taksi, namun segera melihat kearah dompetnya yang kosong itu.
Ini akhir bulan, dan Gajinya dari awal sudah di kirimkan ke Orang Tuanya, hanya menyisakan uang pas-pasan untuk kebutuhan hidup.
Apalagi akhir bulan seperti ini, pas-pasan sekali, dan gaji belum juga dapat.
Akhirnya Alissya mencoba memilih untuk jalan kaki.
Harusnya ada jalan memutar jika jalan kaki?
Karena memang Kos tempatnya tidak begitu jauh dari Kantor, harusnya ini tidak masalah bukan?
Dengan keputusan itu, Alissya mulai berjalan dan mencari jalan pintas.
Sampai dirinya kebetulan melewati sebuah Apartemen Mewah.
Dia menatap kearah Apartemen Mewah itu dengan pemandangan takjub.
Tidak mengira ada Apartemen semewah dan sebagus ini berada tidak jauh dari Kos miliknya.
Memang, dunia sungguh berbeda, disebelah hanya ada kompleks kontrakan dan Kos-kosan kecil, namun di seberang jalan ada Kompleks Apartemen Mewah.
Menatap kedua hal itu yang hanya berbatasan jalan itu, Alissya benar-benar menatap ironi.
Terlihat sangat berbeda, dan sangat tidak cocok untuk berada berdampingan.
Ya, seperti dirinya dan Raka...
Dirinya tidak layak berada di samping Tuan Muda yang begitu bersinar itu.
Mereka berdua benar-benar berbeda.
Memikirkan soal Raka, perasaan Alissya menjadi cukup rumit.
Tidak!
Kenapa dirinya malah memikirkan orang itu?
Namun ketika Alissya berkutat dengan pikirannya sendiri, sebuah mobil mewah yang dirinya kenal keluar dari bangunan Apartemen Mewah tersebut.
Raka tentu saja yang baru keluar dari Apartemennya itu, juga melihat kearah seorang gadis yang berdiri didekat Apartemennya itu.
Itu!!
Itu Alissya!!
Owh, astaga apakah dirinya cukup beruntung bertemu dengan Pujaan Hatinya sepagi ini?
Raka segera sedikit memingirkan mobilnya, lalu membuka pintu mobilnya, dan menghampiri Alissya.
"Selamat Pagi, Alissya,"
Alissya hanya cukup kaget melihat orang itu di pagi buta, keluar dari Apartemen Mewah itu.
Jadi dia tinggal disini sendiri?
Tidak mengherankan, untuk Tuan Muda Raka Anderson tinggal di Apartemen Mewah seperti ini.
"Ya, aku baru tahu kamu tinggal disini,"
"Apartemen ini dekat dengan kantor, sangat praktis. Aku tinggal di langit Paling Atas, mampirlah kapan-kapan jika kamu ingin," kata Raka dengan ceria.
"Lantai paling atas?" Kata Alissya sedikit terkejut.
Tidak mengherankan juga sih, dia bahkan tinggal di Penthouse.
Dan dirinya hanya tinggal di Kos kecil kurang dari 5 meter persegi.
Hidup terlalu berbeda.
Seperti Minyak dan Air.
"Ya, aku yakin kamu akan menyukainya, mampirlah, aku ingin menunjukkannya padamu,"
"Aku rasa tidak perlu,"
Mendengar penolakan langsung itu, ekpersi Raka hampir menjadi cemberut, namun Raka mencoba mengendalikan emosinya, lalu bertanya lagi,
"Kamu kenapa di sini?"
Sekarang Alissya baru ingat soal dirinya yang hampir telat ke kantor itu.
Dan melihat jam tangannya.
Gawat!!
Ini sudah hampir jam delapan!!
Dirinya malah keasikan menatap Apartemen ini dan malah ngobrol dengan Raka.
"Aku... Aku harus segera ke Kantor, hampir telat,"
Ekpersi Raka segera terkejut,
"Kamu? Ke Kantor jalan kaki?"
"Iya,"
"Astaga, kenapa tidak naik kendaraan? Bukankah motormu ada?"
"Ada beberapa masalah dengan motorku," kata Alissya sedikit malu.
"Tidak, tidak usah."
Raka segera menujukan jam tangannya.
"Ini sudah jam segini, apakah kamu benar-benar tidak ingin naik bersamaku? Cukup lama jalan dari sini ke kantor,"
Alissya menjadi binggung sejenak.
Ini keadaan darurat, jadi dia segera mengaguk dan menerima tawaran Raka.
Dan begitulah mereka ke Kantor bersama, dan jelas Raka sangat senang bisa ke Kantor bersama Alissya itu.
Perjalanan mobil itu cukup tenang, Raka sekalian kan mencoba mengajak Alissya untuk berbicara.
Namun sayang sekali memang jarak dengan kantor cukup dekat, jadi segera mereka tiba di kantor.
Alissya memilih untuk segera turun dari mobil sebelum memasuki gerbang kantor, ku dilihat oleh orang dan menimbulkan gosip.
"Yakin turun disini?"
"Iya, tidak masalah, dan terimakasih atas tumpangannya,"
"Tidak masalah sama sekali,"
Alissya lalu hendak keluar dari mobil, namun Raka segera mencegahnya.
"Tunggu dulu..."
Raka segera keluar dari mobilnya, lalu segera mempersilahkan Alissya keluar.
"Silahkan keluar, Tuan Putriku,"
Alissya tertawa melihat sikap lucu Raka itu.
"Kamu berlebihan sekali,"
"Hati-hati dan pegang tanganku, ini sepertinya licin semalam hujan," kata Raka sambil mengulurkan tangannya.
Namun Alissya tidak menerima uluran tangan.
Raka tidak masalah dan segera menarik tangannya.
Namun siapa yang tahu, begitu Alissya keluar, dia benar-benar tergelincir.
Untungnya, Raka dengan sigap langsung menangkap Alissya dalam pelukannya.
Ketika adegan itu, wajah dua orang itu sama-sama memerah karena malu.
Saling tatapan sekilas, tanpa tahu jika disisi lainnya ternyata ada beberapa orang yang menatap mereka.
"Tunggu, bukankah itu Tuan Muda Raka?"
"Ya, lalu siapa gadis itu? Aku melihat dia baru saja turun dari Mobil Tuan Muda Raka,"
"Astaga, jangan bilang itu Kekasih baru Tuan Muda Raka?"
"Owh, benar sebelumnya aku pernah mendengar gosip jika jika Tuan Muda Raka di sore hari menunggu seseorang di Luar kantor, apakah itu benar-benar menunggu gadis itu?"
"Astaga? Gosip itu ternyata benar?"
Salah satu orang lalu mengabil foto adegan itu, berpikir ini akan menjadi berita besar.
"Aku dengar dari Asisten Tuan Muda Raka, jika Tuan Muda itu selalu pergi Makan siang dengan seseorang,"
"Astaga... Gadis itu benar-benar Kekasih Tuan Muda Raka Yang Misterius itu?"
"Sepertinya begitu, ini memang akan menjadi gosip heboh,"
Dan begitulah awal dari gosip itu dimulai, dan disebarkan di Grub WA antar teman di Perusahaan.
Para penggila gosip tentu saja sangat antusias, mereka bahkan sudah menyimpulkan Identitas gadis itu, yang wajahnya terlihat dari foto.
'Ini Pagawai Baru, Alissya. Aku dengar dia adalah Asisten Pak Viktor,'
'Ah, aku tahu gadis itu yang selalu ada di belakang Pak Viktor, aku kira Pak Viktor cukup dengan dengan gadis itu bukan?'
'Benar, sebelumnya aku pernah melihat Pak Viktor makan siang dengan Asistennya itu,'
'Tapi dia Kekasih Tuan Muda Raka bukan?'
'Astaga, apakah ini kisah cinta segitiga yang legendaris itu!'
Gosip itu benar-benar heboh dan menjadi topik hangat selama beberapa hari di Perusahaan.
Tentu saja, Alissya yang jarang membuka Grub percakapan tidak tahu tentang gosip itu, apalagi dia tidak terlalu dekat dengan beberapa pegawai di sana, jadi gosip itu tidak sampai padanya, dan dia tetap dani hari-hari nya seperti biasa.
Apalagi Raka yang fokus belajar tentang bisnis itu, tidak tahu gosip itu, dan malah tetap mencoba mendekati Alissya seperti biasa, buat gosip malah menjadi semakin heboh.
Namun gosip itu segera sampai pada Ayah Raka, Charlise Anderson.
"Apa? Putraku dikabarkan dekat dengan seorang Pegawai Wanita?"
Asistennya yang sangat update soal gosip itu jelas memberikan bukti foto Raka dan Gadis itu.
"Ya. Seperti yang anda lihat, Pak Direktur,"
Putranya ini benar-benar, sekarang dia malah bermain cinta-cintaan dengan seorang dari kelas bawah dan pengawai rendahan ini, dari pada memikirkan soal mengambil alih Perusahaan Anderson.
Putranya ini benar-benar tidak bisa di andalkan.
Hah, dirinya harus bilang ini pada Istrinya, kalau soal masalah seperti ini biar Istrinya saja yang mengurusinya.
Tempo hari Istirnya juga sempat membahas soal ingin menjodohkan Raka dengan salah satu Putri temannya itu, yang jelas Putri dari Keluarga Kaya.
Baik pikirkan itu biar Istrinya yang mengurus.
"Kamu itu aku selidiki soal identitas gadis itu tenaga kirimkan nanti semuanya pada Istriku soal ini," kata Charlise lagi.
"Emm, gadis itu adalah Asisten Pak Viktor Anderson.... Dia bernama Alissya Callisto,"
"Apa katamu?"