Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 82: Wanita Pengoda (Part 1)


Ini adalah pagi yang lain, di pagi hari ini, semua orang memiliki adegan masing-masing, salah satunya adalah salah satu Artis Papan Atas yang baru pulang dari Luar Negeri ini, dia adalah Isabella Owen.


Walaupun dia baru pulang dari Luar Negeri, namun ternyata pengemar miliknya juga cukup banyak di dalam negeri, membuat wanita itu cukup sibuk.


Namun ditengah kesibukannya ini, pagi ini dia masih sempat untuk memasak.


Dia jarang memasak, namun dia cukup baik untuk memasak.


Dengan gembira, saat ini dia memasak di dapur.


"Hmm, hari ini aku memasakan Makanan kesukaan, Antony. Aku yakin dia akan menyukainya, aku benar-benar tidak sabar untuk memberikan ini padanya, Ah~" gumanya sendiri pada dirinya sendiri, memikirkan rencana sempurnanya, untuk menjadi 'Nyonya Anderson,'.


Walaupun sudah cukup lama mereka berpisah, entah kepercayaan diri dari mana, namun Isabella ini yakin Antony masih menyukainya.


"Ini adalah hal yang baik, agar bisa dekat dengannya lagi. Kapan lagi kesempatan menjadi Istri dari Konglomerat ini datang lagi?"


Dia mulai tertawa sendiri sambil memasak, menikmati dunianya sendiri.


Tidak lama setelah dia memasak, dia langsung menata masakan itu kedalam sebuah kota bekal berwana biru muda.


Menatap bekal makan siang itu dengan cukup rapi dan bagus, ini jelas lebih bagus dari pada bekal aneh yang dirinya temukan di meja Antony tempo hari yang entah dari wanita murahan mana.


Setelah menghabiskan banyak usaha, akhirnya Isabella merasa puas dengan bekal buatannya itu.


Setelah itu, Isabella kembali mempersiapkan hal-hal untuk acara nanti siang Pemotretan di Anderson Group.


Rencana Isabella, setelah Pemotretan selesai, nanti jeda makan siang, dirinya akan mengujugi Antony di kantornya, menawarkannya bekal makan siang.


Pasti dia akan sangat menyukainya.


Dulu ketika mereka berkencan, dirinya pernah memasakan sesuatu untuk Antony, dan dia menyukai masakan miliknya, sayang sekali dirinya tidak memiliki waktu saat itu untuk membuat bekal makan siang untuk Antony, bagaimanapun juga saat itu dirinya tidak begitu serius dengan hubungan mereka.


Lagipula dulu, Antony hanya memiliki wajah tampan tidak kurang dan tidak lebih, namun sekarang berbeda.


Selain memiliki wajah tampan, dia juga berasal dari Latar Belakang Keluarga yang baik, sangat cocok dengan latar belakang keluarganya.


Walaupun dirinya bukan dari Keluarga Kaya Raya, namun Keluarganya cukup kaya.


Itulah awalnya juga kenapa Keluarganya menentang ketika dirinya berpacaran dengan Antony saat itu. Namun saat itu dirinya berhasil meyakinkan Keluarganya kalau itu hanya kencan untuk bermain-main, dan mereka tidak lagi protes.


Tapi sejujurnya, dirinya cukup terkejut bagaimana Antony bisa berubah begitu drastis, sangat berbeda dengan anak laki-laki nakal saat pertama kali mereka bertemu dulu.


Bocah kecil aneh yang pemberontak dan selalu diganggu teman-temannya.


Awalnya, itu hanya pertemuan yang tidak disengaja karena dirinya bermain taruhan dengan beberapa temannya, yang kalah harus menyapa dan bersikap baik pada Antony yang kala itu masih menjadi siswa nakal penyendiri.


Memikirkannya sekarang, itu benar-benar kisah yang lucu bagaimana orang itu dulu mencoba mengejarnya.


Mengenang masalalu, sekarang terasa indah untuk Isabella.


"Mungkin nanti aku bisa memulai beberapa topik soal ini? Ah, beberapa nostalgia bisa mengembalikan kenangan lama, dan perasaan lama yang tertinggal...."


Bagaimanapun juga di masalalu, dirinya dan Antony memiliki kisah yang panjang.


Yah walaupun pada akhirnya mereka putus.


Namun itu tetap akan menjadi kenangan indah untuk Antony bukan?


Seberapa banyak usaha yang orang itu dulu gunakan untuk mencoba mendapatkan dirinya.


Jadi walaupun tahun-tahun berlalu, Isabella masih yakin kalau masih ada sisa dari perasaan hari-hari itu...


Karena dirinya adalah Cinta Pertama Antony.


Tapi benar-benar tidak akan menyangka kalau Antony itu sebenarnya Putra dari Keluarga Anderson, coba dari dulu terungkap soal itu, pasti dirinya tidak akan meminta putus dengan Antony, dan mungkin sekarang sudah menjadi Nyonya Anderson.


Namun sayangnya itu hanya ada dalam pikirannya.


"Baik, cepat atau lambat dia juga akan tetap menjadi milikku,"


Sebuah senyuman licik muncul diwajah cantik itu.


####


Hari itu menjadi hari lain yang juga cukup sibuk untuk seorang Antony Callisto.


Karena kemarin rapat juga sempat tertunda, sekarang akan ada rapat tambahan mengantikan kemarin, bahkan pekerjaan semakin menumpuk pagi ini.


Melihat tumpukan dokumen didepannya, Antony tetap memasang wajah tenangnya.


Lagipula menutut Antony kesulitan ini cukup sepadan karena bisa saling berbicara dengan Emelin kemarin sore.


Sedikit rasa kosong dihatinya tiba-tiba terisi.


Mereka sudah tujuh tahun menikah, dan ini bukan pertama kalinya Emelin pergi seperti ini namun perasaan rindu ini adalah hal yang cukup baru.


Sejujurnya dirinya juga tidak tahu harus bersikap seperti apa karena awal dari pernikahan ini adalah sebuah kontrak, dimana tidak boleh melibatkan perasaan di dalamnya.


Hal itu sudah berjalan dengan baik selama tujuh tahun penuh.


Karena mereka konsisten dengan janji yang mereka buat 7 tahun lalu Itulah kenapa pernikahan mereka bisa awet sampai saat ini.


Konsistensi dengan hidup mereka masing-masing, tidak saling mengurusi hidup masing-masing, tidak melibatkan perasaan, bahkan ketika mereka melakukan hal-hal di tempat tidur antara suami istri.


Seperti sebuah perjanjian bisnis tanpa melibatkan perasaan.


Alasan utamanya kenapa tidak boleh untuk saling memiliki perasaan adalah karena perasaan akan mengagu pernikahan mereka.


Jika salah satu yang jatuh cinta, mungkin hanya akan tersisa rasa sakit dari satu orang, dengan perasaan terlibat....


Mungkin salah satu dari mereka tidak akan bertahan...


Pernikahan ini juga bisa diakhiri ketika salah satu dari mereka jatuh cinta dan menemukan orang yang mereka cintai....


Memikirkan hal-hal soal Pernikahan Kontrak antara dirinya dan Emelin membuat Antony merasa pusing sendiri.


Dia mulai memikirkannya sekarang.


Mau dibawa kemana sekarang hubungan ini....


Apakah mereka berdua masih akan setia dengan hal-hal dan perjanjian di atas kertas kontrak pernikahan mereka....


Atau....


Lagipula sekarang Kakek Emelin, latar belakang dari pernikahan kontrak ini sudah meninggal harusnya tidak perlu mempertahankan pernikahan kontrak ini, itu juga yang sempat Emelin inginkan beberapa bulan lalu ketika mengirimkannya sebuah surat cerai.


Saat itu dirinya hanya bisa terdiam dan mencoba mengulur waktu.


Karena pada akhirnya, hubungan pernikahan kontrak mereka tidak sesederhana itu.


Itu karena mereka memiki ikatan yang jauh lebih berharga dari sebuah perjanjian diatas kertas belaka.


Ini adalah Putra mereka Alexander Smith.


Pernikahan Kontrak dengan seorang anak dari awal adalah pernikahan Kontrak terburuk, siapa yang memikirkan ide konyol ini dari awal?


Ah...


Itu benar, dari awal ini adalah ide Emelin.


Sangat konyol ketika memikirkannya.


Saat itu dirinya ada dalam masa-masa terburuknya.


Tidak lama dia dikhianati oleh orang yang paling di cintainya, lalu Kakeknya yang paling dia sayangi jatuh sakit dan nyawanya hampir terancam, belum lagi saat itu dirinya tidak memiliki biaya untuk berobat Kakeknya.


Dan begitulah Alex sampai akhirnya lahir.


Namun ketika dirinya melihat anak itu, Antony menjadi sadar kalau seorang anak bukanlah permainan.


Seperti permainan pernikahan kontak itu.


Seorang anak memiliki sebuah perasaan.


Bukan sebuah alat untuk memenuhi keinginan egois orang tuanya.


Dirinya yang hidup tanpa orang tua yang lengkap juga sangat memahami ini.


Rasa kesepian ketika tidak bersama dengan kedua orang tuanya.


Perasaan itu...


Dirinya tidak ingin Alex merasakannya.


Sekarang memikirkan ini menjadi begitu rumit.


Perasaan yang mulai tumbuh ini sedikit mencekam.


Tidak tahu apakah ini akan menjadi boomerang atau menjadi sebuah berkah....


Segera, Antony mencoba mengalihkan pikirannya, lalu menatap lautan dokumen didepannya.


Antony mulai kembali fokus mengurus berkas-berkas disana.


Salah satu berkas disana adalah laporan keberhasilan mendapatkan proyek tertentu.


Dengan ini, Perusahaan Smith itu akan ada dalam masalah.


Memang masih butuh waktu, namun semua berjalan sedikit demi sedikit.


Tanpa Antony sadari, jam makan siang sudah tiba.


Sekertarisnya, lalu masuk kedalam dan mengatakan sesuatu pada Antony.


"Ada apa? Apakah ada masalah?"


"Maaf Pak Presdir. Itu wanita tempo hari yang datang, saat ini dia didepan ruangan Pak Presdir,"


"Wanita? Wanita yang mana?"


"Itu, apakah dia bernama Isabella atau sesuatu, dia ingin bertemu dengan Pak Predir."


"Bilang padanya kalau aku sibuk,"


"Saya sudah bilang, namun dia masih begitu keras kepala untuk bertemu Pak Predir, dan mulai membuat keributan,"


Antony menghela nafas lelah.


Kenapa dengan Isabella itu?


Hubungan mereka telah berakhir dan tidak ada yang tersisa.


Baik mari memperjelas hal ini pada orang itu.


Agar semua jelas, dan Isabella berhenti untuk menggagunya.


"Suruh dia masuk,"


"Tapi...."


"Apakah aku harus mengulanginya?"


"Baik, baik Pak Presdir."


Sekertaris itu sebenarnya binggung, sebenarnya siapa wanita bernama Isabella ini...


Bukankah Pak Presdir sudah punya Istri?


Dan terlihat jelas kalau Pak Presdir ini sangat mencintai Istrinya...


Lalu wanita itu....


Tidak... Tidak...


Apa yang barusan dirinya pikirkan?


Apakah ini sebuah Perselingkuhan?


Tidak, jelas tidak.


Pak Presdir ini selalu setia pada Istrinya bertuhan-tahun, bahkan tidak pernah menyentuh atau berhubungan dengan wanita manapun selama ini.


Terus siapa wanita itu!


Sudahlah, urusan pribadi Pak Presdir bukan urusan seorang Sekertaris biasa seperti dirinya.


Karena kisah cinta semua Presdir itu rumit.


Sambil megehela nafas, Sekertaris itu lalu keluar ruangan itu, lalu berkata pada Isabella,


"Pak Presdir mengijinkanmu masuk,"


Isabella yang dari tadi membuat keributan, lalu tersenyum bahagia.


"Apa aku bilang! Pak Presdir kalian itu pasti ingin bertemu denganku! Kalian sih sok-sokan menghalangiku, memang kalian siapa? Kalian hanyalah pegawai rendahan, hmph," kata Isabella dengan nada sombong.


Sekertaris itu merasa sedikit tersinggung dengan sikap sombong wanita didepannya ini.


Kenapa dengan sikap sombong dan arogan yang menyebalkan itu!


Padahal dia bukan siapa-siapanya Pak Presdir!!


Bahkan Istri Pak Presdir tempo hari sangat sopan dan baik hati!


Apa-apa dengan wanita kurang ajar ini?


Sungguh, perilaku yang tidak sopan!!


Namun menahan perasaannya, sekertaris itu hanya tersenyum dan berkata, dengan nada profesional,


"Silahkan masuk, Nona Isabella,"


Dengan sombong, sambil sedikit menabrak Sekertaris itu, Isabella masuk kedalam ruangan dengan gaya arogan.


Sekertaris itu hanya bisa bersabar.


Sabar-sabar....


Mari kita lihat, seperapa lama wanita sialan itu bertahan di ruangan Pak Predir!!


Dia pasti akan segera di usir!!


Lihat saja!!


####


Bersambung