Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 21: Sebuah Penghiburan


Ketika Emelin membuka matanya, dia melihat sosok Pria yang sangat familiar didepannya, orang itu memegang tangan Ayahnya yang berniat menampar dirinya, lalu berkata dengan dingin.


"Tolong jaga cara berperilaku anda di rumah Orang lain, Tuan Alvan."


Itu adalah Antony suaminya.


"Kamu!! Kamu hanya suami bayaran Putriku!! Kamu berani bersikap kasar padaku? Dasar laki-laki tidak tahu diri!!"


Disini, mendengar kata-kata Ayahnya yang terlihat menghina suaminya ini membuat Emelin menjadi begitu marah.


"Kamu!! Lihat dirimu sendiri!! Siapa disini yang tidak tahu diri, Tuan Alvan!! Kamu yang mencoba mengambil harta Ibu ku tidak layak berkata seperti itu pada Suamiku!!"


Disini, Ayah Emelin lalu tertawa, sambil menunjuk kearah Antony dengan ekpersi jijik.


"Orang ini benar-benar kamu anggap suami? Hah... Dia hanya orang rendahan miskin yang hanya menginginkan uangmu!!"


"Kamu bahkan jauh lebih buruk!! Jangan menghina Suamiku seperti itu!! Dan makan sana Claudia anak haram mu itu! Setidaknya Suamiku adalah orang yang jujur tidak seperti kamu dan Istri munafik serta Anak HARAM MU ITU!!" kata Emelin lagi penuh amarah.


Disini, Ayah Emelin sekali lagi hendak menampar Emelin, namun tangannya sekali lagi di cengkram oleh Antony.


"Sebaiknya anda segera keluar dari rumah ini dari pada membuat banyak keributan," kata Antony feha dingin.


"Kamu!! Kamu laki-laki Murahan!! Kamu berati mengusirku!!"


"PERGI DARI SINI!! AKU TIDAK INGUN MELIHAT WAJAHMU LAGI!! KITA SEKARANG PUTUS HUBUNGAN!! AKU BUKAN LAGI PUTRIMU! DAN KAMU BUKAN LAGI AYAHKU!!"


"EMELIN!!! Kamu sekalian sungguh berani Hah?? Kamu pikir siapa yang memiliki rumah ini Hah?"


Disini, Antony yang dari tadi tanpa ekpersi itu menatap kearah Ayah Emelin dengan tampang jijik.


"Maaf, Tuan Alvan tapi Ini adalah rumah milikku. Tidak ada sedikitpun hak atau tanda ini adalah rumah Keluarga Smith. Aku membeli rumah ini dengan uangku sendiri. Dan kami berhak mengusir anda," katanya masih dengan nada sopan.


"Kamu!!! Rumah jelek seperti ini!! Kamu pikir dari mana Uang yang kamu miliki Hah? Itu pasti dari Emelin!!"


"PERGI!! Antony tolong usir paksa orang ini!! Aku benar-benar tidak mau melihat wajahnya lagi!!"


Disini, walaupun Ayah Emelin masih mengatakan banyak sumpah serapah yang tidak layak didengar, Antony menyerat orang itu keluar dari rumahnya.


Dan ketika dua orang itu pergi, dan hanya tersisa Emelin didalam Ruangan itu, Emelin yang gemetar itu lemas dan terjatuh dilantai.


Seluruh tubuhnya berkeringat dingin merasa ngeri.


Air matanya yang dia tahan selama ini tumbuh begitu saja.


Kenyataan yang tidak masuk akal yang barusan dirinya dengar....


Hatinya masih begitu sakit...


Tidak bisa menerima semua hal ini...


Dirinya tidak akan pernah mengira, kalau Ayahnya benar-benar sebrengsek itu...


Bagaimana dia berani membawa Selingkuhannya dan membuat dirinya memanggil orang itu 'Ibu', dan mengagap anak haram hasil perselingkuhannya itu sebagai saudara.


Jadi dari awal....


Dari awal ini semua adalah permainan mereka?


Dirinya hanya objek dalam permainan mereka....


Semua hanya kepalsuan dari awal hanya untuk harta...


Dan berpikir mereka benar-benar berhasil menipunya dan mendapat semua harta Keluarga Smith....


Ibu....


Kakek....


Bagaimana ini....


Ini salahku.....


Aku bodoh....


Aku ditipu....


Dalam hidup ini aku hanya menginginkan seseorang untuk menyayagiku....


Namun...


Aku malah dipermainkan seperti ini...


Kenapa....


Kenapa mereka semua tega padanya...


Apa yang telah dirinya lakukan selama ini?


Emelin menagis tersedu-sedu disana, air mata tidak bisa berbedung lagi.


Kesedihan dan rasa bersalah muncul dihati Emelin.


Disana, Antony yang baru saja kembali ke ruang tamu, melihat Emelin menagis.


Dia tidak tahu harus merespon seperti apa.


"Emelin..."


Disini, Emelin yang menagis itu lalu menatap kearah suara yang memanggil namanya itu, mencoba menghapus sedikit air matanya dengan tangannya.


"Antony, apa menurut mu aku ini bodoh?"


"Mungkin iya. Kamu selalu mudah ditipu dengan beberapa kata-kata manis." Jawab Antony dengan jujur.


Disini, Emelin menunjukan wajah cemberutnya, cukup kaget dengan jawaban yang begitu terang-terangan dan langsung dari Antony itu.


"Bukankah kamu seharusnya menghiburku atau sesuatu? Jangan berkata terlalu jujur...."


"Aku tidak tahu bagaimana cara menghibur seorang wanita yang menagis."


Disini, lalu Emelin mulai berdiri dan menatap Antony, lalu dirinya mulai bertanya,


"Jadi apakah kamu juga ingin memanfaatkanku juga?"


"Kamu sekarang sudah tidak memiliki uang."


"Apakah kamu akan meninggalkanku juga karena aku tidak memiliki uang?"


"Jika aku ingin meninggalkanmu, bukankah itu akan sejak lama?"


Emelin mulai terdiam, itu ada benarnya, sejak dirinya kembali dan tidak memiliki apapun, Antony memang tidak pernah mengusirnya bahkan memberikan dirinya pinjaman uang.


Ini membuat Emelin lalu bertanya-tanya...


Jika bukan uang kenapa Antony bertahan selama ini?


Emelin sudah memiliki beberapa tebakannya.


"Jadi selama ini... Kamu selalu mengagapku apa?"


Disini, Antony juga sedikit terdiam lalu mulai berpikir, dan menjawab dengan sedikit keraguan.


"Kamu adalah Istriku. Ibu dari Putraku."


Ya, dalam hati Emelin sudah tahu jawaban ini walaupun dirinya tidak bertanya.


Hanya sebatas itu Antony memgagap dirinya.


Istri dalam kontrak, Ibu dari Putranya.


Tidak lebih dari tidak kurang.


Kebaikan yang selama ini dirinya terima adalah karena dirinya adalah Ibu dari Alex.


Mungkin dirinya mendapatkan bantuan selama ini darinya karena Antony tidak ingin melihat Putranya sedih melihat Ibunya yang menyedihkan ini.


Walaupun dirinya tahu ini dengan pasti...


Namun disaat-saat seperti ini dirinya ingin setidaknya sedikit berharap.


"Kamu berkata terlalu jujur. Kamu masih sama seperti saat pertama kali kita bertemu,"


Ya, sejak pertama kali mereka bertemu, Antony memang sudah seperti itu.


Sama ketika dulu pertama kali mereka bertemu, sebelum dirinya mulai mengajukan pernikahan kontrak.


Dirinya pernah bertanya seperti ini,


"Apakah aku cantik?"


"Ya, kamu cantik."


"Kalau begitu apakah kamu menyukaiku?"


"Kamu cantik, hanya itu. Itu tidak akan membuat aku menyukaimu hanya karena kamu cantik."


Kata-kata dingin namun sebenarnya cukup jujur.


Hanya karena dirinya cantik, tidak semua orang akan menyukai dirinya...


Disini Emelin menyadari dengan jelas, bahwa sudah ada garis yang jelas dalam hubungan dirinya dan Antony yang sudah dibuat sejak lama.


Garis yang terlihat jelas...


Tidak ada cinta didalamnya...


Sesuai kontrak mereka.


Mereka hanya suami istri dalam nama...


Tidak lebih dan tidak kurang...


Dirinya hanyalah Istri Kontak untuk Antony...


Yang juga kebetulan Ibu dari Putranya...


"Setidaknya kamu harus berpura-pura berkata manis disaat seperti ini, seperti, berkata 'Aku menyukai mu' atau sesuatu."


"Apakah kamu sangat suka kata-kata manis walaupun itu bohong?"


"Aku sangat membencinya...."


"Aku mengerti. Jadi menagislah jika kamu ingin menagis tidak perlu berpura-pura kuat."


"Kamu menyebalkan... Tidak memberikan penghiburan sama sekali...."


Disini, Emelin kembali menangis lagi.


Dalam diam, Antony lalu memeluk Emelin yang menagis itu, membiarkan Emelin menagis meluapkan semua emosinya.


Emelin yang merasakan kehangatan pelukan ini, membiarkannya, dan tetap menagis dalam pelukan ini.


Yah....


Bahkan walaupun dirinya tahu, ini hanya pelukan biasa tidak ada perasaan didalamnya...


Dan bahkan walaupun dirinya tahu Antony tidak memiliki perasaan sedikitpun padanya....


Setidaknya dirinya ingin menikmati pelukan ini walaupun hanya sebentar...


Pelukan hangat yang membuat dirinya merasa ketenangan....


####


Bersambung