
Mendengar kata-kata Emelin, Risya dan Lia juga menjadi kaget, lalu bertanya,
"Maksudmu bagaimana, Emelin?"
"Hah, pokoknya ini cerita panjang, lain kali aja aku ceritakan,"
"Baiklah-baiklah kalau kamu tidak ingin bercerita, owh iya ngomong-ngomong, aku sepertinya pernah melihat berita sebelumnya Soal Putramu, dia tidak kamu ajak?" Tanya Lia tiba-tiba.
"Ah? Alex ya? Sayang sekali memang, dia tidak bisa aku ajak, dia ada acara hari ini, lagipula acara seperti ini pasti sangat membosankan untuk anak kecil bukan?"
"Tapi, Emelin Putramu ini sudah besar juga ya? Ya ampun, berapa umurnya? Kamu menyembunyikannya selama ini," kata Risya penasaran.
"Emmm, haha... Ya ada beberapa hal sih, lagipula ketika aku hamil Alex, aku baru lulus SMA saat itu, ya kalian tahulah, banyak kesulitan yang aku alami saat itu,"
"Benar juga sih, kamu menikah sangat awal." Komentar Lia.
Risya lalu merubah ekpersinya kemudian bertanya,
"Emelin, bagaimana melahirkan? Apakah sakit? Lalu ketika hamil bagaimana?"
Emelin terkejut dengan pertanyaan Risya,
"Eh? Kenapa kamu bertanya tiba-tiba?"
Bukan Risya yang menjawab, tapi itu malah Lia.
"Emelin, Risya ini sekarang sedang hamil muda, aku sampai sempat melupakannya,"
"Ya ampun, Risya selamat ya. Astaga aku benar-benar baru tahu, lalu suamimu?"
"Terimakasih Emelin. Suamiku sibuk, tidak seperti Suamimu yang meluapkan waktu, sebentarnya dia menentangku datang ke acara ini karena kehamilanku, jadi dia tidak mau ikut,"
"Eh? Tapi kamu sungguh berani datang ke acara ini? Apakah tidak apa-apa? Memang kamu tidak mual-mual atau bagaimana?"
"Ini sudah memasuki Bulan ketiga, dan untungnya aku tidak mual-mual terlalu banyak, semua berjalan dengan baik, karena memang aku sudah mempersiapkannya sebelumnya dengan Suamiku. Seperti yang kamu lihat, aku benar-benar baik-baik saja sekarang,"
Emelin menunjukan ekspresi terkejutnya, ini mengigatkannya pada awal kehamilan Alex dulu.
Berita soal kehamilannya dulu itu benar-benar mengejutkan dirinya dan Antony.
Mengigat lagi, keadaannya ketika awal Kehamilan, dan perlakuannya pada Antony dulu, membuat Emelin merasa buruk.
Awalnya dirinya tidak bisa makan apapun, hanya bisa berada ditempat tidur dan selalu mual.
Seorang wanita hamil selalu memiliki emosi yang sangat labil, emosinya juga menjadi sangat buruk saat awal kehamilannya itu.
Dan itu juga mungkin alasan kenapa hubungan awal saat Pernikahan mereka menjadi buruk.
"Antony... Kamu.... Aku memang memintamu untuk memberiku anak.... Namun tidak secepat ini... Aku belum siap... Aku setidaknya ingin menikmati masa mudaku, beberapa bulan lagi... Belum lama sejak aku lulus Sekolah... Aku setidaknya ingin bermain-main dulu dengan teman-temanku... Tapi sekarang gara-gara ini aku jadi tidak bisa kemana-mana, ini salahmu.... Hiks...."
Emelin ingat saat itu, wajah bersalah Antony. Apalagi dirinya saat itu selalu menagis setiap malam karena emosinya yang begitu labil selama masa kehamilannya.
Dirinya bahkan tidak lagi berbicara dengan Antony setelah kehamilannya, dan hanya menagis di malam hari, terutama karena dirinya tidak bisa makan juga, dan selalu memuntahkan apapun yang dimakannya saat itu.
Tidak bisa makan makanan kesukaannya lagi, semua dimuntahkannya tanpa terkecuali.
Lalu jelas, menolak setiap ajakan teman-temannya untuk pergi karena tubuhnya tidak nyaman untuk pergi-pergi.
Stress dan kecemasannya saat awal kehamilan itu, membuat dirinya menjadi suka marah-marah pada Antony dan hanya menagis setelahnya.
Memikirkannya sekarang, Emelin tidak tahu bagaimana perasaan Antony saat itu, karena setelah kejadian-kejadian itu, Emelin juga merasa ada sedikit jarak antara mereka.
Walaupun Antony tetap selalu memberikan apa yang dirinya mau, dan mencoba menuruti keinginannya saat itu, bahkan akhirnya menemukan solusi dan membawakannya makanan yang begitu enak yang bisa dirinya makan...
Hanya saja, apakah saat itu Antony juga menyalahkan dirinya sendiri?
Memikirkannya sekarang, seberapa buruk perlakuan dirinya pada Antony?
Dan lagi, setelah kelahiran Alex, Antony menjadi begitu patuh dan tidak pernah meminta apapun.
Tidak....
Saat ditengah kehamilannya kala itu, Kakek Antony juga meninggal.
Namun dirumah dirinya yang tidak paham perasaan Antony juga hanya masih marah-marah dan terus menagis.
Emelin jadi ingat, kalau baru belakang ini dirinya tahu juga kalau selama bertahun-tahun ini, Antony selalu di hina dan dicaci-maki oleh Keluarganya itu, namun Antony tidak pernah mengeluh sedikitpun padanya.
Selalu mencoba untuk tidak membuat masalah pada untuknya.
Dan lagi dirinya selalu meminta hal-hal yang aneh pada Antony...
Seperti 'Layanan Malam' yang memalukan itu....
Bagaimana rasanya dipaksa melakukannya dengan wanita yang tidak Antony cintai, selama bertahun-tahun?
Wajah siapa yang Antony bayangkan ketika melakukannya dengan dirinya?
Apakah wajah mantan kekasihnya?
Semakin memikirkannya, membuat perasaan Emelin semakin rumit.
Ya, itu bukan salah Antony juga.
Ini jelas salahnya.
Dirinya yang dari awal memaksakan Pernikahan ini pada Antony.
Dirinya juga yang mengusulkan agar mereka segera punya anak, namun malah dirinya juga yang menyalahkan Antony ketika tahu dirinya hamil.
Kadang hal-hal menjadi rumit.
Emelin ingat, bagaimana Mamanya pernah memaksa Ayahnya untuk menikah dengannya, selama bertahun-tahun, hubungan mereka buruk karena diawali dengan paksaan.
Tentu saja ketakutan ada didalam hati Emelin.
Bagaimana jika menurut Antony, dirinya juga dianggap seperti itu?
Tidak, dirinya juga tahu kalau Antony tidak akan seperti Ayahnya yang brengsek itu yang masih menyimpan wanita lain dihatinya.
Namun, tidak menyimpan wanita lain di hati Antony bukan berati tempat di hati Antony adalah miliknya.
Itu hanya masih kosong dan tidak di isi oleh siapapun.
Namun setelah hal-hal yang dirinya lakukan pada Antony, apakah dirinya masih layak mendapatkan tempat kosong itu?
Sesungguhnya, fakta kalau Cinta Pertamanya adalah Antony juga mengejutkan.
"Riysa kami benar-benar cukup kuat bukan?"
Emelin kembali tersadar dari lamunannya itu, berbicara beberapa hal lagi dengan teman-temannya, lalu segera kembali menuju Suaminya Antony.
Tidak enak kalau meninggalkan Antony sendirian disana.
"Kamu sudah kembali? Tidak mengobrol lebih banyak dengan teman-temanmu?" Tanya Antony lagi.
"Aku merasa tidak nyaman meninggalkanmu sendirian disini,"
Antony menunjukan sedikit senyuman licinnya, mencoba menggoda Emelin.
"Kenapa? Takut aku akan digoda oleh wanita lainnya? Hal-hal yang kamu katakan didepan teman-temanku sungguh menarik,"
Sekarang Emelin jadi ingat soal hal-hal omong kosong yang dirinya katakan didepan teman-teman lama Antony, untuk membuat Isabella-Isabella itu tahu tempatnya, dirinya sempat mengatakan hal-hal aneh, seperti,
'Suamiku sangat tampan, bagaimana jika dia digoda oleh beberapa wanita murahan? Tentu saja hanya aku boleh menikmati secara ekslusif Suamiku yang tampan ini,'
Sekarang mengigatkannya membuat wajah Emelin memerah merasa sangat malu.
Melihat ekpersi Emelin yang terlihat manis dan lucu, itu sifat iseng Antony muncul, dia lalu berbisik ketelinga Emelin, hingga hanya Emelin yang bisa mendengarnya.
"Tentu saja, aku ini memang hanya bisa dinikmatin secara eksklusif olehmu seorang, termasuk 'Layanan Malam' itu adalah hal eksklusif yang hanya bisa dinikmati olehmu seorang, kamu satu-satunya Tamu VVIP nya, tidak ada orang lain yang bisa menikmati layanan spesial itu,"
Mendengar kata-kata Antony, muka Emelin tentu saja menjadi tambah merah.
"Hal-hal omong kosong apa yang kamu katakan? Berhenti menggodaku!!!"
"Pfffff, kamu benar-benar sangat manis seperti itu, tapi aku hanya mengatakan kenyataan saja, percaya atau tidak aku ini memang eksklusif hanya bisa dinikmatin olehmu, jadi kamu selalu boleh meminta apapun dariku, tidak perlu segan-segan,"