Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 35: Album Kenangan (Part 1)


Melihat wajah Alissya yang familier itu, Emelin berpikir sejenak, lalu ingat sesuatu,


"Tunggu, kamu... Kamu Alissya yang dulu selalu mendapatkan Rangking Satu di angkatan bawahku di SMA Elite Y bukan?"


Alissya menatap Emelin dengan binggung.


"Ah, Ya, aku dulu memang sekolah disana. Aku cukup terkejut, Kak Emelin mengenaliku,"


"Tentu saja aku tahu, bagaimana aku tidak tahu juara kelas di angkatan bawahku, lagipula dulu kamu satu kelas dengan Raka, apakah kamu ingat Raka? Dulu dia kadang suka membicarakanmu,"


Alissya cukup terkejut ketika mendengarnya.


"Raka Anderson?"


Emelin sedikit tertawa,


"Ya ya, tentu saja, melihat betapa mencoloknya dia ketika di Sekolah Menengah, mana mungkin kamu tidak tahu kan,"


Emelin sendiri aku terkejut melihat wajah gadis yang familiar ini.


Dulu, Raka sempat membicarakan salah satu teman sekelasnya, yang katanya, gadis dengan wajah sedingin Es yang tidak pernah tersenyum, yang hanya suka belajar, pernah menyuruh-nyuruh Raka untuk Piket dan membersikan Kelas, yang bahan kata Raka, tidak memperdulikan apakah Raka dari Keluarga Anderson atau apapun, hanya harus tetap piket.


Sejujurnya, saat itu Emelin cukup terkejut melihat Raka membicarakan seseorang dengan antusias dulu, biasanya Raka akan selalu begitu cuek dengan lingkungannya sekitarnya...


"Jadi, Kak Emelin juga sekolah disana?"


Pertanyaan Alissya membuyarkan lamunan Emelin.


"Itu benar,"


"Kak Antony juga dulu Sekolah disana, benar-benar sangat kebetulan,"


"Ya, kamu benar. Aku benar-benar dia benar-benar Kakak tingkatku,"


Ketika mereka berbicara, Alex yang berada disitu tentu saja ikut bergabung juga.


"Hallo, Kakak Alissya. Aku Alex," kata Alex memperkenalkan dirinya.


Alissya menatap bocah kecil yang mirip Kakak sepupunya itu.


Astaga...


Anak ini benar-benar terlihat sangat lucu.


"Hallo juga, Alex,"


Orang tua Alissya yang melihat Putrinya akrab dengan Istri Antony itu, ya kalau mereka akrab tentu menjadi hal yang baik. Ya, nanti putrinya akan diperkenalkan dengan salah satu teman Istri Antony ini bukan?


Jelas, kenalan dari seorang Nona Kaya, juga sangat baik tentu saja.


Pada akhirnya makan malam itu berjalan dengan baik.


Antony tentu saja cukup heran melihat Kakak Sepupunya itu tidak membuat masalah.


Hanya sempat memberikan beberapa kritikan tajam saat di meja makan, soal bagaimana dirinya mungkin tidak dihargai oleh Keluarga Anderson atau soal Rumahnya yang tidak mewah ini.


Dirinya tentu tidak terlalu memikirkan kata-kata Kakak Sepupunya itu.


Lagipula, Emelin dan Alex terlihat masih sangat nyaman dengan Rumah ini, kenapa musti peduli dengan pendapat orang?


Sampai akhirnya makan malam itu berakhir, dan Pamannya lalu menyerahkan sebuah barang padanya.


"Ini barang yang kamu mau,"


Melihat Album foto itu, terlihat Antony sangat puas.


Namun tiba-tiba, Bibi Antony yang ada di samping Pamannya itu berkata,


"Ini sudah sangat malam, apakah kamu setidaknya menawarkan kami untuk menginap? Rumah kami cukup jauh,"


Antony tersemyum, dirinya tentu sudah menduga kalau Paman dan Bibinya berniat menginap segala.


Tapi membiarkan mereka di Rumah ini terlalu lama, hanya akan membuat dirinya merasa tidak tentram.


"Seperti yang Paman dan Bibi lihat, Rumahku tidak terlalu besar, Kamar Tamu hanya ada satu, tidak cukup untuk Paman dan Bibi juga saudara sepupuku untuk tinggal,"


Bibi Antony itu terlihat tidak puas.


"Hah, kamu ini. Makanya beli Rumah yang besar, masa kami menginap saja tidak bisa karena rumahnya kecil? Bukanlah kamu sekarang Kaya? Istrimu juga jelas sangat Kaya,"


Pada akhirnya, Keluarga Pamannya itu pergi dari Rumah Antony dengan damai, tidak lupa Antony membawakan beberapa barang untuk mereka bawa pulang, kalau tidak, Paman dan Bibinya ini akan mulai mencari masalah lagi.


Sangat bagus jika mereka pulang secepatnya, karena dirinya sangat muak melihat Paman dan Bibinya ini, ada untungnya juga memiliki Rumah yang tidak begitu besar ini.


Jika Keluarganya tinggal di Rumah Keluarga Smith yang besar itu, pasti dengan terpaksa dirinya harus repot mengurusi Paman dan Bibinya yang menginap dan tidak ingin pulang, sangat merepotkan hidup.


Paman dan Bibi Antony juga Kakak Sepupunya sudah pergi ke Mobil duluan, meninggalkan Alissya sendirian yang belum menyusul.


Alissya tentu saja memiliki beberapa hal yang perlu dikatakan,


"Kak Antony, aku sudah tahu dimana mereka menyimpan barang-barang itu, itu ada di meja kerja Ayahku, di laci rahasia di meja itu, nanti akan ada semacam brangkas rahasia,"


"Baik, aku mengerti. Terimakasih banyak, atas bantuannya,"


"Itu tidak masalah sama sekali, Aku permisi dulu, Kak,"


Dengan itu, Alissya pergi, dan tidak lupa berpamitan juga pada Emelin dan Alex.


"Alissya, kamu kalau mau menginap tentu saja boleh sekali, tidak apa-apa, lagipula kamu harus kerja cukup jauh bukan besok?"


"Tidak perlu, Kak Emelin. Aku tidak bisa merepotkan Keluarga Kakak,"


"Tidak masalah sama sekali, sungguh,"


"Benar, Kak Alissya menginap saja menemani Alex!! Alex masih ingin bermain dengan Kak Alissya," kata Alex dengan nada bersemangatnya itu.


Melihat wajah kecil itu, tentu saja Alissya selalu merasa gemas, dia lalu mengelus rambut Alex.


"Tentu, lain kali saja kita bertemu lagi, oke?"


Melihat Alissya pada akhirnya tetap pergi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Namun sebelum Alissya pergi, Emelin memberikan satu kantong hadiah untuk Alissya.


Alissya menatap kantong belanja itu,


"Ini...."


"Ya, kamu tahu... Ini Gaun Baru yang aku beli, belum aku pakai, ternyata ukurannya kekecilan, ini si gara-gara Kakak Sepupumu itu memberiku makan banyak, jadi aku menaikan berat badan, sungguh sangat sayang aku tidak bisa memakai ukuran ini lagi, ini untukmu saja, dari pada tidak terpakai, sepertinya ini akan Pas saat kamu pakai,"


Alissya sedikit tertawa mendengar penjelasan Emelin itu, sebenanya dirinya merasa tidak enak di beri hadiah semacam ini, dirinya tahu pasti ini Pasti Gaun yang sangat Mahal, tapi melihat betapa Antusiasnya Istri Kakak Sepupunya itu, Alissya akhirnya menerimanya.


"Terimakasih banyak, Kak Emelin,"


Kemudian Alissya segera pergi dan menyusul yang lainnya.


Sekarang tinggal Keluarga Kecil itu yang berada di Ruang Tamu itu.


Alex segera masuk ke kamarnya untuk mengerjakan Pekerjaan Rumahnya.


Sedangkan, Emelin tentu saja langsung mendatangi Antony, menatap Album Foto yang ada di tangannya itu.


"Coba, lihat apa isinya, aku ingin melihatnya juga," kata Emelin penasaran.


"Ya, mari kita lihat isinya bersama-sama,"


Dalam foto itu, sepertinya ada beberapa foto ketika Ibu Antony masih cukup muda.


"Woah... Sepertinya Mamamu memang cukup cantik, lihat dia begitu lucu ketika masih kecil, apakah ini sekitar umur sepuluh tahun?" Kata Emelin dengan Antusias.


"Ya, kamu benar,"


Mereka membalik gambar itu lagi, lalu terlihat foto lainnya juga.


Melihat tiga foto anak kecil disana, Antony dan Emelin jelas terkejut.


Ini adalah wajah-wajah yang familiar.


Tiga orang berumur sekitar dua atau tiga belas tahun, tengah berpotense tersenyum kearah kamera.


Dalam baris foto itu, ada tulisan,


'Ini adalah dua sahabatku yang berharga, walaupun kami berbeda, mereka sangat baik padaku padahal aku hanya Putri Pelayan,'


Jelas setelah membaca itu, ekpersi Antony dan Emelin jelas terkejut


"Antony... Ini..."