Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 164: Berterimakasih


Mendengar pertanyaan itu, Raka diujung telepon hanya menjawab seadanya,


'Aku juga tidak begitu tahu soal itu, mungkin dia di pecat atau sesuatu? Kan aku juga merasa kalau dia tidak cocok untuk menjadi Brand Ambasador ini, dan tentu saja Kak Emelin lebih cocok,'


"Kamu ini, bisa saja,"


'Aku hanya mengatakan hal yang sebenarnya, lagipula dia pantas mendapatkan itu, aku sudah dengar apa yang coba dia lakukan,'


"Jangan coba ingatkan aku lagi soal hal itu,"


'Baiklah Kak, mari kita bertemu di kantor,"


"Oke setelah urusan tanda tangan kontrak beres aku akan menemanimu, mungkin merayakan hal ini,"


Dengan itu Emelin mengakhiri panggilan itu.


Setelahnya, bersama dengan manager barunya, Emelin segera bersiap-siap ke Perusahaan Anderson.


Emelin sampai disana tepat waktu, dia disambut dengan ramah oleh petugas disana, dan di nyatakan ke departemen perikanan dengan sopan.


"Selamat datang, Nona Emelin. Tidak mengira iya akan segera bertemu lagi," kata pegawai yang bertugas mengurus kontrak.


Sebelumnya mereka memang pernah bertemu saat mengurus surut kontrak milik Alex dulu.


"Saya juga sebenarnya tidak mengira bisa terpilih menjadi Brand Ambasador disini, ini akan menjadi kesempatan yang sangat bagus bagi saya,"


"Benar sekali, saya juga tidak pernah mengira akan ada penggantian lagi untuk masalah Brand Ambasador disini,"


"Lagi? Maksud Bapak?"


"Sebelum Non Isabella kan Nona Claudia,"


Ah sekarang Emelin ingat jika memang sebelumnya Claudia pernah dikontrak disini juga namun dengan lawan misterius di gantikan oleh Isabella.


Dulu dirinya mengira itu karena sepupu Raka benar-benar memasukan selingkuhannya kePerusahaan, telah tahu kalau sepupu Raka adalah Antony, sekarang Emelin paham apaan Claudia di keluarkan, jelas ini pasti demi dirinya bukan?


Karena Claudia sebelumnya membuat masalah dengan nya, jadi Antony melakukan hal-hal itu membantunya balas dendam.


Semakin memikirkan tindakan Antony untuk dirinya semakin membuat Emelin merasa sangat bahagia, Antony benar-benar sangat baik, membuat dirinya jadi semakin mencintainya.


Seorang memikirkannya, kira-kira apa lagi ya yang Antony telah lakukan untuk membantunya?


Antony terlalu misterius dan tersembunyi, dirinya awalnya menunggu Antony mengaku semua rahasianya, namun sepertinya Antony belum ku jujur.


Jadi Emelin segera memutuskan untuk mengungkapkan cintanya dulu, lalu mulai bertanya soal semua rahasia Antony, itupun jika cintanya diterima.


Namun memikirkan soal malam itu, rasa optimis muncul suatu Emelin.


Antony begitu bersemangat saat melakukannya, bukankah itu artinya setidaknya Antony memiliki beberapa perasaan padanya?


Namun mungkin orang itu hanya terlalu malu saja untuk mengatakannya, memang menunggu Antony mengaku entah butuh berapa lama, jadi dirinya saja yang duluan mengaku walaupun ini sedikit memalukan.


Namun sebuah kesialan muncul ketika Emelin keluar dari ruangan itu.


"Emelin? Kamu? Kenapa kamu disini?"


Ini adalah adegan yang familiar namun saat ini yang Emelin temui adalah Isabella, jadi respon Emelin juga berbeda,


"Wow? Bukankah ini Isabella? Kenapa kamu masih berani menginjakan kaki ke Perusahaan Anderson setelah apa yang coba kamu lakukan pada CEO mereka? Sungguh tidak tahu malu, aku dengar kamu juga di berhentikan menjadi Brand Ambasador, sungguh kasihan sekali,"


"Jangan bicara sembarangan kamu, Emelin. Memang apa yang aku lakukan? Aku tidak melakukan apapun pada Antony,"


"Ya ampun, kamu masih berani bicara begitu? Padahal jelas sekali perilaku tidak tahu Maluku itu,"


"Kamu itu yang tidak tahu malu! Dasar Istri Kontrak!"


"Isabella kamu sungguh lancang bicara seperti itu didepanku!"


"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya,"


"Ketimbang kamu? Kamu itu apa? Hanya Mantan!"


"Emelin kamu...."


"Sudahlah, Ayo Aja segera pergi dari sini, tidak ada gunanya juga ku terus berbicara pada wanita tidak tahu malu ini," kata Emelin hendak pergi, namun tangannya di tarik oleh Isabella.


"Apa lagi?" kata Emelin sambil kembali menatap Isabella, dan kemudian Emelin ingat sesuatu,


"Benar juga, sebenarnya aku sampai lupa mengucapkan Terimakasih padamu Isabella, berkat kamu malam itu aku dan Suamiku memiliki malam yang indah dan tidak terlupakan, unggun hubungan kami menjadi sangat baik berkat kamu, ya ampun aku benar-benar berterimakasih," kata Emelin dengan nada menyindir.


"Emelin!! Kamu kurang ajar!!"


Emelin segera menepis tangan Isabella lalu mulai tertawa,


"Ya ampun, kamu tidak perlu malu. Ini semua berkat kamu, jadi apakah kamu ingin aku traktir makan? Owh tunggu sepertinya kamu sedang sibuk mencari pekerjaan karena baru saja di erat, sungguh aku tidak bermaksud mencela dirimu,"


Mendegar kata-kata pedas Emelinku, Isabella begitu arah, namun tidak tahu harus berkata apa lagi, saling merahnya.


Emelinpun segera mengambil kesempatan untuk segera pergi dari sana, menuju lobi bawah, tempat Raka berada meninggalkan Isabella-Isabella yang dipenuhi rasa amarah.


Mood Emelin benar-benar terasa baik setelah mengatakan beberapa hal pada Isabella itu.


Ketika Emelin sampai di lobi, dirinya melihat Raka dan menghampirinya, kemudian mencium aroma parfum yang rasanya menyengat,


"Raka, kamu pakai parfum apasih? Tidak enak sekali baunya,"


"Eh? ini parfum yang biasanya, ya ampun kenapa Kak Emelin jadi sensitif?" Raka mencoba mendekat, namun Emelin merasa mual tiba-tiba ingin muntah tidak tahu kenapa.


####


Bersambung