
Siang itu, mood Emelin menjadi kurang baik, jadi dia segera kembali ke rumah, dan memilih memesan makan siang di restoran dekat rumah.
Saat ini sambil mengibaskan makan siangnya, Emelin sedang memikirkan untuk mencari tahu hal-hal yang Antony kira-kira suka.
Dirinya tidak boleh kalah dengan Isabella-Isabella yang menyebalkan itu!!!!
Tapi bagaimana cara tahu hal-hal yang Antony sukai?
Dirinya tidak kenal dengan siapa-siapa yang kenal Antony....
Emm...
Bagaimana kalau sepupu Antony atau sesuatu?
Ah?
Benar, kenapa tidak tanya Raka?
Tanpa pikir panjang, Emelin menelponnya Raka, namun jawaban mengecewakan malah yang datang,
'Lah? Kok Kak Emelin malah tanya aku apa kesukaan Antony itu? Aku mana tahu, dekat aja tidak, masak tahu apa yang dia suka? Kak Emelin aneh deh,'
"Sial, dasar tidak berguna."
'Lagian Kakak kenapa tanya padaku sih? Kakak Kan Istrinya, masa tidak tahu?'
Pertanyaan simpel dari Raka itu benar-benar mengupas luka terdalam di hati Emelin...
Seolah kata-kata Raka masih terngiang-niang...
'Istrinya kok tidak tahu....'
Kata-kata simpel tapi membuat hati Emelin tertusuk.
Memang, dirinya sebegitu keterlaluan kah?
Tidak tahu apa yang Antony suka padahal mereka sudah menikah tujuh tahun!!
Tinggal serumah selama tujuh tahun!!
Antony bahkan tahu apa yang dirinya suka dan apa yang dirinya tidak suka, tapi dirinya benar-benar tidak tahu apapun soal Antony!!
"Diamlah Raka."
'Eh? Kak Emelin tidak tahu? Serius?'
"Aku bilang diam!!"
'Baik-Baik, Kak. Aku tidak tahu hubungan seperti apa diantara kalian, tapi kalau masalah kesukaan atau tidak, kenapa Kakak tidak langsung bertanya pada orangnya?'
"Bagaimana aku bisa bertanya? Tentu saja aku malu! Kamu ini bagaimana sih?"
'Ya sudah, pakai cara lama saja,'
"Cara lama apa?"
'Sajikan saja tubuh Kak Emelin pada Suami Kakak itu sebagai hadiah, pakai baju super seksi atau sesuatu, lagipula semua laki-laki itu sama saja, asal di beri sedikit saja wanita cantik dan seksi, mereka akan langsung luluh, aku pikir Suami Kakak sama saja, dia pasti akan menyukainya jika Kakak memberikan tubuh Kakak sebagai hadiah!!!'
"Ya ampun, Raka, memang kamu pikir semua laki-laki sama sepertimu yang gampang tergoda dengan wanita seksi lalu langsung diajak ke kamar? Meminta nasihatmu memang tidak ada gunanya,"
'Lah, itu Kakak juga tahu, kenapa musti bertanya padaku?'
"Tidak ada gunanya, sebaiknya aku matikan Teleponnya, Bye..." Kata Emelin hendak menutup teleponnya itu.
'Tunggu, tunggu aku kali ini punya nasehat yang baik,'
"Apa lagi? Kalau kamu masih membahas soal masalah yang sama seperti tadi aku akan marah!!"
'Kan Kakak katanya suka membuat bekal dan memasak untuk Suami Kakak itu? Dan dia menyukainya bukan? Kenapa tidak masak lagi saja? Apapun yang Kakak masak pasti dia menyukainya, nanti sekalian bisa di tanya langsung sambil basa basi apakah menyukainya atau tidak, atau lebih suka apa gitu terus seleranya seperti apa, terlihat sangat natural saat bertanya?'
"Wah, Raka! Ternyata kamu masih memiliki beberapa kecerdasan!"
'Apakah ini pujian atau hinaan?' guma Raka dengan kesal dari balik telepon.
Emelin tertawa setelah mendengar respon Raka itu, lalu hanya bisa berkata,
"Sudahlah, jika ini berhasil nanti aku traktir kamu Es Krim lagi bersama Alex kapan-kapan,"
'Hpmh, memang aku anak kecil?'
"Sana balik kerja! Jangan hanya makan gaji Buta! Nanti Antony lembur lagi kalau kamu tidak bekerja!"
'Akhh... Kakak jadi cerewet,'
Setelah memikirkan rencananya itu, Emelin lalu menjelajahi Internet memilih-milih menu untuk makan malam nanti.
Melihat beberapa menu yang cocok untuk makan malam.
"Cuaca dingin, mungkin cocok untuk Sup?"
Emelin mulai melihat-lihat beberapa menu masakan sup, ada berbagai macam variasi, dirinya sudah pernah memasak Sup sebelumnya, jadi tidak masalah.
Soal Sup apa?
Nanti saja ke Swalayan untuk membeli bahan sambil memikirkan sup apa!!
Mendengar rencananya sangat sempurna, Emelin lalu melanjutkan makan siangnya dengan nyaman.
####
Suasana hati Emelin sangat gembira memikirku rencananya itu.
Dia mulai melihat-lihat bahan-bahan yang ingin dia beli.
"Beli beberapa sayuran dulu,"
Emelin mulai memasukan beberapa bahan sayuran ke keranjang, sekarang dia sedang berada di bagian bahan masakan frezzer.
Sedang memilih sebaiknya akan membuat soup apa.
Ada berbagai macam pilihan disana, ada berbagai Iga, daging, tulang rusuk, dan bagian-bagian lainnya.
Sampai tiba-tiba seorang pelayan datang dan menyapa Emelin,
"Apakah ada yang bisa saya bantu Nona?"
Melihat Pelayan itu terlihat ramah, Emelin lalu juga membalas,
"Aku sedang memilih bahan untuk membuat Sup, tapi masih binggung untuk memilih yang mana,"
"Ah? Anda ingin memasak sop? Memang di cuaca seperti ini sangat populer memasak Sup hangat untuk makan malam, kebetulan di Swalayan ini sedang ada diskon khusus, untuk beberapa daging dan olahannya,"
"Ada diskon khusus?"
Pelayan itu lalu menunjukan beberapa barisan daging dan tulang Iga di ujung rak, mengambil salah satu Iga disana.
"Ini ada Iga Kambing pilihan yang belakangan ini cukup populer, rasa dari Iga Kambing jika di jadikan sup akan sangat nikmat dan menyegarkan, kenapa Nona tidak memilih ini saja?"
Emelin mendegarkan perkataan Pelayan itu dengan serius, sambil membayangkan Sup Iga Kambing hangat dan enak.
Dirinya belum pernah memasaknya sih, tapi sepertinya agak susah untuk memasak Iga kambing?
"Tapi sepertinya cukup susah untuk menghilangkan baunya, aku tidak begitu profesional dalam hal-hal ini,"
Namun pelayan itu seolah telah sigap dengan pertanyaan Emelin, lalu mengeluarkan beberapa set rempah-rempah.
"Tanang saja Nona, tinggal tambahkan beberapa rempah-rempah ini, nanti akan mengurangi aroma yang tidak sedap, disini juga sudah ada intruksi agar aroma daging kambingnya cepat hilang, sangat mudah, semua orang bisa melakukannya, terlebih, daging kambing dan Iga Kambing disini adalah kualitas terbaik yang sudah melewati berbagai proses pengawetan, sangat mudah untuk menghilangkan aroma tidak sedap ya,"
Emelin lalu menatap Iga dan rempah-rempah itu.
Karena sepertinya ini akan menjadi menu yang menarik, akhirnya Emelin memilih hal-hal ini untuk dirinya masak nanti.
"Baik. Aku akan memilih ini, terimakasih atas Rekomenasinya," kata Emelin sambil tersenyum.
Pelayan itu juga tersenyum ramah.
Kemudian Emelin pergi dari sana, dia tidak tahu jika dari tadi ada mata yang mengawasinya.
Itu adalah Isabella yang Keberadaan jika sedang berbelaja di Swalayan, kebetulan melihat Emelin berbelanja dan sepertinya ingin membuat sup.
Awalnya ada rasa kebencian ketika Isabella melihat Emelin, lalu sebuah ide muncul dibenaknya.
Isabella segera memanggil seorang pelayan, lalu membayar pelayan itu untuk menawarkan produk untuk Emelin.
Isabella awalnya hanya iseng, namun siapa yang tahu kalau Emelin benar-benar berani mengambil daging kambing itu!!
Astaga, Apakah Emelin itu tidak tahu kalau Antony itu alergi daging kambing?
Rencana isengnya itu ternyata berhasil!!
Sudah dirinya kira, dari Istri Kontrak seperti itu, mana tahu dia apa kesukaan Antony?
Dia bahkan tidak tahu Antony Alergi pada Daging kambing dan olahannya.
Isabella tersenyum licik sambil menatap kepergian Emelin.
Ah, Pasti Antony akan membenci Emelin atau akan menjadi tidak suka pada Istri Kontraknya itu!!
Isabella benar-benar menantikan hal ini, bagaimana hubungan mereka akan menjadi lebih buruk setelah ini.
Pelayan yang menawarkan barang ke Emelin itu lalu mendekat ke Isabella.
"Apakah itu saja, Nona?"
"Ya, kamu sudah melakukan hal yang bagus...."
"Namun, apakah ini tidak apa-apa? Aku takut jika sampai terlibat hal-hal berbahaya,"
"Kamu hanya menawarkan produk bukan? Kamu tidak salah apapun, dan lupakan soal hal-hal barusan, ini bayaran untuk mu sesuai kinerjamu."
Pelayan itu mengabil uang dari Isabella dengan senang hati.
Dirinya tidak tahu apa yang terjadi, namun dirinya hanya disuruh untuk menawarkan barang?
Dan itu bukan hal yang ilegal pula, lagipula dirinya butuh uang, kenapa musti menolak rejeki nomplok seperti ini?
Ya, Emelin masih berjalan santai tanpa tahu hal-hal tertentu direncakan dibalik punggungnya.
####
Bersambung