Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 87: Segera Pulang (Part 2)


Ya, walaupun mereka sudah agak dekat belakangan, hubungan mereka sebenarnya tidak sebaik itu?


Tidak, lebih tepatnya, sebenarnya seperti apa hubungan mereka?


Hanya teman tidur di kamar yang sama?


Tidak lebih dan tidak kurang?


Mereka sudah menikah untuk tujuh tahun.


Ini bukan waktu yang singkat, ini sudah cukup lama.


Sebuah pernikahan yang diawali dengan sebuah kontrak.


Memikirkannya, mau dibawa kemana hubungan mereka sekarang?


Ini sekarang juga mengigatkan Emelin pada beberapa masalah dengan Antony soal beberapa foto.


Isabella...


Mantan Kekasih Antony, Cinta Pertamanya....


Ini paling tidak sudah lebih dari tujuh tahun bukan?


Apakah benar-benar masih ada perasaan tersisa dari Antony untuknya?


Memang, untuk beberapa orang, Cinta Pertama selalu menjadi perasaan yang indah dan tidak terlupakan, walaupun tidak selalu memiliki akhir yang baik.


Namun beberapa orang akan tetap menghargai cinta pertama ini, cinta yang mungkin tidak terlupakan....


Emelin merasa sedih ketikan memikirkan ini lagi.


Dirinya memang bukan cinta pertama Antony...


Atau bahkan sekarang, Antony mungkin tidak mencintai dirinya?


Namun keinginan dalam hati Emelin sudah jelas.


Bahkan walaupun bukan menjadi yang pertama, dirinya ingin menjadi cinta terakhir Antony.


Keinginan yang cukup simpel namun terasa berat.


Namun bagaimana kalau Antony benar-benar masih memiliki hubungan dengan cinta pertamanya itu?


Lupakan, ini bukan gayanya untuk memikirkan hal ini.


Gaya nya adalah untuk mendapatkan apapun yang dirinya inginkan.


Hmm, lagipula saat ini dirinya dan Antony masih sepasang suami istri, itu artinya Antony secara Syah adalah miliknya.


Sesuatu yang menjadi milik dirinya harus tetap menjadi miliknya selamanya.


Cinta pertama apa?


Sekarang Antony sudah memiliki Istri oke?


Singkirkan saja Wanita murahan itu!!


Wanita kalau mengejar Suami orang itu kalau bukan wanita murahan lalu apa?


Dirinya yakin, Antony tidak seperti Ayahnya yang Brengsek itu yang bahkan walaupun sudah menikah dengan Ibunya, dia masih memiliki hubungan dagang wanita lain dibelakangnya!!!


Lihat, Antony ini memang sangat tampan dan lagi sekarang dia Kaya Raya...


Wanita mana yang tidak menginginkan orang seperti itu!


Hmm, memang sebaiknya mengikuti saran Raka untuk menyingkirkan wanita murahan itu, sama murahannya dia seperti Ibu Tirinya yang kurang ajar itu!!!


Emelin sangat benci wanita yang mengagguku pernikahan orang lain!!


Dirinya sudah ditipu cukup lama oleh tipu muslihat wanita licik model itu, sangat kesal betapa bodohnya dirinya bisa-bisanya menyebut 'Mama' pada wanita Brengsek yang merupakan selingkuhan Ayahnya itu!!


Dan mungkin saja Isabella ini wanita murahan yang sama dengan Ibu Tirinya bukan?


Hah...


"Kak Emelin? Hayo, apa yang Kakak pikirkan?"


Suara Olivia membuyarkan lamunan Emelin.


Benar, ini bukan saatnya memikirkan semua hal rumit ini, dirinya harus bersiap-siap untuk perjalanan pulang.


Owh iya, Raka menyuruh menelepon?


Mungkin selama perjalanan ini, dirinya bisa menelepon Raka?


"Aku tidak memikirkan apapun. Dan hentikan omong kosongmu itu, Olivia. Ternyata kamu benar-benar banyak bicara, ini mengigatkanku pada temanku yang banyak omong juga sepertimu,"


"Ah, Kak Emelin tidak asik!"


"Baik-baik, sampai jumpa Olivia, selamat menikmati liburanmu itu ya, jangan jadi jomblo terus, mungkin kapan-kapan aku akan memperkenalkan mu pada temanku ini, dia juga sama jomblo negesnya seperti kamu,"


"Kak Emelin!!" Olivia membubuhkan ekspresi pura-pura marah, namun pada akhirnya mengucapkan selamat jalan pada Emelin dengan damai.


Sampai di penginapan, Emelin dibantu oleh Asistennya untuk bersiap-siap.


Sebenarnya rencana pulang ini, Emelin tidak berniat membawa apapun, karena buru-buru dirinya juga belum sempat membeli oleh-oleh, mungkin kalau acara syuting benar-benar berkahir, dirinya akan membeli oleh-oleh.


"Ana, kamu tidak pulang?"


"Aku hanya seorang asisten biasa, biaya Pesawat sungguh mahal, jadi aku hanya bisa di sini. Baik, mari akan saya antarkan Nona Emelin sampai bandara,"


"Baiklah-baiklah, Ana. Terimakasih."


Ketika sampai di lokasi yang memiliki sinyal, seperti yang Emelin rencanakan, dia segera menelepon Raka.


"Hallo, Raka apa kabar?"


Dibalik telepon, suara ceria muncul,


'Akhirnya Kakak menelepon juga. Kabarku cukup baik."


"Ya, aku baru sempat karena begitu sibuk. Jadi ada hal penting apa yang ingin kamu katakan?"


'Ini soal Isabella-Isabella itu,'


Mendengar Nama Isabella membuat Emelin merasa muak.


"Ya, ada apa dengannya sekarang?"


'Tempo hari aku melihat dia katanya harusnya dari Ruangan Sepupuku mengantarkan makan siang...'


"Apa?? Wanita murahan itu mengunakan Trik licik seperti bekal makan siang? Jadi bagaimana hasilnya?"


'Ya aku mana tahu, masa iya aku musti bertanya dengan sepupuku langsung? Ya kalik, aku hanya sempat memperingkatkan wanita bernama Isabella itu agar tidak dekat-dekat dengan sepupuku karena sepupuku sudah punya Istri.'


"Bagus, kamu melakukan hal yang bagus, jadi bagaimana reaksinya?"


'Dia sepertinya tidak tahu kalau sepupuku sudah punya Istri...'


Emelin merasa aneh, apa Antony tidak cerita dan masih menyembunyikan pernikahan mereka?


Bahkan dari Mantan Kekasihnya?


Perasaan negatif mulai muncul di hati Emelin.


'Kak Emelin jangan sedih, mari kita kasih pelajaran saja itu sama Isabella kalau dia masih berani mencoba mendekati sepupuku bukan? Tapi kalau sepupuku yang masih mencoba mendekati Isabella-Isabella itu, biar aku yang menghajarnya Kak!'


Mendengar penghiburan dari Raka, hati Emelin sedikit tenang,


"Hahaha... Kamu ini ya, memang bisa berkelahi? Kamu kan paling bisa kalau di pukuli orang, bukan sebaliknya,"


'Yah, Kak Emelin kok malah meledekku sekarang?'


"Aku akan segera pulang tentu saja. Aku akan mengurus sisanya,"


'Kakak segera pulang? Itu bagus!! Jangan biarkan dua orang itu sampai sempat saling menggoda!!'


"Tentu saja! Siapa yang akan tinggal diam?"


'Aku menunggu, Kakak segera pulang,'


"Tentu saja. Terimakasih telah mengabari hal-hal penting ini,"


'Tentu saja, aku akan menjadi sumber informasi yang handal!'


"Ya, ya."


'Btw bagaimana dengan Kabar Kakak disana?'


"Disini benar-benar cukup sibuk syuting,"


'Aku memang tidak begitu mengerti soal hal-hal di Dunia Hiburan, namun semoga selajutnya lancar ya! Jangan lupa mengabariku soal Perilisan Perdana Film Kakak!'


"Tentu saja aku akan megabarimu kalau sudah selesai,"


'Aku menantikannya,'


Setelah saling mengobrol ringan, Emelin lalu mengakhiri panggilan dengan Raka itu.


Emelin menatap kearah keluar jendela...


Sepertinya begitu pulang, akan banyak yang harus dirinya urus...


Hmm, sebenernya dirinya juga tidak sabar untuk segera pulang...


Dirinya sangat merindukan rumah sekarang...


Merindukan Alex putranya yang lucu dan manis...


Juga...


Sedikit merindukan Antony....


Apakah Antony akan senang dengan kepulangannya ini?


Emelin hanya bisa terus memikirkan hal-hal ini dalam perjalan nya yang masih panjang ini, sambil menantikan untuk segera sampai dirumahnya.


Dirinya akan segera pulang.


Tunggu saja ...


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya, 😆


Ini ya Untuk Dobel UP nya, 😆


Semoga suka, nantikan saja terus kelanjutannya 😉