Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 35: Teman Lama


Hari sudah larut malam, ketika Emelin terbangun dari tidurnya, itu sudah sekitar pukul sepuluh malam.


Kebetulan hari ini dirinya tidur lebih awal karena begitu lelah melihat-lihat salah satu lokasi syuting.


Ketika dia melihat ponselnya, hal pertama yang dia lihat adalah bahwa Antony akhirnya mengirimkan pesan bahwa dia tidak pulang hari ini.


Tidak jelas alasannya apa.


Emelin mulai berpikir, apakah itu karena wanita dalam foto?


Sebenernya siapa wanita itu?


Emelin merasa cukup familiar dengan wajah itu.


Sepertinya pernah melihat dimana.


Sudahlah, dia tidak mau terlalu memikirkannya.


Emelin lalu mengabil air kemudian kembali tidur dengan perasaan yang tidak nyaman.


####


Saat ini disalah satu rumah mewah tertentu, terlihat di ruang makan ada beberapa orang tengah sarapan pagi.


Namun terlihat wajah tidak enak dari orang-orang disana.


Seorang Pria parubaya disini, melihat putrinya menunjukan wajah tidak enak, diapun bertanya.


"Ada apa Claudia? Apakah ada yang mengagumu?"


"Apakah Ayah tahu? Tiba-tiba Kontrak dimana aku akan menjadi Brand Ambasador Produk-produk milik Anderson Group, dibatalkan dengan alasan tidak jelas, belum lagi aku tidak mendapatkan kompensasi apapun."


"Kenapa bisa begitu?"


"Aku juga tidak tahu, mereka terlihat tidak begitu jelas. Ini benar-benar menyebalkan."


"Sudahlah Claudia, lupakan iklan itu."


"Tapi, Ayah.... Tidakah Ayah tahu, Andrson Group itu? Itu salah satu Perusahaan terbesar di Negeri ini, menjadi Brand Ambasador mereka akan meningkatkan popularitasku."


Disini, Claudia hanya bisa mengeluh, namun pada akhirnya tidak banyak yang bisa dilakukan.


Ah...


Kalau memikirkan soal Andrson Group, ini menggigatkannya pada salah satu teman masa SMA nya....


Kalau tidak salah, bukankah salah satu rombongan Emelin ketika di SMA adalah Cucu dan merupakan Pewaris Andrson Group?


Dirinya dulu mencoba untuk dekat dengan mereka, terutama karena saat itu memang rombongan dan teman-teman Emelin semua dari Kalangan Kaya Raya, Tuan dan Nona dari Keluarga Konglomerat.


Namun benar-benar berguna disaat seperti ini kalau dirinya memiliki koneksi, bahkan sepertinya masih ada group Alumni SMA.


Ah....


Apakah dirinya mencoba menelepon orang itu?


Itu benar, siapa tahu dia bisa membantu bukan?


Dirinya ingat, dia suka membual bagaimana dia akan mewarisi Anderson Group saat itu.


Disana, Claudia lalu kembali kekamarnya, dan mengambil ponselnya mencari nama tertentu.


Raka Anderson


Ini bagus, dirinya masih menyimpan nomor itu.


Lalu, Caludia mulai menekan tombol panggil pada ponselnya.


Tidak beberapa lama, ponsel itu terhubung.


"Hallo apakah ini Raka?"


Suara maskulin terdegar dari ujung ponsel.


'Ya. Apakah kamu Caludia?'


"Kamu masih ingat denganku?"


'Adik Emelin.'


Mendengar hanya itu yang dikatakan orang itu, membuat Claudia merasa terganggu, jadi apakah dimana teman-temannya saat SMA sosok dirinya hanya di ingat sebagai 'adik Emelin' ini benar-benar memuakkan.


"Ya, ya ini benar. Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?"


'Cukup baik. Bagaimana denganmu dan Emelin? Aku melihat Berita kalau hubungan kalian menjadi cukup buruk.....'


"Ah.... Itu terjadi beberapa hal... Itu hanya wartawan saja yang membuat hal-hal terlalu berlebihan,"


'Emelin bukan orang yang jahat jadi kamu jangan terlalu berburuk sangka padanya,'


Disini, Claudia sedikit gugup, karena ini teman Emelin, kalau dia melihat keseluruhan berita dan gosip soal seberapa buruk hubungan mereka, Claudia jadi cemas kalau dirinya tidak menjadi dapat bantuan, jadi dia mulai bertanya,


"Ahahahaha... Btw Apakah kamu masih sering berhubungan dengannya?"


'Tidak, sejak lulus Emelin jarang menghubungi teman-teman lamanya, dia sibuk Kuliah di Luar Negeri lalu sibuk dengan Karirnya bukan? Terakhir mungkin bertemu di acara Reuni. Kita bertemu saat itu juga bukan?'


"Ah iya, sudah tiga tahun lebih sejak terakhir kali Reuni Kelas, apakah tidak ada rencana membuat pertemuan lagi?"


'Aku memang sedang merencanakannya, namun belakang aku menjadi sibuk,'


"Apakah soal Perusahaannya?"


'Ya begitulah.'


"Wah itu bagus, kalau kamu mulai mengurus Perusahaan,"


'Ya, banyak hal yang terjadi,'


"Sebenarnya aku ada beberapa hal yang ingin aku bahas,"


'Katakan saja,'


"Awalnya aku dikontrak untuk menjadi Brand Ambasador dari Produk-produk Aderson Group milik Keluargamu, namun tiba-tiba, mereka memutuskan kontrak denganku, apakah kamu bisa membantuku soal ini?"


'Ya, itu masalah gampang, nanti aku akan mencoba mengaturnya untukmu,'


"Terimakasih Raka,"


"Sama-sama,"


Disini, Claudia lalu tersenyum senang, ini adalah langkah yang cukup bagus.


Semoga saja dirinya tetap mendapatkan kontrak dengan Perusahaan itu, ini akan membawa kesuksesan dalam karir miliknya.


Hari itu, Caludia memiliki mood yang cukup baik.


####


Saat ini di Perusahaan Aderson Group, Antony memasuki ruangan kerjanya seperti biasa.


Sangat melelahkan semalam dirinya harus menginap di Rumah Besar Keluarga Andrson.


Tidak ada hal yang baik disana, benar-benar tidak ada.


Dan Sepupunya yang lebih muda selalu mencari masalah dengannya, benar-benar menyebalkan.


Antony bisa melihat kalau Sepupunya ini memang dibesarkannya sebagai Tuan Muda terlindungi, bagaimana dia selalu dimanjakan sejak kecil sehingga dia melakukan apapun yang dia mau dan bersikap begitu sombong dan arogan.


Dia biasanya bahkan tidak pernah peduli soal Perusahaan dan hanya bermain-main selama ini, namun sejak dirinya diangkat menjadi CEO beberapa tahun lalu, sepertinya Tuan Muda itu merasa terganggu dan selalu mencari masalah dengannya.


Ketika Antony masih berpikir, dia lalu ditelepon oleh seseorang.


"Ya?"


'Kami sudah melakukan hal yang anda perintahkan. Kami sudah mengatur untuk Investasi pada film tersebut.'


"Bagus."


'Tapi, Tuan Muda kami merasa cukup tergantung, mungkin hal ini akan mempengaruhi hubungan kerja antara Perusahaan kita dan Perusahaan Smith,'


"Aku yang akan berurusan dengan itu, coba selidiki soal Perusahaan Smith belakangan, bawa semua hal soal Perusahaan itu dalam waktu dekat, soal klaien, proyek, dan Investasi mereka, semua informasi soal mereka."


'Untuk apa ini, Pak?'


"Itu bukan urusanmu, jalankan saja perintahku."


'Baik, kami akan melaksanakannya.'


"Secepatnya harus segera ada dimejaku."


'Baik, Pak.'


Lalu Antony menutup teleponnya.


Satu masalah teratasi, dengan ini Emelin bisa melanjutkan Karirnya dengan tenang. Dan dirinya akan segera menyelesaikan masalah dengan Perusahaan Smith.


Namun memikirkan soal Emelin, dirinya merasa ini aneh....


Kenapa dirinya jadi sepeduli ini pada wanita itu?


Dulu dirinya tidak seperti ini hanya saja....


Mencoba mengalihkan pikirannya, Antony kembali tengelam dalam dokumen-dokumen yang ada dimejanya.


Masih banyak pekerjaan yang harus diurus.


Disini, diantara berkas-berkas ini, Antony lalu melirik salah satu dokumen proyek.


Ini....


Ini adalah proyek yang dirancang oleh Sepupunya.


Antony menatap sedikit heran saat melihat dokumen itu....


Ini....


####


Bersambung