Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 77: Sesuatu Yang Hilang (Part 1)


Ini adalah pagi yang lainnya, seperti pagi-pagi lainnya, untuk seorang Antony Callisto.


Saat jam menunjukkan pukul lima pagi, dia bangun dari tidurnya tepat waktu.


Antony memiliki jam biologis yang baik dan selalu bisa bangun telat waktu.


Dia adalah orang yang cukup terorganisir, dan selalu melakukan hal-hal rutin setiap hari selama bertahun-tahun.


Dia akan bangun setiap jam lima pagi, pergi olahraga pagi, sampai jam setengah enam.


Lalu, dia akan minum air putih di dapur setelah lari pagi, kemudian membangunkan Alex menyuruh Pegasuh untuk mengurus anak itu, lalu Antony juga akan pergi mandi, dan bersiap-siap ke kantor, kemudian ketika dirinya siap langsung ke Meja makan untuk sarapan bersama Alex.


Itu adalah rutinitas pagi hari miliknya.


Jadi seperti pagi-pagi biasanya, Antony bagun dari tidurnya.


Melihat sekeliling tempat tidur, dirinya merasa ada sedikit kehampaan yang tidak bisa dimengerti.


Namun mengabaikan pikirannya, Antony segera pergi untuk lari pagi.


Melihat cuaca di luar juga cukup bagus, Antony memutuskan untuk berkeliling kompleks.


"Pagi ini sangat bagus, namun entah kenapa masih terasa begitu sepi," gumanya lagi.


Dalam keheningan suasana pagi, Antony mulai berlari perlahan-lahan, mencoba menikmati cuaca dipagi hari.


Masih seperti biasanya, jalan kompleks terkadang akan ada beberapa orang yang juga sama-sama berlari pagi.


Orang-orang ini juga cukup familiar.


Seorang Pria datang dan menyapa Antony.


"Selamat pagi, Pak Antony. Bapak sangat rajin bukan olahraga pagi seperti ini?" Sapa Pria itu dengan nada ramah.


Ini adalah salah satu penghuni kompleks yang terkadang juga bertemu dengan Antony ketika lari pagi, dia cukup akrab dengan Antony.


"Ini suatu kebiasaan,"


"Itu benar. Hal-hal seperti olahraga pagi memang begitu bagus. Aku belakangan belum sempat lari pagi karena beberapa hal,"


Sedikit penasaran, Antony lalu bertanya,


"Apakah ada masalah di rumahmu?"


Pria didepannya lalu menjawab sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Antony, sedikit berbisik karena malu,


"Biasalah, Istriku belakangan minta dimanjakan di Malam Hari, dan ini sampai membuatku sangat lelah di pagi hari. Aku mungkin memang harus lebih banyak olahraga agar memiliki lebih banyak stamina. Lalu bagaimana denganmu? Apakah Istrimu tidak meminta beberapa hal dimalam hari?" tanyanya sambil sedikit tertawa.


Antony merasa menyesal telah bertanya pada orang didapannya ini.


"Tidak ada."


Sedikit menggoda, Pria didepannya itu sekali lagi bertanya,


"Sudah-sudah, jangan malu-malu seperti itu, kita sama-sama seorang Pria Beristri, membicarakan hal-hal seperti ini sungguh wajar,"


Tiba-tiba Antony jadi teringat dengan Emelin.


Dirinya dan Emelin memang sudah lama tidak melakukannya.


Memang ada saat-saat seperti itu di antara mereka sebelumnya, dan dirinya juga menjadi sangat lelah di pagi hari, dan itulah juga salah satu alasan dirinya menjadi rutin berolahraga di pagi hari, agar memiliki stamina yang banyak.


Memikirkannya itu sedikit memalukan sekarang, apalagi ada beberapa kata-kata Emelin dulu yang masih diingatnya,


'Antony, tidak bisa tambah satu kali lagi? Kamu sudah lelah?'


Kata-katanya saat itu sedikit menyingung perasaan dan harga diri Antony sebagai seorang Pria, jadi Antony bertekat saat itu memperbanyak lagi olahraga untuk meningkatkan staminanya, agar di malam hari bisa.....


Tidak...


Itu hanya awalnya, tapi pada akhirnya, Antony melupakan tujuan awalnya, dan hanya olahraga pagi sebagai salah satu rutinitas paginya.


Sekarang mengigat tujuan awal dari Olahraga di pagi hari ini, benar-benar semacam pukulan besar untuk Antony.


Terlalu memalukan untuk di ingat.


Dan lagi Emelin adalah orang pertama untuknya, jadi bagaimanakah diri tahu hal-hal seperti itu bisa menguras begitu banyak tenaga?


Pikirannya saat masih muda masih sangat murni, dan hari-harinya hanya disini dengan buku-buku pelajaran, bagaimana dirinya harus meningkatkan nilainya agar terus dapat beasiswa, bagaimana agar bisa mendapatkan uang tambahan untuk Kakeknya, bagaimana cara agar bisa mendapatkan beasiswa saat masuk Universitas, ya hal-hal semacam itu dan juga beberapa hal lainnya yang tidak perlu lagi di ingat.


Saat itu Emelin sangat rajin olahraga agar menjaga tubuhnya untuk menjadi seorang Artis, dia selalu memiliki energi ekstra entah bagaimana membuat dirinya sempat kewalahan.


Nah dan sekarang mereka sudah tidak melakukan hal-hal itu lagi, bukankah tidak perlu terlalu rajin olahraga pagi?


Emelin yang biasanya selalu berinisiatif meminta, dirinya tidak pernah mengambil inisiatif sih tapi....


Tunggu, kenapa pikirannya sekarang malah memikirkan hal-hal tidak benar ini?


Ini gara-gara Pria didepannya ini yang mengigatkannya pada hal-hal ini.


"Masa tidak ada? Apakah kehidupan malammu sudah seperti sepasang suami istri yang sudah tua? Sungguh membosankan,"


"Jangan berbicara yang macam-macam," kata Antony dengan dingin, namun orang di depannya ini sudah kebal dengan tatapan dingin dan gaya bicaranya yang dingin itu.


"Hah,tapi serius kenapa kamu begitu membosankan? Awalnya Istriku bersemangat karena dia ingin memiliki anak kedua, anak kami sangat menginginkan seorang adik, sebagai orang tua bukankah harus menuruti permintaan anak?"


"Bukankah anakmu baru berumur empat tahun?"


"Tapi dia bilang dia kesepian atau sesuatu. Jadi apakah kamu tidak ingin memiliki anak kedua juga?"


"Belum memikirkannya."


"Kamu harus memikirkannya lah. Lagipula kan mumpung kita masih muda juga, masih bisa sangat menikmati proses membuat anak kedua, kamu jangan jadi membosankan,"


"Kamu terlalu banyak bicara omong kosong,"


Antony lalu mulai memikirkannya, kalau soal anak kedua, Emelin terlihat tidak tertarik sama sekali, mungkin pengalaman melahirkan Alex cukup membuat dia terpukul atau semacam trouma, ya itu hal-hal wajah sih.


Dan untuk hal-hal itu...


Sekarang Emelin benar-benar tidak meminta lagi?


Dirinya dan Emelin belakangan cukup dekat, tapi sepertinya Emelin tidak memiliki keinginan itu lagi?


Atau....


Haruskah dirinya yang memulai inisiatif?


Tidak!!


Apa yang barusan dipikirkan?


Jelas sepertinya, Emelin merasa sedikit tidak nyaman dengan dirinya. Dengan ciuman-ciuman kecil, Emelin sepertinya merasa sedikit canggung dan bahkan bisa tiba-tiba lari tidak jelas.


Benar-benar tidak mengerti tentang jalan Emelin.


Lagipula di mata Emelin dirinya ini juga hanya sebatas Ayah dari Putranya bukan?


Tidak lebih dan tidak kurang.


Tidak, mungkin sedikit lebih...


Sebelumnya Emelin selalu memgagap dirinya sebagai 'Teman Tidur,' atau lebih tepatnya 'Lelaki bayarannya,'.


Tidak ada cinta dalam hubungan pernikahan kontrak mereka.


Tertulis jelas di kertas kontrak mereka, dan dirinya jelas setuju dengan hal itu.


Tapi memikirkan itu sekarang kenapa dirinya menjadi sedikit sedih ya?


Ada apa dengan perasaan ini?


Perasaan aneh yang terasa tidak nyaman,


####


Bersambung