
Johanes Anderson, Kakek Antony itu terlihat sangat menyukai Alex, jadi dia segera membawa Alex ke pangkuannya, dan mulai duduk di kursi utama.
Segera melihat itu, Antony serta Emelin segera duduk tepat disamping Thomas Anderson.
Emelin tentu saja pertama-taman, menyapa Ayah Antony.
"Selamat Malam, Paman Thomas."
Thomas lalu menatap kearah menantunya itu, lalu membalas dengan santai,
"Ya, selamat malam juga. Kamu tidak perlu begitu sopan, sekarang kamu bisa memanggilku, Ayah. Kamu adalah Menantu Keluarga Anderson kami,"
"Terimakasih Paman, Ah maksudku Ayah."
Antony tidak begitu merespon soal tanggapan Ayahnya itu, dan duduk diam disamping Ayahnya.
Alex saat ini sedang memilih beberapa makanan di meja untuk diletakan ke piringnya, Kakek Antony sepertinya sangat senang memanjakan cicitnya itu.
Lalu setelah mendengar sambutan Putranya itu, Johanes akhirnya ingat jika dirinya belum menyambut Menantunya dengan baik, dia lalu segera menyapa,
"Itu benar, kamu sekarang adalah cucu Menantu Dari Keluarga kami, selamat Datang di sini, Emelin,"
Mendengar itu, Emelin lalu tersenyum dan menjawab,
"Terimakasih, Kakek. Saya sangat senang bisa memasuki Keluarga ini, mohon bimbingannya,"
Johanes terlihat menatap Emelin dengan senang hati, lalu berkata,
"Tentu saja, aku sangat senang kamu bisa menjadi cucu menantuku. Astaga, takdir memang aneh, aku sebenarnya cukup dekat dengan Kakekmu, Emelin, itulah kenapa dulu kami berniat menjodohkan Mamamu, Olivia Smith dengan Putra Pertamaku, Thomas agar keluarga kami menjadi satu Keluarga, namun siapa yang tahu jika mereka memang tidak berjodoh, padahal aku sangat menyukai Mamamu, Emelin. Dia adalah wanita yang sangat baik dan berbudi luhur. Dan aku tidak pernah mengira, kalau kamu Putri dari Olivia akan menikahi Anak dari Putraku, Thomas, benar-benar mengejutkan bukan?"
Mendengar hal-hal itu, Emelin cukup terkejut. Sepertinya memang benar jika Keluarga mereka cukup dekat satu sama lainnya.
"Itu benar, awalnya aku tidak tahu soal perjodohan mereka dan soal Antony dari Keluarga Anderson. Ya, dan takdir memang bisa begitu aneh, aku sekarang yang mengantikan Mamaku memasuki Keluarga ini,"
"Hmm, ya aku cukup puas dengan ini. Sejujurnya aku cukup merasa sedih atas kejadian yang menimpa Olivia Smith, aku sudah mendengar hal-hal dari Media masa," kata Johanes dengan nada sedih dan penyesalan.
"Ya, itu benar. Mamaku memiliki nasip yang cukup malang untuk mengalami hal-hal menyakitkan itu sampai akhir hayatnya. Aku sedikit penasaran jika dulu, Mama tidak membatalkan perjodohan, apa yang akan terjadi,"
"Hal-hal sudah lama berlalu. Mungkin itu memang takdirnya seperti itu. Namun pada akhirnya, dua Keluarga ini tetap bersatu antara kamu, Cucu Jhonson Smith dan Cucuku, Antony. Dan bahkan kalian sudah memiliki seorang Putra yang begitu rumit. Jadi kenapa kamu tidak bilang dari awal? Ah, akan sangat baik jika Kakekmu masih hidup, dia pasti akan senang dengan kabar baik ini."
"Ahahaha... Untuk beberapa hal Pernikahan kami memang di rahasiakan. Namun aku juga tidak pernah menyangka jika Antony dari Keluarga Anderson, Kakekku juga tidak tahu, ini benar-benar resmi kebetulan."
"Begitu? Hmm sepertinya iya. Jadi bagaimana kamu bisa menikah dengan cucuku Antony? Kamu tahu, sebelumnya dia....."
Emelin sedikit tertawa, dan sampai keceposan bilang,
"Itu karena Antony sangat tampan,"
Setelah mengatakan hal-hal terlalu jujur, Emelin langsung menutup mulutnya karena merasa malu.
Kakek Antony lalu tertawa mendengar ucapan tidak terduga dari Cucunya itu.
"Kamu benar-benar tidak terduga. Sepertinya Kakekmu benar-benar memanjakanmu, hingga kamu bisa menikahi orang yang kamu suka,"
"Ah, awalnya kami juga di jodohkan oleh Kakekku."
"Di Jodohkan? Tapi bagaimana bisa?"
Tentu saja, Johanes merasa binggung.
Keluarga Smith adalah salah satu Keluarga Kelas Atas yang terhormat, dan jika tidak salah, melihat umur Putra mereka, apakah itu sekitar 7 tahun lalu?
Itu harusnya, latar belakang Antony dari Keluarga miskin biasa, namun bagaimana Jhonson itu mengijinkan Cucunya bersama dengan orang dari latar belakang biasa sebelumnya?
Emelin lalu dengan ringan menjawab,
"Di Dunia kita ini, mencari orang yang benar-benar tulus dan jujur cukup susah, itulah mungkin kenapa Kakekku memilihkan jodoh untukku, memilih Antony untukku, karena penilaiannya yang baik pada Antony, dan Kakekku terbukti benar. Antony adalah Suami yang sangat baik dan tulus, juga bertanggung jawab. Aku sejujurnya tidak begitu peduli lagi dengan latar belakang Keluarga Antony, karena untukku, Antony adalah suami terbaik yang aku miliki, dan aku sangat bersyukur memiliki Antony. Aku juga sangat senang dengan pilihan Kakekku, dia benar-benar baik dalam menilai orang,"
Mendengar penjelasan panjang lebar dari Emelin itu membuat Johannes sedikit terteguh.
Jadi ini adalah orang Pilihan dari Jhonson Smith?
Ini benar-benar cukup mengejutkan.
"Sepertinya Kakekmu memang memiliki penilaian yang baik. Memang, sekarang itu cukup susah mencari yang benar-benar tulus, apalagi di kalangan masyarakat kelas atas ini, semua orang seolah punya maksud tersediri ketika mendekati kita,"
"Haha... Itu benar, sangat susah mencari yang benar-benar tulus, apalagi yang benar-benar cinta."
Mendengar perkataan Emelin lagi, Kakek Antony itu lalu teringat sesuatu yang lainnya.
"Ah, aku sudah dengar soal masalah yang menimpa Keluargamu, terutama soal Ayahmu..."
"Ah benar. Ayahku memang sungguh mengecewakan dan tidak bisa dipercaya, aku bahkan tidak tahu harus merespon seperti apa,"
Mendengar bagaimana sepertinya Kepala Keluarga Anderson itu begitu akrab dengan Emelin, tentu saja ada beberapa orang yang tidak suka.
Dari tadi, Tante Antony, Veronica Anderson sudah memberikan kode ke suaminya Charles Anderson, agar memotong pembicaraan mereka.
Dan ini saat yang tepat mengingat soal skandal yang menimpa Ayah dari Emelin menyebalkan itu.
"Ah, itu benar, Emelin Ayahmu seorang Tahanan di Kepolisian bukan? Tidakkah ini begitu memalukan untuk memilih Besan seorang Kriminal? Ayah, seharusnya Ayah tidak perlu bersikap terlalu baik pada Emelin ini, mana tahu kalau dia ternyata sama seperti Ayahnya, dan hanya akan mengincar harta Keluarga kita, benar bukan, sayang?" Kata Charles dengan nada dingin.
"Kamu benar sekali, dia anak seorang Kriminal, bagaimana jika Keluarga lain tahu, jika Keluarga Anderson kami ini sekarang berhubungan dengan anak seorang Kriminal seperti Emelin ini? Tidakkah ini membuat malu nama Keluarga kita?"
Mendengar kata-kata pedas itu, Emelin lalu terdiam sebentar, mencoba menenangkan emosinya.
Antony sendiri merasa cukup tidak suka bagaimana dua orang itu mulai menjelek-jelekkan Istrinya itu, namun tangannya dipegang oleh Emelin.
Melihat ekpersi Emelin, dia tersenyum kearah Antony, lalu bersiap mengambil nafas, lalu mencoba membalas perkataan mereka.
"Ya, mau bagaimana lagi? Bahkan aku Putrinya sendiri tidak tahu Ayahku bisa seperti itu. Kalian tahu? Awalnya aku begitu menghormati dan menyayanginya, memberikan segalanya untuknya namun apa balasannya? Lihat, dia seperti itu dan ternyata bahkan memiliki Selingkuhan. Akulah yang memenjarakan, agar Ayahku itu mendapatkan pelajaran yang berarti di dalam penjara. Ya bagaimanapun juga semua orang memiliki hatinya sendiri-sendiri, bahkan Keluarga dekatpun tidak tahu sifat masing-masing, seseorang yang sangat dekat bisa saja menjadi orang yang paling berbahaya, aku hanya akan mengagap masalah Ayahku ini sebagai pelajaran penting. Bahwa dengan uang dan kekayaan, seseorang bisa berubah menjadi begitu jahat dan menusuk kerabatnya sendiri, tidakkah benar begitu Paman dan Bibi? Kita hanya perlu mengambil sisi positifnya saja agar hal-hal itu tidak ditiru,"
"Emelin? Apa maksudmu? Kamu menuduh kami, Hah?" Kata Veronica dengan marah.
"Apa maksud bibi? Aku tidak mengatakan apa-apa soal bibi, kenapa bibi jadi tersinggung?"
"Emelin, kamu itu jangan menjadi tidak sopan!" Kata Charles yang ikut marah.
"Paman Charles, Istriku tidak mengatakan hal-hal yang tidak sopan, dia hanya menceritakan soal keadaan keluarganya, apa yang salah dari itu? Hal-hal yang menimpa Emelin diluar jangkauan Emelin, dia sudah cukup malang,"
"Antony!! Kamu sekarang sudah berani berbicara dengan nada tinggi pada Pamanmu? Kamu dasar anak wanita Murahan!! Kamu tidak tahu sopan santun! Kakakku memang tidak tahu malu, bisa-bisanya membawa anak haram entah dari wanita murahan mana asalnya ini pulang ke Keluarga Anderson,"
Mendengar kata-kata tidak nyaman di meja makan itu, menjadi semakin tidak karuan, membuat Thomas yang dari tadi diam saja menjadi marah.
"Charles! Kamu jaga bicaramu!"
Namun akhirnya, Kakek Antony yang melihat sepertinya suasana makan malam ini semakin tidak karuan, menjadi emosi juga.
"Kalian semua cukup!! Jangan ada lagi yang berbicara dimeja makan!! Saat ini ada anak kecil disini yang meminta tingkah kekanak-kanakan kalian! Terutama kamu, Charles dan Istrimu itu"
"Ayah!! Kenapa Ayah membela anak haram Kak Thomas? Ayah bahkan membiarkan dia menjadi CEO di Perusahaan, jika saja Ibu masih hidup dia pasti tidak akan setuju akan hal-hal ini! Dia jelas akan ada dipihakku."
"Charles, jangan membawa-bawa Almarhum Ibumu,"
"Apa? Dia meninggal gara-gara Ayah!! Setelah tahu kalau Ayah memiliki anak haram juga! Sekarang aku mengerti kenapa Ayah membiarkan Kak Thomas membawa Putra haramnya itu! Bukankah itu karena Ayah sama saja dengannya?"
"Charles!! Dimana sopam santunmu hah?? Kamu semakin tua bukannya membaik namun malah semakin keterlaluan!!"
Saat ini pertikaian akan segera dimulai.
Emelin yang duduk disana menjadi binggung sendiri harus merespon apa.
Lalu dirinya menatap kearah Raka, yang sepertinya sedang menikmati makan malamnya seoalah-olah tidak terjadi apa-apa.
Raka!!
Dia AFK!! Benar-benar sedang offline dan tidak mau tau apa yang terjadi!
Pantas saja, Raka kadang mengeluh terlalu malas jika ada acara Makan Malam Keluarga Besar.
Apakah suasananya sekacau ini?
Emelin lalu menatap kearah Antony, yang seperti memiliki ekpersi tenang.
Namun ketika suasana sedang panas-panasnya ini, ada seseorang yang masuk kedalam ruangan itu.
"Selamat Malam semuanya, apakah aku telat untuk datang kesini? Sepertinya aku melewatkan kehangatan kalian. Kalian terlihat sangat menikmati makan malam ini dengan damai," kata orang itu sambil tersenyum.
Tatapan semua orang menuju kearah seorang Pria yang baru saja datang itu, menunjukan ekpersi terkejutnya, ada juga yang menatapnya dengan ekpersi dingin dan penuh kebencian.
Ekpersi rumit juga muncul dari wajah Antony.
Emelin tidak bisa berhenti bertanya-tanya, tentang siapa Identitas Pria itu?
Namun tanpa memperdulikan semua orang dia mulai duduk di kursi kosong.
"Sepertinya aku akan bergabung dan menikmati makan malam yang indah ini dengan kalian,"
####
Bersambung