Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 43: Satu Kantor


Hari sekali lagi cepat berlalu, pagi ini Emelin juga tidak lupa untuk membuatkan bekal untuk Antony, karena memang mumpung dirinya tidak sibuk, besok kalau sibuk dirinya pasti tidak akan sempat.


Mendengar kata-kata sederhana dari Antony kemarin yang dia bilang menyukainya, jadi tentu saja Emelin begitu bersemangat untuk memasak lagi.


Yah, walaupun kemampuan memasaknya tidak terlalu bagus, namun ini juga tidak terlalu buruk.


Tapi Antony bilang dia menyukainya....


Ah....


Memikirkan itu semalaman membuat Emelin merasa senang.


Tidak ada hal yang terjadi semalam, mereka hanya makan malam seperti biasa dan tidur dikamar masing-masing. Hanya, entah kenapa suasana makan malam menjadi lebih hangat.


"Mama, apakah kita sudah sampai?"


Ah benar, karena memikirkan Antony dari tadi membuat Emelin hampir lupa, kalau saat ini mereka berdua sedang dalam perjalanan menuju gedung perkantoran milik Anderson Group.


Iklannya juga dibuat disana siang ini, jadi begitu Alex pulang dari sekolah, mereka makan siang di luar lalu langsung menuju ketempat ini.


Saat ini mobil mereka berhenti didepan sebuah gedung mewah dan megah yang begitu tinggi.


Dari balik jendela, Emelin menatap gedung itu.


Memang, Anderson Group levelnya benar-benar berbeda jika dibandingkan dengan Perusahaan Smith.


Ini benar-benar gambaran dari sebuah Perusahaan Multinasional.


Ini juga merupakan pertama kalinya, Emelin pergi ke gedung Perusahaan ini.


Walaupun dimasalalu dirinya berteman baik dengan Raka, namun Raka tidak pernah mengajaknya kesini.


Memang, melihat masalalu Raka, seolah gedung perkantoran di depannya ini tidak ada hubungannya dengan Pemuda nakal itu.


"Ya, sepertinya kita sudah sampai. Apakah Alex lelah?"


"Tidak-tidak, Alex tidur siang cukup saat perjalanan ini."


Melihat putranya juga sepertinya cukup bersemangat untuk ini, membuat Emelin juga senang.


"Bagus, bagus, Putra Mama memang yang paling hebat. Mari kita segera turun."


Kemudian, dua orang itu turun dari mobil itu, mulai berjalan memasuki pintu depan gedung itu.


Tadi pagi juga dirinya dapat telepon dari Raka, kalau dia tidak bisa menemani dirinya dan Alex berkeliling karena dia harus mengurus proyek di luar kantor.


Sayang sekali, dia mungkin jadi orang sibuk sekarang.


Disini, saat Emelin memasuki gedung itu, banyak orang yang berlalu-lalang disana, membuat Emelin sedikit binggung.


Mungkin dirinya harus bertanya ke resepsionis soal dimana ruangan pembuatan iklan.


"Permisi, saya ingin bertanya sesuatu,"


"Silahkan, apakah ada yang dapat saya bantu?" Jawab Resepsionis itu dengan ramah.


"Saya ingin bertanya, soal ruangan untuk pembuatan iklan,"


"Apakah anda ada perlu disana?"


"Kebetulan, Putra saya yang akan membintangi iklan disana,"


"Ah, baik-baik. Tadi Manager Pemasaran sudah bilang pada saya bahwa anda akan datang. Saya akan antarkan anda ke lokasi," kata Resepsionis itu dengan ramah, lalu resepsionis itu berkata pada salah satu temannya untuk mengantikannya didepan.


Sebenarnya, Resepsionis ini sedikit heran, kenapa tiba-tiba Pak Manager bahkan memperlakukan bintang iklan kecil ini dengan cukup ramah?


Ini seperti dua orang ini adalah orang yang cukup penting, jadi dirinya tidak benar-benar berani berbuat tidak sopan dan hanya mematuhi perintah.


Sepertinya, ini seseorang yang masuk dengan koneksi atau sesuatu.


Resepsionis itu menatap Ibu dan anak itu sedikit, namun tatapannya berhenti saat melihat wajah anak itu.


Wajah itu....


Wajah kecil ini terlihat cukup familiar.


Tiba-tiba dirinya terbesit untuk memikirkan wajah Pak Presdir mereka.


Namun dirinya segera menepis pemikirannya barusan.


Hmm, mungkin hanya kebetulan mirip dengan Pak Presdir.


"Silahkan melewati lift ini," kata Resepsionis itu menuju kesalah satu lift biasa untuk pegawai.


Disana lain mereka segera menuju kelantai 12 yang mengurus soal perikanan produk.


Ketika lift dibuka, ada sebuah lorong panjang.


Disana sepertinya ada beberapa ruangan terpisah, mereka berjalan melewati pintu-pintu ini, sepertinya ruangan untuk mengurusi iklan berada di paling ujung.


Namun saat mereka berjalan melewati pintu tertentu, salah satu pintu itu terbuka, seseorang keluar dari Ruangan itu.


Ini adalah wajah yang familiar.


Emelin tentu cukup mengenali wajah orang ini.


"Ah, Paman Thomas?" Sapa Emelin memastikan.


Pria parubaya itu, lalu menatap Emelin sekilas, seperti tengah mengigat-ingat sesuatu.


"Kamu....."


"Saya, Emelin Smith, teman Raka, apakah Paman tidak ingat?"


"Ah, benar, kamu Emelin yang itu? Aku cukup pangling, mungkin karena sudah lama tidak bertemu,"


"Bagaimana kabar Paman?"


"Cukup baik. Dan kamu disini untuk?"


"Kebetulan, saya mendapatkan tawaran dari Raka untuk memerankan beberapa Iklan, ah bukan saya sih, namun Putra saya,"


"Kamu sudah memiliki, seorang anak?"


"Ya begitulah, Paman. Mari Alex, perkenalkan dirimu, ini Paman Thomas Anderson, Paman dari Kak Raka yang kemarin itu,"


Lalu, wajah kecil yang dari tadi berada di belakang Emelin itu muncul, menatap Pria parubaya didepannya itu.


"Alexander Smith," kata Alex singkat.


Sekilas tatapan dua orang itu saling bertemu.


Melihat anak itu dari dekat, Thomas menatap kaget.


Wajah ini....


Ini benar-benar mirip dengan Putranya Antony.


Ini mengigatkannya pada sesuatu...


Ah begitu, jadi ini Emelin yang sama.


Emelin Istri dari Putranya.


Dan anak ini....


Ini pasti Putra Antony, yang berarti ini adalah Cucu nya.


Mendapatkan pertemuan yang tiba-tiba cukup mengejutkan.


Namun sebelum dia sempat bereaksi, Emelin melihat kearah jam tangannya.


"Ah, Maaf Paman Thomas, sepertinya aku harus segera pergi, mungkin lain kali saja kita ngobrol-ngobrol,"


Menenangkan ekpersinya, Thomas lalu berkata,


"Baiklah-baiklah, lain kali saja."


"Kamu belum tahu?"


"Maksud Paman?"


"Sudahlah, bukankah kamu buru-buru?"


"Ah, iya benar juga. Kami permisi Paman," kata Emelin lalu segera pergi dari saja menuju ujung ruangan.


Resepsionis yang menatap percakapan dari tadi merasa cukup kaget.


Jadi memang benar, kalah wanita didepannya ini sepertinya memiki beberapa koneksi Istimewa.


Pantas saja Pak Manager menjadi begitu sopan padanya.


Rupanya dia mengenal pentinggi Perusahaan, dari nadanya yang santai, sepertinya dia kenal baik dengan mereka.


Memikirkan itu, Resepsionis itu hanya bisa tetap tersenyum, untunglah dirinya cukup sopan dan tidak menyinggung orang.


Thomas menatap kepergian Emelin dan Putranya itu.


Dia mulai memilikirkan, bahwa ini akan menjadi hal yang cukup rumit.


Hubungan Emelin dan Raka cukup baik dulu, walaupun mereka sempat putus kontrak.


Namun hubungan Raka dan Antony sangat buruk.


Emelin juga ternyata Istri dari Antony.


Kemudian dirinya mulai mengigat lagi kejadian beberapa tahun lalu....


Ada alasan kenapa Putranya mau menerima menjadi Pewarisnya dan memasuki Keluarga Anderson.


Dirinya yang memaksanya itu karena....


Sudahlah, dirinya tidak mau terlalu memikirkannya lagi.


Hubungan dirinya dan Putranya masih cukup buruk juga mungkin karena kejadian itu.


####


Disisi lainnya, Emelin yang sudah sampai di tempat pembuatan Iklan itu mulai menyapa semua orang.


Produsen yang bertanggung jawab atas pembuatan iklan itu juga menerima Putra Emelin dengan baik, bagaimana sepertinya anak ini cukup pantai dalam berbicara.


Lihat, dia juga memiliki ingatan yang cukup baik.


Setahunya, naskah Iklan ini baru dikirimkan kemarin, namun sepertinya anak bernama Alexander ini sudah menghafalnya dengan baik.


Saat ini, Produsen sedang melihat bagaimana Alexander masih berlatih disana.


Sambil menunggu Artis kecil lainnya yang juga akan berperan dalam iklan Produk anak-anak ini.


Tapi ini sudah hampir jam setengah tiga, kenapa Artis kecil yang satunya belum juga muncul?


Sebenarnya awalnya memang akan ada dua artis yang akan berpartisipasi dalam acara ini, namun artis yang satunya tiba-tiba sakit, namun untungnya itu bukan Artis bintang utama, Artis bintang utamanya adalah Artis kecil yang belum datang ini, Alex hanya menemani sebagai pemain tambahan.


Namun memang pemain tambahan ini sangat dibutuhkan agar iklan ini terlihat lebih natural dan hidup.


Melihat bagaimana Putranya berlatih dialog dengan cukup bagus, Emelin terlihat begitu senang.


Disini, tidak beberapa lama, Alex sudah bisa berhasil mengambil hati para Kru Iklan, ini benar-benar bakat yang langka.


Putranya ini benar-benar begitu keren!!


Owh, apakah ini bakat bawaan dari dirinya?


Owh ya ampun, Putranya benar-benar sangat lucu dan keren.


"Mama, apakah Alex melakukannya dengan baik?"


"Sangat baik,"


"Namun Alex begitu gugup, ini pertama kalinya Alex menjadi bintang iklan seperti ini sendirian tanpa Mama,"


"Tenang saja, Mama akan ada disini menemani Alex dan melihat Alex, Alex tidak perlu cemas,"


"Baik-baik, Terimakasih Mama,"


"Hmm,"


"Mama, antarkan Alex ke Kamar Mandi sebentar boleh?"


"Oke-oke, mari kita kekamar mandi,"


Disana, lalu Emelin bertanya dimana kamar mandi, namun seperti Kamar Mandi ada di lantai atas, agak jauh dari sini, itu dekat dengan lokasi lift khusus untuk petinggi Perusahaan.


Hah, kekamar mandi saja cukup ribet ternyata.


Dengan hati-hati, Emelin melewati lorong itu, mencari kamar mandi, namun ketika dia kebingungan itu, Alex putranya menabrak seseorang.


"Aw... Kamu kalau lihat pakai mata!" Itu adalah suara kecil yang cukup cempreng.


"Aku tidak sengaja, nona kecil," kata Alex terlihat sopan.


"Si... Siapa yang kamu panggil Nona? Aku anak laki-laki! Apakah kamu tidak lihat?" Kata anak itu dengan wajah memerah karena marah.


Emelin menatap anak kecil didepannya, anak itu mengenakan pakaian biasa yang terlihat cukup mewah, namun dia memiliki wajah kecil yang terlihat cukup cantik, kulit begitu putih, jika hanya memandangnya sekilas, orang-orang pasti akan salah mengagap anak kecil didepannya ini sebagai seorang gadis.


Terlihat seperti anak laki-laki kecil itu seumuran dengan Alex, anak itu terlihat mendorong Alex, dan berkata dengan cukup dingin dan arogan.


Ya ampun, pertengkaran anak-anak....


Disisi lainnya, dari dalam lift, lift itu terbuka, hal pertama yang orang didalam lift itu lihat adalah ada dua anak kecil bertengkar, lalu seorang wanita yang cukup dikenalnya.


Ini...


Emelin?


Bagaimana dia bisa disini?


Antony yang ada perlu untuk mengujugi salah satu ruangan di lantai ini pun, langsung menutup Lift tiba-tiba.


Sekertaris Antony yang juga berniat keluar itu jadi kaget dengan tingkah Pak Presdir mereka tiba-tiba.


"Ada apa Pak?"


"Sebaiknya lain kali saja kita kesini, ada hal lain yang harus di urus,"


"Ah, baiklah."


Emelin tadi tidak sempat melihat dirinya kan?


Tidak kan?


Tadi pagi Emelin memang sempat cerita kalau dirinya dan Alex berniat untuk ikut Iklan tertentu.


Namun dunia terlihat begitu sempit, dari semua tempat dirinya tidak mengira kalau itu di Perusahaan Anderson....


Kebetulan sekali bukan?


Akan sangat merepotkan jika mereka kebetulan bertemu disini.


Bagaimana dirinya akan menjelaskan ini pada Emelin?


Dirinya tidak pernah bermaksud menyebuyikannya hanya saja....


Hal-hal di Keluarga Anderson sangat rumit, tidak ingin mereka berdua terlibat.


Memikirkannya saja sudah membuat Antony merasa pusing.


####


Bersambung