Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 26: Asisten Baru


Johanes hanya bisa menghela nafas panjang melihat semua orang sepertinya menentangnya itu.


"Kalian semua cukup! Ini sudah menjadi keputusanku, dan lagi selama ini Presdir Perusahaan menjadi begitu sibuk mengurus semuanya sendiri, dia masih membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dengan baik untuk membangunkannya, terutama Wakil Presdir saat ini tidak menunjukan kinerja yang baik dan malah hanya menambah beban kerja, Presdir kita, seseorang yang kalian ajukan untuk posisi itu, aku harap kalian paham. Dan keputusan ini sudah bulat,"


Raka yang awalnya tidak tahu-menahu itu, hanya duduk santai di Ruangan Rapat, begitu namanya di sebut, dan menadapatkan tatapan tajam dari Kakeknya, perasaannya menjadi rumit.


Sial.


Kenapa Kakeknya malah menjadikannya kambing hitam untuk bisa memasukan Paman Viktor itu?


Dirinya jelas tidak melakukan kesalahan apapun, dan bahkan melakukan beberapa pekerjaan bagus salam Pak Presdir mereka pergi.


Ada apa dengan ini?


Memang Kinerjanya tidak sebagus itu namun tetap saja...


Bahkan sekarang Ayahnya menatapnya dengan tajam.


Apa...


Apa yang kalian semua mau dariku....


Memikirkan tatapan semua orang itu, Raka hanya menunduk dan mencoba menghindarinya.


Sial, sudah dirinya duga tidak ada hal yang baik tentang mengikuti Rapat menyebalkan ini.


Viktor yang menjadi topik hangat pembicaraan, lalu mulai mengikuti pembicaraan.


"Saya sangat berterimakasih atas kepercayaan yang di berikan oleh Bapak Ketua Direksi. Saya juga berharap Para Anggota Direksi sekalian juga percaya pada saya, saya akan berusaha memberikan kontribusi yang cukup bagi Perusahaan dan tidak mengecewakan kalian,"


"Benar, sakadarang saya akan meresmikan, Viktor Andrson sebagai salah satu Direktur Perusahaan Anderson. Kami juga sudah mengatur Asisten Baru untuk Direktur baru ini, semoga kinerja kedalamnya akan meningkatkan Perusahaan," kata Johanes lagi.


"Tentu saja, saya tidak akan mengecewakan."


"Baik, sepertinya sampai sini saja Rapat untuk hari ini. Saya akan menutup Rapat kali ini,"


Dan begitulah Rapat itu akhirnya selesai juga.


Merasa akhirnya lega, Raka tentu saja buru-buru keluar dari Ruangan Rapat.


Namun yang mengejutkan, Raka melihat sosok yang familiar bersisi di dekat ruang Rapat bersama dengan beberapa Asisten lainnya, yang terlihat menunggu atasan mereka.


Dengan kaget, Raka hendak menyapa dan mendekat, namun sebelum dia mendekat, sudah ada seseorang lainnya yang ternyata mendekat ke arah gadis itu.


Tunggu...


Bukankah itu Paman Viktor?


Viktor yang menyapa Asisten barunya itu lalu, melihat Raka yang mendatangi mereka dari jauh.


Segera menyambutnya dengan ramah,


"Raka? Kamu mencari Asistenmu juga?"


Tatapan Raka bertemu dengan tatapan Alissya yang juga memiliki ekpersi kaget.


Namun kekagetan itu tidak berlangsung lama karena Viktor, segera mengajak bicara Raka.


"Raka? Ah? Kamu pasti penasaran bukan dengan orang disampingku ini? Perkenalkan, ini Alissya Callisto, Asisten baruku,"


"Asisten Baru Paman?"


"Iya, benar. Dia asistenku mulai sekarang,"


Raka masih menatap bergantian antara Alissya dan Pamannya Viktor.


Ekpersi Raka menjadi cukup rumit.


Kenapa dari semua posisi, Alissya harus menjadi Asisten untuk Pamannya ini?


Sungguh, memikirkan ini perasaan Raka menjadi rumit.


Alissya juga cukup binggung setelah melihat ekpersi cemberut di wajah Raka.


Ada apa lagi ini?


Bagaimanapun juga dirinya juga masih baru di Perusahaan ini, dan belum terlalu mengerti soal Perusahaan ini, hari ini juga baru hari pertamanya masuk kantor setelah wawancara beberapa hari lalu.


Raka mencoba menetralkan ekspresinya, lalu berkata,


"Ah begitu. Sepertinya aku buru-buru dan ada urusan, aku pergi dulu,"


Ya, Raka lebih memilih kabur dari pada menghadapi semua ini.


Dirinya masih binggung harus berekspresi seperti apa setelah tahu.


Dia langsung menuju ke Ruangannya sendiri.


Namun pada akhirnya, Siang itu Raka tidak fokus pada pekerjaannya.


Masih kepikiran soal Alissya.


Apakah dia akan tahan dengan Pamannya yang jahat itu?


Ukhhh...


Memikirkannya benar-benar membuat Raka pusing.


Disisi lainnya, Antony juga tentu saja menerima laporan soal Alissya yang diterima di Perusahaan.


Namun dari semua posisi, dirinya juga tidak menyangka dia akan menjadi Asisten Pamannya.


Dirinya tidak tahu tujuan apa yang Pamannya buat itu untuk kembali kesini.


Dirinya kira, dulu sekali sejak dia pergi ke Luar Negeri, dia akan menyerah untuk ikut terlibat dalam perebutan kekuasaan di Perusahaan Anderson ini, namun tidak mengira dia akan benar-benar kembali sekarang.


Dan bagaimana jika Pamannya ini memiliki semacam skema tersembunyi?


Dirinya takut, nanti Alissya juga akan menjadi terlibat dalam hal-hal ini.


Belum mengurusi soal Pamannya Charles yang selalu saja mencari-cari kesalahannya, sekarang ada tambahan dengan Pamannya Viktor.


Memikirkan semua ini, membuat kepala Antony menjadi pusing sendiri.


Sungguh, masalah datang begitu cepat.


Belum juga, sebelumnya ada masalah di Proyek dan Mata-mata di Parusahaan belum ditemukan.


Semua menjadi semakin rumit saja.


Sejak memasuki Keluarga Anderson ini, Antony merasa beban hidup menjadi semakin banyak.


Namun memang ada banyak keuntungan yang di dapatkan, namun bayarannya juga setimpal.


Tapi yang lebih penting, ada baiknya dirinya segera menghubungi Alissya untuk memberikannya peringatan.


Antony lalu segera mengambil ponselnya.


Disana ternyata ada sebuah pesan dari, Istrinya.


'Hmm, jangan terlalu lelah. Istirahat yang cukup, dan pulang tepat waktu, aku menunggumu, salam sayang dari Istrimu tercinta, Emelin,'


Melihat itu, Antony yang pusing dengan urusan kantor itu menjadi sedikit rileks.


Ya, bagaimanapun juga dirinya harus bisa mengatasi semua ini, agar bisa tetap menjaga Keluarganya.


Bagaimanapun juga, dirinya tidak mengingkari, untuk melindungi sesuatu yang berharga, dirinya harus memiliki kekuatan yang cukup, pengaruh yang cukup, jika tidak, siapa yang tahu nanti jika terjadi sesuatu pada Emelin lagi, dirinya tidak bisa melindunginya?


Ya, dirinya harus tetap semangat menghadapi hal-hal merepotkan ini.


Pertama-tama, harus menemukan seseorang di pihaknya dulu.


Namun sebelum memikirkan hal-hal itu, Antony membalas pesan Emelin dulu,


'Tentu, sayangku. Aku akan pulang tepat waktu, tunggu saja aku ya? Mengerti?'


Kemudian segera dia menelpon Sepupunya itu.


"Hallo, Alissya, bagaimana pekerjamu di hari pertama?"


'Semua baik-baik saja, aku masih menyesuaikan diri disini, sekali lagi, Terimakasih atas Pekerja yang Kakak berikan,'


"Tidak, tidak. Itu kamu yang memiliki kualifikasi yang cukup,"


'Kakak terlalu banyak memuji. Ngomong-ngomong, ada apa Kak? Tumben menelepon,'


"Aku baru tahu jika kamu menjadi Asisten untuk Pamanku Viktor,"


'Ada apa dengan itu?' tanya Alissya dengan binggung, karena sepertinya beberapa orang merasa tidak nyaman setelah dirinya menjadi Asisten Viktor ini?


Tadi Ekpersi Raka juga terlihat jelas di wajahnya, betapa kagetnya dia.


Apakah memang ada sesuatu?


"Aku hanya memintamu untuk hati-hati dengan Paman Viktor, jika bisa memang sebaiknya sembunyikan hubungan kita. Tidak, sepertinya walaupun di sembunyikan, dia pasti akan tahu jika menyelidikinya. Kamu jawab saja sesuatu yang sedikit ambigu jika dia bertanya,"


'Aku sudah melakukan sejak Interview kemarin. Karena nama Keluarga kita sama, dia memang sempat curiga,'


"Jadi begitu. Pokoknya kamu harus hati-hati dan waspada saja dengan dia, dan jangan sampai kamu terlibat hal-hal yang dia rencanakan, hubungan dia dengan Ayah dan Pamanku sangat buruk. Aku tidak tahu, apa yang dia rencanakan dengan bergabung di Perusahaan ini,"


'Aku mengerti. Apakah butuh aku untuk mengawasinya juga?'


"Tidak perlu. Ini terlalu bahaya, yang penting kamu kerja saja sesuai Prosedur Perusahaan, dan mengikuti peraturan dengan benar, dan jaga dirimu sendiri,"


'Baik, aku akan menjaga diriku sendiri, terimakasih atas peringatannya,'


"Jika ada apa-apa, kamu bisa menghubungiku,"


'Tentu, saja. Terimakasih sekali lagi,'


Kemudian, telepon di akhiri.