
Keesokan harinya, kebetulan adalah akhir pekan, dan lagi sekolah Alex libur ketika hari Senin.
Berhubung, Emelin merasa suntuk dan terlalu lelah, semalam dirinya mengajukan untuk mengajak Alex dan Antony pergi berlibur, lagipula mereka sudah lama tidak pergi liburan bersama.
Pagi ini, dicuaca cukup pagi ini, Emelin dengan rajin membereskan koper dibantu oleh pembantu.
"Jadi, Alex ingin memakai baju yang mana?" Tanya Emelin pada Putranya disampaignya.
"Itu terserah, Mama."
"Baiklah-baiklah, kamu akan terlihat lucu memakai baju ini," kata Emelin lagi sambil mengambil salah satu Baju santai milik Alex.
Disini, lalu Alex mulai bertanya,
"Apakah kita pergi ke Pantai Mama?"
"Ya, kita akan pergi Ke Luar Kota untuk dua hari kedepannya, dan Mama sudah memesan tiketnya dan juga hotel. Kita tinggal pergi nanti jam 10."
"Sudah lama Alex tidak pergi berlibur, apakah kali ini Mama tidak sibuk?"
Disini, Emelin mengerti pertanyaan Alex, bagaimanapun juga ada masa dimasalalu mereka juga pergi liburan bersama seperti itu, atas anjuran Kakek Emelin, namun ketika sampai ditempat berlibur, biasanya setelah setengah hari menemani Alex, Emelin akan pergi bertemu dan bersenang-senang dengan teman-temannya saat liburan, tidak lagi memperhatikan Alex, meninggalkan anak itu dengan Antony.
Memikirkan ini, Emelin juga jadi merasa sedih.
"Ya, kali ini kita akan menghabiskan liburan bersama-sama dari awal sampai akhir. Mama tidak akan sibuk dan pergi kemana-mana,"
"Benarkah?"
"Ya! Benar!"
Alex terlihat sangat gembira,
"Alex ingin pergi ke pantai dan bermain dengan Mama..."
"Ah... tapi jangan terlalu jauh ya, Mama tidak bisa berenang,"
"Alex bisa berenang!"
"Ah benarkah?"
"Sedikit...."
Mereka lalu saling mengobrol, Alex terlihat sangat antusias dengan rencana liburan ini, dan terlihat sangat menantikannya.
Melihat itu, Emelin lalu mulai membereskan pakaian yang akan dibawa oleh Alex, semalam dirinya sudah menyiapkan koper miliknya, sekarang hanya tinggal punya Alex dan....
Sepertinya Antony bisa membereskan kopernya sendiri?
Dan begitu Keluarga kecil itu memutuskan untuk pergi berlibur kesalahan satu Pulau liburan tertentu.
####
Siang itu, panas begitu terik ketika Emelin tiba di bandara tempat liburan direncanakan. Membutuhkan lebih dari satu jam untuk perjalanan ke tempat ini.
"Ah, bukankah begitu panas, Alex?"
"Ya, ini membuat Alex begitu haus."
"Aku akan membelikan kalian minuman, disana ada mesin penjual otomatis," kata Antony menawarkan dengan sigap.
"Jadi Alex mau minum apa?"
"Jus Jeruk!"
"Baik, Jus Jeruk untuk Alex dan Soda untukku."
Lalu Antony tanpa banyak bertanya, dia membeli minuman disana.
Sambil menunggu Antony, mereka duduk disalah satu kursi disana, lalu mengabil beberap fotonya dan Alex.
Akan bagus jika membuat rekaman Video liburan itu.
Lalu Emelin segera menyalakan kamera, hanya merekam beberapa Video untuk di Upload nanti.
Ini pasti juga akan menjadi konten yang menarik.
Namun setelah semua dirinya disini berlibur bukan untuk itu, hanya benar-benar ingin bersantai sejenak dan ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan Putranya.
Sangat senang melihat Alex terlihat sangat bahagia seperti ini.
Tidak beberapa lama, Antony datang dan memberikan minuman kaleng yang Alex dan Emelin inginkan.
Namun ada masalah disini, Emelin terlihat kesusahan membuka kaleng minuman, padahal dia sudah mau membuka kan milik Alex.
"Mama tidak bisa membukanya juga?"
Wajah Emelin sedikit malu untuk mengakui ini, lalu dia melirik sekilas kearah samping.
Disana, terlihat Antony sudah meminum minuman yang dibelinya, sekilas Emelin melihat itu adalah sekaleng kopi hitam.
Ah?
Jadi Antony suka kopi hitam yang begitu pahit itu?
Dirinya tidak pernah begitu memperhatikan ini, sekarang dirinya ingat, kalau setiap pagi Antony juga akan meminum secangkir kopi hitam.
Hal yang cukup baru untuk Emelin tahu tentang kesukaan suaminya ini.
Antony yang merasa ditatap itu, tanpa banyak berkata, lalu mengabil kaleng jus dari Emelin.
Emelin yang menyadarinya lalu langsung mengangkat tangannya.
Antony lalu setelah membuka kaleng minuman dengan mudah, lalu menyerahkan minuman itu pada Alex, dan Alex meminumnya dengan gembira.
Lalu sekali lagi dia menatap kearah Emelin, disini, Emelin yang ditatap itu menjadi gugup sendiri, apalagi jarak antara dirinya dan Antony begitu dekat sekarang.
"A... Apa?"
"Minumanmu?"
Ah, Emelin mengerti, jadi Antony juga berniat membuka minuman untuknya juga?
Emelin lalu menyerahkan soda ditangannya, kearah Antony agar dia buka.
Namun siapa yang tahu, kalau setelah Antony coba buka, isi soda itu malah keluar kemana-kemana dan meledak seperti itu.
Owh ini mengigatkannya kalau tadi sempat Emelin kocok karena kesal kalengnya tidak bisa dibuka.
Tumpahan soda itu terkena di baju biru muda Antony, benar-benar menjadi pemandangan yang mencolok terkena soda yang berwarna hitam.
"Ah... Maaf aku tadi lupa mengocoknya,"
Disini, Emelin buru-buru mengambil tisu di tasnya, lalu mengunakan tisu itu untuk membersihkan baju Antony.
Tangan lembut itu sepintas menyentuh permukaan baju yang agak sedikit terbuka, dada Antony.
Merasakan permukaan hangat yang disentuhnya secara tiba-tiba itu membuat Emelin jadi gugup.
Meraba-raba dengan tisu sana, membuat Emelin merasa ini salah!!
Sepintas tatapan mata mereka bertemu.
Rasanya cukup membuat Emelin bertambah gugup.
Antony yang juga merasakan ini terlihat aneh, lalu berkata,
"Biar aku sendiri yang membersihkannya,"
"Ah? Baiklah."
Dan tidak banyak hal yang terjadi sampai mereka sampai di kamar hotel.
Namun yang membuat Emelin terkejut, itu adalah desain Kamar Hotelnya.
Ah...
Iya Emelin lupa hanya memesan satu kamar saja, dan lagi kamar ini...
Ini kamar pasangan...
Yang lebih parah, di tengah tempat tidur ada bunga mawar yang disusun dengan bentuk hati.
Antony menatap kearah tempat tidur, lalu memantap kearah Emelin.
Emelin merasa gugup.
Sepertinya dirinya salah pilih paket!!
Ini sepertinya paket menginap di hotel untuk Pasangan Bulan Madu!!
Ah....
Pantas saja desainnya terlihat sedikit....
"A... Aku rasa aku salah pilih kamar, ini sepertinya disiapkan untuk pasangan yang sedang berbulan madu,"
Melihat wajah Emelin yang memerah karena merasa malu itu, membuat Antony merasa sangat ingin sedikit mengodanya.
"Anggap saja ini salah satu Bulan Madu kita, lagipula kita juga sepasang suami istri,"
"Tidak lihat kalau kita bukan pasangan yang baru menikah? Lihat kita membawa seorang anak," kata Emelin sambil menunjuk kearah Alex yang sekarang bermain-main dengan bunga-bunga di tempat tidur itu.
"Hmm, mau membuat seorang adik untuk Alex?"
Muka Emelin bertambah merah karena merasa semakin malu.
"Kamu... Leluconmu benar-benar hebat..."
Disini, Antony lalu sedikit tertawa juga.
"Kamu terlihat lucu,"
Disini, melihat ekpersi tertawa dari Antony membuat Emelin merasa sedikit heran.
Ah...
Jadi suami dingin ini juga bisa tersenyum dan tertawa bebas seperti ini?
Ah....
Mataku...
Terlalu silau....
####
Bersambung