
Mendengar pertanyaan Antony tersebut, Emelin langsung binggung mau menjawab apa, dirinya punya firasat kalau jawabannya mungkin akan mempengaruhi hubungan antara dirinya dengan Antony dimasa depan.
Lagipula, tadi malam hal-hal yang Antony katakan benar-benar sesuatu seperti,
'Emelin kamu milikku.... Hanya milikku.... Aku sangat menyukaimu... Sangat suka....'
Entah itu benar-benar isi hati Antony atau bukan.
Sekarang dirinya juga mulai memikirkan sikap Antony yang agresif tadi malam, itu bukan seperti Antony, lebih seperti mungkin saja itu Isabella sialan itu memberikan obat yang tidak-tidak pada Antony?
Itu benar!!
Si Wanita Tidak Tahu Malu itu!!
Itu pasti dia mulai kehabisan akal dan mengunakan rancana tercela ini!!!
Sekarang itu cukup menjelaskan keadaan Antony tadi malah mungkin tidak sadar, dan hanya bicara omong kosong.
Namun rasanya kata-kata Antony begitu nyata....
Entahlah, mungkin itu hanya pengaruh obat saja yang jelas apapun itu....
"Hmm, aku tidak keberatan.... Ini bukan seperti kita baru melakukannya sekali atau dua kali.... Hanya.... Hanya.... Jangan terlalu berlebihan...." Bisik Emelin dengan suara yang sangat rendah.
"Apa? Apa yang kamu katakan? Aku tidak dengar? Suaramu terlalu pelan," goda Antony lagi.
Emelin lalu mengabil bantal tidak dipakai di ranjang Alex, lalu melemparkannya pada Antony.
"Antony kamu bodoh!!! Hpmh!!"
"Emelin, kenapa begitu malu-malu sebelumnya kamu tidak pernah malu-malu seperti itu,"
"Di... Diamlah!!"
"Jadi kamu benar-benar selalu menyukainya?"
"Ja.... Jangan bertanya sesuatu yang sudah jelas... Jika aku tidak menyukainya mana mungkin aku mau melakukannya lebih dari sekali denganmu sejak dulu,"
Mendengar jawaban serius itu, Antony lalu tersenyum.
"Itu benar. Cukup masuk akal,"
Dengan sisa keberaniannya, lalu Eminem mulai bertanya,
"Lalu bagaimana dengan mu?"
Antony lalu hanya tertawa,
"Hmm, jika aku tidak menyukainya bagaimana aku bisa melakukannya berkali-kali sebelumnya?"
"A... Aku pikir kamu terpaksa...."
"Kamu tahu Emelin? Di dunia ini tidak ada hal yang benar-benar bisa memaksaku, kalau aku tidak ingin melakukannya, aku tidak akan melakukannya,"
"Lalu kamu menikah denganku...."
Antony lalu hanya menatap kearah Emelin, tersemyum misterius.
"Entahlah, aku juga tidak benar-benar mengerti. Hanya rasanya dulu begitu aneh, ketika tiba-tiba ada seorang gadis yang mengajukan sebuah permintaan tidak masuk akal, dan entah kenapa aku tidak bisa menolaknya,"
"Jawaban macam apa itu?"
"Jadi dari mana kamu mendapatkan ide yang begitu konyol ini?"
"Aku mendapatkan ini setelah menonton sebuah Drama,"
Antony lalu tertawa mendengar perkataan jujur dan polos dari Emelin tersebut, benar-benar jawaban yang tidak terduga sekali?
"Kamu ini benar-benar... Jadi apakah dalam Drama itu seorang wanita mengajukan sesuatu seperti itu?"
Emelin segera mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Aku memikirkannya, saat itu aku menyukai Drama itu, dan sangat suka mendengar kata-kata Pemeran Utama Pria berkata sesuatu seperti ini, 'Kamu harus menikah kontrak denganku, dan melahirkan seorang anak untuku, tidak ada penolakan,' dia mengatakannya pada seorang gadis polos miskin dengan nada yang keren dan mendominasi, aku mencoba mengikutinya tapi setelah memikirkannya lagi, ini terlalu memalukan," kata Emelin, sambil menutupi wajahnya dengan tangannya.
Ini adalah salah satu dari kenyataan memalukan yang dirinya lakukan dimasalalu.
Memikirkan tindakannya dimasa lalu yang benar-benar terlihat seperti gadis kecil nakal terlihat sangat memalukan!!!
"Hey!! Berhenti tertawa!! Kamu benar-benar menyebalkan!!"
"Astaga Emelin, kamu memang seperti itu bagaimana kamu tidak mudah ditipu? Bagaimana jika kamu mengatakan hal-hal itu pada orang jahat?"
"Tapi... Tapi nyatanya aku hanya mengatakannya padamu...."
Antony lalu berpikir lagi, lalu teringat sesuatu yang lainnya,
"Aku memikirkannya, sepertinya kamu bukan tipe yang memiliki ide soal 'Layanan Malam,' jadi dari mana ide ini berasal?"
"Itu... Teman-teman Kuliahku bilang, melakukannya dengan Pria-pria Tampan sangat menyenangkan... Dan ketika aku melihat kamu yang cukup tampan, aku jadi ingin mencobanya denganmu...."
Begitu menyelesaikan kata-katanya, Emelin langsung menutup mulutnya.
Dasar mulut!!
Apa yang barusan kamu katakan pada Antony?
Akhhhhhhh....
Wajahku!!
Dimana aku harus menaruhnya sekarang!!!!
"Jadi itu menyenangkan?"
"Akhhh.... Antony berhenti bertanya!!"
"Pfffff, bagaimana aku bisa berhenti bertanya jika kmu begitu lucu seperti ini, hmm?" Kata Antony sambil mengelus rambut Emelin.
Alex yang awalnya tidur itu, mendegar suara-suara berisik disana, lalu terbagun dan bertanya,
"Apa yang Mama dan Papa bicarakan?"
Mendengar suara itu, Emelin langsung mengalihkan perhatiannya pada Alex, menepis tangan Antony di rambutnya.
"Kami tidak mengatakan apa-apa,"
"Begitukah? Mama katanya lelah? Mama tidak jadi tidur siang dengan Alex?"
"Tentu saja jadi. Mamamu benar-benar kurang tidur semalam gara-gara seseorang' sudah-sudah sana pergi, Antony aku mau istirahat,"
"Tidak mengajakku istirahat juga? Aku sebenarnya juga sangat lelah berkat semalam,"
"Papa tidak boleh disini, cepat pergi, Alex masih marah dengan Papa, hmph," kata Alex dengan agresif.
"Kamu dengar itu Antony apa kata Alex? Kamu harus segera keluar dari sini,"
Melihat tuntutan dari Istri dan Putranya itu, Antony tidak punya pilihan lain lalu segera pergi dari sana.
####
Setelah keluar dari kamar Alex, Antony lalu menuju ruang kerjanya dan mulai menelepon seseorang.
"Jadi apa kamu sudah menyelidiki apa yang ku minta?"
'Tentu saja kami sudah menyelidiki apa yang bapak minta, dan kami sudah memeriksa kemerdekaan CCTV dalam gedung, dan bener saja kami menemukan seseorang sengaja memberikan obat dalam minuman yang bapak minum,'
"Baik segera kirimkan hasil Video itu mungkin aku kan tahu siapa pelakunya,"
'Baik Pak, akan saya segera kirimkan,'
Tidak lama lalu Antony menerima video yang dikirimkan oleh bawahannya tersebut, dan dirinya cukup terkejut setelah melihat siapa yang berada dalam video.
"Aku tidak mengira jika Isabella yang melakukan ini. Dia sekarang sudah benar-benar diluar batas. Apakah dia berniat menjebakku agar tidur dengannya? Sungguh tidak tahu malu, untung ada Emelin yang datang tepat waktu, kalau tidak... Aku tidak tahu apa yang terjadi. Awas saja itu Isabella mari lihat apa yang akan aku lakukan padamu," guma Antony dengan nada marah.
Dirinya benar-benar tidak mengira jika Isabella ini memiliki niat jahat, memang tidak mengherankan sih, melihat tingkahnya dulu.
Hah...
Dan pasti soal foto-foto Emelin itu hanya sebuah omong kosongnya saja.
####
Bersambung