
Disebuah mobil tertentu, terlihat Antony dan Raka sedang terlihat terburu-buru dan panik menaiki mobil itu.
Seberapa anak buah Antony sudah siap untuk mendatangi lokasi tempat Emelin berada.
Bentar lagi mereka akan sampai namun tetap aja mereka cemas tentang apa yang mungkin saja terjadi.
Berdasarkan perencanaan yang sudah mereka buat, rencananya mereka akan menyegap tempat itu secara diam-diam dan menyelamatkan Emelin dan Alissya.
"Emm... Kamu benar-benar tidak apa-apa?" Tanya Raka tiba-tiba yang melihat tangan Antony yang saat ini masih diperban dan di gendong itu.
Tentu saja, Raka merasa gugup berada satu mobil dengan Kakak Sepupunya itu, mereka biasanya hanya membicarakan hal-hal bisnis di Kantor, dan tidak begitu dekat sampai bisa naik satu mobil seperti ini, jadi rasanya ini sangat aneh untuk Raka.
Antony yang awalnya begitu fokus dengan rencananya dan semua pikiran miliknya itu mendengar suara di sampingnya langsung menatap Raka, cukup heran mendengar pernyataan yang cukup khawatir padanya itu.
Rupanya, Raka ini benar-benar tidak tahu jika hal-hal yang dirinya alami saat ini adalah perbuatan dari orang tuanya.
"Ini baik-baik saja, nanti anak buahku yang akan mengurus mereka, aku hanya akan memperhatikannya... Dan kamu?"
Antony ines merasa cukup canggung jika karena dirinya dan neraka memang tidak cukup dekat dan ini masih benar-benar terasa aneh pula untuk dirinya.
"Ya, aku baik-baik saja, Kakiku benar-benar udah sembuh kemudian kepalaku juga hanya sedikit memar,"
"Lalu kenapa kamu masih berada di Rumah Sakit?"
"Orang Tuaku benar-benar mengurungku dan tidak mengijinkan ku keluar dari sana, kamu tahulah bahkan aku jalan keliling Rumah Sakit sampai dijaga oleh beberapa pengawal seperti itu,"
Setelah mendengar hal-hal itu, tentang bagaimana Raka dikurung oleh orang tuanya itu perasaan Antony juga menjadi lebih rumit. Dirinya mulai berpikir apakah mungkin sekarang mengatakan hal-hal ini kepada Raka?
Namun dirinya sudah memutuskan nya.
"Ya, sebenarnya soal orang tuamu...."
"Kenapa dengan mereka?"
"Kajadian sebelumnya yang i'm paku sampai aku seperti ini adalah ulah dari orang tuamu,"
Mendengar hal hal itu perasaan Raka menjadi cukup rumit dan tidak tahu juga harus merespon seperti apa.
Melihat ekpersi diam dan syok dari Raka itu, Antony lalu segera berkata,
"Ini bukan salahmu sama sekali, aku hanya mengatakan ini agar kamu tahu saja,"
"Ya, aku paham, sebenarnya jika Kak Antony juga ingin memperbaiki hubungan antara keluarga ini bukan? Aku sebenarnya juga cukup setuju untuk membuat hubungan keluarga ini menjadi lebih dekat,"
"Itu benar,"
Setelah mengatakan beberapa perkataan singkat itu, keduanya mulai membahas soal rencana mereka untuk menyelamatkan Emelin dan Alissya.
Dan tidak lama sampai mereka tiba di lokasi yang ditunjukkan oleh GPS itu.
Lokasinya berada di sebuah Rumah....
Antony menatap dengan ekpersi heran dan kaget ketika melihat bangunan megah yang menjadi tempat tujuan itu.
Dirinya pikir ini akan menjadi sebuah gudang atau sesuatu, ternyata ini adalah sebuah rumah yang terlihat mewah, yang berada di pinggiran kota.
Mereka berdua segera keluar dari mobil bersama dengan anak buah anthony untuk melancarkan rencana mereka.
Anak Buah Antony jelas langsung memeriksa keadaan Rumah itu, yang ternyata di jaga tidak terlalu ketat hanya ada dua orang di depan.
Antony dipikir mungkin musuh ini tidak terlalu waspada jika mereka akan datang menyerbu apa memikirkan hal ini antonim bahasa senang jika rencananya mungkin akan berjalan dengan mulus.
Namun siapa yang tahu, setelah mereka menyalahkan dua orang yang menjaga pintu rumah mewah itu, dan memasuki Rumah Mewah itu, yang mereka lihat adalah Emelin dan Alissya yang berada di tengah ruangan, duduk dan diikat disebuah tali.
Kemudian, pintu Ruangan itu segera ditutup dari luar, dan mereka dikelilingi oleh sekelompok orang.
Melihat hal-hal ini, jelas Antony memiliki suatu firasat buruk.
Sepertinya ini jebakan.
Kemudian, ada suara orang tertawa dari sana.
"Sungguh, ternyata kalian benar-benar datang ke sini. Apakah kalian benar-benar menginginkan dua wanita ini?"
Itu adalah suara Geovanni yang muncul dari belakang Emelin dan Alissya, lalu mulai mengelus pipi mereka berdua.
Baik Alissya dan Emelin terlihat sangat jijik dengan sentuhan itu, begitu pula dengan Antony dan Raka yang melihat bagaimana wanita yang mereka cintai disentuh seperti itu.
"Jangan sentuh mereka!!" Kata Raka dengan marah.
Antony, yang juga marah, namun mencoba mengendalikan emosinya lalu mami kangen Raka agar tidak terserut oleh provokasi dari musuh.
Raka lalu mencoba tenang.
Antony lalu segera berkata,
"Apa maumu?"
Namun Geovanni malah tertawa, dan berkata,
"Apa mauku? Tentu saja yang aku inginkan adalah kalian berdua lenyap dari dunia. Semuanya, segera habis mereka!!" Perintah Geovanni pada anak buahnya.
Kemudian mereka mengeroyok Rombongan Antony, namun untungnya rombongan Antony itu tidak mudah untuk dijatuhkan, dan bisa melawan balik.
Melihat situasi menjadi tidak aman, terutama Raka yang juga hebat berkelahi mulai menjatuhkan salah satu bawahan kepercayaannya itu, Geovanni menjadi marah.
Kemudian, karena menjadi panik dan tidak sabar, dia mengeluarkan pistol dari saku bajunya.
Melihat ada Piston, tentu saja membuat orang-orang Antony menjadi tegang.
Mereka tidak mengira jika musuh memiliki pistol.
Namun pistol hanya memiliki 7 buah Peluru.
Raka tentu saja berusaha untuk mendekati kearah Geovanni yang memegang pistol itu.
DORRR
Untungnya itu meleset dan tidak mengenai Raka.
Anak Buah Antony yang sepertinya ada yang siap sedia dengan baju Anti Peluru, langsung melesat maju kearah Geovanni mencoba mengambil pistol darinya, namun ada anak buah Geovanni yang lainnya yang menghadang.
Dan yang lebih mengejutkan, ternyata dari arah luar anak Buah Antony yang lain segera menyusul masuk.
Untuk penyergapan ini, Antony tentu ya mengerahkan begitu banyak orang dirinya tidak akan membuang-buang kesempatan ini karena yang jadi taruhannya adalah Istrinya yang paling dirinya cintai itu.
Anak buah Geovanni cara benar-benar terdesak mendapatkan mereka ternyata di sergap balik itu oleh lawan mereka.
"Tuan Muda Geovanni sekarang harus bagaimana?"
"Bagaimana dengan anak buah kita di luar?"
"Mereka sudah tertangkap sepertinya, kita dalam posisi terdesak,"
"Saya sarankan untuk melarikan diri dulu,"
"Tapi jika mereka berhasil menyelamatkan dua gadis itu, rencana ku bisa terbongkar...."
Anak buah itu segera berbisik sesuatu kepada Geovanni.
Dan begitulah Geovanni akhirnya ingat rencana terakhir mereka.
Bukannya masih ada Viktor?
Benar, dia sudah siap di jalan rahasia untuk menyiapkan rencana cadangan, mereka harusnya membawa beberapa senjata.
Dengan itu, Geovanni yang tidak menyerah itu, segera mengambil Emelin yang masih lemas itu dari kursi, menariknya hingga tiba di lantai bawah.
Raka sendiri segera menyelamatkan Alissya yang di ikat.
Alissya lalu segera berkata,
"Jangan kebawah...."
"Apa maksudmu?" Tanya Raka panik.
"Mereka membawa senjata dibawah,"
Namun itu sudah terlambat ketika Raka mendegarnya, benar saja, dari arah bawah sudah terjadi suara tembakan.
Raka lalu menyuruh salah satu anak buah Antony untuk membawa Alissya ke tempat yang aman.
"Alissya, kamu pergi bersama mereka aku akan kebawah menyusul Kak Antony untuk menyelamatkan Kak Emelin,"
Ekpersi Alissya benar-benar menjadi pucat setelah mendengar itu, itu saja dirinya benar-benar khawatir soal Emelin dan Antony, namun melihat Raka juga akan pergi ke sana membuat hatinya bertambah takut.
Ketakutan jika tidak bisa melihat Raka lagi....
Rasa takut ini....
Dalam situasi tersedak ini, Alissya akhirnya menyadari sesuatu.
Namun, ini bukan saat yang tepat untuk bahkan memikirkannya, karena Raka sudah pergi dari sana, dan dirinya sudah dibawa anak Buah Antony itu ketempat aman.
Dirinya hanya bisa berharap kesemuanya akan baik-baik saja.
Raka dengan buru-buru langsung menuju kearah bawah.
Namun ternyata situasinya tidak seburuk yang dirinya kira.
Memang ada beberapa orang yang membawa pistol namun tidak banyak.
Memang, buku sulit mendapatkan suka ternyata seperti itu di negara ini, memiliki sebanyak ini sudah cukup bagus.
Dan anak buah Antony yang kebawah memang sudah memakai baju Anti Peluru, namun tetap saja mereka terluka entah bagian tangan atau kaki.
Dan pada akhirnya, Antony sepertinya berhasil menyelamatkan Emelin, dan membawa Emelin dalam pelukannya.
Namun hal-hal itu berlangsung dengan cepat karena kecerobohan sedikit.
Viktor yang dari tadi bersembunyi di tempat paling tersembunyi akhirnya menatirk pelatuk pistolnya kearah Antony.
DORRRR
Antony bahkan belum sempat merespon karena sibuk masih mengurusi Emelin dalam pelukannya yang terlihat lemas.
Raka yang melihat hal-hal itu, terutama setelah melihat Pamannya Viktor keluar dengan senjata, bergerak dengan cepat, mencoba mendorong Antony dan Emelin kesamping bidikan Peluru.
Namun sialnya, tenpabakan tidak hanya satu peluru, ada peluru kedua yang mengenai tangan Raka.
Tembakan tidak berakhir disana, sampai bagian perut Raka juga tertembak.
Emelin berteriak ketakutan melihat begitu banyak darah disana.
"Raka!!! Tidak!!!!"
Anak buah Antony bergerak dengan gesit langsung mencoba menangkap Viktor, dan bentrok dengannya hingga Viktor tidak bisa lahi menbidik Raka ataupun Antony lagi.
Geovanni jelas mencoba membagi Viktor, dan sekarang mereka mencoba melarikan diri dari tempat itu bersama anak buah mereka.
Disisi lainnya, Emelin dan Antony jelas langsung mendatangi Raka yang terbaring di lantai itu.
Emelin tentu saja menjadi panik dan ketakutan sendiri, begitu pula dengan Antony yang sedikit bingung dengan hal-hal ini.
Ya, kalau bukan Raka kan dirinya dan emo n dirinya benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka berdua.
Dirinya hanya tidak mengira haha bisa menjadi seperti ini.
"Raka... Kenapa kamu masih begitu nekat seperti ini?" Kata Emelin sambil menagis.
"Aku tidak apa-apa, Kak Emelin. Aku akan baik-baik saja, ini.... Ini hanya luka kecil..."
Emelin lihat gitu banyak darah yang keluar jelas merasa itu bukan luka biasa.
Antony yang juga bingung tentu saja segera berkata,
"Kenapa kamu melakukannya?"
Raka hanya sedikit tersenyum, lalu segera berkata,
"Anggap saja, ini bentuk keseriusanku untuk mencoba memperbaiki hubungan Keluarga ini.... Aku... Aku hanya ingin sedikit menebus kesalahan yang telah orang tuaku lakukan padamu... Aku tahu, kamu juga tidak perlu mememaafkan mereka, tapi setidaknya jangan bawa mereka kekantor polisi, mereka nanti akan mendapatkan hukuman lainnya... Aku tahu, mereka bukan orang yang begitu baik, tapi mereka tetap orang tuaku.... Sejujurnya aku ingin Keluarga Anderson menjadi Keluarga yang damai... tidak perlu lagi merebutkan soal harta warisan atau apapun ini benar-benar membuat aku sangat muak...."
"Raka berhentilah bicara omong kosong," kata Emelin mencoba menghentikan Raka yang mencoba berbicara dengan susah payah itu.
"Kak Emelin, tolong sampaikan pesanku pada Alissya... Aku... Aku sangat, sangat mencintai dia... Aku hanya tahu apakah bisa mengatakan ini padanya..."
"Raka!! Tolong jangan bicara hal aneh-aneh, dan katakan sendiri hal-hal itu pada Alissya...."
Namun begitu Emelin selesai bicara Raka terlihat kehilangan kesadarannya.
Setelahnya, mereka jelas mengurusi membawa Raka ke Rumah Sakit.
Alissya yang menunggu di luar jelas menjadi begitu kaget ketika anak buah Antony membawa Raka Keluar dari sana dengan begitu banyak darah.
"Raka... Ini...."
Jelas, air mata Alissya tidak bisa dibendung untuk keluar, Emelin memeluk Alissya yang menangis itu, dia juga ikut menagis.
Antony sendiri di tidak tahu harus berkata apa, mencoba menghibur mereka.
"Raka akan baik-baik saja, aku melihat tembak itu tidak mengenai bagian vital, hanya saja dia kehilangan banyak darah hingga pingsan, kita hanya harus segera membawa dia Ke Rumah Sakit,"
Mereka berdua hanya bisa mengatur dan menurut, langsung membawa Raka ke mobil menuju ke Rumah Sakit terdekat.