Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 28: Perasaan ini


Raka juga menyesali mulutnya yang tidak bisa di rem itu.


Namun...


Toh, ini bukan lagi rahasia...


Ini bukan pertama kalinya dirinya menyatakan cintanya...


Kata orang, jika kamu masih merasakan hal yang sama pada seseorang setelah bahkan bertahun-tahun berlalu, itu berati benar-benar perasaan cinta yang dalam.


Raka sendiri juga tidak pernah mengira...


Untuk bertemu degan Alissya lagi, dan perasaannya untuk gadis itu masih tidak berubah.


Bahkan walaupun dirinya mencoba sebisa mungkin untuk melupakannya...


Namun hati ini tidak bisa.


"Apa tadi yang barusan kamu katakan?" Tanya Alissya masih dengan ekspresi heran.


Raka segera membenarkan jasnya yang tersangkut, lalu berkata,


"Sudah, lupakan apa yang aku katakan,"


Setelahnya, Raka berniat pergi, namun Alissya mencegahnya dengan menarik tangan Raka.


"Raka... Kamu masih belum melupakan ini?"


Raka segera menarik tangannya, dan menutup kedua telinganya.


Menolak untuk mendengar jawaban Alissya.


"Diam!! Aku tidak ingin dengar apa yang kamu katakan!!"


Raka kemudian langsung berlari menjauh dari sana, dengan perasaan yang cukup rumit.


Dirinya tahu, dirinya akan di tolak lagi, sama seperti dulu ketika mereka masih di Sekolah Menengah.


Pada hari kelulusan...


Setidaknya dirinya pernah mengumpulkan keberanian untuk menyatakan cintanya pada gadis itu, ya setidaknya saat itu dirinya berpikir jika dirinya tidak mengatakannya saat itu, dirinya mungkin tidak akan pernah bertemu Alissya lagi.


Namun pada akhirnya, walaupun dirinya mengatakannya...


Dan mendapatkan jawaban yang menyakitkan, akhirnya dirinya tidak pernah bertemu dengan gadis itu lagi, sampai dua bulan lalu.


'Kita tidak bisa bersama. Aku dan kamu berbeda, kita ada di dunia yang berbeda, dan tidak akan pernah cocok. Carilah orang lain yang setara untukmu.... Dan itu bukan aku,'


Seolah semau perasaannya hancur hari itu....


Bahkan, setelahnya, dirinya mulai berkencan dengan beberapa gadis lainnya, namun bahkan setelah waktu berlalu, dan bahkan tidak pernah bertemu dengan gadis itu lagi...


Perasaan sialan ini tidak hilang...


Dan ketika bertemu dengannya sekali lagi, semua perasaan itu menjadi begitu meledak dan tidak tertahankan...


Namun itu juga akan menyakitkan jika mendegar penolakannya lagi.


Dengan perasaan tidak nyaman itu, Raka kembali ke Ruangannya.


Dan benar-benar melukapan tujuannya ketempat Alissya sebelumnya.


Ketika sampai kembali ke kantornya, Raka benar-benar menyesali kebodohannya ini.


Astaga...


Harusnya dirinya bilang pada Alissya jika dia harus hati-hati dengan Pamannya Viktor itu.


Kenapa dirinya malah mengatakan hal-hal bodoh lainnya?


Begitu langsung?


Pernyataan cinta yang bukan pada tempatnya.


Ini hanya akan mendapatkan penolakan langsung, harusnya dirinya lebih pelan-pelan dalam mendekati Alissya...


Sekarang apa yang harus dirinya lakukan lagi?


Tidak memiliki wajah untuk bertemu Alissya lagi...


Akhhh...


Rasanya benar-benar sangat malu ketika mengigat kejadian barusan.


####


Disisi lainnya, Alissya yang mendegarkan pengakuan secara tiba-tiba itu tentu saja masih terkejut.


Dirinya tidak tahu harus meresponya seperti apa.


Ini juga alasan kenapa dirinya selalu menghindari Pria itu...


Dirinya selalu tidak tahu harus bersikap seperti apa dihadapannya...


Takut jika nanti hatinya juga tidak kuat menahannya....


Lagipula mereka terlalu berbeda...


Setelah bertahun-tahun berlalu dan tidak bertemu, dirinya pikir Raka sudah melukapan hal-hal dimasalalu yang jauh itu...


Namun dirinya tidak pernah berpikir kalau Raka masih....


Bahkan setelah penolakan kejam beberapa tahun lalu itu...


Menjadi tidak fokus pada pekerjaannya.


Apalagi dengan posisi pekerjaannya sekarang, ada kemungkinan untuk bertemu Raka lebih banyak.


Jadi, bagaimana ini?


Bagaimana cara dirinya untuk menghadapi Raka kedepannya nanti...


Hanya memikirkan hal-hal rumit ini, membuat Alissya pusing sendiri.


Lalu, telepon dimejanya berbunyi.


"Apakah ada yang bisa saya bantu?"


'Segera ke Ruanganku,'


Alissya mencoba fokus kembali, lalu berdiri dan masuk ke Ruangan atasannya itu.


Namun jelas, ekpersi Alissya masih buruk.


Viktor yang berada di dalam ruangan itu, menyadari perubahan ekpersi pada gadis didepannya itu.


"Ada apa? Kenapa sepertinya kamu dalam suasana hati yang buruk? Apakah tidak nyaman bekerja di sini?"


"Tidak. Tidak ada apa-apa, Bapak tidak perlu kawatir,"


"Ya, itu bagus. Aku tidak ingin suasana hatimu mempengaruhi Pekerjaanmu."


"Tentu saja,"


"Owh, benar. Aku memintamu kesini ingin menyuruhmu sesuatu. Tolong ke Ruangan Wakil Presdir dan minta beberapa salinan Kegiatan Proyek Bulan ini, aku dengar karena Pak Presdir baru pulang berlibur, masih Pak Wakil Direktur yang memegang berkas-berkas ini,"


Mendengar kata 'Wakil Presdir', jelas Alissya merasa sedikit tidak nyaman.


"Sekarang?"


"Ya, sekarang. Tunggu apalagi? Cepat dan bawa semaunya kesini, aku berencana mempelajari semuanya secepatnya, mau aku bawa pulang hari ini,"


Alissya juga terkejut melihat Atasannya ini terlihat sangat berdedikasi.


Namun perasaannya masih cukup rumit, dan baru sebentar..


Dirinya langsung menghadapi Raka lagi.


Tenang, Alissya..


Kamu harus Profesional, jangan buat perasaanmu menghalangi pekerjamu.


"Baik, Pak saya akan segera kesana,"


Alissya mau tidak mau, harus naik ke atas untuk menuju ke Ruangan Kerja Raka.


Mau tidak mau, dirinya harus menghadapinya.


"Permisi, saya ingin menemui Pak Wakil Presdir," kata Alissya pada Sekertaris didepan Ruangan Raka.


"Pak Wakil Presdir saat ini sedang tidak bisa diganggu. Ada perlu apa memang?"


Alissya lalu menjelaskan soal Perintah dari Atasannya tersebut.


"Ah? Soal dokumen itu? Tentu saja, sebentar, saya akan mengambilkan salinannya,"


Sekertaris itu lalu memberikan pada Alissya salinan dokumen-dokumen itu.


Alissya hanya bisa menatap heran melihat salinan dokumen itu.


"Ini sudah di copy?"


"Ya Tuan Muda Raka sedikit khawatir jika dia membawa berkas yang asli, akan ada beberapa masalah nantinya pada berkas itu, jadi dia sengaja membuat salinannya. Ya ampun, sekarang aku melihat Tuan Muda Raka benar-benar serius bekerja, saja sungguh senang. Kamu pasti tidak tahu, betapa reportnya saya dan Asistennya karena mengurusi semuanya sebelumnya, namun sekarang Tuan Muda Raka sudah mendapatkan pencerahan dan serius bekerja, ini sungguh mengejutkan,"


Alissya sedikit terkejut mendengar kata-kata Sekertaris itu.


"Apakah begitu?"


"Tentu saja, aku masih ingat beberapa tahun lalu, ketika Tuan Muda Raka memasuki Kantor pertama kali, ya ampun rambutnya, di Cat warna-warni, dan sekarang lihat penampilannya yang begitu rapi, Astaga..."


Alissya juga memikirkannya.


Memang awalnya dirinya cukup terkejut ketika melihat Raka lagi, dua bulan lalu.


Dengan pakaian rapi khas pekerja Kantoran, dan Rambutnya yang hitam.


Benar-benar sangat berbeda dengan saat di Sekolah Menengahnya.


Dia yang terkenal sebagai ketua genk di Sekolah.


Ya, dirinya pikir hal-hal memang sudah berubah dari Tuan Muda itu...


Menjadi sosok yang lebih dewasa, tumbuh menjadi Pria dewasa yang penuh Karisma.


Tentu, dengan penampilan itu...


Akan sangat mudah mendapatkan kekasih, apalagi dengan latar belakang Keluarganya...


Jadi kenapa...


"Jadi begitu. Baik saya permisi dulu dengan dokumen-dokumen ini, Pak Viktor sudah menunggu,"


Alissya tidak mau lagi memikirkannya.