Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 7: Hal-hal Menyenangkan


Saat itu masih pagi hari yang cerah, ketika Emelin mulai membuka matanya, dirinya merasakan sebuah pelukan hangat.


Menatap kesamping, dirinya meminta wajah tampan tertentu.


Emelin juga merasakan tubuhnya sedikit tidak nyaman.


Lalu kemudian, dirinya teringat kejadian semalam, malam yang indah yang dirinya alami dengan Pria disampingnya ini yang tidak lain dan tidak bukan adalah Antony, suaminya sendiri.


Semalam, Antony melakukannya dengan lembut dan hati-hati, dan membiarkan dirinya bisa sangat menikmatinya semalam.


Berpikir, Pria tampan ini benar-benar miliknya seutuhnya, hati Emelin benar-benar merasa sangat bahagia.


Tengelam dalam pelukan hangat itu, Emelin mempererat pelukannya agar dirinya bisa merasakan kenyamanan. Emelin segera meletakan kepalanya ke dada hangat Antony.


"Ukhh.... Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Antony dengan suara cukup serak, habis habis tidur.


"Uhmm... Masih mau tidur lagi, masih begitu lelah. Kamu tidak lelah?"


Antony lalu tersenyum, dan mulai mencium kening wanita diperlukannya ini.


"Tentu saja tidak lelah. Aku merasa sangat segar pagi ini. Ini semua benar-benar berkat kamu semalam, sungguh menyenangkan,"


Wajah Emelin mulai sedikit memerah ketika memilikannya.


"Hehe.. kamu juga memiliki kinerja bagus tadi malam. Benar-benar menyenangkan,"


"Aku sudah bilang bukan? Aku akan membuatmu puas, apakah kamu puas?"


"Uhmmm, aku cukup puas."


"Tentu saja kamu akan. Aku sudah menyiapkan ini dengan baik, jadi olahragaku selama ini berguna bukan sayang?"


"Dasar omong kosong,"


"Atau apakah masih butuh obat peningkat stamina lagi?"


"Berhenti, berhenti bicara omong kosong!! Sudah cukup, selamam, katanya hanya dua putaran namun akhirnya....."


"Aku ingin berhenti, namun melihat wajahmu dan ekpersimu yang seolah ingin minta lebih, aku tidak bisa apa-apa dan melanjutkannya. Benar-benar tidak bisa menahannya, bagaimana Istriku ini begitu manis. Aku sudah sedikit menahannya tadi malam, itu hanya percobaan,"


"Seperti itu hanya percobaan?"


"Tentu saja, ini masih uji coba. Dengan Istri secantik kamu, sesuatu seperti semalam jelas tidak cukup. Ukhh... Bagaimana Istriku sangat manis, Ah," kata Antony sambil menciumi leher Emelin.


"Sekarang kamu menjadi pintar dengan kata-kata manis,"


"Tentu saja, ini juga berguna untuk menyenangkan dan merayu Istriku tercinta ini hmm,"


"Hah, sekarang bagaimana? Kita punya jam keberangkatan pagi hari untuk bulan madu, dan aku bahkan terlalu lelah untuk bangun sekarang,"


"Kamu tenang saja, nanti aku akan mengatur jam keberangkatan agak siang."


"Kalau begitu aku ingin kembali tidur,"


"Tidak bisa, Emelin. Kamu tidak bisa kembali tidur,"


Emelin dengan wajah penasaran lalu bertanya,


"Kenapa?"


"Kamu harus membantuku,"


"Kenapa memang?" Tanya Emelin lagi.


Namun Antony tidak menjawab hanya mengambil tangan Emelin membimbing tangan itu ke tempat tertentu.


"Kamu harus membantuku menenangkan ini dulu,"


Emelin yang tangannya tiba-tiba menyentuh barang yang setengah keras itu, hampir kaget dan mendorong Antony.


Wajahnya memerah, lalu menatap Antony dengan ekpersi marah,


"Omong kosong apa ini? Apakah semalam masih tidak cukup?"


"Emm, yahh... Ini reaksi normal di pagi hari, apalagi dengan Istriku yang begitu cantik dalam pelukanku, bagaimana aku bisa tahan?"


"Kamu ini, ya benar-benar tidak sadar diri sekarang,"


"Tapi Emelin, 'Olahgara' pagi seperti ini katanya menyehatkan badan,"


"Sial, dari mana kamu membaca omong kosong itu?"


"Kamu benar-benar tidak mau? Apa aku harus menyelesaikannya sendiri?" Kata Antony dengan ekpersi sedih.


Ah, pesona Antony yang baru bangun dipagi hari seperti ini benar-benar sesuatu, Emelin entah bagaimana merasa kalau Antony menjadi semakin tampan.


Astaga...


Ada apa dengan ekpersi itu?


"Tidak bisa, tidak bisa. Kita tidak bisa membuang-buang benih yang berharga. Aku akan membantumu," kata Emelin lagi, setelah berpikir sejenak.


"Emelin, kamu terkadang bisa mengatakan hal-hal yang begitu lucu,"


"A... Apa? Kamu duluan yang mulai, katanya ingin segera memiliki adik untuk Alex, jadi wajar jika aku cukup waspada, dan tidak bisa membuang-buang kesempatan bagus,"


Melihat Emelin bersemangat itu, Antony lalu membiarkan Emelin duduk diatasnya, menatap Emelin dari posisi ini benar-benar membuat Emelin semakin menggoda dimata Antony.


"Ya, ya, sekarang giliran mu yang bermain,"


"Ukhh... Omong kosong," kata Emelin merasa sedikit malu dengan posisi ini.


"Tidakkah kamu bilang kamu ingin membantuku? Aku sebenarnya juga cukup lelah semalam, aku yang lebih banyak bergerak, bukankah sekarang giliran mu?"


Emelin lalu dengan sedikit malu-malu mulai mencium Antony, untuk menghetikan Antony berbicara lebih banyak omong kosong lagi.


Dan pagi itu, tiba-tiba menjadi pagi yang sangat panas dan menyenangkan lainnya untuk mereka berdua.


####


Ketika jam menjelang cukup siang, kurang lebih jam sebelas siang, Emelin dan Antony akhirnya bangun kembali, dan mulai bersiap-siap untuk pergi.


Saat ini keduanya sudah selesai mandi, dan sarapan, hanya sekarang Emelin mengecek kembali barang bawaannya.


Antony yang saat ini bersantai di tempat tidur hanya menatap Istrinya yang terlihat bersemangat itu dengan senang.


"Bukankah sudah semua? Apa lagi yang ingin kamu bawa?"


"Aku hanya memastikan, apakah ada yang lupa aku bawa,"


"Jadi apakah semuanya sudah dibawa?"


"Sebentar, sepertinya aku lupa memasukan Sunscreen,"


Emelin lalu membuka-buka laci tempat tidur, mencari hal yang dirinya inginkan.


Namun kemudian, Emelin menemukan sesuatu yang lain.


Itu adalah sebuah Kunci Rumah.


Antony yang dari tadi mengamati Emelin, dan merasa Emelin terlihat bersikap aneh tiba-tiba, tentu saja dirinya tidak bisa untuk tidak bertanya,


"Ada apa? Apa yang kamu temukan?"


Emelin mengeluarkan kunci itu.


"Kunci Rumah Keluarga Smith? Aku memikirkannya sekarang, saat ini tidak ada yang tinggal di Rumah Besar itu, jadi apakah kamu ingin kita pindah kesana? Itu sekarang adalah Rumahmu, kamu pasti memiliki begitu banyak kenangan disana,"


Emelin terdiam sejenak, dan menatap kunci itu.


"Ya, itu adalah Rumah berharga peninggalan Kakekku, aku tumbuh dan besar disana, disana memiliki begitu banyak kenangan dengan orang-orang berharga dalam hidupku, namun sekarang aku sudah di rumah ini dan menemukan kebahagiaanku sendiri, sesuatu yang tidak akan aku dapatkan jika terus berada disana. Aku rasa aku akan tetap disini,"


Mendengar pengakuan Emelin itu, Antony lalu tersenyum senang.


"Itu benar, banyak hal berharga yang kita bangun di Rumah ini. Ini adalah Rumah Kita, Rumah Keluarga kecil kita. Mungkin sesekali kita akan menginap di Rumah Keluarga Smith, sangat sayang juga jika Rumah sebesar itu dibiarkan kosong,"


"Ya, itu benar. Ada terlalu banyak barang dan kenangan berharga juga didalamnya."


"Tentu, mari kesana setelah Bulan Madu,"


"Ya,"


Emelin terdiam sebentar, lalu mulai bertanya,


"Lalu... Untukmu... Tempat awalnya kamu tinggal sebelum disini....."


Antony terdiam sejenak,


"Rumah Kakekku ya? Kamu belum pernah aku ajak kesana bukan? Sebenarnya disana tidak memiliki begitu banyak kenangan baik disana, namun disana tetap tempat aku dibesarkan. Namun sebelum ke Rumah Kakek, aku dan Ibuku tinggal di sebuah Rumah sewaan dekat tempat Ibuku bekerja, walaupun itu hanya rumah kontrakan kecil, namun disana memiliki banyak kenangan indah dan berharga untukku. Sangat sayang saat itu aku masih kecil, jadi bahkan banyak barang yang tertinggal disana milik Ibuku. Itu entah Kakek atau Paman dan Bibiku yang mengurusnya,"


"Ah, sepertinya kamu memiliki beberapa masalah dengan Paman dan Bibimu?"


"Benar sekali, ketika tinggal di Rumah Kakek, aku selalu merasa kalau itu bukan rumahku, karena orang-orang disana, Paman dan Bibiku tidak menyukaiku kecuali Kakek. Tempat yang mungkin tidak bisa aku sebut sebagai Rumah. Tapi sekarang aku sangat senang karena memiliki Rumah ini, suatu tempat yang bisa aku sebut Rumah, walaupun ini tidak sebesar Rumah Keluarga Smith atau Rumah Keluarga Anderson, namun tempat ini sangat nyaman dan membuatku merasakan kehangatan Keluarga,"


Mendengar itu, Emelin juga cukup senang, sekaligus sedih.


Sepertinya, sebalum mereka menikah, Antony juga mengalami hal-hal buruk.


Tapi tidak apa-apa, mulai kedepannya, dirinya akan membuat Antonynya itu selalu bahagia dan tidak akan kesepian lagi, begitupun dengan dirinya.


"Ya, benar. Kebahagiaan kita ada disini,"


####


Bersambung