
Ini adalah hari yang baru, kebetulan saat ini adalah akhir pekan.
Malam sebelumnya, Antony bermimpi buruk, teringat kejadian jauh dimasalalu ketika Ibunya masih hidup, dan bagaimana hari ketika Ibunya meninggal.
Dia bangun dengan sedikit berkeringat, lalu menatap kearah samping, dimana ada Emelin dan Alex disisinya.
Benar, sekarang dirinya sudah tidak sendirian lagi, ada Istri yang sangat dirinya cintai dan seorang Putra yang dirinya sayangi.
Mereka berdua menjadi hal paling berharga dalam hidupnya.
Melihat dua orang yang paling disayanginya itu masih tertidur dengan lelap, Antony mencium kening mereka satu-persatu secara perlahan agar tidak membangunkan mereka.
Antony melihat kearah jam, masih menunjukkan jam lima pagi.
Dirinya lalu melihat kearah ponselnya.
Melihat sekarang tanggal berapa.
Tanggal ini....
Ini adalah hari peringatan kematian Almarhum Ibunya.
Kenapa dirinya bisa lupa dengan hal-hal ini?
Itu mungkin karena belakangan dirinya cukup sibuk, dan terlalu menikmati hari-hari damai ini.
Mungkin nanti dirinya akan berkunjung ke Makan Ibunya, dan mengajak Alex serta Emelin ikut.
Mereka belum pernah dirinya ajak kesana.
Namun memikirkan soal hari ini, rasanya begitu sedih.
Menutup matanya, Antony mencoba menstabilkan emosinya, dirinya lalu bangkit dari tempat tidur, lalu menuju ke Dapur.
Hari ini dirinya berniat memasak.
Namun masih binggung untuk memasak apa.
Antony lalu membuka Kulkas untuk melihat bahan-bahan disana.
Kemudian dirinya menjadi ingat soal masakan yang Mamanya suka buat saat dirinya masih kecil.
Ketika dirinya masih kecil, dirinya juga suka membantu Mamanya untuk memasak, karena dirinya tahu Mamanya biasanya bekerja sangat keras, dan di pagi hari pasti juga masih akan lelah, apalagi musti pergi bekerja lagi, jadi dirinya selalu sebisa mungkin untuk membantu Mamanya dengan apapun yang dirinya bisa.
Masa-masa ketika dirinya hidup dulu dengan Mamanya termasuk masa-masa paling indah dalam hidupnya.
Sampai suatu hari, Mamanya jatuh sakit, namun Mamanya tetap tidak ingin berada di Rumah Sakit.
Saat itu Kakeknya mencoba membujuk Mamanya, namun tetap gagal.
Mamanya tetap tidak ingin di rawat di Rumah Sakit, karena terkendala biaya saat itu, dan Mamanya tetap memaksakan pergi bekerja.
Sampai Mamanya tiba-tiba penyakitnya kambuh, namun ketika di bawa ke Rumah Sakit, itu sudah terlambat.
Mamanya sudah pergi meninggalkan dirinya sendirian.
Mengigat hal-hal itu membuat Antony merasa cukup sedih.
Dirinya segera mengambil bahan di kulkas, dan memfokuskan pikirannya pada hal lain.
Saat ini dirinya akan memasak Bubur Ayam.
Ini resep Bubur Ayah Khas buatan Mamanya, dulu Mamanya bahkan sempat berjualan Bubur Ayam untuk mendapatkan uang tambahan, selain Bekerja di Pabrik di Siang hari.
Rasanya tiba-tiba merasa kangen dengan rasa masakan itu.
Itu Bubur Ayam yang enak dan saat itu cukup laris.
Mungkin Alex dan Emelin akan suka untuk memakannya.
Antony segera menyiapkan bahan-bahan lainnya, dan memulai untuk membuat kaldu dulu.
Antony begitu fokus saat memasak, sampai-sampai dirinya tidak sadar ketika Emelin datang.
Melihat Antony sedang memasak dan mengunakan celemek itu, Emelin benar-benar merasa sangat senang.
Astaga...
Suaminya ini memakai celemek dan Memasak seperti ini juga terlihat sangat Tampan!
Orang-orang di Kantornya pasti tidak akan pernah berpikir, jika Pak Presdir mereka yang terkenal dingin dan tidak tersentuh itu suatu hari akan pergi ke Dapur, Memakai sebuah Celemek dan memasak makanan.
Dan lagi, semua masakan Antony sangat enak.
Apalagi dengan penampilan yang sangat Tampan ini, pasti banyak gadis-gadis muda yang akan mengantri untuk membeli.
Emelin membayangkan Antony memakai baju Koko Profesional.
Namun membayangkan lebih lanjut dimana Antony di kerumuni gadis-gadis cantik membuat Emelin kesal.
Huh, untung saja Antony tidak menjadi koki dan malah sudah menjadi Suaminya.
Emelin memikirkannya, tentu saja tidak ada yang boleh memakan masakan Suaminya ini selain dirinya dan Putra Mereka Alex.
Ini adalah Masakan Eklusif dari Antony Suaminya yang di buat dengan penuh cinta.
Memikirkan ini membuat Emelin berbunga-bunga, apalagi sekarang Suaminya tercinta ini tengah memasakan untuknya.
Astaga....
Antony ini setelah di perhatikan dia semakin romantis saja...
Dengan perasaan gembira itu, Emelin mendatangi Antony lalu memeluknya dari belakang.
Mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Istrinya itu, Antony lalu berbalik, dan segera mencium singkat bibir Emelin.
"Kamu sudah bangun?"
"Hmm, sudah. Aku melihat kamu sudah tidak ada di tempat tidur, aku kira kamu kemana, ternyata kamu memasak,"
Antony lalu tersenyum, dan berkata,
"Ya, tiba-tiba saja aku ingin memasak untukmu dan Alex,"
"Astaga, Antony kenapa kamu begitu manis, Ah~"
Emelin benar-benar tidak tahan, lalu tanpa malu-malu langsung mencium lagi Antony.
Kali ini, ciuman Emelin langsung dibalas oleh Antony, mereka berciuman cukup dalam selama beberapa saat.
Menikmati rasa ciuman yang begitu manis di pagi hari, yang memberikan semangat baru untuk keduanya.
Mereka berdua terlihat sangat mabuk cinta saat ini.
Sampai-sampai ada suara panci yang menyadarkan mereka kembali memperhatikan sekeliling.
"Sudah, Sudah, kamu jangan mengodaku pagi-pagi sekali, bagaimana jika milikku ini bereaksi? Aku sedang memasak ini," kata Antony lagi.
Mendengar itu tentu saja Emelin merasa malu sendiri, karena tahu apa yang Antony maksud.
"Kamu pagi-pagi sudah berpikir mesum!!"
Antony sedikit mengoda, dan menjilat sedikit bibir Emelin, lalu melepaskanya dan berkata,
"Siapa yang mesum? Ini karena Istriku yang sangat cantik ini mengodaku di pagi hari, bagaimana aku bisa tahan? Aku masih laki-laki normal,"
Emelin melepaskan pelukannya, terlalu malu membahas hal-hal ini lalu mulai mengalihkan perhatiannya ke masakan Antony.
"Sana lanjutkan masaknya, nanti malah gosong. Jadi apa yang kamu masak?"
Antony lalu kembali melihat kearah panci, dan mengaduk kaldu di dalamnya.
Ketika tutup panci di buka, aroma harum dan sedap memasuki penciuman Emelin, membuat perut Emelin sedikit keroncong dan merasa lapar, apalagi di pagi hari seperti ini, karena memang perut masih kosong.
"Ah, ini terlihat enak..."
Antony lalu mengabil sendok, dan mengail sedikit kuah di dalam panci.
"Saat ini aku sedang memasak bubur ayam, dan ini adalah kaldu bubur ayamnya, ingin mencobanya?"
Mendengar itu, tentu saja Emelin sangat tertarik,
"Tentu saja, aku ingin."
Antony lalu meniupi kuah disendok itu sampai suhunya tidak lagi terlalu panas, lalu menyuapkannya pada Emelin.
Merasakan sensasi gurih dan sedap di lidahnya itu, membuat Emelin merasa semakin lapar.
"Ini... Ini sangat enak sekali! Ah~ aku jadi ingin segera memakannya, aku benar-benar sangat lapar."
Melihat ekpersi Emelin yang senang itu, Antony segera mengelus rambut Emelin dan berkata,
"Sebentar lagi matang, kamu panggilkan saja Alex agar dia cepat bangun, bilang kalau kali ini Papanya memasak sesuatu yang spesial untuknya,"
"Apakah kamu berniat menyogok Alex agar dia mengijinkan kita pergi Bulan Madu berdua saja?"