Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 183: Penyesalan Yang Tidak Sampai


Di tempat lainnya, saat ini Alvan tengah menekam di Penjara, dia sudah mencoba menghubungi Pengacaranya, namun tidak berhasil, itu karena dirinya saat ini tidak memiliki uang untuk menyewa pengacara lagi.


Sudah beberapa hari saja dia berada disana, namun itu juga tidak ada seorangpun yang menjenguk keadaannya.


Claudia Putrinya yang paling dia sayangi itu juga belum menunjukan wajahnya sejak dirinya di rawat di sini.


Rasanya sangat frustasi di tempat yang tidak familiar dan juga begitu memuakan.


Sejak dirinya disini, orang-orang yang berada dalam satu sel dengannya menyiksa dan memberlakukan dirinya seperti seorang budak.


Dirinya tidak pernah mengira akan bisa dipermalukan sampai seperti ini.


Ditengah-tengah keputusan ini, tiba-tiba Alavn ingat wajah Olivia dan Putrinya Emelin.


Mengiagat kembali bagaimana dirinya yang tidak adil pada mereka, dan bisa-bisanya dirinya terjebak dalam permainan Cornelia yang ternyata hanya mengiginkan harta yang dimilikinya.


Dirinya dibutakan oleh cintanya dan keserakahannya pada harta, dan berkahir seperti ini.


"Alvan Smith, ada orang yang ingin bertemu denganmu,"


Mendengar ada orang yang ingin bertemu dengannya, wajah Alvan terlihat bahagia.


Apakah Claudia Putrinya akhirnya ingin bertemu dengannya?


Namun ketika dia keluar, wajah yang dia lihat bukanlah Putrinya itu.


"Kamu... Kamu Suami Emelin,"


"Rupanya, Tuan Alvan masih ingat,"


"Mau apa kamu disini?"


"Akulah yang memasukan dan melaporkanmu, hingga berakhir di tempat ini,"


Wajah Alvan lalu menunjukkan ekpersi kemarahan yang jelas.


"A... Apa katamu!! Kamu... Kamu berani menipuku dan melakukan semua ini padaku!!"


Antony yang dituduh itu lalu sedikit tertawa, dan berkata,


"Apakah Tuan Alvan layak berkata seperti itu? Emelin, Emelin Smith adalah Putri Kandungmu, namun apa yang telah kamu lakukan padanya? Kamu menipunya selama ini bersama Selingkuhmu, mengabil semua yang seharusnya menjadi miliknya, kamu yang menipu Putri Kandungmu sendiri, dan sekarang setelah mengamami sesuatu seperti itu, Tuan Alvan berhak marah? Bagaimana rasanya di tipu? Apakah itu menyenangkannya?"


Alvan terdiam mendengar kata-kata Antony.


Antony lalu melanjutkannya kata-katanya.


"Kamu sudah dengar sebelumnya soal perbuatan Istri tercintamu Cornelia itu? Dialah yang menjebak dan mempermainkan mu selama ini. Bahkan jika Ibu Kandung Emelin itu adalah wanita yang tidak kamu sukai, Emelin masih merupakan Putri Kandungmu, apakah kamu tidak pernah memiliki perasaan sedikitpun? Dia begitu menyayagi mu, dan percaya padamu hingga memberikan semua yang dia miliki untukmu... Namun apa bayarannya? Melihat cintanya yang begini besar itu, kamu bahkan tidak pernah percaya padanya sedikitpun, dan hanya terus membela Claudia,"


"Aku... Aku tidak pernah tahu Cornelia menipuku.... Dan bahkan soal kematian Olivia...."


"Ya, aku tahu jika kamu begitu bodoh. Aku hanya merasa betapa kamu tidak layak mendapatkan Cinta dari Almarhum Ibu Emelin, bagaimana bahkan sampai akhir, dia masih memikirkan kebahagiaanmu, kamu juga tidak layak mendapatkan cinta Emelin,"


"Olivia hanya teropsesi denganku, tidak pernah memikirkan perasaanku, hanya melakukan apapun yang dia suka..."


Sebelum Alvan menyelesaikan kata-katanya, Antony mengeluarkan sebuah dokumen.


"Sebenarnya sebelum kematiannya, dia sempat memikirkan untuk bercerai denganmu, lihat aku baru saja mendapatkan dokumen ini dan surat ini dari Pengacara Keluarga Smith,"


Alvan menatap kertas didepannya dengan tidak percaya.


Itu adalah surat gugatan perceraian yang sudah di tandatangani oleh Olivia.


Lalu dengan gemetar, Alvan membuka Amplop yang ada disana,


Alvan terkejut setelah melihat isinya,


'Untuk, Alvan


Alvan, aku harap dengan ini kamu akan memaafkan ku. Aku akan melepaskanmu, mulai sekarang kamu bisa bersama dengan orang yang kamu cintai lagi, aku akan mengembalikan semua yang sudah aku ambil, aku akan mengembalikan Perusahaan milik Ayahmu, dan memberikan kompensasi yang cukup untukmu, dan beberapa persen saham Perusahaan Smith.


Aku berharap kamu bisa bahagia bersama dengan orang yang kamu cintai. Aku tahu, cintaku padamu tidak akan pernah sampai, aku akhirnya paham, kapan harus menyerah. Aku tahu, semua perbuatanku tidak bisa termaafkan. Kamu mungkin membenciku. Namun, aku harap kamu jangan membenci Emelin putri kita, dia tidak salah apapun, akulah yang salah. Mungkin kamu tidak akan pernah memaafkanku, itu tidak masalah. Aku hanya berharap dengan ini kamu bisa mengejar dan mendapatkan kebahagiaanmu sendiri.


Dan ingatlah, aku pernah sangat mencintaimu, melepasmu adalah bentuk caraku mengungkapkannya untuk terakhir kalinya.


Maafkan aku atas semua hal ini...


Aku akan melupakanmu,


Aku akhirnya sadar, bahwa kamu bukan untukku.


Jadi bahagialah dengan orang yang kamu cintai,


Selamat tinggal,


Olivia Smith'


Tiba-tiba air mata muncul dari mata Alvan setelah membaca surat itu.


Dirinya tidak menyangka jika cinta Olivia begitu besar padanya...


Namun sekarang sudah terlambat untuk menyadarinya...


Perasaan Alvan menjadi begitu rumit dan penuh penyesalan ketika membaca surat itu.


Antony berkomentar menambahkan,


"Ya, aku merasa kamu tidak layak mendapatkan cinta mereka,"


Alvan masih terdiam dalam pikirannya sendiri itu, dan mulai meneteskan air matanya, akhirnya teringat semua dosa-dosa yang dirinya perbuat.


Dirinya yang menyia-nyiakan cinta Olivia, dan berbuat tidak adil pada Putri mereka Emelin.


Emelin memang tidak salah apa-apa...


Bahkan sebenarnya Olivia tidak pernah menjebak dirinya hanya...


Itu permainan dari Cornelia...


Dirinya benar-benar tidak mengira hal-hal bisa seperti itu...


"Apakah kamu tahu? Claudia Putri kesayanganmu itu berniat membunuh Emelin," kata Antony lagi menambahkan.


Alvan tentu saja kaget mendengar hal-hal itu, tidak bisa mempercayainya.


Claudia putrinya adalah anak yang baik..


Bagaimanapun bisa?


"Apa katamu?"


"Ya, dia mengalami kecelakaan berkat orang suruhan Putri Kesayanganmu itu. Aku bertanya-tanya dari mana sifat kriminalnya itu berasal?"


"Dia... Dia benar-benar melakukannya? Tidak... Lalu Putriku, Emelin...."


"Lupakan itu, toh itu tidak penting bukan? Kamu masih akan membela Claudia, aku harap kamu merenungkan perbuatanmu,"


"Tidak aku tidak..."


Namun tanpa mendegarkan kata-kata Ayah Emelin, Antony sudah pergi dari sana meninggalkan Alvan yang masih termenung disana.


Alvan tidak tahu harus merespon seperti apa...


####


Antony yang keluar dari Penjara, langsung kembali berniat menelepon anak buahnya.


Beberapa saat lalu, dirinya mendapatkan kabar kalau kecelakaan yang Emelin alami memiliki dalang, dan setelah di selidiki lebih lanjut, ternyata itu orang suruhan Claudia.


Hah, Claudia sialan itu...


Ternyata dia tidak kapok, kira-kira apa yang harus dirinya lakukan pada orang itu?


Tapi tunggu, ini aneh, Claudia sepertinya sudah diawasi kenapa bisa sampai kecolongan?


Apakah Claudia punya kaki tangan atau orang yang menolongnya?


"Kamu tolong selidiki apakah ada yang membantu Claudia merencanakan semua kejahatannya ini," kata Antony pada anak buahnya.


'Baik, Pak. Kami akan memeriksa lagi semua orang yang bertemu Claudia belakangan ini, tanpa terlewat,'


"Ya, kupas semua sampai tuntas,"


'Baik, Pak. Kami akan menyelidiki lebih teliti lagi,'


"Bagus, kalau bisa secepatnya,"


Setelah menyelesaikan teleponnya, Antony berniat kembali ke Rumah Sakit.


Sudah satu Minggu sejak kejadian itu, Alex di pindahkan ke Rumah Sakit tempat Emelin di rawat, dan kondisi Emelin sudah cukup membaik. Namun tetap saja efek dari Kecelakaan ini masih meninggalkan bekas yang mendalam pada Emelin.


Soal hal-hal ini, Antony merasa ada baiknya memberitahu Emelin juga, Emelin juga berhak tau soal ini.


Alasan dirinya hari ini berkunjung ke Penjara hanya ingin melampiaskan rasa marah, terutama setelah tau hal-hal ini perbuatan Claudia.


Apakah Ayah Emelin itu bahkan masih tetap membela Claudia itu?


Dan soal surat itu, dirinya juga benar-benar kebetulan mendapatkannya saat mengurus surat wasiat Kakek Emelin.


Tidak pernah mengira, ada hal-hal seperti itu...


Sangat disayangkan, Ibu Emelin sudah meninggal sebelum dia meneruskan rencananya. Jika tidak...


Dirinya penasaran apa yang akan terjadi berikutnya.


Sudahlah, toh itu sudah berlalu.


Yang paling penting, harus segera memberi tahu Emelin. Emelin mungkin memiliki pendapat soal siapa yang bekerja sama dengan Claudia?


####


Bersambung