
Setelah mendengar kabar soal kecelakaan yang terjadi, tentu saja klaien yang bekerja sama dengan Perusahaan Smith segera menelepon untuk menemui CEO Smith Group.
Saat ini, Alvan dengan gugup keluar dari mobilnya, menuju gedung Perusahaan.
Dirinya juga barusan mendapatkan telepon kalau sudah ada beberapa orang yang menunggunya untuk pertemuan di kantor kali ini.
Sungguh, Alvan saat ini dalam keadaan binggung dan pusing.
Perusahaan Smith yang dimilikinya saat ini hanya tinggal nama, tidak hanya memiliki Utang yang menumpuk namun proyek-proyeknya pun banyak yang terbengkalai.
Arus Kas Dana Perusahaan memang sempat kacau terutama setelah pembentukan CLA Entertainment atas permintaan Putrinya Claudia, juga karena Investasinya pada beberapa film yang saat ini Claudia bintangi.
Namun bukannya untung, itu malah merugikan, belum biaya pembetukan Perusahaan yang memang menelan banyak biaya, dan biaya promosi yang sangat tinggi, namun kerugiannya benar-benar juga cukup banyak.
Sekarang juga CLA Entertainment mengalami krisis berkat reputasi Putrinya menurun dan sekarang beberapa Artis sepertinya bertambah enggan untuk bergabung dengan CLA Entertainment.
Investasi di film terakhir Claudia yang rilis beberapa minggu lalupuj gagal total.
Belum lagi, proyek-proyek milik Perusahaan Smith dibatalkan, dan memang sebelumnya beberapa Investor sudah pergi.
Keuangan Perusahaan benar-benar hancur, dan harapan terkahir Perusahaan yaitu pembangunan pusat perbelanjaan ini sekarang berantakan.
Berapa ganti rugi yang akan dikeluarkan?
Hutang saja masih belum luas, dan beberapa krediktor juga sudah mulai menagih.
Hah...
Mana karena kekurangan dana, dirinya meminjam uang atas nama Pribadi agar tetap terlaksananya kegiatan perusahaan.
Sekarang bagaimana dengan uang-uang itu?
Proyek terakhir ini yang dirinya Investasi kan dan menghabiskan hampir seluruh sumberdaya Perusahaan sekarang hilang.
"Pak Alvan anda akhirnya datang, mana janjimu soal Proyek yang selesai secepatnya? Yang aku dapat malah laporan terjadi kecelakaan? Taukan kamu ada beberapa orang yang meninggal berkat kejadian ini? Ini adalah calon Pusat Perbelanjaan, dengan Insiden ini bagaimana orang ingin percaya dan datang ke Pusat Perbelanjaan jika nanti sudah dibangun? Kamu mengerti maksudku?"
"Maaf, Pak Presdir ini benar-benar diluar kemampuan saya, saya tidak mengira akan sampai terjadi kerusakan seperti ini,"
"Kamu ini benar-benar tidak becus!! Sekarang bagaimana? Kamu pikir aku tidak mengeluarkan begitu banyak uang untuk Proyek ini? Karena kegagalan Proyak ini kamu harus memberikan ganti rugi padaku,"
"Tapi Pak... Saat ini keuangan Perusahaan saya tidak memungkinkan,"
"Aku tidak mau tahu!! Aku juta dengar ini semua adalah salahmu kenapa kecelakaan ini terjadi, ini karena kamu membeli bahan bangun murahan bukan? Hey, kemana Uang yang sudah aku berikan itu?"
Alvan sekarang terdiam, tidak tau harus menjelaskan bagaimana karena memang ini kesalahan dirinya untuk membeli bahan yang sedikit murah karena saat ini keuangan perusahaan tidak mampu untuk membeli bahan-bahan yang mahal untuk menangani proyek ini karena semua uang-uangnya yang seharusnya dikeluarkan untuk proyek ini malah digunakan untuk pembangunan CLA Entertainment yang merugikan itu.
Sekarang dirinya harus bagaimana?
"Maaf... Saya...."
"Aku tidak mau tahu sekarang!! Cepat kembalikan semua uang-uangku juga uang kompensasi untuk kerugian ini aku tidak mau tahu!!"
"Tapi Pak...."
"jika kamu tidak memberikannya aku akan menuntutmu ke jalur hukum pengadilan bersiap-siaplah saja kamu dijebloskan ke dalam penjara!"
Wajah Alvan lalu menjadi pucat.
"Pak tolong beri saya kesempatan, dan lebih banyak waktu lagi,"
"Sudahku bilang sebelumnya padamu bahwa aku hanya memberimu satu kali kesempatan namun apa yang aku terima kamu malah hanya menghancurkan project ini menjadi berkeping-keping dan membuatnya gagal sudah tidak ada lagi kesempatan kedua yang akan aku berikan padamu!"
"Pak Presdir saya mohon,"
"Aku tidak mau tahu, akan aku bertindak waktu satu Minggu dan Uangnya harus kembali!!"
Dengan itu, Klaien penting itu pergi dari sana meninggalkan Alvan yang kelabakan itu.
Namun belum sempat Alvan bisa duduk tenang, Sekertarisnya datang dan masuk.
"Pak Presdir, beberapa perwakilan serikat pekerja datang ini menemui Bapak,"
Alvan menatap Sekertarisnya itu dengan marah, dan berkata,
"Serikat Perkerja apa! Itu tidak penting, suruh mereka keluar, aku sedang sibuk dan tidak ada waktu untuk menemui mereka,"
"Saya tidak bisa melakukannya, ini adalah urusan penting soal insiden di proyek. Ada beberapa korban jiwa dalam insiden ini, dan saat ibu Keluarga Para Korban melaporkan hal ini pada Seikat Pekerja agar membantu mereka mendapatkan kompensasi dari Perusahaan kita,"
"Apa? Ada hal-hal seperti itu?"
"Saya sudah mengatakannya sebelumnya soal hal-hal ini dan kompensasinya mungkin akan menjadi cukup besar karena korbannya cukup banyak, selain yang meninggal juga ada beberapa yang saat ini terluka dan masih dirawat di Rumah Sakit, Insiden ini cukup parah, karena gedung runtuh saat Para Pekerja masih dalam proses membangun,"
Alvan hanya bisa menghela nafas panjang, lalu mulai bertemu dengan perwakilan itu.
Diskusi tentu berjalan dengan buruk, karena Alvan tidak bisa membayarkan uang kompensasi sesuai tuntunan mereka.
"Jika Perusahaan ini tidak bisa membayar Uang Kompensasi sesuatu ketentuan, Saya akan membawa ini kejalur hukum,"
"Tolong beri Perusahaan kami waktu, lagi, saat ini Keuangan Perusahaan sedang tidak baik,"
"Bapak pikir ini juga mudah untuk para pekerja? Lihat beberapa mungkin tidak bisa bekerja lagi untuk waktu dekat, ada juga yang mengalami kecacatan yang mungkin akan memuat mereka tidak bisa berkerja sebagai tukang bangunan lagi, dan belum lagi yang meninggal, bagaimana dengan Keluarga mereka? Apa yang mereka akan makan setelah kehilangan kepala keluarga mereka? Saya tidak mau tahu, sebagi perwakilan saya menutut agar Perusahaan membayarkan uang kompensasi sesuai tuntunan kami,"
Dengan itu, pertemuan selesai lagi-lagi berakhir dengan ancaman kalau ini akan dibawa juga ke jalur hukum.
Alvan menjadi binggung, lalu mencoba menghubungi beberapa temannya untuk meminta pinjaman.
"Ayolah, aku janji akan membayarnya,"
Alvan masih berusaha untuk menelepon beberapa teman lainnya namun hasilnya sama dan dirinya tidak mendapatkan pinjaman apapun yang ada malah mereka menuntut uang-uang mereka untuk segera dikembalikan dan ini semakin membuat Alvan pusing.
Dengan perasaan kesal dia mulai memberantakkan mejanya, merasa sangat emosi dengan semua ini.
####
Hari-hari cepat berlalu, saat ini Antony barusaja rapat dengan beberapa klaien.
"Pak Presdir untuk mengawasi Proyek ini sepertinya kita perlu memantau langsung ke lokasi proyek di Kota C," kata Menejer yang memimpin proyek.
"Apakah aku harus ikut?"
Salah satu klaien lalu berkata,
"Tapi memang sebaiknya dicek dulu untuk lokasi proyeknya, juga soal pembukaan dan memulai pembangunan, jika ini dibuka oleh Bapak Presdir ini akan menjadi hal yang baik untuk meningkatkan reputasi,"
"Aku tidak bisa muncul di Publik,"
"Tidak perlu ada gambar, hanya cukup kehadiran bapak saja disana,"
"Itu Benar Pak Presdir, lagipula ada juga Proyek lain di Kota C yang harus Bapak lihat, peluncuran produk baru kita juga berada di kota C,"
Antony yang mendengar sepertinya tidak ada pilihan selain ke kota C, lalu sekali lagi bertanya,
"Berapa lama aku akan disana?"
"Menurut jatwal padat Bapak, sepertinya akan memakan waktu satu Bulan untuk berada di Kota C," kata Sekertaris Antony sambil melihat daftar agenda ditangannya.
Antony hanya menatap pasrah ketika melihat daftar agenda itu, sepertinya pergi ke Kota C memang tidak bisa dihindari apalagi harus mengurus juga pembukaan cabang baru di kota C, ini benar-benar akan menjadi bulan yang sibuk.
Jika memikirkan harus berada di kota C selama 1 bulan bukankah itu artinya dirinya tidak akan bertemu dengan Emelin selama satu bulan ini?
Padahal mereka baru saja menjadi cukup dekat, sekarang dirinya jika harus sibuk mengurusi hal ini namun ini benar-benar tidak bisa ditinggalkan....
Akhhh...
Sial...
Apa sebaiknya dirinya ini pulang setiap akhir pekan?
Mungkin ini juga bisa menjadi ide yang bagus.
Dan setelah beberapa percakapan, rapat itu pun segera diakhiri.
Antony lalu kembali ke Ruangannya dengan tampang lelah.
Merasa kalau hidup itu sulit, padahal akhirnya Emelin selesai syuting setelah pergi beberapa minggu dan tidak melihatnya cukup lama dan sekarang dirinya yang harus pergi dan tidak bisa melihatnya lagi untuk waktu lama.
Cukup sedih ketika memikirkannya saja.
Tidak lama, lalu Antony melihat-lihat dokumen didepannya, ah benar selain mengurus pekerjaannya di sini dirinya juga harus mengurus hal-hal AX Investment.
Hmm, dan soal Perusahaan Smith itu....
Setelah memikirkannya lagi, Antony segera mengurus lagi berkas-berkas Perusahan Smith.
Dirinya sudah menyuruh anak buahnya menghitung biaya yang dibutuhkannya untuk Akusisi Perusahaan Smith ini.
Melihat nilai perusahaan yang saat ini benar-benar turun apalagi memiliki hutang yang cukup banyak, Sebenarnya bukan hal yang baik untukmu akusisi perusahaan.
Menatap laporan keuangan yang hancur ini, benar-benar akan membutuhkan banyak usaha untuk membangun ulang perusahaan yang sudah hampir bangkrut ini.
Tentu saja dirinya awalnya tidak bermaksud membuat perusahaan menjadi seburuk ini, namun itu benar-benar kecerobohan yang dilakukan Ayah Emelin, yang terlalu menghambur-hamburkan uang untuk membangun CLA Entertainment yang merugikan, juga tentang dia yang tidak becus mengurus Perusahaan hingga terjadi kerugian selama 2 tahun terakhir ini.
Tapi tetap saja ini adalah perusahaan yang cukup penting, dirinya akan mencoba membangkitkan lagi Perusahaan ini dari 0, dengan kemampuannya dirinya cukup percaya akan bisa membangkitkan lagi Perusahaan.
Lalu setelah memikirkannya dengan matang dan melakukan persiapan, dirinya mulai menelponnya bawahannya,
"Segera kamu menghubungi CEO Perusahaan Smith untuk menawarkan Investasi pada mereka, lebih tepatnya Ini adalah sebuah tawaran untuk Akusisi Perusahaan,"
'Baik, Pak Presdir. Saya akan segera menghubungi mereka,'
"Bagus, itu lebih cepat lebih baik, Aku ingin Akusisi ini segera selesai."
Dengan telepon ditutup, bawahan diujung sana sangat sigap sekali, langsung menyiapkan beberapa berkas soal Perusahaan Smith, kalau segera menelpon CEO mereka.
Alvan yang sudah beberapa hari itu tidak bisa tidur, mendapat telepon cari nomor yang tidak diketahui kepalanya menjadi tambah pusing Apakah ini salah satu kreditor yang lain lagi yang berniat menagih hutang?
"Hallo, ini siapa?"
'Saya adalah perwakilan dari AX Investment, menawarkan sebuah kesepakatan menarik untuk Bapak,"
"Kesepakatan apa?"
'Kami mendengar jika Bapak membutuhkan Dana bukan?'
Mendengar kata-kata yang sepertinya cukup positif ini hati Alvan sedikit tergerak.
Apakah mereka berniat memberikan dana pada perusahaannya?
Wow ini akan menjadi kesempatan bagus!
Dirinya pernah mendengar soal Ax Investment ini, walaupun mereka baru mereka adalah perusahaan investasi yang sangat bagus.
"Ya, seperti yang anda dengar... Jadi apa kesepakatan yang anda tawarkan?" tanya Alvan lagi.