
Mendengar kata-kata Mama Raka soal menawarinya uang ini, jelas ini melukai harga diri Alissya.
Ya, bahkan tanpa Mama Raka memberitahunya pun, dirinya yang paling tahu jika dirinya tidak cukup layak untuk bersanding dengan Raka Anderson.
Dirinya hanya seorang gadis biasa, sedangkan Raka adalah Tuan Muda dari Keluarga Kaya.
Terlebih lagi, Keluarganya yang seperti sekarang, suka membuat masalah.
Dan dengan kejadian sebelumnya, dirinya sudah benar-benar merasa sangat malu di depan Raka.
Dirinya sudah mengulang-ulang soal hal-hal ini didalam hatinya, walaupun hatinya cukup sakit.
Karena terlalu sadar jika mereka terlalu berbeda....
Namun walaupun diri sudah menolak, Raka, namun Raka sekali tetap keras kepala.
Kebaikan Raka yang perlahan meretakan semua dinding yang dirinya buat diantara mereka....
Ya...
Kenapa semua menjadi begitu rumit?
Dan sekarang Mama Raka ada di depannya dan berkata begitu.
"Ini yang yang cukup banyak, ambilkan dan terima tawaraku ini, jangan menjadi begitu munafik. Kamu tidak pantas untuk Putraku Raka," kata Ibu Raka lagi pada Alissya yang dari tadi tidak menjawab, dan hanya diam.
Alissya sekali lagi teteguh.
Walaupun dirinya benar-benar tahu apa yang di katakan Mama Raka sangat benar sekali, namun perasaan ketika hal-hal yang dirinya takutkan benar-benar di katakan secara langsung dan menjadi sebuah kenyataan, tetap membuat hati Alissya terasa tidak enak.
Ya, dirinya memang harus menjauh dari Raka...
Namun Raka masih begitu keras kepala....
Apa yang harus dirinya lakukan sekarang?
Lebih baik jika Raka bisa membencinya saja, sehingga semua ini akan mudah untuk di lewati.
Biarkan jalan mereka sampai disini saja.
Bahkan walaupun itu belum di mulai.
Tapi walaupun dirinya mengatakan hal ini pada Mama Raka, soal dirinya tidak pernah bermaksud mendekati Putranya atau ingin memiliki Hubungan dengan Putranya, itu tetap akan percuma, karena wanita didepannya ini tidak akan mendengarkannya.
Namun melihat dirinya ditawari uang seperti sebuah barang seperti ini membuat Alissya kesal juga.
Jadi, mari mengambil cara yang paling mudah dan tidak terlalu merepotkan.
"Hanya 1 Milyar? Bagaimana dengan 1,5 Milyar? Aku akan mempertimbangkannya nanti," kata Alissya dengan ekpersi dingin.
Yah, bukan berani dirinya mengiginkan uang itu, toh seadainya menerima Cek, dirinya tidak akan pernah mengabil uang itu di bank.
Masalah sangat mudah di pecahkan, dan mungkin dengan ini Raka akan membencinya.
Mendengar kata-kata Alissya itu wajah Ibu Raka menjadi memerah karena marah.
"Kamu ini dasar wanita tidak tahu diri!! Berani menawar-nawar segala? Dasar Maya duitan!!"
"Aku rasa sebaiknya, 2 Milyar saja. Semakin banyak waktu yang terbuang sia-sia sangat tidak bisa di biarkan,"
Alissya melihat wajah Ibu Raka yang Marah itu entah kenapa ingin mengerjainya sedikit lebih banyak.
Raka biasanya di tekan oleh Ibunya ini bukan?
Anggap saja membaut senjata makan Tuan.
"Kamu berani...."
"2,5 Milyar," kata Alissya lagi.
"Tidak, jangan naikkan nilainya, 1,5 Milyar sudah cukup,"
"Nyonya malah menawar? Apakah ini Pasar? Tidakkah menurut Nyonya Nilai dari Tuan Muda Raka Anderson hanya sebatas 1,5 Milyar?" Kata Alissya lagi dengan nada dinginnya itu.
Ekpersi Veronica sudah mencapai puncaknya hingga ingin sekali marah.
Dirinya tidak mengira gadis didepannya ini benar-benar cukup pintar dan sangat mata duitan.
Tentu saja nilai Putranya tidak hanya sebatas itu!!
Jika Putranya berhasil mewarisi Harta Keluarga Anderson...
Nilai ini hanya sangat kecil sekali.
Gelar sebagai Nyonya Keluarga Anderson nilainya jelas lebih besar dari pada uang-uang receh ini.
Sial, dasar gadis licik, dia benar-benar berniat memeras dirinya!!
Uang di Tabungannya memang cukup banyak tapi tetap saja...
"Baik, Sepertinya Negosiasi ini berakhir," kata Alissya berniat berdiri dari tempat duduknya, setelah melihat Ibu Raka itu terdiam dengan cukup lama.
Melihat Alissya sepertinya mau pergi itu, wajah Veronica menjadi pucat.
Hal-hal seperti itu tidak bisa di biarkan.
Putranya harus tetap menjadi Putranya yang patuh dan bisa dirinya kendalikan, itulah kenapa dirinya akan mencari Calon Menantu yang patuh pada dirinya, dari Keluarga yang Kaya juga sehingga semua rencannya akan berjalan dengan lancar.
"Tunggu, jangan pergi dulu. Sudah Fix, 2,5 Milyar. Ini segera tanda tangan dan tulis surat Perjanjiannya," kata Ibu Raka langsung mengeluarkan bolpoin, dan sebuah materai.
Kemudian, mengabil cek kosong dan menuliskan nominal yang Alissya minta itu.
Alissya kembali duduk, perasaannya sebenarnya cukup rumit.
Namun ini memang pilihan yang dirinya pilih.
Dengan ini Raka pasti membenci dirinya.
"Tenyata Tante cukup bijaksana," kata Alissya dengan senyum palsunya itu, lalu mulai menulis perjanjian di kertas kosong, menempelkan Materai, dan tanda tangan disana.
Tulisan jika dirinya tidak akan dekat-dekat dengan Raka lagi.
Veronica memberikan cek itu sedikit tidak ikhlas pada Alissya.
"Ingat, jangan dekat-dekat dengan Raka lagi, kalau bisa kamu pindah ke Kota lainnya,"
"Tante tenang saja, semua bisa diatur," kata Alissya menerima cek itu, lalu pergi dari sana.
Namun begitu Alissya pergi, Veronica akhirnya sadar.
Sial!!
Bukankah dirinya berada disini untuk menganga gadis bernama Alissya itu?
Kenapa malah dirinya yang merasa di ancam balik dan malah di palak seperti ini, dan akhirnya kehilangan 2,5 Milyar!!
Harusnya tidak seperti ini yang dirinya rencanakan!!
Harusnya dirinya melihat gadis itu menagis, dan sejenisnya, kenapa malah seperti ini?
Akh, sudahlah, sudah baik gadis licik itu pergi dari Hidup Raka, kalau tidak betapa gawatnya hidupnya dimasa depan nanti.
Alissya lalu segera membuang kotak hadiah yang sudah dirinya siapkan untuk Raka itu.
Kemudian mencari taksi untuk pergi dari sana.
Perasaannya masih sedikit rumit, namun Alissya menahannya.
Segera, dirinya menelepon Kakak Sepupunya,
"Kak, Antony. Apakah aku bisa dipindahkan dari Perusahaan Utama Anderson ke Cabang di Luar Kota atau sesuatu?"
Tentu saja, Antony yang berada di kantornya itu memiliki ekspresi kaget, tidak biasanya adik sepupunya ini meminta sesuatu seperti ini.
'Kenapa tiba-tiba seperti ini? Ada apa? Apakah soal masalah tempo hari di Pesta? Alissya sudah Kakak bilang, ini tidak ada hubungannya denganmu,'
"Bukan begitu, hanya saja aku sedikit tidak nyaman... Ada banyak gosip buruk soalku disana lalu...."
'Kakak akan bereskan soal gosip-gosip tidak jelas itu,'
"Tidak perlu, hanya pindahkan saja aku,"
'Alissya, jangan membuat keputusan yang begitu Implusif,'
"Kumohon...."
'Alissya, tenangkan pikiranmu dulu. Dan besok kita akan membicarakannya,'
"Baik, Kakak. Besok akan aku hubungi lagi,"
Alissya lalu menutup teleponnya itu, kemudian tiba-tiba air mata tumpah.
Apakah ini keputusan yang benar?
Harusnya ini baik-baik saja untuk menjauh dari Raka, karena dirinya harusnya tidak memiliki perasaan apapun padanya....
Namun kenapa...
Hanya memikirkannya jika tidak bisa melihat dia lagi, Perasaannya menjadi begitu sakit?
Apakah ini benar-benar akan baik-baik saja....
Raka akan membencinya setelah ini...
Ya...
Ini adalah pilihannya sendiri.
Sudah tidak ada jalan untuk kembali.
Raka....
Maafkan aku....
Air mata benar-benar tidak bisa hilang dari Alissya, bahkan sampai dia tiba di Kos tempatnya tinggal itu.