
Setelah menyerahkan undangan dan mengisi buku tamu dengan Isabella, tatapan Antony bertemu dengan tatapan tajam dari Raka.
Antony tidak pernah merasa sesial ini sebelumnya, dan lagi kenapa harus dari semua orang, dirinya harus bertemu dengan Raka, Sepupunya itu?
Astaga, akan selalu ada masalah ketika dirinya bertemu dengan Raka.
Apalagi sekarang dirinya malah kebetulan masuk dengan Isabella, Raka tidak akan salah paham kan?
Atau Raka tidak akan membuat semacam keributan disini kan?
Namun sayangnya itu, hanya pikiran Antony saja, selian Raka menatap Antony dengan tatapan tajam, dia membiarkan Antony lewat begitu saja.
Namun, Isabella malah berhenti dan menyapa Raka,
"Tuan Muda Raka, juga ikut reuni ini? Antony, Antony tunggu dulu, lihat ini ada Sepupumu,"
Awalnya Antony mengira kalau Raka sudah memilih untuk pura-pura tidak saling kenal, dan Antony merasa itu keputusan yang cukup bijak, agar tidak terlalu menarik perhatian.
Namun siapa yang tahu, kalau Isabella ini tukang membuat masalah.
Raka sendiri merasa wanita bernama Isabella ini benar-benar tidak bisa membaca situasi.
Hah...
Sejujurnya, Raka cukup kesal kenapa Antony sepupunya ini bisa-bisa datang bersama dengan Isabella-Isabella ini?
Mereka datang bersama!!
Astaga, Raka benar-benar tidak mengerti lagi.
Awalnya ketika melihat mereka masuk bersama, dirinya sudah bersiap-siap untuk pura-pura tidak kenal dan menatap, lalu mengamati mereka dari jauh.
Raka sebelumnya, sudah mendapatkan tugas dari Emelin untuk mengawasi Antony itu agar tidak sampai dekat-dekat dengan Isabella, atau setidaknya untuk mengamati apa yang akan Isabella rencanakan, tidak boleh melewati sedikitpun cela, karena Emelin bilang sebelumnya pada Raka kalau Isabella-Isabella itu seperti kegatelan dengan Sepupunya, Antony itu.
Dan siapa yang mengira dirinya akan begitu cepat bertemu dengan Sepupunya yang sudah bersama Isabella itu?
Apa yang harus dirinya katakan pada Kak Emelin?
"Hallo," kata Raka dengan senyum terpaksa.
"Ya," kata Antony menyapa Raka juga, hanya mengaguk ringan.
Isabella sekarang baru menyadarinya sepertinya dua orang itu dalam hubungan yang kurang baik, sepertinya dirinya salah langkah.
"Ah, benar juga tempo hari kamu bilang pernah sekolah di SMA Elite Y ini juga,"
Raka masih tersenyum profesional, lalu menjawab,
"Itu benar. Lagipula ini adalah salah satu Sekolah Yayasan milik Keluarga Anderson, tentu saja aku sekolah disini, dan lagi kebetulan aku menjadi panitia disini,"
Antony menatap Raka terkejut, dirinya juga baru saja tahu kalau Sekolah Elite Y ternyata milik Keluarga Anderson, tapi sebelumnya sepertinya bukan?
Tapi sebenarnya, ini Sekolah Yayasan milik Keluarga Anderson?
Raka harusnya berumur tiga tahun lebih muda, jadi ketika dirinya lulus, Raka baru masuk Sekolah itu?
Ini cukup masuk, akal jika Sekolah Elite Y mungkin di beli oleh Anderson Group, agar bisa dimasuki Tuan Muda mereka, bagaimanapun itu untuk mengurangi kemungkinan Tuan Muda mereka membuat masalah?
Atau memang ini sekolah milik Keluarga Anderson dari awal?
Dirinya juga tidak begitu tahu.
Walaupun menjadi CEO Anderson Group bukan berati dirinya tahu segalanya soal hal-hal milik Perusahaan secara detail.
Hanya garis besar saja.
Owh, benar juga di renuni ini mungkin dirinya akan bertemu teman-teman lamanya.
Mereka yang merendahkannya ketika dirinya masih bersekolah disini.
Bagaimana nasip mereka sekarang?
"Tuan dan Nona, anda dari Kelas A bukan? Angkatan 2xx3, silahkan lewat sini, saya akan mengantar kalian,"
Kata-kata salah satu petugas itu membuyarkan lamunan Antony, dan Isabella yang baru memulai pembicaraan dengan Raka itu, ingin segera mengakhiri sapaannya juga, takut di tinggal Antony.
"Ah? Begitu, aku tidak tahu kalau ini Sekolah milik Anderson Group, aku kira ini milik Keluarga Dirgantara, aku ingat ketika di sekolah ini aku satu kelas dengan salah satu Tuan Muda mereka,"
"Mereka? Kakak beradik dari Keluarga Dirgantara itu? Kebetulan adik dari temanmu itu adalah teman sekelasku, Ayahnya hanya direktur bukan pemilik, namun dia begitu sombong dan sok sekali, suka mengagu orang-orang, dan sangat berani bahkan di depanku, aku sudah pernah memukuli mereka sampai masuk Rumah Sakit, mereka berdua tidak akan berani datang ke Renuni ini, mereka sangat merusak pemandangan," kata Raka sambil tertawa seolah itu adalah lelucon.
Kata-kata Raka begitu menarik, hingga Antony yang mendengarnya juga ingin tertawa.
Antony merasa sepupunya ini karakter yang cukup menarik.
Sepertinya dia bisa membedakan mana orang jahat dan bukan?
Tapi dia suka bersikap begitu aneh.
Tidak mudah berurusan dengan Tuan Muda Raka itu sepertinya.
Isabella tentu saja cukup Syok, karena Tuan Muda dari Keluarga Dirgantara itu cukup dekat dengannya dulu...
Yah....
Beberapa masalalu...
####
Bersambung