Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 46: Rahasia Keluarga Anderson


Ketika membaca isi buku itu, terutama mendegar kalau ini ada hubungannya dengan Nenek Antony, tentu saja dua orang itu menjadi binggung.


"Seingatku soal Nenekmu, dia meninggal sekitar lebih sepuluh tahun yang lalu, aku cukup lupa soal ini, tapi Raka pernah bercerai sedikit bahwa dia adalah Kesayangan Neneknya. Tapi aku tidak mengira dia bisa sampai sejahat itu pada Mamamu,"


Antony terdiam setelah mendengarkan kata-kata Emelin.


"Aku tidak tahu apa-apa soal ini.... Jadi.... Ayahku benar-benar tidak tahu?"


"Sepertinya begitu, bahkan sepertinya Ayahmu masih tidak tahu sampai sekarang soal hal-hal ini,"


"Kamu mungkin ada benarnya,"


Mengetahui soal kenyataan ini, mambuat hati Antony sedikit rumit.


Itu bukan karena Ayahnya tidak menjemput dirinya dan Mamanya, namun karena dia tidak tahu soal hal-hal ini.


"Aku juga tidak tahu harus berpendapat seperti apa... Soal hubungan antara mereka... Ya, kamu tahu maksudku. Tapi ku pikir, kamu sebaiknya jangan membenci Paman Thomas,"


Antony terdiam sedikit kemudian kembali berpikir lagi, soal hubungan antara dirinya dan Ayahnya.


Mamanya meninggal lebih awal, dan keberadaan Ayahnya selalu menjadi misteri tersendiri untuk dirinya sejak kecil.


Tapi tetap saja, Mamanya dulu pernah ke Keluarga Anderson lalu sampai di usir oleh Neneknya.


Ya, dirinya tidak tahu seperti apa Neneknya itu....


"Aku masih tidak tahu,"


Emelin tersemyum sambil mencoba menghibur Antony dengan memeluknya.


"Tidak apa-apa, kamu bisa memikirkannya dulu, menerima kenyataan ini sepertinya memang masih sulit,"


Mereka terdiam dalam posisi seperti itu cukup lama.


Antony masih belum berkata apa-apa.


Emelin lalu mencoba untuk membuka pembicaraan lagi.


"Mari coba kita lihat halaman berikutnya," kata Emelin sambil mulai membalik halaman buku harian itu.


Jika sebelumnya ada tulisan kesedihan dan keputusasaan, ternyata di halaman berikutnya berisi tentang hal-hal yang cukup bagus.


'Tidak apa-apa jika aku memikirkannya. Bayi dalam perutku ini adalah anakku juga, aku akan membesarkannya mulai sekarang. '


Disana menceritakan soal masa kehamilannya Mama Antony, walaupun pernah mengalami hal-hal sulit setelahnya, Mama Antony tetap berusaha keras mempertahankan kandungannya.


Disana, setelah cukup lama tidak menulis, ada sebuah foto disana dan tulisan di bawahnya.


Itu adalah foto seorang bayi kecil yang lucu.


'Ini ada Putraku. Dia sangat lucu dan tampan bukan? Apakah ini gen dari Ayahnya? Itu pasti. Kemudian memikirkannya, aku sekarang menjadi seorang Ibu... Aku sangat bahagia sekali, ini adalah harta Karun berhagaku, Antony kecilku,'


Emelin melihat foto bayi kecil yang terlihat lucu itu, dengan wajah kecilnya yang tertidur pulas.


Benar-benar menghagatkan hati ketika melihatnya.


"Astaga, Antony, lihat kamu begitu lucu ketika masih bayi. Benar-benar mengemaskan, aku ingin mengelus pipi kecil ini, sangat manis, Ah~" kata Emelin lagi sambil membelai gambar itu.


"Lupakan saja, jangan lihat. Ini memalukan, lagipula bukankah semua bayi seperti itu?"


Ekpersi Emelin tiba-tiba sedikit berubah menjadi suram.


"Ini mengigatkanku saat Alex masih bayi dan baru lahir, aku... Aku tidak benar-benar pernah mengendongnya,"


"Tidak apa-apa, aku tahu kondisimu saat itu... Melihat bagaimana Mamaku begitu senang saat aku lahir, aku menjadi sedikit mengerti juga, dulu ketika Alex lahir, aku juga menjadi begitu senang untuk menjadi seorang Ayah,"


Emelin sedikit terdiam.


Dirinya juga menjadi ingat saat dirinya terbagun dari komanya setelah melahirkan.


Hal pertama yang dirinya cari tentu saja bayinya.


Sayang sekali, saat itu Alex masih di Inkubator dan dirinya tidak bisa melihatnya, namun mendegar kalau Bayinya baik-baik saja dan selamat dirinya juga senang.


Kondisi tubuhnya saat itu benar-benar buruk, jadi dirinya tidak lama setelah sadar dirinya dibawa ke Luar Negeri untuk perawatan berikutnya dan rehabilitasi.


"Ya, aku pikir aku juga sangat senang memiliki Alex. Sangat sayang aku tidak bisa merawatnya ketika dia masih bayi,"


"Sudah, jangan terlalu dipikirkan itu sudah lewat, kamu sudah melakukan yang terbaik saat itu. Sungguh, hari itu melihat kamu dan Alex selamat saja itu sudah merupakan hal yang sangat baik,"


"Ya, aku tidak tahu kenapa harus ada hal-hal sial yang menimpaku saat itu,"


"Itu bukan hal-hal sial, itu sengaja di buat oleh Claudia dan Mamanya,"


"Apa?? Oleh mereka?"


"Sungguh? Kenapa mereka begitu kurang ajar dan tega sekali padaku? Sebenarnya apa salahku? Dan bahkan sampai calon anak kita juga hampir menjadi korban, padahal aku tidak pernah melakukan apa-apa pada mereka...."


"Ya, aku tahu. Ini hanya pikiran orang saja yang tidak bisa kita tebak, semua orang memiliki ambisinya sendiri, apalagi kalau sudah menyangkut Harta dan Uang,"


"Memang hal-hal ini sungguh rumit,"


Setelahnya, kedua orang itu menutup buku harian itu.


Namun memang masih banyak pertanyaan yang masih tersimpan dari misteri-misteri dalam buku itu.


Misalnya saja, soal kebenaran yang terjadi pada Mama Emelin, Olivia Smith.


Emelin masih kepikiran soal itu.


"Ya sudah, sebaiknya kita segera bersiap-siap untuk bekerja, sepertinya Alex juga sudah bangun dan mau berangkat ke sekolahnya,"


"Ah, benar. Kamu sibuk hari ini?"


"Aku ada Presentasi untuk Proyek penting siang ini. Bagaimana denganmu?"


"Hari ini sesuai saranmu, aku akan pergi ke AX Entertainment dan berlajar mengelola Perusahaan Hiburan sesuai saranmu, ini cukup baik dan tidak terlalu memiki banyak beban ketika aku hamil,"


"Ya, benar. Memang bagus jika kamu mau belajar bisnis,"


"Hah... Tapi kamu tahu sendiri, nilaiku tidak pernah bagus untuk hal-hal ini, dan lagi Aku bukan anak Jurusan Management,"


"Tidak apa-apa, semua orang bisa belajar,"


"Owh, benar juga setahuku dulu kamu dari Jurusan Pendidikan, tapi kenapa kamu jadi menggeluti Bisnis?"


"Ini juga merupakan cerita yang panjang, awalnya aku masuk ke Fakultas Pendidikan Matematika karena aku bagus dalam Matematika, aku pikir tidak buruk untuk mencoba menjadi seorang guru, namun banyak hal terjadi pada akhirnya, dan aku menjadi seperti ini,"


Mendengar itu, Emelin sedikit tertawa,


"Sungguh? Kamu ingin menjadi seorang guru? Kamu? Aku sungguh tidak bisa membayangkannya, apalagi ini Guru Matematika, dengan wajah dan ekpersi dingin seperti ini, kamu pasti akan di tuduh sebagai salah satu guru killer, namun dengan wajah tampan ini, ini pasti akan sangat populer di kalangan murid-murid perempuan,"


"Kamu tidak perlu membayangkannya,"


Antony merasa cukup malu sendiri ketika menceritakan ini.


"Pak Guru Antony, Ah~"


"Emelin, berhenti mengodaku,"


####


Di tempat lainnya, saat ini Viktor Anderson tengah menikmati pagi harinya yang indah juga.


Dia masih bersantai di balkon Apartemennya memikirkan rencananya.


Lalu sebuah telepon datang,


"Ya, ada apa lagi Geovanni?"


'Aku sudah menerima salinan Rencana Proyek milik Anderson Group itu,'


"Ya, itu bagus. Aku sudah menyempurnakannya, lebih baik kamu mempelajarinya dengan baik,"


'Pffff.... Tentu saja, aku pasti akan mendapatkan proyek ini,'


"Ya, aku juga sudah membuat Bahan Presentasi milik Keponakanku itu menjadi kacau,"


'Sudah aku duga darimu. Lalu berikutnya?'


"Aku sudah mengaturnya, agar hal ini akan menjadi tanggung jawab Raka itu dan Ayahnya, mari lihat apakah Thomas dan Putranya Antony itu akan marah atau tidak,"


'Sangat bagus sekali,'


"Jadi, Geovanni, kotak yang aku kirimkan itu, apakah sudah kamu kirim ke Kakakku?"


'Tentu saja sudah, tapi aku sungguh tidak menyangka soal isinya, itu benar?'


"Ya, aku hanya mengungkap kenyataan yang aku tahu dulu, aku pernah tidak sengaja mendegar ini ketika Cherlise itu bertengkar dan dan marahi Nyonya Keluarga Anderson saat itu, sungguh itu membuat Nyonya Anderson itu menjadi sakit jantungnya kambuh,"


'Ibu Tirimu yang menyebalkan dan jahat itu?'


"Hah, tidak perlu membicarakan orang yang sudah mati,"


'Baik-Baik, aku mengerti bagaimana kamu membencinya, karena membuat hidupmu sengsara,'


"Aku bilang diam,"