Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 38: Musuh Tersembunyi


Alissya sekarang yang binggung harus merespon seperti apa setelah mendengar kata-kata Raka barusan.


Namun Raka akan segera pergi dari sana, meninggalkan Alissya yang masih termenung itu.


Melihat kepergian Raka, ekpersi Alissya menjadi rumit.


Lalu, Alissya mulai melihat bunga dan roti isi juga minuman di mejanya.


Alissya segera mengambil kartu ucapan yang ada disana, dan membacanya,


'Jangan lupa sarapan dengan benar, semoga harimu menyenangkan dan indah,'


Malihat kata-kata sederhana disana, Alissya diam-diam tersemyum, merasa hatinya cukup hangat.


Memang, dirinya terbilang jarang untuk sarapan, dan hanya akan membeli sarapan saat dijalan atau sesuatu.


Di rumah, tidak akan ada yang benar-benar peduli apakah dirinya sarapan atau tidak, hanya uang yang mereka selalu pikirkan.


Jadi melihat perhatian diam-diam ini, Alissya merasa cukup senang.


Memang, Raka itu bisa begitu manis seperti ini, sangat lucu.


Namun segera, Alissya mengeleng-gelengkan kepalanya.


Apa yang dirinya pikirkan?


Tidak.


Dirinya tidak bisa seperti ini...


Hanya...


Dirinya seharusnya membuat garis yang jelas anatara dirinya dan Raka...


Tapi kenapa....


Ini begitu sulit?


Disisi lainnya, tanpa dua orang itu sadari, ternyata ada yang memperhatikan mereka diam-diam dari balik ruangan.


Awalnya, Viktor ke kantor lebih awal untuk mengambil beberapa hal yang tertinggal disini, Ponselnya dirinya baru ingat pagi ini.


Itu adalah hal yang penting, jika sampai ditemukan daerah keamanan dan sebagainya atau sampai ada yang memeriksa isi ponselnya, ini hal yang gawat..


Semalam, karena kerja lembur dan begitu lelah, dirinya sempat lupa dan baru saja teringat pagi ini, jadi langsung buru-buru ke kantor.


Mana tahu kalau ada pertunjukan yang cukup menarik di pagi hari.


Jadi Keponakannya, Raka itu menyukai Alissya?


Apakah dia tahu kalau Alissya itu Sepupunya Antony?


Heh, dirinya cukup tahu, kalau Orang Tuanya Raka sangat membenci Keponakannya, Antony itu.


Heh...


Ini bisa menjadi bahan yang menarik, dirinya bisa memanfaatkan ini dengan baik.


Sebuah senyuman licik muncul diwajah tampan itu.


Viktor memutuskan untuk tidak jadi keluar ruangan itu.


Kembali kemeja kerjanya, lalu memeriksa ponselnya.


Dan benar saja, ada beberapa panggilan tidak terjawab dari sana, dari seseorang tertentu.


Melihat nomor itu, senyuman kembali ke wajah Viktor.


Karena sepertinya ruangan ini tidak ada kamera CCTV, Vaktor segera menelepon balik orang yang meneleponnya itu.


"Ya, ada apa Geovanni?"


Suara serak seperti kelelahan terdengar dari ujung telepon.


'Viktor, kenapa kamu baru menelponku sekarang? Padahal aku ingin mengajakmu bersenang-senang tadi malam,'


"Sungguh, aku tidak tertarik dengan hobi gilamu itu, bersenang-senanglah dengan wanitamu sendiri,"


'Semakin tua kamu menjadi semakin membosankan, tidak tahu cara bersenang-senang seperti dulu, kalau seperti ini kamu hanya akan menjadi orang tua yang membosankan,'


"Jadi apakah kamu menelponku tadi malam hanya untuk ini?"


'Ahahaha, tentu saja tidak, aku hanya ingin bertanya, apa rencanamu selanjutnya?'


Viktor berpikir sejenak,


"Coba, lihat? Apakah Proyek di Kota X?"


'Ya, ya aku tahu Proyek itu,'


"Besok aku akan mengirimkan salinan rencananya untukmu,"


'Sungguh? Kamu ingin menyerahkannya Proyek sebesar ini padaku?'


"Tentu saja aku serius,"


"Mereka tidak benar-benar mengagap aku sebagai Keluarga mereka. Hanya, jika ini tidak bisa aku miliki, maka bukankah sebaiknya aku hancurkan saja? Semua orang juga tahu, betapa buruknya Hubungan dua Bersaudara dari Keluarga Anderson itu, hanya dengan sedikit percikan api, wusss itu akan segera meledak,"


Ada sebuah tawa dari ujung telepon,


'Itulah yang aku suka darimu, Viktor, kamu benar-benar licik,'


"Ya, aku banyak belajar darimu,"


'Wow, padahal aku kira saat pertama kali kita bertemu kamu hanyalah anak yang cukup pendiam dan penurut,'


"Kamu sendiri juga tahu, jangan menilai orang dari sampulnya,"


Itu benar, Viktor tiba-tiba saja ingat bagaimana dirinya dan Geovanni ini bertemu.


Mereka adalah teman satu kampus ketika berada di Luar Negeri.


Namun pertama kali mereka bertemu itu adalah di sebuah Klub Malam.


Bisa dibilang, kalau mereka adalah teman dalam kejahatan sejak lama.


'Ya, ya aku tahu,'


"Owh, benar aku baru ingat, rencanamu soal melenyapkan Keponakanku itu gagal bukan?"


'Ya, keponakanmu itu sungguh memiliki keberuntungan yang tinggi,'


"Sungguh, kamu ini benar-benar cukup ceroboh, bagaimana jika ini ketahuan?"


'Tidak masalah, toh semua orang juga tahu bagaimana Dua Perusahaan ini bermusuhan, aku benar-benar sangat muak dengan Keponakanmu itu, yang mengacaukan semua rencana Bisnisku, belum lagi, dia berani menyentuh wanitaku,'


"Setahuku, Keponakanku ini sudah memiliki seorang Istri dan hubungan mereka cukup baik, apakah di berselingkuh?"


'Ya, ya beberapa Insiden terjadi, ini hanya karena wanita ini, begitu teropsesi dan ingin menjadi Nyonya Keluarga Anderson, pada akhirnya dia di jebak dan dibuat malu oleh Keponakamu itu. Padahal aku belum sempat menyentuhnya, dan sekarang dia sudah menjadi barang bekas, jika kamu mau, kamu bisa kesini dan mengambilnya. Dia benar-benar terlihat sangat ingin menjadi Nyonya dari Keluarga Anderson,'


"Tidak, aku benar-benar tidak tertarik,"


'Sungguh? Padahal wanita ini cukup cantik,'


"Itu adalah mainan milikmu, aku benar-benar tidak tertarik,"


'Tapi, Viktor jika itu kamu, aku benar-benar tidak masalah jika kamu mengiginkannya,'


"Sungguh, aku masih memiliki selera sendiri,"


'Hanya, kamu belum melihatnya saja,'


"Sudah, sepertinya kamu hanya mengatakan hal-hal tidak penting,"


'Terserah. Tolong kabari jika ada Informasi berikutnya,'


"Tentu saja, dan kamu jangan gegabah,"


Dan begitulah akhirnya telepon itu berakhir.


####


Antony disisi lainnya, setelah menikmati pagi yang indah itu, segera menuju ke kantornya.


Dan tentu saja sekarang dirinya membawa beberapa pengawal, untuk menghindari agar hal-hal yang sebelumnya tidak terjadi lagi.


Kejadian dua minggu yang lalu benar-benar cukup berbahaya.


Namun anehnya selama dua minggu ini terlihat tidak ada pergerakan.


Dirinya juga sudah menyelidiki tentang siapa pelaku Di balik semua ini.


Namun sampai saat ini penyelidikan itu masih nihil.


Jika memikirkan soal musuh dirinya memiliki beberapa spekulasi.


Itu, dari Perusahaan saingan?


Memikirkan masalah ini benar-benar merupakan hal yang memusingkan.


Namun dirinya harus tetap waspada akan hal ini.


Sekarang dirinya juga sudah menempatkan Pengawal pada Emelin, dan Rumahnya, dan memastikan keamanan Sekolah Alex.


Harusnya dirinya tidak kecolongan lagi harus ektra hati-hati, karena tidak tahu siapa musuh sebenanya.


"Pak Presdir ini laporan untuk Proyek yang akan datang,"


Kata-kata Sekertarisnya itu membuyarkan lamunan Antony.


Antony lalu kembali fokus dan membaca judul laporan yang diberikan oleh Sekertarisnya itu.


"Proyek di Kota X?"


"Ya, sebentar lagi akan ada Tender yang memberebutkan proyek itu. Itu ada sebuah Proyek Besar,"


"Ya, aku mengerti. Kita harus mendapatkannya, segera panggil Ketua Tim Perencanaan Proyek, kita akan segera mengadakan pertemuan untuk membahas hal ini,"


"Tentu, saja, saya akan segera mengatur pertemuan ini,"