Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 32: Pengakuan


Ketika Antony sibuk berpikir itu, untungnya anak buahnya tiba tepat waktu, mereka segera menabrak mobil yang mengelilingi Antony.


Bala bantuan datang cukup banyak, lebih banyak dari mobil yang menghadang Antony.


Melihat kerumunan orang datang itu, mobil-mobil yang mengerumuni Antony itu segera pergi, merasa jika situasinya tidak memungkinkan.


Walaupun itu pasti akan membuat Bos mereka marah.


Namun, jika diteruskan, ini juga akan membahayakan bos mereka.


Mereka harus hati-hati agar tidak tertangkap.


Setelah mereka pergi, bawahan Antony segera membuka pintu mobil Antony dan membantunya untuk keluar dari mobil.


"Apakah anda tidak apa-apa Pak Presdir?"


Antony memeriksa dirinya sendiri, mata rasa sakit di bahu kirinya.


Walaupun dirinya sudah memakai semua alat pengaman di mobil, sepertinya berkat benturan tadi tangannya masih terkenal dampaknya.


Karang dirinya baru merasakannya bahwa ini juga menyakitkan.


"Hanya luka ringan,"


"Maafkan kami karena kami datang terlambat,"


"Kalian tidak salah ini hanya karena aku hari ini kurang waspada,"


Memang dirinya di ini tidak waspada karena baru pulang dari liburan.


Sikapnya terlalu santai dan ini segera pulang bahkan tidak membawa supir seperti biasanya.


Karena dirinya sangat bahagia dan ingin segera pulang bertemu Istrinya, sampai-sampai dirinya lupa jika dirinya memiliki banyak musuh.


Sungguh ceroboh membahayakan diri sendiri.


Jika saja tadi anak buahnya tidak datang tepat waktu dirinya tidak tahu apa yang mungkin selanjutnya terjadi.


Antony sudah tidak mau memikirkan hal-hal terburuk yang mungkin terjadi.


Setelah ini dirinya akan menjadi lebih waspada.


Namun hal hal ini tidak bisa membuat dirinya kuwatir.


Bagaimana dengan Emelin dan Putranya?


Sekarang semua orang tahu jika Emelin adalah Istrinya.


Bagaimanakah istrinya itu sampai diincar?


Memikirkan ini saja membuat ekspresi Antony memburuk.


"Pak, apakah itu menyakitkan? Mari akan saya temani untuk ke rumah sakit,"


"Tidak perlu."


"Tapi Pak...."


"Ini hanya luka kecil, tidak perlu di permasalahkan. Ya aku baru saja memikirkan hal penting lainnya,"


"Apa itu Pak?"


"Aku memintamu untuk menyiapkan pengawal untuk Istriku,"


Bawahan Antony itu terdiam sebentar, lalu berkata,


"Baik, dalam waktu dekat saya akan mencari orang yang cocok untuk menjadi pengawal Istri Pak Presdir,"


"Ya, pastikan cari secepatnya orang yang cocok karena ini keadaan darurat,"


"Tentu saja, Pak."


"Dan satu lagi, juga akan membutuhkan seorang pengawal,"


"Ya, ini kami akan mengawal kemanapun bapak pergi,"


"Itu bagus jangan sampai teledor dan hal-hal seperti ini terjadi lagi,"


"Tentu saja, Pak."


Dengan itu, Antony lalu memasuki mobil bawahannya itu untuk diantar kembali ke rumahnya.


Dirinya mulai memikirkannya apakah perlu untuk menyewa penjaga keamanan tambahan disekitar Rumahnya?


Dan soal Emelin....


Apakah dirinya perlu bercerita hal-hal ini padanya?


Memikirkannya saja membuat pikiran Antony menjadi rumit.


Baik, mari pikirkan saja nanti.


Yang jelas, dirinya harus sampai di rumah tepat waktu, tanpa membuat Emelin di Rumah Khawatir akan hal-hal ini.


####


Melihat wajah ceria itu, tentu saja Antony tidak ingin merusak kebahagiaannya, dengan berita-berita atau kejadian yang dirinya alami barusan.


Namun setelah memikirkannya memang penting untuk memberitahu hal ini pada Istrinya.


Dirinya sudah berjanji untuk tidak lagi merahasiakan apapun darinya.


Tapi memang ini bukan waktu yang tepat mari tunggu setelah makan malam.


Setelah mandi, luka di bahu Antony juga cukup membaik, dirinya memberikan beberapa obat disana, hanya memar ringan.


Malam itu, makan malam berjalan dengan baik.


Setelah mengalami hal-hal yang menengangkan di kantor, dan mengalami hal-hal buruk dijalan, rasanya sangat lega ketika sampai di rumah dan bisa menikmati semua ini.


Alex juga terlihat sangat senang, dan duduk di pangkuan Antony saat dia makan.


Sepertinya putranya ini juga sangat merindukan dirinya.


Melihat betapa damainya meja makan ini, Antony selalu ingin menjaga tempat ini agar tetap seperti ini.


Ya, jadinya harus berusaha menjaga agar keluarganya tetap damai.


Jadi malam itu, setelah Alex kembali ke kamarnya, Antony segera berbicara pada Emelin.


"Emelin, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu,"


Emelin yang awalnya terlihat bersikap santai itu tiba-tiba menatap Antony yang serius menjadi tegang sendiri.


"Ada apa?"


Entah kenapa firasatnya bilang ini akan buruk.


"Aku sebelumnya pernah merahasiakan tentang Identitas dan pekerjaanku darimu bukan?"


"Ya, kamu pernah. Aku selalu tidak tahu alasannya sampai sekarang,"


"Sekarang Aku akan memberitahumu, ingat yang aku katakan ini mungkin akan menjadi hal yang tidak begitu baik. Aku mau mintamu untuk Jangan khawatir,"


"Jika kamu mengatakan itu aku malah akan jadi khawatir jadi kenapa?"


"Sebenarnya, sebagai CEO Anderson Group, aku memiliki banyak musuh yang ingin mengincarku dan ingin menyelakakanku,"


Tentu saja mendengar itu, Emelin menjadi sangat kaget.


"A.. Apa? Musuh? Yang ingin menyelakakanmu?"


"Itu benar sebenarnya pekerjaanku ini cukup berbahaya tidak hanya sekedar CEO. Aku rasa Kakekku juga tahu bahaya ini, hanya saja...."


"Jadi kenapa dia tetap menjadikanmu CEO?"


"Aku juga tidak tahu apa jalan pikirannya namun aku tidak ingin berpikiran buruk tentangnya,"


"Ini sepertinya persaingan bisnis yang rumit,"


"Memang terlihat seperti itu,"


"Jadi apakah ada orang yang benar-benar mengincarmu?"


Antony lalu menghela nafasnya, dan berkata,


"Ya memang ada yang mengincarku dan barusan sebelum aku ke sini beberapa mobil sempat mengejarku dan ingin menyelakakanku,"


Emelin merubah ekpersinya menjadi syok, lalu menatap ke arah suaminya itu dengan ekspresi panik dan khawatir.


"Apa... lalu, kamu... Apakah ada yang terluka?"


Antony tersenyum melihat betapa khawatirnya Istrinya itu.


"Tenang saja aku baik-baik saja, tidak terluka dan tidak ada masalah apapun. Tadi anak buahku datang tepat waktu untuk menyelamatkanku jadi aku aman,"


Antony mulai sedikit menceritakannya soal hal-hal tadi pada Emelin, namun tetap hanya menceritakan sebagian tidak keseluruhan takut-takut istrinya itu malah semakin khawatir, terutama bagian tembak-menembak itu.


"Syukurlah, sepertinya anak buahmu benar-benar bisa diandalkan,"


"Ya, mereka memiliki kinerja yang cukup baik. Itulah kenapa aku memiliki rencana untuk memberimu seorang pengawal,"


"Seorang pengawal? Apakah ini tidak berlebihan?"


"Sama sekali tidak ini semua demi keamananmu. Sekarang semua orang tahu bahwa kamu adalah Istriku, menjadi istriku mungkin menempatkanmu dalam bahaya... Maafkan aku...." Kata Antony dengan ekspresi lesu.


Emelin menggelengkan kepalanya, lalu berkata,


"Tidak masalah sama sekali aku akan menghadapi semua ini bersama-sama denganmu. Lagi pula kita saling memiliki, aku yakin dengan kita bersama-sama kita pasti bisa menghadapi semua ini, sesungguhnya aku cukup senang Bagaimana kamu terbuka denganku,"


Mendengar itu, tentu saja Antony merasa senang.


Dia lalu mencium Emelin,


"Ya, Aku senang memilikimu,"


Malam itu, berkahir dengan damai untuk Keluarga kecil itu.


Namun, baik Emelin atau Antony, prasasti cimas tidak tahu kapan kedamaian ini terus berlanjut, bangun dalam hati mereka mereka ingin tetap perdamaian ini terus berlanjut.