Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 19: Persiapan Wawancara


Disisi lainnya, walaupun Antony pergi berlibur, namun tetap saja ada beberapa hal yang harus dirinya urusi.


Sebuah masalah sepertinya datang begitu cepat.


Nanti ketika dirinya masuk, harus mengurus dan mengadakan rapat direksi untuk pengangkatan Calon Direktur baru di Perusahaan.


Dirinya juga baru saja tahu soal rencana itu dari Kakeknya.


Pantas saja, Pamannya Viktor muncul di Makan Malam Keluarga sebelumnya.


Jadi begitu, ini memang sudah direncanakan.


Namun, bagaimana dengan Pendapat Ayahnya dan Pamannya nanti melihat Paman Viktor kembali ke Perusahaan Utama?


Sepertinya, nanti akan ada banyak hal merepotkan di kantor.


Semoga semua baik-baik saja.


Namun karena ada rapat dadakan itu, dirinya juga menjadi harus menyiapkan bahan dan materi untuk rapat, dan lagi, itu tidak bisa di tunda juga.


Sungguh, merepotkan sekali.


"Antony, kamu berlibur tapi masih mengurusi pekerjaan?" Kata Emelin yang terlihat kesal, melihat Antony duduk di depan Laptopnya.


"Hah, ya mau bagaimana lagi? Begitu aku pulang, akan segera di adakan Rapat Direksi dadakan. Aku sendiri juga baru dapat informasinya sekitar pagi ini, jadi aku harus menyiapkan bahan-bahan rapat nanti,"


Emelin terlihat cemberut,


"Kamu benar-benar workholic,"


Antony hanya bisa mencoba merayu istrinya itu,


"Ayolah, sayang... Ini hanya mengurus beberapa hal, tidak akan lama,"


"Hphm, baiklah kalau begitu, tapi...." Emelin langsung duduk di pangkuan Antony, dan lanjut berkata,


"Aku akan melihat dari sini, bagaimana kamu bekerja,"


Melihat sikap manja Istrinya itu, Antony memeluk tubuh Emelin dengan tangan kirinya.


"Jika kamu seperti ini, bagaimana aku bisa bekerja?"


Emelin sedikit cekikikan, lalu lebih menggoda Antony lagi, tangan Emelin mulai meraba keberapa tempat.


Saat ini, Antony hanya mengenakan jubah mandinya, Antony yang baru selesai mandi itu langsung ingat kalau ada pekerjaan yang belum di selesaikan, sampai-sampai dia buru-buru mengerjakan hal-hal itu dan belum sempat ganti baju.


"Emelin... Kamu...."


"Apa sayangku? Bukankah ini salahmu? Kenapa kamu bekerja dengan pakaian seperti ini? Ini sungguh membuatku tidak tahan untuk menyentuhnya," kata Emelin sambil meraba bagian dari dada bidang yang keras dan terbentuk dengan baik.


Dengan jubah mandi yang sedikit terbuka itu, sangat mudah untuk Emelin memasuki jubah itu dan melakukan tindakan nakalnya itu.


"Sebentar saja, aku hanya menyelesaikan beberapa laporan,"


"Iya, kamu bisa melakukannya. Aku hanya disini dan mengamati," kata Emelin sambil membenarkan posisi duduknya, hingga dia menduduki sesuatu di bawah sana untuk mengoda Suaminya itu.


Antony yang menjadi tidak tahan itu, lalu memalingkan wajahnya dari Laptopnya itu, menarik wajah Emelin mendekat, lalu menciumnya dengan ganas.


"Emm, sangat menyenangkan," kata Emelin setelah Antony melepaskan ciumannya.


"Emelin, ini kamu yang mulai, jangan bilang kamu menjadi lelah setelah mengodaku seperti ini, hmm," kata Antony menantikan Laptopnya, lalu mulai bangun dari tempat duduknya, dengan Emelin dalam gendongannya.


Emelin lalu meletakan tangannya di leher Antony, menggelantung dengan manja,


"Tidak akan..." katanya sambil tersenyum nakal.


Kemudian, Antony segera meletakan Emelin di tempat tidur, dan menciumnya.


Pada akhirnya, itu menjadi malam indah lainnya untuk mereka berdua.


####


Keesokan paginya, ketika Antony Bagun, jam masih menunjukkan pukul enam pagi.


Antony melihat kearah samping, dalam pelukannya, Emelin masih tertidur lelap.


Melihat Istrinya itu sepertinya saat ini kelelahan karena hal-hal semalam, dirinya hanya tersenyum kecil, lalu segera mencium kening Emelin, membiarkan Emelin tidur lebih lama.


Antony sendiri lalu bangun, dan memakai jubah mandinya, menuju kamar mandi, mencuci muka sebentar, lalu segera menuju ke tempat sebelumnya dirinya bekerja, di depan Laptopnya.


Mumpung Emelin belum bangun, dirinya harus mengurus hal-hal ini secepatnya.


Ah, benar dirinya juga baru ingat keamarin setelah adiknya Alissya menelepon, dirinya juga segera menghubungi HRD, dan HRD bilang akan segera menemukan posisi yang cocok.


Kemudian, Antony melihat kearah ponselnya.


Sepertinya dirinya yang terlalu asik dengan Emelin, sampai tidak sadar jika ada seseorang yang menelepon dan mengirimkan pesan.


Itu berasal dari HRD yang di perintahkan untuk mengurus masalah Alissya.


Melihat pesan itu, Antony merasa cukup puas.


Sepertinya memang ada posisi Asisten yang kosong.


Dan itu cukup cocok untuk Alissya, karena dia juga sudah memiliki pengalaman.


Hanya butuh lolos untuk tahap Interview.


Antony yakin Alissya akan bisa melakukannya.


Dan untungnya, walaupun masih pagi, Alissya sudah bangun, dan segera mengangkat teleponnya.


"Alissya, aku punya kabar baik untukmu,"


'Iya, Kak Antony? Ada apa?'


"Kebetulan di Perusahaan memang ada lowongan untuk Menjadi Asisten, apakah kamu mau dengan posisi ini?"


'Tidak masalah, tidak masalah, aku sepertinya bisa mengurus hal-hal seperti itu. Aku sebenarnya pernah membatu Asisten Bosku di Kantor sebelumnya juga,'


"Itu bagus. Kalau bisa, kamu langsung saja datang ke Perusahaan. Sepertinya ini dibutuhkan secepatnya, namun kamu harus ikut Interview dulu dengan calon Atasanmu,"


'Tentu saja tidak masalah,'


"Itu bagus."


'Owh, iya Kak. Aku punya permintaan,'


"Ya? Ada apa?"


'Apakah aku bisa menyembunyikan fakta bahwa aku masuk ke Perusahaan atas rekomendasi Kakak?'


Antony terdiam sejenak, lalu langsung menjawab lagi,


"Itu bisa di atur. Aku akan memastikan pihak HRD ini tutup mulut, dan bahkan Atasan yang nanti akan menjadi Bosmu aku pastikan tidak tahu soal hal-hal ini,"


'Tentu saja, terimakasih Kak.'


"Ya, aku hanya bisa berharap jika interview nanti bisa berjalan lancar, aku yakin kamu bisa,"


'Ya, aku juga.'


"Baik, aku akan menutup teleponnya, sampai jumpa,"


'Tunggu, Kak,'


"Ya? Ada apa?"


'Tidakkah Kakak terlalu jahat padaku? Aku dengar Kakak sudah menikah dan bahkan memiliki seorang Putra, apakah aku tidak boleh berkenalan dengan mereka?'


Antony yang mendengar itu lalu sedikit tertawa, dan menjawab dengan santai,


"Pfffff.... Tentu saja, jika aku pulang nanti, mari segera jatwalkan pertemuan, sambil merayakan kamu di terima kerja juga di Perusahaan. Istriku pasti akan senang bertemu denganmu,"


'Ya, aku harap begitu. Aku juga ingin segera bertemu Keponakan kecil,'


"Tentu saja, Putraku sangat lucu, kamu pasti akan menyukainya,"


'Aku menantikannya,'


Dan setelah itu, percakapan itu segera berakhir.


Antony setelah mengurus hal-hal itu, segera menatap kearah laptopnya, menyiapkan bahan prestasi yang semalam gagal dirinya kerjakan.


Istrinya itu benar-benar sungguh memikat hati, sekarang Emelin itu benar-benar menjadi begitu lengket.


Sungguh, bulan madu ini tidak sia-sia!!


Dan semoga saja ada kabar baik setelah ini, namun walaupun belum, itu tidak apa-apa, dirinya benar-benar masih ingin menikmati melakukan ini dan itu dengan Emelin.


Hmm, masih kurang.


Sambil tersenyum sendiri itu, Antony lalu lanjut melakukan pekerjaannya.


####


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi lebih.


Disalah satu Ruangan tertentu di Perusahaan Anderson, terlihat seorang Pria yang cukup tampan, duduk di Kursinya, melihat papan nama di Mejanya dengan bangga, yang bertuliskan,


'Direktur Victor Anderson'


Posisi ini tepat di bawah CEO yang membantu mengelola Perusahaan.


Saat ini, Kakaknya Thomas Anderson, memegang posisi Direktur Keuangan salah satu kunci penting dalam Perusahaan, dan Kakak keduanya, Carlise Anderson ada disposisi yang sama sepertinya, menjadi salah satu Direktur di bawah CEO.


Sungguh sial, saat ini posisi CEO itu dipegang oleh Keponakannya yang datang entah dari mana itu, Antony itu!!


"Pak Direktur, ini daftar-daftar calon Asisten yang akan segera di wawancarai," kata seorang karyawan dari bagian HRD yang menyerahkan beberapa berkas disana.


"Owh? Ini begitu cepat?"


"Tentu saja, selalu banyak orang yang ingin bekerja di Perusahaan kami, jadi begitu ada lowongan, banyak orang yang ingin segera mendaftar. Ini adalah orang-orang yang sudah kami pilihkan, siap untuk langsung wawancara,"


"Bagus, aku akan memeriksanya lagi,"


Dengan itu, karyawan bagian HRD itu pergi.


Lalu Viktor mulai menatap CV yang ada di hadapannya itu.


Ada beberapa CV disana, termasuk dengan nama 'Alissya Callisto'.


####


Bersambung