Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 65: Kecurigaan Isabella


Emelin yang merasa tidak enak dengan Produsen itu akhirnya membuat keputusan.


Memang, menjadi bintang iklan tambah seperti ini bisa memberikan honor yang lumayan, namun melihat model yang lainnya tidak bisa diajak kerja sama seperti ini membuat Emelin merasa buruk.


Sungguh, orang bernama Isabella itu menyebalkan sekali.


Ini tidak seperti dirinya harus merendahkan dirinya pada orang seperti itu pula.


Isabella ini sepertinya suka mengoda suami orang, memang sungguh menyebalkan memilikirkannya saja.


Jangan sampai Antony bertemu dengan orang itu lagi.


Akhirnya, Emelin mendatangi Produsen.


"Pak Produsen, aku memilih untuk mundur dari Ikan ini, lagipula sepertinya Brand Ambasador ini cukup penting dan lagi dia didukung oleh Pak Presdir Perusahaan ini, aku merasa akan menjadi hal-hal merepotkan jika diteruskan,"


"Nona Emelin... Ini tidak bisa, bagaimanapun juga anda juga Rekomenasi dari Tuan Muda Raka, bagaimana saya harus menjelaskannya pada Tuan Muda?"


"Kamu tidak usah khawatir, aku yang akan bilang pada Raka. Aku sendiri juga tidak suka bekerja sama dengan Artis barusan. Dan aku juga tidak mau membuat Raka terlibat masalah dengan sepupunya hanya karena hal-hal kecil seperti ini."


"Tapi Nona Emelin...."


Produsen itu merasa sedikit ragu.


"Sudah-sudah tidak apa-apa. Aku tidak ingin membuat Keributan oke? Sekarang kamu bisa bilang ke Nona barusan kalau aku pergi, jadi jangan terlalu ribut,"


"Nona Emelin sangat baik hati,"


"Bukan apa-apa,"


Disini Produsen itu terlihat sangat bersimpati pada Emelin, walaupun awalnya dirinya kira Emelin akan cukup sombong karena datang kesini atas dasar koneksi, namun dia terlihat bisa bersikap cukup profesional.


Dan soal Rumor-rumor buruk sebelumnya, itu sepertinya hanya salah paham semata.


Lihat, wanita didepannya ini ternyata orang yang cukup baik dan rendah hati, bukan tipe yang akan menipu bukan?


Merasa bersimpati, Produsen itu lalu menyerahkan Kartu Namanya,


"Benar juga, sepertinya di Perusahaan lainnya aku juga mengatur iklan untuk mereka, mereka juga menumbuhkan beberapa model. Ini bukan Perusahaan sebesar Anderson Group, apakah Nona berminat?"


"Eh? Benarkah?"


"Ya, sepertinya Nona Emelin akan cukup cocok untuk iklan itu, kalau anda tertarik anda bisa menghubungiku lagi soal rinciannya, nanti akan aku kirimkan via Email."


Memang, yang namanya kesempatan baik itu selalu ada jika terus sabar.


Sudahlah, lupakan iklan di Perusahaan ini, sungguh terlalu malas memiliki begitu banyak drama, tidak seperti tidak ada kesempatan lainnya.


Emelin percaya dengan tekat dan kemampuannya, dirinya akan menemukan kesempatan yang lebih baik.


"Baik, Terimakasih atas tawarannya, nanti akan saya hubungi,"


Dan begitulah mereka berpisah, lalu Emelin mulai menelpon Raka mencari tahu di mana dia sekarang.


Lebih baik pulang,


"Hallo, Raka kamu dimana? Aku akan segera pulang, bawa Alex kesini?"


Raka hampir saja menjatuhkan ponselnya saat menerima telepon Emelin.


Bagaimana ini?


Alex hilang!


Dan dirinya baru akan memeriksa kamera CCTV!


Raka mencoba menenangkan pikirannya, lalu mencoba bertanya dulu,


'Kenapa begitu cepat Pemotretannya? Apakah sudah selesai?'


"Aku tidak jadi Pemotretan,"


'Kenapa tidak jadi? Apakah ada yang membuat masalah denganmu? Kak Emelin bisa memberi tahuku dan akan aku selesaikan,'


"Itu hanya masalah dengan Brand Ambasador barusan, aku juga terlalu malas berurusan dengannya, kamu sebaiknya tidak perlu repot-repot mengurusnya,"


'Masalah apa, Kak?'


"Dia masih menjadi begitu ribut bagaimana aku terlibat sekandal dulu, sudahlah aku benar-benar tidak ingin mengurusinya. Dia menyebabkan pula, begitu sombong dan sepertinya mengadaptasi sepupumu itu!"


'Hah, memang sebagai wanita simpanan dari sepupuku dia punya nyali juga ya, benar-benar terlalu,'


"Orang-orang yang terlalu sombong memang seperti itu, terlalu malas berurusan dengan mereka. Dan mana Alex? Segera bawa dia kesini,"


Sekarang Raka ingat bagaimana Alex hilang.


Bagaimana ini?


'Itu... Alex...'


"Kenapa dengan Alex?"


'Alex sebenarnya hilang,'


Mendengar perkataan Raka tiba-tiba, Emelin hampir menjatuhkan ponselnya karena kaget.


"Bagaimana bisa hilang? Kamu bagaimana sih, Raka!" Kata Emelin dengan marah.


'Mana aku tahu, Kak. Aku menyuruhnya menunggu di Ruanganku, aku tinggal ke Kamar mandi karena sakit perut, tahu-tahu dia hilang,'


"Akhhh.... Bagaimana ini...."


'Kak tenang, tenang aku akan memeriksa kamera CCTV,'


"Bagaimana kalau Alex diculik?"


'Tidak. Seharusnya tidak, mana bisa penculik masuk ke Kantor Anderson Group?'


Emelin mencoba berpikir tenang. Itu benar, Putranya Alex adalah anak yang cukup cerdas, dia tidak mungkin menghilang dan pergi begitu saja.


Tunggu...


Alex masih memakai smartwatch yang ada GPS dan bisa ditelepon bukan?


Ah...


"Kamu tunggu, aku akan menelepon Alex,"


'Dia membawa ponsel?'


"Ya, dia membawanya,"


Merasa lega, Raka lalu menutup teleponnya, menunggu kabar dari Emelin soal keberadaan Alex.


####


Disisi lainnya, Isabella yang merasa kesal berniat untuk ketempat Antony bertemu dengannya, mungkin mencoba mengeluh, tapi sepertinya Antony tidak akan suka kalau dirinya mengeluh, sudahlah yang penting kesana saja dulu mencari topik pembicaraan lagi.


Soal bekal makan siang mungkin?


Isabella menaiki lift dengan santai, ini adalah lift khusus untuk petinggi.


Tidak beberapa lama, Isabella sampai ke lantai atas tempat Ruangan Antony.


Yang membuatnya terkejut, adalah ada seorang anak kecil didepan lift.


Melihat wajah kecil itu lekat-lekat, Isabella merasa wajah ini cukup familiar.


Tunggu...


Bukankah ini mirip dengan Antony?


Ini benar-benar cukup mirip dengan wajah Antony ketika dia masih muda.


Bagaimana bisa ada seorang anak yang mirip dengan Antony?


Tunggu....


Jangan bilang ini adalah Putra Antony?


Tapi Antony tidak bilang kalau dia sudah menikah apalagi sudah punya anak.


Dan setahunya, menurut gosip yang beredar, CEO Anderson Group masih single dan belum menikah.


Jadi bagaimana dia bisa punya anak?


Tidak mungkin dia memiliki anak di luar Nikah, dirinya tahu betul Antony seperti apa.


Antony bukan tipe yang akan tidur dengan wanita di luar pernikahan.


Dulu ketika mereka berkencan, bahkan Antony menolak untuk melakukannya dengannya, walaupun dirinya mengiginkan, namun Antony selalu menolak.


Sesuatu seperti, 'Kita belum menikah,' katanya.


Isabella lalu mulai menyapa anak kecil itu.


"Adik kecil, kamu kenapa disini?"


Alex menatap wanita didepannya, lalu menjawab,


"Tersesat,"


"Tersesat? Apakah kamu datang bersama orang tuamu? Dimana mereka?"


"Aku datang bersama Mama, aku sedang mencari Mama,"


"Tidak bersama Papamu?"


Alex lalu ingat janjinya dengan Papanya.


"Papa tidak disini, dia bekerja jauh."


Ketika Isabella menyapa, sepertinya smartwatch milik Alex berbunyi.


Disana, Alex lalu segera menjawab,


Ada suara cemas dari sisi lainnya,


'Kamu dimana, Alex?'


"Alex tersesat, Ma. Sebentar, Alex akan segera kembali ke tempat Kakak Raka,"


'Kamu tahu bagaimana caranya kembali?'


"Ya, Alex tahu."


'Kamu ini, jangan tiba-tiba hilang seperti itu, kamu barusaja membuat Mama dan Kakak Raka khawatir,'


"Maafkan Alex, Ma."


Menutup teleponnya, Alex lalu menatap wanita dewasa didepannya.


"Aku permisi dulu, Tante. Mama mencariku." Kata Alex lalu masuk kedalam lift.


Meninggalkan Isabella dengan ekpersi binggung.


Apa?


Raka?


Apakah ini Raka yang sama?


Apa hubungan anak itu dengan Raka?


Tapi setidaknya anak itu tidak ada hubungannya dengan Antony bukan?


Mencoba memfokuskan pikirannya, Isabella lalu segera berjalan menuju ruangan Antony.


Disana, ketika Isabella hendak masuk, dia dihadang oleh seorang Sekertaris wanita didepan.


"Maaf, Nona. Nona seharusnya tidak disini,"


"Aku ingin bertemu Pak Presdir kalian,"


"Maaf Nona, Pak Presdir kami saat ini sedang sibuk. Jika ingin bertemu dengannya, harus membuat janji dulu,"


"Aku kenal baik dengan Presdir Kalian! Kalian jangan membuat masalah denganku!"


"Tapi Nona, tidak bisa,"


Sekertaris laki-laki yang berada disana lalu ikut menyela, setelah melihat seorang wanita disana.


Memang dia sepertinya kenalan Pak Presdir.


"Sebentar, Nona. Saya akan coba panggilkan Pak Predir," kata Sekertaris laki-laki itu, membuat Sekertaris wanita binggung.


"Bagus. Kamu tahu tugasmu dengan baik,"


Namun sebelum dia sempat memanggil Antony masuk, pintu ruangan sudah terbuka.


Memang, awalnya Antony ada urusan diluar, namun tiba-tiba ada Alex jadi urusannya sempat tertunda.


Dirinya harus pergi ke Perusahaannya Cabang dan mengecek beberapa hal disana.


Namun begitu dia keluar, dia melihat sosok wanita yang familiar. Wajah Antony berubah agak cemberut.


Kenapa orang ini disini lagi?


Sungguh, benar-benar sangat menggagu.


Apa sih mau Isabella ini?


####


Bersambung