
Melihat reaksi Emelin yang tiba-tiba ingin muntah itu, reaksi Raka menjadi terkejut,
"Kak... Sudah deh tidak usah berlebihan begitu, aku merasa parfumku baik-baik, saja benar bukan ehh... Nona?" Tanya Raka pada seseorang yang berada disamping Emelin.
"Saya Menejer Nona Emelin."
"Ukkhhh... Apakah perasaanku saja? Tiba-tiba aku merasa tidak nyaman," kata Emelin sambil menutup hidungnya itu.
Wajah Raka menunjukkan ekpersi cemberutnya, lalu melepaskan Jas miliknya, yang dia beri parfum sebelumnya.
"Ah, benar ternyata ini karena kamu berlebihan menggunakan parfum," kata Emelin sedikit lega, namun tetap perasaan sedikit mual masih tersisa.
"Tunggu, aku akan kekamar mandi sebentar, tolong temani Aku Ana, kamu tunggu disini saja Raka,"
Sambil memutar matanya itu, Raka dengan kesal, lalu hanya duduk dan meletakan jasnya di kursi, dan begitu Emelin pergi Raka menyuruh seorang OB datang, dan menyerahkan Jas miliknya, kalau bertanya,
"Memang parfum yang aku pakai pada Jas ku berlebihan?"
"Saya Rasa tidak, Tuan Muda. Ini masih dalam kisaran standar biasanya, tidak berlebihan sama sekali,"
"Hah... Memang wanita itu terkadang aneh. Sudah bawa Jas ini ke Ruanganku,"
"Baik Tuan Muda,"
Disisi lainnya, Emelin yang kekamar mandi itu langsung menuju wastefel untuk muntah.
"Nona Emelin tidak apa-apa?"
"Hanya tiba-tiba perutku terasa tidak nyaman, dan mual,"
"Mungkin ini karena Nona Emelin tidak makan teratur dan Maag? Belakangan jatwal begitu penuh dimana-mana, dan mungkin juga karena kecapean,"
Emelin juga memikirkannya, kemungkinan karena beban kerja yang sangat tinggi belakangan membuat tubuhnya akhirnya tidak nyaman seperti ini. Mungkin juga karena stress yang menumpuk, biasanya sakit maag selalu datang.
"Ya, bisa saja,"
"Apakah ingin saya antar ke dokter?"
"Tidak perlu, aku baik-baik saja. Setelah muntah sudah terasa baikan,"
"Tapi Nona Emelin, ada baiknya anda periksa ke Dokter mana tahu anda terkena penyakit misterius,"
"Penyakit Misterius apa? Ini hanya kelelahan oke?"
"Nona Emelin jangan menyepelekan sakit Maag, beberapa tahun lalu saya memiliki teman yang gila kerja sampai lupa makan, dan akhirnya sakit maag kronis kemudian meninggal,"
"Kamu jangan menakut-nakutiku ya, siapa yang gila kerja? Aku hanya kerja tidak banyak,"
"Tapi Jatwal Nona Emelin dari Siang sampai Sore...."
"Ya sudah, mungkin aku memang hanya lelah dan butuh Istirahat, jadi bagaimana dengan jatwal sekarang?"
"Sebenarnya hanya ada jatwal pertemuan dengan beberapa agensi periklanan untuk tanda tangan kontrak,"
"Apakah itu bisa ditunda?"
"Bisa, karena ini belum pokok juga,"
"Baik, kosongkan jatwalku hari ini dan Besok, aku akan Istirahat,"
"Baik-baik, Nona."
Setelah percakapan singkat itu, Emelin yang sudah merasa baikan lalu keluar dari kamar mandi bersama Ana, kembali menuju tempat Raka berada.
Sekarang Raka sudah tidak memakai Jasnya, lalu berkata,
"Mari makan siang di bawah, ada restoran enak didekat ini,"
"Restoran Ayam Goreng?"
"Benar, ini Restoran Ayam Ala-ala gitu, Kak sangat suka, biasanya pesan disana saat makan siang, jadi mari rayakan kesuksesan Kak Emelin disana, makan besar nih," kata Raka dengan ceria.
Bersama dengan Menejernya yang sengaja Emelin ajak, mereka makan di Restoran yang Raka tunjukan.
Emelin memang sangat suka Ayam, namun dirinya sedikit kecewa dengan rasanya.
"Enak bukan, Kak?" Tanya Raka dengan penuh percaya diri.
"Emm, aku merasa ada yang kurang, ini jelas enak Ayam Goreng masakan Suamiku,"
Mendengar itu, Raka tentunya cukup terkejut,
"Suami Kakak bisa masak?"
"Iya, masakan Suamiku itu sangat enak apalagi Ayam Goreng buatannya, duh aku itu selalu ketagihan masakannya, ah tiba-tiba aku merasa ingin makan masakan Suamiku, sayang sekali dia di Luar Kota, benar-benar menjadi rindu,"
"Ya ampun, Kak. Kenapa Kakak bertingkah seperti Pengantin Baru saja? Ingat umur, Kak ingat umur,"
"Siapa yang kamu bilang Tua? Aku masih muda, dan lagi Pernikahanku belum juga delapan tahun,"
"Dasar, Kakak ini semakin kesini kok jadi Bucin sama Suami Kakak?"
"Hah, kamu itu Raka, makanya punya pacar, jangan jomblo terus. Kamu tidak mengerti sih, Suamiku itu sudah baik hati, pintar masak, terus Tampan sekali pula, bagaimana aku tidak tergila-gila?"
"Hah, terserah Kakak."
"Raka, kamu mungkin harus belajar memasak juga, Pesona seorang Pria Tampan yang bisa memasak itu bisa meluluhkan hati banyak wanita,"
"Hah... Tanpa itupun masih banyak wanita yang menyukaiku, aku tidak merasa kekurangan wanita,"
Mereka mulai asik mengobrol tentang berbagai hal, dengan asiknya, ketika tiba-tiba Emelin berbicara aneh-aneh.
"Aku kok tiba-tiba ingin makan mangga muda,"
"Mangga Muda? Astaga, Kak kebetulan di Apartemenku ada, ada satu kotak besar malah! Ini sebenarnya oleh-oleh dari temanku, sial aku hanya meminta Mangga Manis namun dia malah membawa mangga muda yang sangat asam, itu sekarang menumpuk di Kulkas, baru kemarin datang, apa Kakak mau?"
"Boleh-boleh, aku mau."
"Baiklah, besok aku akan menyuruh orang untuk mengantarkannya pada Kakak."
"Tidak mau, aku maunya sekarang,"
"Lah? Sekarang ya mana ada,"
"Tapi maunya sekarang, lagian Apartemen mu kan didekat sini, kenapa tidak kita kesana saja?"
"Aku tidak sabar ingin memakannya, pasti dibikin rujak sangat enak,"
Raka membayangkan mangga-mangga asam itu hanya bisa ngeri.
Wanita memang, aneh, bisa makan sesuatu yang asam seperti itu?
Setelah membuat rencana itu, Emelin meminta Ana untuk pulang duluan saja, toh Emelin sudah meminta untuk Istirahat jadi suka tidak perlu diikuti oleh Menejernya lagi.
####
Disisi lainnya, Isabella yang awalnya meminta penjelasan dari perwakilan Perusahaan Anderson itu ditolak mentah-mentah, dan hanya bilang kalau memang kontrak itu sudah di akhiri, dan tidak ada alasan jelas.
Benar-benar kesal ketika memikirkannya, sampai ketika Isabella lewat dia mendengar salah satu Staff sedang berbicara dengan yang lainnya,
"Sudah dengar soal Brand Ambasador yang di ganti lagi?"
"Tentu saja aku, tahu. Tadi yang barusan kesini kan? Dia sangat cantik sekali, belakangan dia menjadi cukup populer,"
"Benar, Nona Emelin itu. Aku merasa dia pasti akan cocok untuk menjadi Brand Ambasador disini,"
"Benar sekali, aku sendiri sudah tidak sabar menantikan film miliknya itu rilis,"
"Ya, aku juga. Itu terlihat cukup bagus,"
Mendengar gosip-gosip soal Emelin itu tiba-tiba membuat Isabella menjadi kesal!!
Tidak hanya Emelin itu merebut Antony dari dirinya, namun juga berani mengambil Perannya di Anderson Group sebagai Brand Ambassador?
Astaga!!
Benar-benar tidak bisa tinggal diam.
Namun ini aneh, belakang di televisi hanya ada kabar baik tentang Emelin dan Kabar Buruk soal Claudia.
Dirinya tahu ada pertikaian antara dua orang itu tapi....
Ini benar-benar terkesan memang ada seseorang yang mendukung Emelin dari belakang, Claudia sebelumnya juga pernah mencurigai ini.
Ya, Claudia itu mungkin tidak tahu apa-apa, namun jika memikirkan hal ini bisa saja jika selama ini Emelin itu di dukung oleh Antony bukan?
Apakah Antony benar-benar sudah memiliki Perasaan pada Emelin itu?
Memikirkan semua ini membuat Isabella marah, apalagi Malam itu malah jadi Emelin yang keenakan bisa bersama dengan Antony.
Sialan!!
Jika saja Emelin itu tidak ada...
Lalu sebuah ide muncul, Isabella lalu menelepon Claudia.
"Hallo, Claudia,"
'Ya, Isabella ada apa?'
"Apakah kamu sibuk? Bagaimana kalau kita bertemu?"
'Tidak juga, ada apa memangnya?'
"Tidak, hanya... Hanya apakah kamu merasa ada yang sengaja membuat reputasimu buruk belakangan ini?"
'Hah, itu jelas. Ini Pasti Emelin, namun bagaimana bisa dia melakukannya?'
"Claudia, sebenarnya aku tau kalau Emelin itu memiliki seorang dukungan, sepertinya dia benar-benar ingin membalasmu, jadi kami harus hati-hati, siapa yang tahu bahkan kecelakaan yang menimpamu itu di rencanakan oleh Emelin?"
'Aku memikirkannya... Memang, bagaimana semua itu mungkin jika hanya Emelin? Ini Benar-benar memilih sponsor? Dari mana kamu tahu, Isabella?'
"Aku belakangan juga berniat menyelidikinya, karena salah satu Iklan milikku entah bagaimana berhasil dia rebut, sungguh dia itu menyebalkan,"
'Benar!! Emelin itu yang merebut peran-peran ku juga!! Kamu juga membencinya bukan?'
Isabella mendegar hal ini juga menjadi kaget.
Jadi Antony sampai sejauh itu?
Lalu bagaimana situasinya sekarang?
Jika memang, Antony berniat menjatuhkan Claudia dengan kekuasaan yang dia miliki saat ini mungkin bisa menjadi mudah...
Bisa jadi juga saat ini Claudia ini diawasi bukan?
Dirinya juga harus hati-hati, namun memang memanfaatkan Claudia untuk menjatuhkan Emelin adalah ide yang baik.
"Claudia, intinya dengarkan aku, kamu saat ini mungkin sedang diawasi, lihat lagi sekelilingmu, orang yang membantu Emelin jelas mengincarmu,"
'Isabella apa yang kamu katakan?'
"Orang yang membantu Emelin bukan sosok yang biasa, aku hanya memberikan peringatan, sepertinya Emelin benar-benar ingin menghancurkanmu dengan bantuan sponsornya ini,"
'Apa.... Apa kamu bilang?'
"Aku belum bisa menyebutkan detailnya, tapi aku akan segera mengatakan padamu nanti setelah melakukan penyelidikan, ingat untuk melihat apakah ada yang mengawasi mu atau tidak, pastikan kamu lebih hati-hati,"
'Kamu ingin membantuku?'
"Tentu, kita memiliki musuh yang sama, kamu membenci Emelin bukan?"
'Ya, aku sangat membenci Emelin itu!!'
Mendengar sepertinya provokasinya berhasil, Isabella tersenyum senang.
Lihat saja, dirinya tidak akan membiarkan Emelin itu bahagia dengan Antony seperti itu.
Ketika Isabella sampai parkiran, dirinya malah melihat sosok-sosok yang familier.
Melihat itu, Isabella segera menelepon anak buahnya.
"Tolong segera ke lokasiku, ikuti orang yang ada di foto yang aku kirimkan dan dapatkan foto-foto menarik dari dua orang ini, cepat kesini, sekarang juga, aku juga memiliki beberapa tugas tambahan, nanti akan aku berikan detailnya,"
####
Bersambung