
Setelah pemeriksaan hari itu, dan diketahui kalau Emelin sedang hamil, tentu saja Keluarga kecil itu sangat gembira dan melakukan beberapa perayaan.
Namu tentu saja, selain kerabat atau teman baik mereka, hal-hal soal Kehamilan Emelin ini belum di publikasikan.
Masih menunggu saat yang tepat.
Dan sekali lagi hari-hari cepat berlalu.
Di masa-masa awal kehamilan Emelin ini, Emelin terlihat sangat santai, namun berbeda dengan suaminya Antony.
"Emelin, apakah kamu tidak merasakan mual atau sesuatu?"
Emelin mengeleng-gelengkan kepalanya,
"Tidak sama sekali, mungkin karena ini masih awal? Sepertinya memang belum ada tanda-tanda,"
"Apakah kamu merasakan sesuatu yang tidak nyaman di bagian perutmu?"
"Ini baik-baik saja,"
Saat ini jam makan malam mereka, lalu kemudian Emelin hendak makan dengan santai, namun kemudian Antony segera meletakan banyak sayuran dan makan-makan sehat lainnya didepan Emelin, sangat banyak sampai ekpersi Emelin menjadi syok.
"Kamu harus banyak makan, mumpung kamu masih bisa makan, aku khawatir nanti saat memulai mual-mual kamu jadi tidak bisa makan apapun, dulu aku ingat bagaimana saat awal hamil Alex, kamu benar-benar susah makan apapun, dan hanya muntah, sampai membuatmu sedikit lebih kurus, aku tidak mau ini terjadi, jadi mari makan yang banyak,"
"Astaga, Antony.... Tapi tidak sebanyak ini juga...."
"Tidak, kamu harus makan banyak biar agak berisi, lihat kamu ini masih sangat kurus," kata Antony sambil memegang pinggang Emelin.
"Kurus apa? Apakah kamu tidak tahu? Gaun-gaunku yang lama sudah tidak bisa aku pakai! Bahkan ada beberapa gaun baru yang sekarang tidak bisa aku pakai karena aku bertambah gemuk,"
Antony lalu menatap Istirnya dari atas sampai bawah.
"Gemuk apa? Ini masih sangat kurus!"
"Kamu tidak mengerti!! Ini benar-benar naik beberapa kilo! Astaga, itu karena memberiku begitu banyak makan selama beberapa minggu terakhir ini,"
"Tapi itu sekarang akan sangat berguna untuk kehamilanmu, agar semua berjalan dengan baik,"
"Baik-baik, aku mengerti, tapi aku tidak bisa makan sebanyak ini, separonya saja,"
Menghela nafas, akhirnya Antony mengabil beberapa makanan dari piring Emelin itu.
Melihat Antony itu, Emelin tiba-tiba memiliki sebuah keinginan yang tidak tertahankan,
"Sayang, aku ingin kamu menyuapiku,"
Antony menatap istrinya dengan kaget, tidak biasanya Isterinya menjadi begitu manja.
"Tumben,"
"Ini mungkin bawaan calon anakmu itu, dia sepertinya akan menjadi sangat manja seperti Ayah dan Kakaknya, apakah ini akan jadi Bayi laki-laki? Astaga,"
Antony lalu tertawa mendengar ini,
"Hmm, mungkin saja. Tidak masalah jika ini laki-laki,"
Alex yang baru datang ke ruang makan itu juga menjadi heboh soal calon adiknya.
Tentu saja Alex tidak tahu kalau Emelin pernah keguguran sebelumnya.
Dan hanya mengagap ini masih calon adik yang sama.
"Ma... Adik kecil belum juga besar? Perut Mama kenapa masih kecil? Tante Elli di sebelah, perutnya sudah besar sekali,"
Emelin sedikit tersenyum dan menjawab,
"Ini sedikit terlambat, mungkin adikmu akan keluar beberapa bulan lebih lambat, Alex harus sabar oke?"
"Ummm, ini benar-benar lama..."
Keluarga kecil itu benar-benar merasakan kehangatan dan kebahagiaan mereka malam ini, terutama setelah ada tambahan calon bayi yang berada di perut Emelin.
Malam itu, Alex memaksa ingin tidur dengan orang tuanya, jadi Emelin tidak bisa berbuat apa-apa dan mengajak Alex kekamar.
"Kalian kekamar saja dulu, masih ada beberapa hal yang ingin aku urus," kata Antony tiba-tiba.
"Jangan terlalu banyak begadang oke?"
Antony menjawab perkataan Emelin itu sambil tersenyum.
"Tidak akan lama,"
Lalu dia mencium kening Istrinya itu.
Emelin segera naik ke kamar atas bersama Alex.
Antony juga segera ke Ruang Kerjanya.
"Ya, aku meminta kalian segera menjalankan rencana kita malam ini, mereka malam ini sepertinya tidak akan berada di rumah,"
'Baik Pak Bos, kami akan mengambil kotak itu sesuai keinginan Pak Bos,'
"Bagus, pastikan kalian tidak ceroboh dan membuat ini sampai ketahuan,"
Dengan itu, telepon langsung dimatikan.
Antony benar-benar tidak sabar ingin segera mengambil buku harian Ibunya itu.
Siapa tahu di sana ada hal-hal penting yang harus dirinya tahu.
Bagaimanapun juga, masih begitu banyak misteri hubungan antara Ayahnya Thomas dan Ibunya Irena.
Dirinya ingin mengungkapkan ini semua, agar dirinya tidak lagi ragu soal memperbaiki hubungan antaran dirinya dan Ayahnya.
Ya, pasti ada sebuah alasan kenapa Ibunya hamil, dan tidak memberitahu ayahnya soal hal ini.
####
Keesokan harinya, saat masih jam enam pagi itu, Antony yang baru bangun tidur dan melihat ponselnya, langsung menerima kabar baik.
Ya, anak buahnya telah berhasil mengambil buku harian yang diinginkannya.
Ekspresi kegembiraan terlihat jelas diwajah Antony.
Emelin yang baru saja bangun, dan melihat suaminya itu tersenyum, bertanya dengan penasaran,
"Ada apa Antony?"
"Aku sudah mendapatkan Buku Harian milik ibuku,"
Ekpersi Emelin terlihat terkejut, namun kuah terlihat senang.
"Itu bagus, dimana sekarang buku itu?"
"Aku akan ke teras dan mengambilnya. Anak buahku sudah ada didepan,"
"Astaga, sepertinya anak buahmu itu cukup cekatan juga ya?"
"Benar,"
"Aku ikut,"
Tentu saja Emelin juga cukup penasaran dengan apa yang terjadi.
Dia segera bersemangat dan mengikuti Antony untuk turun, Emelin terlihat buru-buru ketikan di tanga dan hampir terpeleset, untungnya Antony menangkap Emelin dengan baik.
"Astaga, sayang! Kamu ini harus hati-hati, ingat saat ini kamu sedang hamil,"
"Hehe iya, aku hanya begitu bersemangat saja, benar-benar penasaran apa yang terjadi,"
"Jangan begitu lain kali oke? Ini benar-benar membuat aku takut,"
"Tentu saja, aku akan lebih hati-hati dimasa depan, saat ini aku juga sudah mengurangi jadwalku untuk syuting,"
"Ya, ini semua demi calon bayi kita,"
Setelahnya, mereka langsung turun kebawah, dan Antony mengabil kotak dari bawahannya itu.
Dalam kotak itu, berisi tidak hanya buku harian, namun juga ada barang-barang lainnya.
Juga ada sebuah surat.
Tapi, Antony tidak fokus ke mereka dulu, melainkan langsung mengambil buku harian itu.
Emelin juga mengikuti Antony, melihat kearah buku harian itu, dan perlahan-lahan membukanya.
Sama seperti buku album.
Awal dari Buku Harian itu, menceritakan sekilas tentang masa lalu Ibu Antony.
Dimana, Ibu Antony ini adalah Putri dari Pelayan di Rumah Keluarga Smith.
Ini ternyata, Kakek Antony dulunya adalah orang kepercayaan Kakek Emelin saat bekerja disana.
"Jadi begitu, kenapa Kakekmu dan Kakekmu menjodohkan kita, jadi mereka saling percaya, walaupun itu hanya atasan dan bawahan, namun sepertinya mereka memiliki persahabatan yang baik juga," kata Emelin mengabil kesimpulan.
"Ya, sepertinya begitu,"
Dalam buku harian ini, di ceritakan juga betapa baiknya Olivia padanya, dan juga mengagap dirinya sebagai seorang teman.
Sampai suatu hari, Olivia membawa sahabat laki-lakinya ke rumah dan memperkenalkan mereka.
'Hari itu aku melihat anak laki-laki yang sangat tampan datang kerumah bersama dengan Nona Olivia. Dia sepertinya putra dari rekan bisnis Keluarga Smith. Aku pikir awalnya dia sedikit galak dan menyeramkan karena ekpersinya yang dingin itu, namun ternyata dia begitu baik hati, dia sempat menolongku yang saat itu membuat masalah. Jadi apakah ini yang disebuah cinta pada pandangan pertama? Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku darinya,'