
Ini adalah pagi yang indah seperti biasa di Perusahaan Anderson.
Pagi ini para pegawai mulai satu persatu tiba di kantor dengan tenang, dan saling menyapa satu sama lainnya.
Namun sepertinya, pagi ini ada semacam kehebohan tertentu.
Itu benar, itu semua bermula dari ketika CEO mereka yang terkenal dingin dan galak itu tiba-tiba membawa sebuah kotak misterius pagi ini.
Desain tas yang sepertinya berisi sebuah kotak itu berwarna merah muda.
Beberapa pegawai yang kebetulan lewat, dan melihat CEO mereka yang membawa tas begitu mencolok itu yang sangat kontras dengan penampilannya yang mengenakan set setelan hitam, tentu saja tidak bisa untuk tidak bertanya-tanya.
"Hey, apakah kamu melihat Tas yang dibawa oleh Pak Presdir barusan?" Tanya salah satu pegawai yang kebetulan melihat Antony datang.
"Benar, aku melihatnya. Kalau dari pengamatanku, itu sepertinya kotak bekal."
"Apa? Kotak bekal? Ya ampun.... Lihat warna tas kotak itu, apakah itu dari seorang wanita?"
"Terlihat sangat jelas sekali,"
"Pak Presder biasanya tidak pernah membawa bekal ke Kantor, ini benar-benar tidak biasa bukan?"
"Itu benar! Biasanya juga Pak Presdir menolak jika ada salah satu pegawai wanita memberikannya bekal. Dia terlihat begitu dingin dengan semua wanita selama ini, namun ini... Tiba-tiba membawa bekal dari seorang wanita!!"
"Ya ampun, jangan bilang ini Kekasih Presder yang Misterius itu?"
"Sejak kapan Pak Presdir memiliki seorang Kekasih?"
"Anggap saja sejak hari ini,"
"Omong kosong."
"Namun aku juga penasaran dari mana Kotak Bekal Makan siang itu,"
"Benar, nanti bagaimana kalau kita tanya Sekertaris Pak Presdir? Mungkin dia mempunyai beberapa petunjuk."
Dan begitulah seputaran gosip yang tengah beredar di Kantor itu pagi ini.
Dan kebetulan, Raka yang juga baru sampai kantor dan kebetulan mendengarkan gosip itu.
'Cih, hanya membawa kotak makan siang saja semua orang menjadi heboh. Kalian tidak tahu saja kalau Pak Presdir kebanggan kalian itu tukang selingkuh, bisa saja itu kotak makan siang dari Selingkuhannya, lagipula sepertinya Isterinya tidak pernah membawakannya kotak makan siang,' pikir Raka dengan kesal.
Ya, mendengar nama itu di pagi-pagi seperti ini membuat moodnya menjadi buruk.
Disini, lalu Raka mulai kembali memikirkannya,
'Ah, benar juga, aku belum tahu siapa Identitas dari Istri, Antony sialan itu... Ini membuatku bertanya-tanya,'
Lalu tidak lama kemudian, Raka yang sedang berjalan sambil melamun itu sampai diruangannya.
Menatap gunungan dokumen dimejanya.
Hah....
Sungguh melelahkan....
Dengan lemas, dia lalu duduk di kursinya, sepertinya memiliki mood yang buruk.
Tring Tring
Ponselnya tiba-tiba berbunyi.
Ini siapa lagi yang meneleponnya pagi-pagi?
Tadi pagi, ada si Sialan Claudia itu yang mengagu tidur di pagi hari, sekarang siapa lagi yang menelepon pagi-pagi?
Awas saja kalau itu Claudia, akan aku masukan black list di ponselku.
Raka yang kesal lalu menatap nama si penelpon.
'Emelin'
"Ini Kak Emelin, kira-kira ada apa?"
Tidak lama lalu Raka mengangkat telepon itu.
"Hallo, Kak ada apa?"
'Tidak-tidak, aku hanya merasa hal-hal baik terjadi pagi ini.' kata suara cerita di balik telepon.
"Pagiku sangat buruk,"
'Aku menebak apakah ini ada hubungannya dengan sepupumu itu?'
"Itu dia! Aku penasaran kenapa sepupuku itu begitu populer dikalangan Karyawan, hanya karena dia tiba-tiba membawa sebuah kotak bekal, satu kantor heboh membicarakannya, benar-benar menyebalkan."
'Raka, kamu mungkin harus mencoba membawa kotak bekal juga,'
"Kotak bekal apa? Itu menjadi gosip heboh karena itu adalah kotak bekal dari seorang wanita! Aku tidak memiliki pacar yang bisa membuatkanku kotak bekal makan siang...." Kata Raka sedikit menunjukan nada sedih yang dibuat-buat.
'Ya makanya kamu segera menikah, biar ada yang membuatkanmu bekal.'
"Ya ampun, sejak Kapan Kak Emelin menjadi begitu cerewet soal ini? Pagi ini bahkan aku dapat ceramah panjang lebar dari Ayahku agar aku segera menikah.... Sialan, apakah semua topik sekarang ada hubungannya dengan menikah?"
'Ya sudah sih terserah kamu saja.'
"Jadi, Kak ada apa menelepon, kamu tidak hanya ingin membicarakan ini bukan? Apakah ada sesuatu?"
'Aku ingin meminta bantuan....'
"Iya, katakan saja,"
'Jadi apakah ada beberapa iklan kosong di Perusahaanmu? Tidak perlu Samapi Brand Ambasador, cukup jadi bintang iklan pembagi saja tidak masalah,'
"Soal itu? Nanti aku akan coba periksa lagi,"
'Baik, Terimakasih Raka,'
Mengesampingkan soal masalah sepupunya yang menyebalkan itu, Raka lalu mulai menelepon bagian Pemasaran, segera bertanya soal itu.
'Sebenarnya ada, salah satu Artis yang memerankan iklan anak-anak untuk produk Susu anak-anak tiba-tiba sakit, kami juga jadi kesulitan untuk mendapatkan peran penganti, terutama anak-anak sekitar Usia 5-6 tahun yang bisa berakting.'
Mendengarkan hal itu, Raka lalu langsung teringat pada sosok kecil yang menatapnya dengan sombong tempo hari.
Benar!!
Putra Emelin sebenarnya cukup cerdas, mungkinkah dia bisa beberapa akting?
"Dan bagaimana dengan posisi untuk iklan orang yang dewasa apakah ada?"
'Saat ini belum ada, namun mungkin kita akan membutuhkannya orang tambahan untuk beberapa Iklan nanti setelah kontrak Brand Ambasador selesai.'
Hmm, rupanya belum ada hal baik untuk Emelin, namun sepertinya bisa menawarkan ikan ini untuk Putaranya?
"Baik kabari lagi jika ada posisi untuk itu. Dan soal iklan anak-anak, aku memiliki Rekomenasi yang bagus untuk itu,"
'Benaekah? Apakah anak ini cukup baik?'
"Dia belum berpengalaman, namun dia memiliki beberapa bakat, nanti kamu akan tahu,"
"Baik-baik, Tuan Muda. Segera atur saja,"
Raka lalu menutup teleponnya.
Ah, ini juga cukup bagus.
Nanti akan ada peran ikan untuk Emelin, juga untuk saat ini sepertinya hanya untuk Putranya dulu.
Tapi apakah Emelin akan setuju?
Baiklah, mari membahasnya nanti.
####
Sisi lainnya, Antony yang berjalan keruangannya itu, merasa terganggu dengan tatapan Sekertarisnya itu, dia lalu mulai bertanya,
"Apakah ada yang ingin kamu katakan?"
"Ti... Tidak..."
"Jadi kenapa kamu menatapku dari tadi?"
Dengan sisa-sisa keberanian yang dia miliki, akhirnya Sekertaris itu berani bertanya,
"Kotak Bekal yang Bapak bawa itu...."
Disini, Antony lalu melihat kearah tangannya yang membawa sebuah tas berwarna merah muda berisi kotak bekal dari Emelin.
Apanya dirinya tidak memperhatikan kotak ini, hanya langsung menerimanya dari Emelin
Karang setelah dirinya memperhatikannya kotak ini benar-benar sangat mencolok.
Ini aneh untuk Emelin tiba-tiba membawakan nya bekal seperti ini.
Ini tidak bisa membuat dirinya untuk bertanya-tanya, tentang apa maksud wanita itu.
Apakah ini hanya niat baik?
Mata apakah ini hanya kebetulan dirinya sekalian dibuatkan karena Emelin membuatkan bekal untuk Alex?
Benar, tadi dirinya juga melihat kalau Alex sangat senang mendapatkan kotak bekal itu.
Ini hanya paket bekal ektra untuknya?
"Itu bukan urusanmu." Kata Antony dengan dingin, menjawab pertanyaan Sekertarisnya yang terlihat penasaran itu.
Mendengar sepertinya atasnya tidak tertarik untuk bercerita, Sekertaris itu langsung diam.
Kemudian mereka berpisah setelah sampai didepan Ruang Kerja Antony, Antony masuk kedalam.
Namun, hal pertama yang dia lihat saat masuk ke ruangannya, bukanlah dokumen-dokumen menumpuk dimejanya, namun sebuah kotak yang ada ditangannya.
Tentu saja, ada rasa penasaran ketika dirinya mendapatkan kotak itu.
Yah, walaupun ini hanya paket ektra dari Emelin, namun tetap saja....
Sudah begitu lama sejak ada seseorang yang membuatkannya bekal seperti ini.
Ya, lupakan soal bekal, bahkan jarang ada seseorang yang mau memasakan sesuatu yang dibuat khusus untuknya.
Dulu ketika Ibunya masih hidup, Ibunya sering memasak untuknya, dan membawakannya bekal makan siang.
Hari-hari yang indah ketika memikirkannya...
Namun setelah Ibunya meninggal....
Di Rumah Paman dan Bibinya....
Dirinya hanya mendapatkan makanan sisa saja yang tidak begitu layak.
Sungguh, dirinya cukup merasa kangen dengan bekal buatan Ibunya.
Jadi ini juga yang membuat Antony penasaran dengan bekal ini.
Antony langsung meletakan bekal itu dimejanya, mengeluarkannya dari tas itu, dan membuka kotak bekal itu.
Ada sedikit keterkejutannya ketika melihat dekorasi isi dalam kotak bekal itu.
Isinya memiliki dekorasi sangat indah, dengan tatanan yang rapi, Nasi goreng, ayam, sayuran, juga ada telur dadar, dengan berbagai bentuk love.
Isinya sebenarnya cukup sederhana, namun gaya bekal masakan rumahan seperti ini membuat hati Antony merasa hangat, dan dia tidak bisa menahan diri untuk mencicipinya.
####
Bersambung