Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 34: Keluarga Andrson


Malam itu, cuaca terlihat begitu cerah, bulan menunjukkan hampir bentuk putihnya, tanpa awan yang menghalanginya.


Disana, terlihat disebuah mobil sport mewah berhenti disalah satu rumah mewah tertentu.


Ketika mobil itu berhenti diparkiran, mobil itu disambut oleh beberapa pelayan rumah itu.


Seorang pelayan membantu membukakan pintu mobil itu.


Dari dalam mobil, terlihat seorang pria tertentu dengan setelan jas hitamnya keluar. Pria itu memiliki ekpersi dingin yang tidak terbaca.


"Selamat Datang kembali, Tuan Muda Antony,"


Antony hanya mengaguk sebagai balasan dari sapaan itu.


"Mari, saya akan antar Tuan Muda untuk pergi ke Ruang Utama, Kakek dan Ayah anda sudah menunggu didalam."


"Tunggu dulu, kamu bisa masuk duluan aku ingin menelepon seseorang dulu," kata Antony tiba-tiba.


Lalu pelayan itu mengaguk, dan kemudian pergi dari sana.


"Baik Tuan Muda,"


Disana, lalu Antony mengambil ponselnya, menatap beberapa nama di ponsel itu.


Dirinya sedikit ragu ketika melihat sebuah nama disana,


'Emelin....'


Ya, dirinya akan pulang terlambat hari ini, jadi dirinya harus memberikan kabar kerumah, agar mereka bisa makan malam duluan tanpa dirinya.


Rasanya memang sedikit aneh untuk melapor seperti ini.


Namun akhir-akhir ini, Keluarga Kecilnya akan selalu makan malam bersama seperti itu.


Itu juga menjadi semacam kebiasaan.


Setelah tidak terlalu memikirkannya lebih jauh, Antony segera memanggil orang di kontak itu.


Tidak beberapa lama sampai Emelin mengangkat teleponnya.


Diujung telepon, awalnya Emelin keget melihat nama Antony tiba-tiba muncul.


Tumben suaminya menelepon?


"Hallo, ada apa Antony?"


"Aku hanya mau mengabari kalau aku pulang terlambat hari ini, kamu bisa makan malam duluan bersama Alex."


Emelin terdiam sedikit mendengar kata-kata itu, sampai akhirnya dia yang penasaran itu bertanya.


"Kenapa?"


"Aku memiliki beberapa urusan diluar,"


"Ah. Aku mengerti."


"Sampaikan salam ku pada Alex."


"Ya."


Tidak banyak percakapan yang ada diantara mereka, sampai Antony langsung menutup teleponnya.


Lalu setelah menutup teleponnya, dia menatap kearah Rumah Mewah besar itu.


Ini adalah Rumah Besar Keluarga Andrson.


Dirinya selalu merasa cukup tidak nyaman ketika menginjakan kaki di rumah ini.


Rumah Besar ini sedikit lebih megah dan lebih besar dari Rumah Keluarga Smith, namun aura yang dipancarkan untuk Antony terasa sama.


Rumah yang tidak ada hal yang baik jika memasukinya.


Ada kalanya dimasalalu, dirinya juga harus datang ke Rumah Keluarga Smith, dan tidak ada hal yang baik terjadi ketika dirinya disana.


Begitu pula ketika berada di Rumah Besar ini.


Ketika Antony hendak pergi dari sana, ada sebuah mobil lain yang datang, seorang sopir lalu keluar dan membukakan pintu untuk orang itu.


Seorang Pria muda keluar dari mobil itu.


Tatapan Pria itu bertemu dengan tatapan Antony.


Namun ekpersi orang itu terlihat cukup buruk ketika menatap kearah Antony.


Antony merasa kalau nasipnya cukup buruk untuk bertemu dengan orang ini.


Orang itu datang dan mendekat kearah Antony.


"Coba lihat, siapa ini yang datang? Bukankah ini anak haram paman?" Kata Pria itu dengan nada arogan.


Ya, ini adalah Sepupu Antony, Putra dari adik Ayahnya.


Antony benar-benar tidak mau berurusan dengan orang itu, jadi tanpa mendengarkan perkataanya, dia langsung berjalan pergi dari sana.


Melihat dirinya diabaikan, itu membuat Tuan Muda itu merasa kesal.


"Hey!! Kamu!! Kamu anak haram begitu Sombong!!"


Namun sekali lagi, Antony mengabaikan orang itu, percuma beradu mulut dengan orang itu.


Sepupu Antony itu hanya bisa merasa begitu kesal ketika diabaikan.


Lalu berjalan mengikuti Antony menuju ruang makan.


Tidak beberapa lama, Antony sampai di Ruang Makan Keluarga.


Disana, sudah ada Kakek, Ayah dan Paman Bibinya.


"Selamat Malam, Kakek, Ayah, Paman dan Bibi,"


Pria tua yang duduk ditengah-tengah kursi itu membalas sapaan Antony dengan nada hangat.


"Ya, selamat malam. Duduklah."


Dan Antony lalu duduk disana dengan tenang, tidak lama setelah itu Sepupu Antony juga datang kesana.


Disini, Kakek Antony terlihat sangat antusias ketika melihat cucunya Antony.


"Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?"


"Cukup baik." Jawab Antony dengan tenang.


"Kamu tidak mengajak Istri dan Putramu?"


"Belum saatnya mereka tahu."


"Ah, jadi kamu belum memberitahu mereka? Sejujurnya aku cukup terkejut ketika kamu bilang kamu sudah memiliki seorang Istri dan seorang anak. Kamu bahkan menyembunyikan ini selama bertahun-tahun,"


"Aku tidak bermaksud menyembunyikannya."


"Kamu ini ya, dasar. Coba kalau aku tidak mulai membahas soal sebuah Perjodohan yang akan aku atur untukmu, kamu masih tidak akan mengungkapkan kalau kamu memiliki seorang Istri, tunggu, tidak hanya seorang Istri namun seorang anak! Aku cukup terkejut sudah memiliki seorang cicit."


"Ya."


"Aku benar-benar ingin melihat cicitku itu, kenapa kamu tidak segera membawa dia kesini? Berapa umurnya sekarang?"


"Dia berumur enam tahun."


"Owh? Sudah bergitu besar? Kamu menikah diusia yang cukup muda,"


Disisi lainnya, melihat bagaimana Tuan Besar Keluarga Andrson itu begitu akrab dengan Antony, beberapa orang merasa cukup kesal, terutama sepupu dan Paman Bibinya.


"Kakek, apakah Kakek tidak ingin dengar soal aku? Kenapa hanya menyapa Antony saja?"


Kakek Antony lalu menatap sepupu Antony itu dengan cukup dingin.


"Apalagi yang kamu lakukan? Kamu hanya bisa membuat masalah."


"Ayah, jangan seperti itu dengan Putraku. Lihat, dia belakangan melalukan hal-hal baik, dia berhasil mendapatkan beberapa proyek bagus di Perusahaan." Kata Paman Antony mencoba membela Putranya.


"Owh? Benarkah? Apakah dia sudah serius mau memasuki Perusahaan mulai sekarang?"


Sejujurnya, Tuan Besar Keluarga Andrson ini merasa tidak begitu puas dengan cucunya yang satu lagi.


Cucunya yang itu selalu hidup dengan dimajakan sejak kecil membuat dia menjadi sombong dan arogan, belum lagi dia hanya bisa memghabis-habiskan uang dan boros.


Untuk berpikir jika masa depan Perusahaan Anderson suatu saat akan jatuh ke tangan cucunya yang tidak kompeten ini, membuat dirinya tidak puas.


Namun untungnya, Putra tertuanya tiba-tiba membawa cucunya yang lain ke Rumah ini, walaupun ini adalah anak dari luar nikah, namun dari pada tidak sama sekali.


Putra tertuanya memiliki beberapa masalah sejak dia mengalami Kecelakaan beberapa tahun yang lalu yang membuat dia tidak lagi bisa memiliki anak, jadi Putra pertamanya itu yang memang awalnya tidak bergitu tertarik dengan wanita, pada akhirnya memutuskan untuk tidak menikah.


Dan tentu saja, awalnya dirinya hanya bisa mengharapkan cucunya dari Putra Keduanya, namun...


Cucu itu bermasalah dengan sikapnya, dan hanya bisa membuat masalah dan membuat orang pusing.


Namun setelah bertemu dengan Antony, dirinya cukup puas.


Cucunya Antony ini benar-benar berkah dari langit, dia bergitu hebat dan pintar, dia bisa menjalankannya Perusahaan dengan baik, bahkan menaikan kinerja Perusahaan.


Benar-benar cucu yang membaggakan, ya ini sesuai dengan kinerja Putra Pertamanya yang cukup baik. Mereka sama-sama terlihat workholic dan pekerjaan keras yang sepertinya hanya peduli pada Perusahaan.


Awalnya, dirinya juga jadi khawatir kalau cucunya yang ini akan mengikuti jejak Ayahnya yang seperti itu, yang sampai-sampai tidak menikah, jadi dirinya mulai ribut ingin menjodohkan Antony, siapa yang tahu kalau cucunya ini memberikan kejutan.


Tidak hanya dia sudah menikah, namun juga sudah memiliki seorang Putra.


Melihat beberapa orang itu menatap Antony dengan wajah penuh kebencian, membuat Antony merasa tidak nyaman.


Begitu melelahkan hanya berada disini.


Dirinya lebih menyukai makan malam yang damai dengan Keluarga Kecilnya.


Hah....


Membawa mereka kesini?


Tidak akan!


Dirinya tidak akan membawa mereka ke Rumah Keluarga bermasalah seperti ini, Keluarga ini awalnya tidak lebih baik dari Keluarga Smith saat berhubungan dengan Harta Keluarga.


Semua orang hanya peduli dengan warisan dan uang bukan?


Orang-orang selalu menjadi begitu serakah, dan berkat suatu hal, dirinya harus terlibat dengan semua omong kosong ini.


Antony lalu menatap Pria parubaya disampaignya.


Dari awal sampai akhir, dia memiliki ekpersi tenang, seolah tidak terlibat dengan semua percakapan ini.


Ayah Kandungnya...


Thomas Anderson


Antony masih merasa kalau dirinya tidak mengerti orang ini.


Dan perasaannya pada Ayah Kandungnya masih cukup rumit.


####


Bersambung