Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 129: Rencana Mendekati Antony (Part 2)


Antony tidak memikirkannya, haha melihat kearah sekeliling, dan melihat begitu banyak orang dan merasa ucapan Isabella masuk akal.


Jadi mereka akhirnya duduk di kursi yang sama.


Isabella dari tadi mencoba mengajak Antony bicara, namun sepertinya Antony tidak tertarik.


Isabella juga mencoba bersikap ramah pada Alex seperti mencoba menyuapinya dengan Es Krim, namun Alex juga menolak dengan halus.


"Alex sudah mandiri, Alex bisa makan Es Krim sendiri, Tante tidak perlu repot-repot,"


"Ahahahaha... Tapi nanti bagaimana kalau belepotan? Akan merepotkan Papamu jika Es Krim nya kemana-mana,"


Alex menatap Isabella dengan pandangan tidak suka.


"Jangan meremehkan, Alex. Hmph," kata Alex lalu mengabaikan Isabella dan menikmati Es Krim nya.


"Alex, kamu disini dulu sebentar tidak apa-apa? Papa akan ke kamar mandi sebentar,"


"Ya, ya. Tidak masalah sama sekali, Alex tidak akan kemana-mana,"


"Hmm, anak pintar," kata Antony sambil mengelus rambut Alex.


Lalu menatap Isabella sebentar,


"Aku tinggal sebentar,"


"Tentu saja, aku akan menjaga Alex disini,"


Namun si kecil merasa tidak terima dengan perkataan Isabella barusan.


"Alex bisa menjaga diri sendiri, Tante tidak perlu repot-repot,"


Isabella tidak tahu harus merespon seperti apa, hanya bisa tersenyum canggung sampai Antony pergi.


Kenapa anak ini begitu susah di dekati?


Namun Isabella tidak menyerah, dia mencoba mengajak bicara Alex.


"Alex aku dengar kamu habis sakit?"


"Sekarang sudah sembuh."


"Aku dengar itu karena Mamamu itu ya yang memberikanmu makan yang salah? Dia bahkan tidak tau kalau kamu alergi bukan? Bahkan sekarang di akhir pekan seperti ini Mama mu sibuk dan tidak menemanimu untuk jalan-jalan, tidakkah Mamamu itu buruk?"


Alex yang awalnya menikmati Es Krimnya dengan tenang itu, ekpersinya menjadi lebih buruk setelah mendengarkan kata-kata wanita didepannya.


Entah kenapa, Alex sejak pertama kali bertemu wanita ini, merasa tidak nyaman.


Apalagi melihat tatapan wanita ini pada Papanya, dan sikapnya yang begitu centil dari tadi. Juga tatapannya padanya dari awal seolah mengandung maksud lain.


Tatapannya lebih mirip seperti Tante Claudia sebelumnya yang sering menatapnya seperti itu.


Mamanya pernah menunjukkan temannya yang bernama Kakak Raka itu, Alex merasa kalau Kakak itu hanya benar-benar menunjukkan ketulusan dan tidak ada maksud apa-apa ketika bersamanya dan Mamanya, namun tatapan wanita didepannya ini berbeda.


Apalagi sekarang berani menjelek-jelekan Mamanya!!


Kenapa pula Papanya berteman dengan Tante menyebalkan seperti ini?


"Tentu jangan bicara sembarangan soal Mamaku ya!" Kata Alex dengan marah.


"Aku.. aku tidak bermaksud kok, hanya saja.... Aku dengar saja, dia juga sepertinya kurang perhatian padamu bukan? Lihat dia bahkan pergi disaat kamu baru sembuh sakit seperti ini, sepertinya Mamamu itu tidak menyayagi mu,"


"Sudah Alex bilang jangan bicara sembarangan soal Mamaku! Mama sangat menyayangi Alex, Alex tahu itu! Dan soal Mama yang pergi, memang Alex yang memintanya, Alex tahu itu penting untuk Mama, lagipula Alex sudah sehat, nanti ketika Mama pulang dia akan bisa menghabiskan lebih banyak waktu, jadi lebih cepat selesai lebih baik!!"


Melihat ekpersi marah dari Alexander, sesungguhnya Isabella cukup kaget.


Kenapa anak ini terlihat sangat membela Mamanya?


Kenapa sekarang Putranya ini menjadi begitu marah?


Sepertinya dirinya salah langkah mencoba menjelekan Mama anak itu, dirinya kira karena Alex masih kecil dia akan mudah dipengaruhi agar benci Mamanya, namun sepertinya salah.


"Tente tidak bermaksud seperti itu," kata Isabella lagi mencoba ramah.


Namun Alex mengabaikannya, lalu segera memakan Es Krimnya dengan cepat.


Isabella juga jadi binggung bagaimana cara membujuk anak itu.


Dan tidak lama sampai Antony datang.


Antony melihat wajah Alex sepertinya menjadi tidak lagi senang.


Apakah terjadi sesuatu ketika dirinya pergi.


"Alex? Ada apa?"


Alex lalu tersenyum setelah melihat Papanya datang.


"Tidak ada, hanya saja Es Krim Alex sudah habis, Mari Papa segera pergi dari sini, Alex ingin ke tempat bermain!!"


Antony lalu menatap Es Krim Alex yang memang sudah habis.


"Baiklah-baiklah, mari kita ketempat bermain," katanya sambil mulai mengendong Alex.


Lalu tatapannya beralih kearah Isabella.


"Aku pergi dulu ya, permisi,"


"Ah? Kalian ingin pindah? Aku kebetulan juga sudah selesai makan disini, apakah aku bisa ikut? Yah, hanya melihat-lihat saja,"


"Tidak! Tidak!! Alex hanya ingin bersama Papa, ayo Pa pergi dari sini!!" Kata Alex dengan nada merengek-rengek.


"Baiklah-baiklah, kamu dengar itu Isabella? Biasa, Alex memang suka seperti ini, jadi aku pergi dulu ya,"


Degan itu sepasang Ayah dan Anak itu pergi dari sana meninggalkan Isabella yang masih berdiri kaku disana.


Isabella tidak mengerti kenapa baik Ayah ataupun Anaknya sangat sulit didekati.


Dulu Antony sangat baik padanya, dan perhatian, namun sekarang kenapa jadi seperti ini?


Isabella hanya bisa menghela nafas panjang melihat rencananya berantakan.


Disisi lainnya, setelah Alex dan Antony menjauh dari Isabella, Alex lalu berkata pada Antony,


"Papa, aku tidak suka Tante yang tadi,"


"Kenapa kamu tidak menyukainya?"


"Tidak suka ya tidak suka! Pokoknya Papa jangan berteman dengannya! Alex melihat dia sepertinya memiliki niat yang tidak baik,"


"Begitukah?"


Antony juga jadi heran, kira-kira apa yang terjadi ketika dirinya pergi?


Alex sepertinya bukan tipe yang akan membenci orang sembarangan lagi.


Entahlah Antony juga tidak terlalu memikirkannya.


Namun benar kata Alex, sebaiknya tidak perlu dekat-dekat dengannya.


####


Bersambung