Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 27: Impulsif


Setelah menerima telepon dari Kakak Sepupunya itu, Alissya hanya bisa menjadi heran.


Merasa sepertinya, dirinya berada di posisi yang salah.


Dirinya hanya bisa berharap agar semua ini baik-baik saja.


Kemudian, Alissya kembali ke Ruang kerjanya, didepan ruangan Direktur.


Disana juga ada Sekertaris yang membantunya disini.


Dirinya dengar, Sekertaris ini sudah menemani Pak Direktur itu sejak sebelum disini, berasal dari Luar Negeri.


Karen cukup penasaran Alissya mencoba mendekati Sekertaris itu, dan bertanya beberapa hal.


Namun, sayang sekali, Sekertaris itu bersikap dingin padanya dan tidak menjawab apapun yang dirinya tanyakan.


Padahal, Alissya hanya sedikit bertanya bagaimana Pak sebelumnya ketika di Luar Negeri, karena cukup penasaran juga.


Memang, kenapa Pak Viktor ini yang harusnya nyaman di Luar Negeri malah kembali ke sini?


Bukankah disini memiliki banyak musuh?


Sepertinya yang Kakak sepupunya itu bilang.


"Kamu jangan banyak bertanya dan lakukan saja pekerjamu dengan benar," kata Sekertaris itu dengan ekpersi dingin.


"Aku hanya sedikit ingin tahu soal Pak Direktur,"


"Tidak ada yang perlu kamu tahu. Hanya ingat, untuk melakukan semua tugas dengan baik yang dia berikan, dia adalah orang yang cukup Perfeksionis,"


"Baik, baik. Aku mengerti,"


Alissya hanya bisa pasrah, lalu kembali ke mejanya.


Sekarang, Alissya mencoba mempelajari lagi soal hal-hal di Perusahaan dan Tugas-tugas Pak Direktur, agar nanti bisa membantu Sekertaris untuk mengatur jatwal kerja Pak Direktur.


Sepertinya Pekerjaan ini tidak akan terlalu sulit.


Namun, dirinya tetep tidak boleh teledor.


Harus tetap waspada juga, sesuai peringatan dari Kakaknya itu.


Dirinya juga mulai membaca hal-hal di forum kantor.


Sepertinya ada beberapa orang yang membicarakan Pak Direktur baru itu, seperti memuji betapa tampannya dia.


Ya, Alissya tidak bisa menyangkal soal itu.


Sepertinya, orang-orang dari Keluarga Anderson, itu semuanya sangat Tampan.


Lihat, sekarang dirinya tahu kenapa Kakaknya Antony itu cukup Tampan juga, ini benar-benar Gen Warisan dari Keluarga Anderson yang cukup kental.


Sepertinya ini termasuk untuk Pak Direktur baru ini, walaupun dia sebenarnya sudah hampir tiga puluh lima, namun masih terlibat awet muda dan seumuran dengan Antony!!


Ngomong-ngomong soal gen dari Keluarga Anderson...


Orang itu juga berasal dari Keluarga Anderson...


Dan dia juga cukup...


Alissya yang tiba-tiba memikirkan seseorang itu, segera mengeleng-gelengkan kepalanya.


Tidak penting memikirkan hal-hal tidak berguna ini.


Namun tiba-tiba Alissya kepikiran hal lainnya, kenapa orang-orang dari Keluarga Anderson itu laki-laki?


Memiliki Tiga Putra Laki-laki, lalu dua Cucunya, dua-duanya Laki-laki, lalu Keponakan kecilnya, Putra Kakak Sepupunya itu juga laki-laki!!


Dan jika Raka itu menikah, dan memiliki seorang anak, apakah itu juga anak laki-laki nantinya?


Tidak-tidak, itu tidak bisa, itu harus anak perempuan, dirinya cukup penasaran jika perempuan akan seperti apa...


Apakah akan mirip Ibunya? Atau masih agak mirip dengan Ayahnya?


Dengan gen Keluarga Anderson yang baik itu, pasti itu akan menjadi anak perempuan yang cantik.


Tunggu!!


Hal omogan kosong apa yang dirinya pikirkan?


Menyesali itu, Alissya segera kembali menatap Laptop memeriksa soal pekerja.


Namun setelah beberapa saat Alissya fokus itu, tiba-tiba dirinya merasa ada yang memperhatikan.


Ruangan tempat Alissya bekerja memang didepan lorong di depan Ruang Kerja Direktur, ini memang bisa di lihat oleh orang lewat.


Alissya lalu menatap keujung pojok lorong, terlihat siluet yang familiar yang saat ini mencoba bersembunyi di balik Vas besar di lorong.


Alissya tentu tahu siapa itu.


Itu sepertinya Tuan Muda Raka?


Kenapa Tuan Muda Keluarga Anderson itu menyelinap dan mengintip kesini?


Apakah ada sesuatu yang salah?


Mungkin dia ingin bertemu dengan Pak Direktur?


Mari tinggu sebentar.


Alissya berpura-pura tidak melihat, dan kembali menatap laptopnya.


Kemudian kepala yang bersembunyi di balik Vas besar itu menunjukan kembali wajahnya, mengintip kearah Alissa.


Alissya diam-diam melirik kearah sana juga.


Lorong ini kosong, dan hanya ada beberapa dekorasi, bahkan dengan Vas Bunga Besar, itu tidak akan bisa menutupi tubuh seseorang.


Alissya tidak bisa untuk tidak bertanya-tanya apa sebenarnya maksud Tuan Muda itu tetap berada disana?


Menurut dokumen yang diterimanya, seperti Raka itu menjabat sebagai Wakil Presdir di Perusahaan ini.


Jadi apa yang dia lakukan dibalik Vas bunga itu?


Alissya diam-diam tertawa ketika memikirkannya.


Raka itu dari dulu selalu bersikap begitu aneh.


Jadi karena penasaran, Alissya segera menuju ke ujung lorong dengan hati-hati.


Sampai di dekat Vas, dia melihat Raka sepertinya menutupi wajahnya, dan berniat pergi, namun tentu saja Alissya sigap dan menahan tangan Raka.


"Pak Wakil Presdir kenapa berada disini?"


Raka menutupi wajahnya dengan ekspresi malu.


Dirinya kesini karena kawtir dan kepikiran soal Alissya, takut-takut dia di apa-apa kan oleh Pamannya yang kabarnya tidak baik itu.


Dan sekarang dia malah ketahuan oleh Alissya.


Raka menjadi begitu malu.


"Aku... Aku hanya kebetulan lewat sini mencari udara segar,"


Alissya menatap lorong itu.


Disana adalah ruang tertutup tanpa jendela.


Udara segar dari mana?


Alissya lalu berpikir sejenak, apakah Raka ini ingin melihat keadaannya disini?


Karena sepertinya, Raka sama seperti Kakak sepupunya yang entah kenapa mewaspadai Paman mereka ini?


Tidak, lagipula kenapa pula Tuan Muda ini harus peduli?


Ini tidak seperti mereka memiliki hubungan atau sesuatu.


Hal-hal dimasalalu sudah lama berlalu.


Hanya...


"Apakah kamu mencariku?"


"Si... Siapa yang mencariku? Aku tidak mencarimu. Sudah aku bilang aku hanya melihat-lihat, sudah-sudah aku mau pergi," kata Raka terlihat buru-buru ingin pergi dari sana, namun bajunya malah menyangkut Vas bunga besar itu.


Alissya yang menahan itu menjadi tenang dan kaget.


"Tolong jangan bergerak dulu..."


Takut-takut Vas Bunga Besar itu benar-benar jatuh.


Ini akan menjadi sebuah petaka.


Raka juga menyalahkan bajunya ini kenapa bisa-bisanya nyangkut di Bas Bunga!!


Ada Kaway kecil yang memilit Vas bunga besar itu sebagai dekorasi, jas nya tersangkut disana.


Alissya yang panik, mendekat kearah Raka.


Raka yang panik mundur membuat Vas hampir saja roboh, kalau tidak ditangkap oleh Alissya, itu pasti sudah jatuh.


"Aku bilang jangan bergerak!!"


Alissya tahu, pada akhirnya tidak ada hal yang baik jika bertemu dengan Tuan Muda di depannya ini!


Barusan hampir saja terjadi sebuah Insiden!!


Ini Vas Bunga mahal bukan?


Ya ampun, kalau itu sampai jatuh, pasti dirinya yang ada disini akan disalahkan.


Ya, orang-orang tidak mungkin akan berani menyalahkan Tuan Muda dari Keluarga Anderson ini.


Kalau berujung memikirkan ganti rugi...


Dirinya tidak memiliki uang.


Raka diam ditempat, mencoba melepaskan Jasnya.


Tangannya sekarang bersentuhan dengan Alissya.


Menatap wajah cantik ini dari dekat, jantung Raka langsung berdebar-debar.


Wajah cantik yang sudah lama dirinya rindukan....


Juga yang berusaha dirinya lupakan namun gagal...


Bahkan setelah bertahun-tahun berlalu...


Kenapa dirinya masih seperti ini?


Dan tanpa sadar, Raka berkata,


"Alissya... Kamu mau jadi Kekasihku?"


Mendengar pertanyaan mendadak itu, ekpersi Alissya menjadi kaget, sambil menatap wajah didepannya ini.


Apa barusan yang dirinya dengar?