Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 172: Kepulangan Antony (Part 1)


Berbeda dengan beberapa orang yang saat ini memiliki hari yang tidak nyaman.


Pagi itu, Emelin bangun tidur dengan penuh energi.


"Alex, Alex mari segera bangun,"


Alex yang masih lelap dalam tidurnya, mulai membuka matanya secara perlahan.


"Sudah Pagi, Ma?"


"Benar, ini sudah pagi. Apakah kamu ingin ikut Mama untuk olahraga pagi?"


"Tumben, Ma?"


"Kebetulan, Mama sedang mengiginkannya, sepertinya ini kemauan adikmu, ayo ikut Alex,"


"Kemauan calon adik Alex? Boleh, Ma Boleh, Alex ikut,"


Emelin mengawali paginya dengan indah dengan Putranya itu.


Ketika Emelin berlari itu kebetulan dia bertemu dengan sepasang suami istri tetangga sebelah.


"Eh, ibu Emelin tumben Ibu lari pagi, tidak bareng dengan suami?"


"Begitulah By Ella, biasa suami saya saat ini sedang diluar kota,"


"Owh benar juga sepertinya suami ibu sangat sibuk,"


"Ya begitulah, namanya juga Sumi mencari nafkah,"


"Tapi tumben lo kamu lari pagi, biasanya hanya suamimu saja?"


"Hanya sedang ingin saja. Ia iya ngomong-ngomong saya dengar dari suami saya Ibu Ella ini sedang hamil? Selamat Lo,"


"Terimakasih, banyak. Kami benar-benar sangat senang dengan hal ini, kami berharap memiliki seorang anak perempuan yang lucu,"


"Ibu sudah tahu jenis kelaminnya?"


"Belum, belum ini baru hampir bulan ketiga, harusnya sebentar lagi kami akan tahu, ah bahkan suamiku sudah mempersiapkan calon namanya, baik itu nanti akan laki-laki atau perempuan kami sudah menyiapkan namanya,"


"Ya ampun, Ibu Ella sangat antusias sekali ya,"


Emelin mulai mengelus perutnya sebentar, lalu mulai sedang memikirkannya juga soal siapa nama bayinya nanti.


Dulu, nama Alex diberikan oleh Almarhum Kakek nya, karena Kakeknya dari dulu ingin punya anak laki-laki tau cucu laki-laki, ternyata anak atau cucunya adalah perempuan, jdi Kakeknya sangat senang ketika dirinya melahirkan seorang anak laki-laki.


Maka dari itu nama panjang Alex juga mengunakan nama keluarganya, yaitu Smith, Alexander Smith.


Jika nanti anak keduanya ini perempuan sebaiknya diberi nama apa ya?


Dirinya benar-benar belum memikirkannya, owh tpi bagimana lalu ini laki-laki?


Mungkin nanti ketika Antony pulang dirinya akan membahas ini dengan dia.


Yang jelas pasti nanti Antony akan memberikan nama yang bagus untuk calon anak mereka.


Benar-benar tidak sabar untuk Kepulangan Antony besok.


"Tentu saja, ini akan menjadi anak kedua kami, kami benar-benar menantikannya. Kalau Ibu Emelin sendiri bagaimana? Apakah sudah merencanakan anak kedua?"


Wajah Emelin sedikit malu, namun soal kehamilannya ini masih menjadi rahasia, jadi dirinya mencoba tidak mengatakannya dulu.


"Putraku ini benar-benar menginginkannya seorang adik," kata Emelin sambil menatap Alex yang saat ini sedang bersamanya dengan anak tetangganya itu, sepertinya dua anak kecil itu sedang mengobrol serius.


"Ah, berati mungkin sebentar lagi bukan? Suamimu harus bekerja keras untuk itu, dan kalian akan memiliki malam-malam menyenangkan,"


Wajah Emelin tentu saja memerah, mendegar hal-hal itu.


"Ahahaha... Ya ampun, Ibu Ella ini bisa saja,"


Mereka lalu mulai berbincang-bincang, dan tentu saja Ibu Ella ini sempat membahas jika Emelin itu ternyata seorang Artis Populer, tidak mengira seorang Artis Populer akan tinggal di lingkungan kompleks rumah biasa seperti ini.


"Ya ampun, di Internet saat ini film Ibu Emelin sedang Hits. Awalnya aku juga sempat menjadi fans Ibu Emelin, lalu ada gosip-gosip tidak nyaman dulu, soal anak Ibu Emelin ini, aku awalnya sempat tidak percaya, dan benar saja, ternyata itu semua fitnah. Dan tidak mengira juga kalau Suami Ibu Emelin adalah tetangga kami, hanya tidak pernah melihat Istrinya selama ini,"


"Begitulah, awalnya ini dirahasiakan karena beberapa hal, dan aku cukup sibuk jadi jarang dirumah,"


"Di rahasiakan? Pantas saja, ya padahal aku kira kalau ini di Publis akan banyak orang terkejut apalagi...."


Ella sedikit berbisik pada Emelin,


"Suami Ibu Emelin sangat tampan, ini pasti bisa langsung hits hanya dengan menunjukan wajahnya itu,"


"Ahahaha... Ibu bisa saja,"


####


Siang itu, Antony mendapatkan telepon dari anak buahnya soal masalah Akusisi sudah beres semua.


"Jadi semua sudah beres?"


"Ya, surat-suratnya sudah ditangan saya, dan saya juga sudah mengurus bahkan kepemilikan Perusahaan Smith tidak Syah menjadi milik Pak Alvan, saat ini sedang di ajukan dan di usut untuk disampaikan di pengadilan, dan soal kasus penggelapan Dana Pak Alvan saat ini di Proses di Kantor Polisi setelah kami mendapatkan bukti yang cukup,"


"Bagus, sekali semua berjalan dengan baik. Dan untuk CLA Entertainment itu sudah di ambil alih juga?"


"Benar, Pak."


"Secepatnya, persiapkan dan ganti semua orang di CLA Entertainment, dan ubah gedung mereka menjadi kantor untuk AX Entertainment, terutama Keluarkan Claudia dan Daniel, Periksa Kinerja Perusahaan itu,"


"Baik, Pak. Untuk mengatur ulang CLA Entertainment mungkin butuh waktu sekitar satu Minggu, juga untuk mengatur ulang Perusahaan Smith. Dan soal Transfer uangnya, tidak ke Pak Alvan melainkan ke pemilik Aslinya, saat ini sedang di Proses,"


"Ok, bagus kalau begitu. Kirimkan padaku berkas kepemilikan Perusahaan ketika aku sampai,"


"Tentu saja Pak, tentu saja,"


Dan telepon di tutup, berikutnya Antony menatap rekaman Video CCTV yang anak buahnya kirimkan.


Ini adalah Video Pertengkaran antara Ayah Emelin dan Ibu Tirinya itu.


Terlihat mereka bertengkar dengan hebat, bahkan mulai saling mengacam, dan mulai membicarakan juga soal harta dan uang hasil penjualan Perusahaan, namun sayangnya ketika mereka bertengkar tiba-tiba ada polisi yang datang ke rumah mereka.


Melihat ekpersi pucat mereka saat mereka di bawa oleh Polisi, Antony merasa senang.


Akhirnya, dua orang ini akan mendapatkan apa yang layak mereka dapatkan.


Sebelumnya, anak buahnya juga sudah mengumpulkan bukti kejahatan Ibu tiri Emelin yang melakukan pembunuhan berencana pada Ibu kandung Emelin.


Selain pernyataan, juga ditemukan beberapa bukti lain soal kasus itu. Walaupun itu kasus lama, dan begitu sulit, namun ternyata, Almarhum Kakek Emelin sempat menyelidikinya selama beberapa tahun, jadi lebih cepat mendapatkan barang bukti.


Antony menatap video itu sambil tersenyum, dirinya juga harus menunjukkan rekaman Video ini pada Emelin, agar Emelin melihat akhirnya orang-orang yang dia benci mendapatkan bayarannya.


Sekarang tinggal masalah Claudia dan Daniel, mereka akan segera di depak dari CLA Entertainment dan putus hubungan dengan semua hal di Industri Hiburan.


Soal kasus perselingkuhannya Daniel, dirinya juga sudah menaikan dan menyebar hal-hal ini di Internet, membuat reputasinya hancur.


Melihat semua berjalan sesuai rencana, dirinya ingin sekali segera pulang dan bertemu Emelin untuk memberitahukan semua kabar baik ini.


Dia pasti akan senang dengan kejutan yang dirinya dengar.


Apalagi saat ini film yang Emelin bintangi masih sedang sangat tranding di Internet.


Ketika Antony sedang berpikir, Sese mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk,"


"Ini Pak Tugas terkahir yang akan Pak Presdir periksa di cabang ini, sore ini juga akan ada rapat dengan perwakilan cabang, dan besok pagi ada acara untuk kordinasi di arena proyek untuk terakhir kalinya, setelah itu Bapak bisa pulang lebih awal sekitar siang hari,"


"Bagus, segera siapkan pesawat untuk keberangkatanku besok, aku akan segera pulang begitu tugas siang selesai,"


"Baik, Pak. Saya akan segera menyuruh bawahan untuk segera menyiapkannya untuk Besok,"


Setelah Sekertarisnya itu keluar, Antony segera menelepon anak Buahnya.


"Tolong kamu sewakan sebuah Restoran di Dekat Bandara tempat Pesawatku mendarat, kalau tidak salah ada cabang restoran milik Anderson Group disana? Booking untuk acara Besok sore hingga malam hari,"


"Baik, Pak. Baik saya akan bilang ke Managernya untuk mengaturnya,"


"Jangan lupa hias tempat itu seromatis mungkin,"


"Tentu saja, Pak. Apakah ini kejutan untuk Istri Bapak?"


"Ya, begitulah jangan banyak tanya,"


"Baik, apakah perlu saya siapkan buket bunga juga?"


Antony memikirkannya sebentar, sepertinya Emelin suka bunga?


"Tentu, pesankan sekalian buket mawar putih yang indah,"


"Baik, Pak Baik."


Melihat semuanya sudah siap, Antony lalu tersenyum senang.


Besok setelah dirinya pulang, dirinya akan memberikan kejutan untuk Emelin, benar-benar tidak sabar untuk kejutan besok.


Dengan segera, Antony lalu menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.