Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 56: Mencari Masalah


Saat ini didepan gedung Perusahaan Anderson, terlihat seorang wanita dengan pakaian yang begitu indah, dan cukup seksi.


Dengan make up yang cukup tipis, membuat dia menunjukkan sesuatu kecantikan seperti seorang malaikat.


Rambut panjangnya, di gerai dengan susunan hiasan bunga di kepalanya.


Dia berjalan dengan nenang, dengan tas mewah berwarna merah muda itu, yang serasi dengan pakaian merah muda yang dipakainya.


Sepintas, orang-orang di pintu masuk, akan melirik sekilas pada pandangan pertama saat melihat wanita itu berjalan.


Melihat ditatap oleh beberapa orang, wanita itu menunjukkan senyum manisnya seolah menyapa.


Cantik, anggun, ramah dan lembut adalah gambaran yang cocok untuk mengambarkan wanita tersebut.


Dia yang memasuki pintu masuk, mendapatkan banyak tatapan sekilas dari orang-orang di lobby juga.


Mereka terlihat pemasaran dengan kedatangan wanita cantik tersebut.


Wanita itu lalu langsung pergi ke Resepsionis,


"Apakah ada yang bisa saya bantu Nona?" Tanya resepsionis itu dengan sopan.


Wanita itu tersenyum, lalu bertanya dengan ramah.


"Saya ingin bertemu dengan, CEO Anderson Group, Antony Callisto, bisa tolong beritahu dimana ruangannya?"


Resepsionis itu menatap wanita didepannya dengan kaget.


Siapa gerahan wanita ini sampai-sampai mencari Pak Presdir mereka?


"Maaf sebelumnya, apakan anda sudah membuat janji?"


"Tidak."


"Maaf kalau begitu, anda tidak bisa menemui Pak Presdir untuk saat ini. Sebelumnya harus membuat janji dulu jika ingin bertemu dengan beliau,"


Wanita itu terlihat kehilangan kesabarannya,


"Aku kenal baik dengan Presdir kalian itu, siapa kamu yang berani melarang ku untuk bertemu dengannya, Hah?" katanya dengan marah.


"Maaf Nona, kalau boleh tahu anda siapanya Pak Presdir?"


"Aku teman lamanya, aku ada urusan dengannya."


"Tapi maaf Nona, saya hanya menjalankan prosedur, harus membuat janji dulu jika ingin bertemu dengan Pak Presdir,"


"Baik, buat janji sekarang jika aku ingin bertemu dengannya,"


"Itu tidak bisa, Nona. Saat ini Jatwal Pak Presdir cukup sibuk...."


Wanita itu terlihat kehabisan kesabaran berdebat dengan Resepsionis itu, dan mulai membuat masalah.


"Aku benar-benar kenal baik dengan Antony, kamu berani tidak sopan denganku?"


"Maaf Nona bukannya bagitu...."


Wanita itu masih terlihat bersdebat dengan Resepsionis, membuat resepsionis itu binggung harus bersikap bagaimana.


Disisi lainnya, dari arah lift, terlihat seorang Pria tertentu dengan pakaian Jas yang cukup santai, berjalan melewati meja resepsionis.


Sepintas, tatapan Pria itu tertarik dengan hal-hal yang ada di meja resepsionis.


Dia sepertinya kenal dengan wanita itu.


Bukankah ini, Isabella Owen selingkuhan Kakak Sepupunya itu?


Wah wah, rupanya hal-hal menarik akan segera terjadi.


Memiliki sebuah ide dalam kepalanya, Raka menuju ke tempat resepsionis itu.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanyanya dengan santai.


"Ah, Selamat Siang Tuan Muda Raka. Nona ini, ingin bertemu dengan Pak Presdir namun dia belum membuat janji, dan sekarang membuat keributan,"


"Siapa yang membuat keributan?"


Raka langsung paham dengan situasinya.


Ah, sepertinya Isabella ini ingin bertemu dengan sepupunya?


Mari biarkan saja dia naik, dan lihat apa yang terjadi.


"Ah, ini bukankah Nona Isabella?"


Isabella menatap Raka lalu menyapanya dengan sopan.


"Hallo, Tuan Muda Raka,"


"Tidak perlu begitu sopan, kamu bisa memanggilku, Raka. Hmm, jadi kamu saat ini ingin bertemu dengan Kakakku Antony?"


"Iya, benar saya ingin bertemu dengannya,"


"Baiklah-baiklah, mari aku akan mengantarmu ke Ruangan Kakak," kata Raka dengan santai sambil berkedip kearah Resepsionis, agar tidak memprotes.


Resepsionis ini juga tidak bisa melawan karena ini adalah Perintah Tuan Muda.


Ya, siapa yang tahu kalau memang wanita ini kenalan Pak Presdir?


Dirinya juga tidak ingin terlibat masalah, jadi dia membiarkan bagaimana wanita itu ikut pergi bersama Raka, menuju lift untuk Para Petinggi.


Saat perjalanan menuju lift, Raka tentu saja tidak lupa mengabil kesempatan ini untuk mengintrogasi wanita didepannya ini.


"Kamu kenal dengan Kak Antony?"


"Benar, kami sebelumnya adalah teman sekelas ketika masih di Sekolah Menengah,"


"Begitukah? Teman sekelas?"


"Itu benar, kami berasal dari SMA Elite Y sebelumya,"


"SMA Elite Y? Sangat kebetulan bukan? Aku sebenarnya juga bersekutu disana,"


Raka jelas cukup kaget dengan informasi ini, Antony berasal dari SMA yang sama dengannya?


Bagaimana bisa?


Itukan, SMA Elite hanya untuk kalangan Elite dari yang Elite?


Bagaimana bisa?


Menyimpan rasa penasarannya, Raka kembali menunjukan ekpersi santainya.


"Tuan Muda Raka dari sana juga? Ah maksudku, Raka..."


"Ya, sepertinya aku adalah adik kelas kalian,"


"Dunia sungguh sempit bukan?"


"Jadi Apakah kamu dan Kak Antony hanya teman?"


Isabella sedikit tersenyum lalu menjawab,


"Kami sampah berkencan sebelumnya, tapi karena aku pergi keluar negeri, saat itu kami terpaksa berpisah, dan beberapa hal terjadi sampai kami tidak sengaja bertemu kembali,"


'Heh? Mantan Pacar? Cukup menarik, jadi ini semacam cinta lama bertamu kembali atau sesuatu? Pantas saja Sepupunya itu merekomendasikan wanita ini, pasti dia juga mencari kesempurnaan untuk bisa dekat dengan Isabella ini,' pikir Raka dalam hati.


"Sepertinya kalian memiliki masalalu yang baik?"


Tidak lama sampai mereka tiba dilantai atas, yaitu ruangan CEO.


Lantai itu cukup sepi, ketika mereka keluar dari lift, itu karena lantai ini hanya berisi satu ruangan yaitu Ruangan CEO.


Dan didepan ruangan CEO tentu saja ada beberapa meja Sekertarisnya.


Namun saat ini, hanya ada seorang Sekertaris dimeja itu, menyapa ketika Raka datang,


"Tuan Muda, ingin bertemu dengan Pak Presdir?"


"Ya, aku ingin bertemu dengannya,"


"Maaf, tapi saat ini Pak Presdir sedang tidak ada ditempat, beliau sedang meeting diluar."


"Apakah ini akan lama?"


"Sebentar lagi sepertinya mereka kembali,"


"Bagus, aku akan menunggu di dalam,"


"Tapi... Wanita ini...."


"Diamlah, dia adalah kenalan baik sepupuku, dia akan bertemu dengannya, biarkan kami menuggu didalam."


Sekertaris itu tidak memiliki begitu banyak pilihan, akhirnya menyuruh mereka masuk ke ruangan Antony.


Ruangan itu cukup lebar, dan ada sofa besar disana untuk menerima tamu.


Isabella melihat sekeliling ruangan, betapa ruangan ini terlihat sangat mewah.


Ya ampun, Antony sekarang menjadi CEO di Perusahaan sebesar ini?


Dia benar-benar kaya raya sekarang bukan?


Pikir Isabella dengan penuh semangat.


"Kamu bisa menunggu disini, sampai Kak Antony datang,"


Kata Raka, dia juga duduk sebentar dan mengobrol dengan Isabella sebentar.


Namun sayang sekali, tiba-tiba dia dapat telepon dari Asistennya.


"Apa apa?"


'Bukankah Tuan Muda seharusnya bertemu dengan klaien? Dimana anda? Saat ini kami sedang menunggu anda,'


Owh ya ampun, dirinya sampai lupa kalau siang ini ada acara penting, gara-gara bertemu dengan Isabella.


Ah...


Sayang sekali dirinya tidak bisa melihat drama antara Sepupunya dan wanita disampingnya ini.


Ah lain kali saja, masih ada lain kali pula.


Setelah menutup teleponnya, Raka lalu berkata pada Isabella,


"Maaf, Nona Isabella sepertinya aku tidak bisa menemanimu untuk menunggu, Kak Antony, aku ada beberapa urusan yang harus aku urus,"


"Ah begitukah? Tidak masalah, tidak masalah, saya sudah sangat senang bisa diantar sampai ruangan ini, sangat sangat berterimakasih,"


"Bukan apa-apa. Aku pergi dulu,"


Raka pun pergi, dan meninggalkan Isabella sendirian disana.


Merasa bosan karena hanya duduk, disofa, Isabella memutuskan untuk melihat-lihat.


Ruangan ini cukup rapi, di ujung ruangan ada sebuah rak buku yang berisi beberapa buku-buku pengetahuan.


Isabella tertarik dan melihat-lihat isi rak itu.


Disana kebetulan ada beberapa buku yang suka Antony baca.


"Hmm, rupanya seleranya dalam membaca buku tidak berubah bukan?" Katanya sambil terus menjelajah deretan buku itu.


Setelah melihat rak buku, tatapan matanya tertuju pada sebuah meja kerja tunggal disana.


Diatas meja itu, ada nama yang terlihat sangat jelas,


'CEO Antony Callisto'


Isabella lalu menuju meja itu, dan mengambil papan nama meja itu, menatapnya dari dekat.


"Dia benar-benar CEO, dan namanya entah kenapa sangat cocok dengan jabatan ini."


Jika dirinya benar-benar bisa mendapatkan kembali hati Antony, apakah dirinya akan bisa menyandang gelar Nyoya dari Keluarga Anderson?


Hah...


Memikirkannya saja membuat Isabella merasa sangat senang.


Dirinya yakin bisa mendapatkan Antony lagi, dirinya percaya betapa Antony sangat mencintainya dulu.


Lihat betapa kerasnya dia dulu berusaha agar bisa masuk satu SMA yang sama dengannya?


Memikirkan masalalu benar-benar terasa indah sekarang.


Setelah tengelam dalam masalalu sedikit, Isabella lalu kembali menatap meja kerja itu.


Disana ada suatu barang mencolok yang sangat tidak cocok dengan desain meja itu.


Itu adalah sebuah tas berwarna merah muda.


"Tas apa ini?"


Karena penasaran, Isabella membuka tas itu, yang berisi dua kotak bekal berwana merah muda.


"Bekal makan siang? Tapi tempat bekal ini tidak terlihat seperti gaya Antony?"


Isabella lalu membuka bekal itu, yang didalamnya, ada bentuk love yang menurutnya norak, dan nasi goreng biasa.


"Hah? Apakah ini dari seorang wanita? Apakah ada wanita yang mencoba mencari perhatian Antony ini? Menurut kabar yang dirinya dengar dari luar, Antony ini masih lajang dan tidak menjalin hubungan dengan siapapun, hah rupanya beberapa wanita murahan ingin mendekatinya dengan memberikan bekal? Nasi goreng? Antony tidak suka sesuatu seperti ini, benar-benar tidak berguna,"


Isabella lalu mengambil dua kotak bekal itu, menuju ke tempat sampah didekat sana, dan membuang isi bekal itu kesana, sekaligus membuang tempat bekal itu kesana.


Setelah membuang hal-hal yang tidak penting itu, Isabella merasa puas.


"Apakah aku harus membuat masakan juga untuk Antony? Dulu, dia sangat suka masakan buatan ku,"


Sebuah senyum penuh kemenangan mucul di wajah cantik itu.


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya para pembaca sekalian, 😆😆


Karena kalian juga semangat dukung, ni ku kasih tambah bonus untuk Update hari ini untuk ke 2x nya,


😆😆😆


Nantikan terus kelanjutannya ya,


Dan terus dukung karya ini dengan cara Like, komentar, vote atau gift, 🥰🥰🥰🥰