Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 167: Rencana Masing-masing


Mendengar perkataan Raka, tentu saja Emelin menjadi pucat, lalu dengan ekor sedih dia berkata,


"Aku sebenarnya lupa dimana menaruh surat itu, bisa jadi di Rumah Kakek, atau di Rumahku atau dimana.... Aku Benar-benar melupakan ini,"


Raka menatap Emelin dengan ekpersi kaget, kalau berkata,


"Jadi, aku tanya itukan juga alasan Kak Emelin tidak memakai cincin pernikahan Kakak?"


Mendengar pertanyaan Raka barusan, Emelin lalu melihat kearah tangannya, dan benar saja di jari manisnya itu tidak ada cincin pernikahannya!!


Kenapa dirinya bahkan baru sadar!!


"Aku juga lupa dimana cincinku!! Sial!!"


Raka menatap Emelin dengan tidak percaya,


"Ya ampun, Kak bagaimana bisa Surat Perjanjian Pernikahan dan Cincinnya bisa lupa? Itu hal penting, lalu bagaimana dengan Surat Nikah Kakak? Jangan bilang itu hilang juga,"


"Kalau soal surat nikah, Antony yang dari awal menyimpan dua buku nikah itu, jadi aman, aku bahkan belakangan memakai surat itu,"


"Lalu, sekarang bagaimana soal masalah Surat Perjanjian itu? Bagaimana kalau itu sampai jatuh ke tangan orang-orang yang tidak semestinya?"


"Itu juga yang aku pikirkan!! Jadi bagaimana ini? Aku juga tidak mungkin kan kembali ke Rumah Keluarga Smith,"


"Kak Emelin bahkan juga tidak tahu apakah itu benar-benar disana atau tidak?"


"Ya, aku benar-benar lupa karena itu sudah sangat lama,"


"Ah, Kak Emelin ini bagaimana sih? Sekarang jadi ribet kan,"


"Tapi yang jelas surat itu pasti tidak di tangan Claudia, karena sampai saat ini Claudia itu tidak membeberkan hal-hal itu ke Publik, jika dia memilikinya, pasti sudah lama sejak di sebar ke Publik,"


"Hanya berharap saja kalau Surat itu tidak akan pernah mereka temukan."


"Hah... Kamu benar."


"Lalu soal cincin Kakak?"


"Walaupun cincin itu jarang di pakai, terkadang dalam acara khusus, kami berdua akan sering memakainya, jadi aku biasanya menyimpannya dalam kotak perhiasanku dirumahku, harusnya sih masih ada disana... Tapi tunggu dulu..."


"Apa lagi, Kak?"


"Saat aku mengirimkan Surat Cerai pada Antony, aku memberikan cincin itu juga padanya bersama surat cerai itu!!"


"Apa?? Kakak pernah ingin menceraikan Suami Kakak?"


"Ini ceritanya panjang,"


"Sudahlah, mungkin itu disimpan oleh Suami Kakak? Barangkali beserta surat perjanjian Kakak,"


"Entahlah, aku juga lupa,"


"Kenapa Kakak tidak tanya orangnya saja?"


"Nanti saja lah. Lagipula surat itu tidak penting juga, karena sebentar lagi toh tidak berlaku,"


"Kalian benar-benar ingin menjalin pernikahan serius sekarang?"


"Tentu saja iya, aku berniat mengakhiri Pernikahan Kontrak ini, dan menjadikan ini Pernikahanmu Serius!!"


"Baiklah, Baiklah, Kak. Aku hanya bisa berharap agar Kakak bahagia,"


"Jelas, dong."


Lalu keduanya bercakap-cakap sebentar juga, Emelin kembali menanyakan soal mangga-mangga itu, dan Raka benar-benar marah.


"Sudah aku bilang untuk membawa mangga-mangga itu enyah dari hadapanku!!"


"Ini satu Kotak Besar!! Kamu tega menyuruhku untuk membawanya sendiri?"


Raka menghela nafas lelah, lalu berkata,


"Baiklah, Baiklah. Aku akan membantu Kak Emelin membawanya, mari aku antar Kakak pulang,"


"Tunggu, aku masih harus menjemput Alex di Sekolah,"


Raka menatap Emelin dengan wajah tidak percaya,


"Jadi, Kakak berniat menjadikanku supir?"


"Tidak, tidak. Tiba-tiba saja aku ingin menyetir mobilmu,"


"Tidak, tidak, tidak... Tidak ada orang yang boleh menyetir My Baby selain aku, tidak ada orang lain,"


"Raka, kenapa kamu menjadi begitu pelit?"


"Habis, Kak Emelin dari tadi minta aneh-aneh saja,"


"Aneh apa? Ini hanya ingin menyetir mobilmu!!"


"Memang Kak Emelin bisa menyetir? Punya SIM?"


Emelin mengeleng-gelengkan kepalanya, biasanya dia naik mobil dengak sopir dan tidak pernah menyetir sendiri, apalagi sebelumnya profesinya adalah Artis, dari perusahaan juga menyedihkan supir, jadi tidak perlu berpikir perlu repot-repot menyetir mobil.


Tapi kenapa sekarang tiba-tiba dirinya ingin menyetir mobil?


"Kan? Tidak ada menyetir!!"


"Ayolah???"


"Tidak ada!! Kalau sampai My Baby lecet, memang Kakak mau tanggung jawab? Ini My Beloved one yang sudah menemaniku selama tiga tahun belakangan, kamu memiliki banyak kenangan yang tidak terbatas,"


"Ini hanya mobil, kenapa tidak bisa mengalah?"


"Tapi Kak Emelin tidak punya SIM! Bagaimana aku percaya?"


"Tapi aku pernah belajar menyetir sebelumnya,"


"Tapi kamu tidak punya SIM!!"


"Ukhhh kamu menyebalkan!!"


"Ya, Kakak yang aneh sih,"


"Nanti kalau Suamiku pulang aku ingin minta dibelikan mobil seperti milikmu lalu mau aku stir sendiri, lihat saja,"


"Ya sudah sana minta suami Kakak saja, kena pinjam-pinjam mobilku segala?"


Akhirnya menyerah soal keinginannya, Emelin akhirnya meminta Raka untuk mengantarnya pulang sekalian menjemput Alex.


Alex di sekolah cukup terkejut ketika melihat Mamanya itu menjemputnya dengan sebuah mobil yang belum pernah dilihatnya.


Dari dalam mobil, Raka lalu menyalakan salah satu fungsi mobil, dan membuka penutup mobil, membuat mobil itu menjadi mobil terbuka,


"Kamu menyukainya, Alex? Sini, sini masuk Alex duduk di depan, akan Kakak tunjukkan kemampuan mobil ini lainnya," kata Raka terlihat antusias, menunjukan mobilnya pada Alex yang menatap mobilnya dengan penuh kekaguman.


Raka benar-benar senang menunjukkan mobilnya itu, dan Alex juga sangat senang mendengar ucapan omong kosong Raka yang menurut Emelin terlalu berlebihan itu.


Akhirnya tanpa memiliki beberapa pikiran rumit, Emelin melewati harinya itu dengan senang hati.


####


Disisi lainnya, malam itu setelah melihat Laporan dari anak Buahnya, Isabella sangat puas dengan laporan dan foto-foto itu.


Walaupun dirinya tidak tahu hubungan mereka berdua, tapi foto-foto ini mungkin bisa dimanfaatkan, akan berguna nanti pada waktunya.


"Bagus, lalu coba kamu menyelidiki soal film-film dan iklan yang Emelin bintangi lebih dalam, dan lihat apakan ada hal aneh disana,"


"Baik, kami akan menyelidikinya dengan menyeluruh,"


"Bagus, kalian selalu bisa diandalkan,"


"Tentu saja, Nona. Nona Isabella adalah kesayangan Bos kami, jadi kami akan melakukan semua perintah Nona, ada baiknya jika Nona memperlakukan Bos kami dengan baik,"


"Itu urusanku, kamu patuhi saja perintahku, dan jangan banyak bertanya,"


Isabella sebagai salah satu Artis dan Model populer di Luar Negeri tentu saja memiliki beberapa penggemar, dan tentu saja dia sangat bisa memanfaatkan orang-orang nya itu dengan baik.


Dan dengan itu, hari-hari cepat berlalu sampai Isabella menerima laporan dari anak buahnya.


Dirinya menjadi tercengangnya setelah melihatnya. Beberapa iklan dan termasuk film yang akhir-akhir ini Emelin bintangi, semua di urus oleh Perusahan yang bernama AX Investment.


Ini....


Mereka memiliki CEO Misterius yang belum menunjukan wajahnya ke Publik.


Dari sini, Isabella bisa menebak siapa itu,


"Jadi semua itu ulah Antony? Dia benar-benar membela Istrinya sampai segitunya? Sial... Dia berbuat sejauh itu pasti dia benar-benar sudah terjerat wanita sialan itu... Akhhh... Apa sih yang baik dari Emelin sialan itu?"


Ketika Isabella masih berpikir tentang rencananya itu, dia kemudian menerima telepon dari seseorang.


"Ya, ada apa Claudia?"


'Isabella, seperti yang kamu katakan, belakangan aku mencoba memperhatikan sekelilingku, dan sepertinya aku memang di awasi oleh seseorang, bagaimana ini?'


"Sudah aku duga, kamu tenang saja. Kamu berpura-puralah tetap tidak tahu apa-apa,"


'Tapi aku takut bahkan kalau teleponku ini sampai di sadap,'


Isabella lalu memikirkan kemungkinan-kemungkinan ini, jika memang benar di sadap berati rencananya....


Tunggu tetap tenang....


Isabella lalu mengeluarkan sebuah kotak dari laci mejanya, dan menyalakan koyak itu, tidak ada respon ketika dinyalakan.


Aman


"Kamu tenang saja, saat ini semua aman, namun aku tidak tahu nanti akan bagaimana, sebaiknya kita segera bertemu dan ingat untuk mencoba menghindari para mata-mata itu, dan ingat jangan terlihat mencurigakan, kamu harus tetap menjalani kegiatanmu seperti biasa,"


'Baik-Baik, Isabella. Aku sungguh takut, kenapa orang-orang benar-benar sampai mengintaiku?'


"Ini adalah ulah orang di balik Emelin, aku sudah bilang bukan? Aku sudah menyelidikinya dan memang iya,"


'Emelin!! Ini semua ulang Emelin?'


"Claudia, kamu sebaiknya lebih menjaga emosimu, dan bersikap tenang, kamu bisa kan? Jangan membuat hal-hal menjadi lebih rumit,"


'Ya, ya aku tahu.'


Setelah beberapa percakapan, akhirnya dua orang itu membuat perjanjian untuk bertemu, terlihat sekali merencanakan sesuatu.


####


Disisi lainnya,di hari-hari berlalu ini, Antony juga disibukan oleh berbagai hal di Kota C.


Setelah akhirnya memiliki waktu luang, dia mulai menelepon salah satu anak buahnya,


"Ya, bagaimana soal Proses Penyelidikan Perusahaan Smith?"


'Seperti yang Bapak Duga, kami sudah menemukan bukti-bukti kecurangan selama ini,'


"Bagus, kalau bisa selesaikan ini secepatnya, aku ingin dalam waktu kurang dari dua Minggu sebelum aku kembali, semua urusan ini dan masalah Merger sudah selesai,"


'Baik, Pak. Kami akan melakukannya secepatnya,'


"Aku tunggu kabar baik dari kalian."


Setelah menutup teleponnya, Antony lalu menelepon bawahannya yang lainnya.


"Kalian melihat ada pergerakan mencurigakan dari orang-orang yang kalian awasi?"


'Tidak, sampai saat ini baik Cornelia, Alvan, Caludia, atau Daniel tidak melakukan pergerakan apapun,'


"Bagus, tetap awasi mereka. Dan soal wanita yang ditemui oleh Cornelia itu, apakah kalian sudah menangkapnya?"


'Sudah Pak. Saat ini kami sudah berhasil menculik orang itu, dan masih dalam proses Interogasi,'


"Bagus, jangan sampai dia lolos, dan dapatkan semua pengakuan darinya soal kejadian dimasalalu, agar bisa menjebloskan Cornelia itu ke Penjara,"


'Baik, Pak.'


Setelah menerima beberapa laporan itu, akhirnya Antony merasa lega.


Dirinya sudah memiliki rekaman suara dari Ibu Tiri Emelin itu, hanya memikirkan kapan waktu yang tepat, untuk terlebih dulu mengirimkannya pada Ayah Emelin?


Ingin melihat ekpersinya seperti apa setelah tau tingkah Istirnya itu.


Melihat mereka akan saling bertengkar ketika sebentar lagi kejatuhan mereka tiba.


Dua Minggu lagi sebelum dirinya pulang....


Tidak...


Ini harus dipercepat!!


Hah...


Sangat melelahkan...


Namun tidak sabar untuk segera bertemu Emelin...


Dan kemudian.....