Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Chapter 29: Rasa Nyaman


Siang itu, semua berjalan dengan baik setelah rombongan Emelin berpisah dengan rombongan Claudia.


Emelin masih menikmati liburannya, saat ini dicuaca yang cukup panas, mereka pergi ke Kolam Renang Hotel untuk menyejukkan diri.


Disana cukup ramai dengan beberapa pengunjung yang juga berenang dengan cuaca sepanas ini.


Lalu, Emelin melirik kearah Alex yang sangat senang ingin segera berenang ini.


"Ya, mari kita berganti baju renang dulu," Kata Emelin sambil mengandeng Putranya untuk menuju ruang ganti.


Namun sebelum dia pergi, dia menatap kearah Antony.


"Kamu berenang juga?"


"Ya, bukankah kamu tidak bisa berenang? Aku akan menemani Alex. Biar aku saja yang menemani Alex ke ruang ganti, sekalian saja."


"Ah, ya ya. Aku mengerti."


Ini baik, dirinya awalnya binggung karena memang tidak bisa berenang dan memiliki pengalaman yang buruk di air, Emelin tidak berani menginjakan kaki memasuki kolam renang.


Dulu, Ibunya meninggal setelah menyelakakan dirinya yang tengelam di kolam renang.


Mengigatkannya, membuat Emelin cukup takut hanya melihat kearah air dan kolam, hal-hal yang seperti itu.


Namun melihat Putranya, Alex sangat ingin berenang, Emelin setidaknya harus menemani anak itu....


Walaupun ini cukup rumit...


Namun perkataan Antony menyelesaikan semua masalah.


Jadi disini Emelin menunggu dan duduk disalah satu kursi kosong disana, menunggu sepasang Ayah dan Anak ini untuk menyelesaikan ganti baju mereka.


Emelin sesekali ada melihat keadaan Ponselnya, dan mulai meng-upload beberapa foto terbarunya di Pantai dengan Alex tadi.


Melihat ada respon yang cukup baik, namun disini ada juga respon yang mengatakan bagaimana Claudia sepertinya juga berlibur di Pantai, dan mengatakan bagaimana Emelin menurut Claudia.


'Cih, siapa yang tahu penyihir sialan itu akan pergi berlibur ke Pantai ini!! Kalau tau, aku akan lebih memilih tempat lain, atau pergi ke Gunung saja untuk berlibur, atau berkemah di Hutan.' pikir Emelin kesal.


Emelin tidak mengira dihari indahnya saatnya berlibur dirinya harus melihat dua wajah menyebalkan itu.


Disini, di beranda sosial media miliknya, juga kebetulan lewat postingan milik Claudia.


'Sial, aku harus membokir orang tidak tahu diri, ini.' pikir Emelin lagi.


Disaat Emelin sedang fokus memainkan ponselnya itu, sepasang Ayah dan Anak itu sepertinya sudah menyelesaikan untuk berganti baju Renang.


Merasakan Antony menepuk pundaknya, tiba-tiba itu membuat Emelin kaget.


Emelin tambah kaget bahkan setelah melihat penampilan Antony.


Dengan tubuhnya yang sekarang hanya mengenakan calana renang berwarna gelap, dan tubuh bagian atasnya semua terekspos, ini benar-benar sesuatu, sampai-sampai Emelin menjauhkan ponselnya.


"Apakah aku mengejutkanmu?"


Disini, Emelin tertawa canggung, lalu hendak mengabil ponselnya yang terjatuh itu.


"Tidak, tidak sama sekali."


Ponsel itu jatuh tepat dibawah Kaki Antony, ketika Emelin mengambil ponselnya, dia melihat dari dekat perut Sixpack milik Antony.


Walaupun sudah melihat belakangan ini, namun melihat tubuh yang sangat terbentuk dan dari dekat seperti ini benar-benar sesuatu, membuat Emelin ingin menyentuh otot-otot kuat itu.


Apakah itu akan terasa keras?


Itu benar-benar tubuh yang terbentuk dengan baik...


Emelin menatap tubuh Antony sesaat.


"Apakah sudah cukup untuk melihat?" Mendengar kata-kata Antony itu membuat Emelin langsung bangun, dan terlihat salah tingkah sendiri.


"Si... Siapa yang melihat?"


Melihat ekpersi lucu yang terlihat diwajah Emelin, yang menyiratkan apa yang dia pikirkan, membuat Antony tidak tahan untuk sedikit mengodanya.


Antony lalu mengambil tangan Emelin, lalu membuat tangan itu menyentuh otot-otot perut miliknya.


Merasakan gerakan yang tiba-tiba itu membuat Emelin kaget bukan main, namun bukannya menghindar, Emelin terlihat menikmati menyentuh hal-hal itu.


Ini benar-benar hal-hal yang bagus.


Antony memang rajin merawat tubuhnya, dan memiliki tubuh yang sebagus ini, Emelin selalu merasa didepan Pria ini, wanita manapun pasti akan langsung terkesima, dan akan merasa tidak tahan untuk mengajaknya ke tempat tidur, begitu juga dengan dirinya dulu.


Sial!!


Apa yang barusan dirinya pikirkan?


Emelin langsung menarik tangannya, karena malu tentang yang dipikirkannya.


"Apa yang kamu pikirkan? Wajahmu terlihat memerah,"


"I... Itu bukan urusanmu...."


"Emelin, kamu selalu bisa menyentuh selama yang kamu mau dan inginkan. Kamu selalu bilang jika kamu sangat menyukainya dulu,",


Ini benar-benar mengigatkan Emelin pada masalalu kelam miliknya.


Dimana dirinya benar-benar memperlakukan Antony seperti laki-laki bayarannya saat itu.


Sejarah gelap!!!


Lupakan sejarah gelap itu!!!


Dan begitulah, mereka lalu menghabiskan waktu siang itu dengan berenang, Emelin hanya melihat dua orang itu dari tepi kolam renangnya.


Memang, sangat menyenangkan bersama-sama seperti ini.


Memikirkan soal kata-kata Keluarga, membuat pikiran Emelin menjadi rumit.


Dimasalalu, ada orang-orang yang dirinya sebut sebagai 'Keluarga' namun itu ternyata hanya sekumpulan penipu.


Rasanya menyediakan jika mengigat lagi soal mereka.


Soal Ayahnya....


Dan bagaimana Ayahnya menipunya selama ini....


Umur Claudia tidak jenuh berbeda dengan dirinya....


Tidakkah itu berati Ayahnya sudah berselingkuh untuk waktu yang sangat lama....


Bagaimana bisa ada laki-laki seperti itu!


Emelin benar-benar tidak habis pikir.


Memikirkan darah laki-laki seperti itu benar-benar mengalir dalam darahnya, membuat Emelin merasa jijik.


Sungguh sangat kurang ajar!!


Dan sekarang setelah Kakek dan Ibunya meninggal, mereka menunjukan jati diri mereka, lalu mengabil harta Keluarga Smith....


Disini, Emelin mulai memikirkannya....


Apakah ada cara untuk mendapatkan semua itu kembali?


Apakah dirinya harus mencoba menemui Pengacara Keluarganya atau sesuatu?


Pikirkan hal-hal itu untuk nanti.


Setidaknya saat ini dirinya memiliki sebuah Keluarga Kecil ini, ada Putranya yang tidak akan pernah meninggalkannya dan sangat tulus menyayanginya....


Dan setidaknya, ada Suaminya, Antony, hubungan mereka sudah cukup bagus, dan sepertinya mereka tidak akan berpisah dalam waktu dekat.....


Jika mungkin....


Dirinya ingin lebih lama seperti ini...


Tidak masalah untuk menjadi Istri Antony, dia adalah orang yang cukup baik selama ini, yang bahkan mau bertahan walaupun mendapatkan perlakuan tidak adil dari Keluarganya yang memang sialan itu....


Seandainya dirinya menyadari ini lebih awal....


Apakah semua saat ini berjalan dengan lebih baik?


Ya...


Ini hanya sebuah pemikiran saja.


####


Disisi lainnya, terlihat ada seorang wanita tertentu terlihat berwajah kesal.


Sejak dia turun dari Pesawat, wajahnya sudah menunjukkan aura-aura marah.


Malam itu, ketika dia memasuki sebuah rumah mewah, dia disambut dengan heran oleh tatapan Ayahnya.


"Claudia? Kenapa kamu pulang lebih awal?"


"Moodku baru saja rusak oleh seseorang, Ayah!! Itu adalah Emelin!! Ayah tidak tahukah Ayah? Emelin barusan memperlakukanku didepan semua orang...."


Disini dengan ekpersi begitu sedih, dia meratap pada Ayahnya.


"Kamu bertemu dengannya?"


"Ya!! Dan bahkan dengan suaminya yang begitu Sombong itu!! Aku benar-benar membenci mereka Ayah!! Emelin mempermalukanku, belum lagi Emelin mengambil peran yang seharusnya menjadi milikku dalam Film itu..."


Disini, melihat ekpersi sedih diwajah Putrinya, Ayahnya lalu memeluknya.


"Kamu tenang saja, Caludia. Soal peran itu, aku akan membuat kamu mendapatkannya, lagipula Keluarga Smith kita sudah menginvestasikan uang untuk pembuatan film itu, aku akan menekan Sutradara dan Produsen untuk membuatmu mendapatkan film itu,"


"Benarkah, Ayah?"


"Ya, kamu tidak perlu khawatir. Ayah juga memiliki banyak kenalan di Dunia Hiburan dan berinvestasi disana, dan juga mengenal beberapa Produsen terkenal, Ayah akan pastikan sejak saat ini, Emelin tidak akan lagi bisa mendapatkan Peran apapun di Dunia Hiburan dan dia tidak akan pernah bisa menggagumu,"


"Ayah bisa melakukan itu?"


"Tentu saja, demi kamu aku akan melakukannya, kamu tenang saja tidak usah cemas lagi,"


Claudia memeluk Ayahnya lebih erat,


"Aku sangat menyayangi, Ayah.... Terimakasih Ayah..."


"Tentu saja, untuk Putri Ayah tersayang,"


Disini, Claudia terlihat tersenyum senang, memikirkan kalau Emelin sialan itu tidak akan bisa masuk ke Dunia Hiburan lagi membuat dirinya merasa senang!!


Hah...


Paling-paling dia hanya akan bisa sebatas melakukan Live Streaming, namun dia tidak akan lagi bisa mendapatkan Peran-peran Bagus di Dunia Hiburan....


Owh....


Lihat apa yang akan kamu dapatkan nanti Emelin....


Hanya memikirkan wajah kesal Emelin itu saja sudah membuat Claudia begitu bersemangat.


####


Bersambung