Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 85: Tidak Menyerah (Part 2)


'Kalau Kakak ada sinyal, Kak Emelin bisa meneleponku, ada beberapa hal yang harus aku sampaikan,'


Hmm, kira-kira ada apa ini?


Raka memang sempat berjanji akan memberikan detail Informasi kegiatan atau beberapa hal soal Antony di kantor....


Tunggu....


Ini bukan kabar buruk kan?


Emelin hanya bisa mengabaikan hal-hal itu sejenak, dan kembali syuting.


Mari urus nanti untuk itu, atau hanya akan merusak beberapa mood.


####


Ini adalah hari yang lainnya, Isabella sedang pemotretan lagi untuk salah satu produk dari Anderson Group.


Dia melakukan semua hal itu dengan profesional walaupun moodnya benar-benar buruk, masih kepikiran soal Antony sejak kemarin.


Jika Antony tidak memiliki perasaan padanya, apakah soal dirinya yang menjadi Brand Ambassador dari Produk-produk Anderson Group ini juga bukan rekomendasi darinya?


Tapi jika tidak, kenapa bisa?


Bahkan sebelumnya menyuruh membatalkan kontrak dengan Claudia.


Semakin memikirkannya, Isabella merasa aneh.


Memang, bahkan walaupun hanya ada sedikit kesempatan dirinya harus mencoba!!!


Mari dekati dulu pelan-pelan atas dasar teman lama!!.


Benar!


Masih ada soal Reuni itu bukan?


Tapi memang pesan-pesan yang dirinya kirimkan untuk Antony tidak lagi dibalas.


Hah, memikirkan soal bagaimana Antony mengabaikannya membuat Isabella pusing juga.


Dirinya terlalu Impulsif kemarin bukan?


Sebaiknya tidak lagi ke Ruangan Antony tiba-tiba.


Terlalu banyak berpikir membuat Isabella menjadi lapar.


Karena Isabella kebetulan juga sudah selesai, jadi dia memutuskan untuk pergi ke Kantin.


Saat ini belum jam istirahat, jadi kantin masih sedikit sepi.


Ketika Isabella melihat-lihat kearah kantin, ada wajah yang familiar disana dengan mengambil minuman di mesin penjual otomatis.


'Eh? Bukankah itu Antony? Memang ya, dunia bisa begitu sempit, ini mungkin suatu perbedaan,'


Tidak melewatkan kesempatan ini, Isabella menghampiri Antony disana,


"Antony?"


Antony yang awalnya hanya mampir ke kantin membeli beberapa minuman itu juga kaget melihat Isabella ada disana.


Kenapa musti bertemu seseorang yang merepotkan lagi?


Dirinya hanya ingin kekantin agar sesalian saja habis meeting dari luar.


Sekertarisnya ada beberapa hal yang harus dia urus, jadi Antony memilih untuk ke Kantin sendiri untuk membeli beberapa hal yang dirinya inginkan.


Lagipula walaupun sekarang dirinya seorang CEO bukan berarti dirinya hanya menyuruh-nyuruh bawahannya untuk melakukan hal-hal ringan seperti ini untuknya.


Memangnya dirinya tidak punya kaki?


Dirinya tidak perlu bersikap begitu manja seperti adik sepupunya itu, yang bahkan salah dihidangkan kopi yang pahit saja dia marah-marah.


"Ya. Kebetulan." Jawab Antony dengan nada dingin.


"Sebenarnya aku ingin minta maaf soal kemarin. Aku begitu Impulsif kemarin. Aku sudah memikirkannya, itu benar, hubungan kita sudah lama berakhir, dan tidak apa-apa lagi, itu juga salahku pergi keruanganmu dan bersikap terlalu akrab. Aku minta maaf atas hal-hal memalukan yang aku lakukan kemarin, aku tidak akan mengulanginya lagi."


"Baiklah kalau kamu sudah mengerti soal hal-hal itu."


"Ya ya, aku benar-benar minta maaf. Lagipula kamu sudah menikah sekarang, aku hanya bisa mengucapkan Selamat atas Pernikahanmu," kata Isabella masih dengan senyum palsu miliknya, sambil mencoba menjabat Antony.


Karena melihat kalau wanita didepannya ini sadar akan perbuatannya yang merepotkan itu, dan sekarang berinisiatif memberikan ucapan selamat padanya, Antony menerimanya.


"Ya."


"Semoga pernikahanmu berjalan dengan baik."


"Terimakasih,"


"Tapi aku penasaran seperti apa Istrimu itu, kenapa dia tidak pernah muncul di Perusahaan?"


"Ah, begitu."


Sekarang Isabella memikirkannya, soal bekal Misterius dengan tas merah muda tempo hari....


Jangan bilang itu sebenarnya dari Istrinya?


Apakah hubungan mereka sedekat itu?


Tapi tunggu...


Dirinya sempat membuang bekal itu!!


Antony tidak akan tahu kan kalau dirinya pelakunya?


Ya ya, untung saja saat itu dirinya pergi dan masuk lagi seolah-olah tidak ada apa-apa.


Keberuntungannya sepertinya cukup baik.


"Baik aku pergi dulu."


"Tentu saja. Tapi sebelumnya apakan tidak apa-apa jika aku terkadang menyapamu? Aku tidak akan ke ruanganmu kok, hanya jika bertemu diluar seperti ini atau sesuatu,"


"Kalau hanya urusan kantor dan pekerjaan itu tidak apa-apa. Tapi jangan berlebihan seperti sebelumnya,"


"Iya, iya aku paham kok. Lagipula kamu sudah punya Istri. Aku tidak akan banyak mengagu. Kita hanya sekedar teman lama oke? Tidak lebih dan tidak kurang."


"Ya."


Antony juga tidak merasa itu aneh, lagipula mereka toh tidak akan bertemu lagi dimasa depan, hanya sekedar sopan santun, dirinya sudah menjelaskan padanya pada Isabella pula, hanya bisa berharap orang itu tidak lagi membuat masalah dan mencoba menemuinya seperti sebelumnya.


Lagipula sangat jarang dirinya pergi-pergi keluar seperti ini, dirinya sangat sibuk.


Tidak ada kebetulan kedua kalinya jika soal pertemuan diluar juga.


Dan dirinya juga tidak ada niat untuk membalas pesan dari Isabella atau sesuatu.


Dengan itu Antony berniat pergi dari sana, setelah selesai dengan urusannya membeli minuman.


Namun mengigat beberapa hal, Antony lalu menuju tempat pemesanan makanan.


Sekalian saja membeli makan siang untuk nanti.


Tidak baik juga kalau dirinya jadi telat makan, Emelin selalu mengigatkannya soal ini, hmm jadi dirinya harus mematuhinya.


Disana, Isabella hanya bisa memasang senyum palsunya dari awal sampai akhir.


Melihat ternyata Antony tidak jadi langsung pergi, namun malah memesan makanan dikantin Isabella hanya bisa bertanya-tanya.


Ah...


Antony tidak dibuatkan bekal oleh Istrinya lagi?


Apakah hubungan mereka baik atau buruk?


Sudahlah, nanti melihat saja dokumen hasil dari penyelidikan anak buahnya.


####


Hanya dalam beberapa hari, akhirnya dokumen yang Isabella inginkan sudah ada ditangannya.


Melihat isi dokumen, dan soal identitas sebenarnya dari Istri Antony membuat Isabella terkejut.


"Emelin Smith? Bukankah ini Artis yang memiliki banyak skandal itu? Bahkan tempo hari sepertinya dia terlibat dengan salah satu Aktor Populer dan menjalin beberapa hubuang dengannya.... Owh, bahkan kabar soal dia yang sudah menikah awalnya disembunyikan,"


Senyuman licik mulai muncul.


"Itu artinya hubungan mereka tidak begitu baik bukan? Bahkan walaupun saat ini Antony masih bersikap dingin padanya.... Membuat Istrinya salah paham juga ide yang baik,"


"Wanita bernama Emelin ini jelas tidak layak untuk Antony."


"Lihat saja, dirinya tidak akan menyerah. Dirinya akan tetap mendapatkan Antony entah bagaimana caranya,"


Sebuah senyuman jahat muncul diwajah cantiknya, memikirkan rencana masa depan miliknya sendiri.


Gelar Nyonya Anderson akan menjadi miliknya.


Ssbuah obsesi jahat terlihat jelas ditatapan Isabella.


####


Bersambung


####


Terimakasih atas dukungannya ya, 😆


Ini dobel Update nya ya semoga kalian suka,