Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Episode 134: Rasa Ingin Tahu


Emelin tidak bisa mempercayai apa yang dirinya dengar.


"Apa barusan yang kamu bilang?"


"Antony suami Kakak berada di Sekolah yang sama seperti kita sebelumnya,"


"Itu... Bagaimana itu mungkin? Kamu sendiri tahu bukan keadaan Keluarga Antony sebelum dia masuk Keluarga Anderson, dia tidak mungkin memiliki biaya masuk Sekolah kita, kamu tahu kan sekolah kita sekolah Elite,"


Emelin tentu saja tidak akan pernah menyangka hal-hal seperti itu terjadi, seperti dirinya dan Antony dulu satu sekolah.


"Ya soal itu aku juga mana tahu pula,"


"Jadi dari mana kamu mendapatkan informasi ini?"


"Owh itu, aku mendengarnya dari Isabella, tempo hari pernah tidak sengaja berbicara dengannya, dan dia membicarakan bagaimana sebelumnya dia dan Antony adalah mantan Kekasih, kembali ke ketika mereka masih di SMA,"


"Eh? Dari Isabella katamu? Kenapa kamu tidak mengatakan hal-hal ini padaku?"


"Aku lupa, barusaja ingat sekarang,"


"Lah, kamu ini informasi sepenting ini, kok tidak segera di beritahu? Dan lagi, ini informasi dari Isabella-Isabella itu? Bagaimana itu bisa dipercaya?"


"Ya kan karena ini informasi dari Isabella itu makanya, aku juga jadi lupa, karena hal-hal yang dia katakan kan tidak penting,"


"Udahlah percuma membahas ini, hanya saja apakah yang dia katakan itu benar?"


"Soal mereka berasal dari SMA kita?"


"Ya tentu saja, bagaimana menurutmu? SMA kita kan bukan sekolah biasa yang bisa dimasuki sembarangan orang,"


"Sebenarnya, di Sekolah Kita dulu, ada semacam program beasiswa untuk anak-anak yang pintar, mungkin Suami Kakak salah satunya?"


Emelin memikirkannya, memang benar Antony sepertinya memiliki nilai akademik yang baik.


Itu cukup masuk akal, jika Antony bisa diterima di SMAnya, dengan beasiswa.


Itu berarti mereka pernah satu sekolah?


Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?


"Itu bisa juga,hmm tapi ini aneh aku seperti tidak pernah melihatnya?"


"Beda angkatan kalik Kak, Suami Kakak kan dua tahun lebih tua dari Kakak, dan tiga tahun lebih tua dari aku, kalau aku jelas mungkin tidak akan bertemu, karena aku masuk dia sudah lulus, tapi kalau Kakak mungkin saja,"


"Berati saat itu aku kelas 1 dan dia kelas tiga ya?"


"Benar sekali."


"Tapi masa aku tidak memiliki kesan tertentu jika bertemu dengannya? Maksudku, dengan wajah setampan itu, bagaimana aku tidak menatapnya kalau kita bertemu?"


"Tapi setahuku, di sekolah kita memang banyak Pria tampan, bukankah semua mantan Kekasih Kak Emelin berasal dari sana juga? Mereka setahuku, siswa termasuk most wanted di sekolah, entah paling tampan seangkatan, atau entah paling tampan satu Kelas atau paling tampan satu jurusan, bukankah salah satu Mantan Kakak sebelumnya adalah yang paling tampan sejurusannya saat itu?"


Emelin lalu mengigat wajah salah satu mantan kekasihnya itu, yang menipu uang-uangnya itu.


Tiba-tiba Emelin jadi kesal mengigat wajah-wajah itu.


"Ya ampun, Raka! Bagaimana pria-pria sampah ini bisa dibandingkan dengan Suamiku? Tentu saja Antony yang paling tampan, mereka mah hanya serpihan,"


Raka hanya bisa geleng-geleng kepala melihat reaksi Emelin yang berlebihan itu. Tapi Raka ingat beberapa peraturan, semua Istri pasti akan memuji Suaminya yang paling baik.


Baik-baik, lupakan respon lebay Kak Emelin ini


"Baiklah-baiklah, Kak mereka hanya serpihan. Jadi mungkin Kakak tidak pernah bertemu dengan Suami Kakak ketika di SMA, Lagipula SMA kita lebar,"


"Itu masuk akal, bagaimana aku bisa kenal Kakak tingkat? Saat kelas satu dulu aku......"


Emelin lalu mengigat kejadian ketika dirinya masih SMA kelas 1, saat itu masih sekitar masa-masa pemberontak dan masa-masa masih terkena sindrom kelas 2 SMP.


Dirinya sama seperti pelajar lainnya yang dalam fase pemberontakan.


Mewarnai rambutnya menjadi pirang, mengunakan rok diatas lutut, memakai banyak perhiasan dan aksesori dekorasi berlebih, lalu bahkan selalu mengenakan pakaian dengan dekorasi berlebihan yang terlihat norak ketika Emelin memikirkannya sekarang.


Selalu datang dengan rombongannya seolah dia adalah Ratu, bertingkah sombong bahkan didepan guru-guru.


Tampilan itu....


Itu...


Itu benar-benar aib!!


Terlalu memalukan jika mengigatnya lagi.


Sangat bersyukur kalau Antony tidak melihatnya dalam tampilan aib itu.


Sungguh, memalukan!!


Bagaimana dirinya bisa seperti itu dulu?


Astaga, astaga....


Penampilan gadis nakal!!


Dirinya lalu sadar ketika kelas dua, ketika ada anak baru yang memiliki tampilan mencolok seperti dirinya kala itu.


Itu adalah Tuan Muda Raka yang tampil mencolok dengan rambut warna-warnanya.


Melihat penampilan Raka kala itu, Emelin melihat rambutnya sendiri, dan sadar bagaimana memalukan nya dirinya itu, lalu tidak lagi mewarnai rambutnya.


"Aku apa?"


"Ya ya, lebih baik memang, saat itu aku pasti tidak bertemu dengannya, ahaha... Itu pasti."


"Sudahlah lupakan saja. Mana undangannya, nanti aku usahakan datang, tapi kalau memikirkannya ketika nanti Reuni bukankah aku akan bertemu Mantan-mantanku yang menyebalkan itu? Aku sungguh tidak ingin melihat mereka,"


"Ya, Kakak kan bisa mengajak Suami Kakak untuk datang bersama, harusnya dia juga dapat Undagan Reuni bukan?"


"Ah itu ide yang bagus, bagaimanapun juga aku juga ingin menunjukan kalau Suamiku sangat tampan, dan lebih baik juga kalau aku mengajak Putraku yang paling lucu itu ikut juga,"


"Nah, kan. Ide bagus itu."


"Memang, tapi kan aku sudah bilang, kalau aku ada acara hari itu? Sungguh sulit tidak tahu apa aku benar-benar bisa datang atau tidak, tidak tahu juga acaraku selesai kapan,"


"Tapi, Kakak harus datang! Bagaimana kalau nanti di Reuni-reuni itu Isabella dan Suami Kakak jadi CLBK? Kakak tidak bisa membiarkannya,"


"Itu memang benar, Isabella itu s sangat kegatelan. Aku akan memikirkannya nanti,"


Setelah beberapa percakapan singkat itu, mereka berdua lalu berpisah seperti biasa.


####


Disisi lainnya, Isabella setelah memfoto Emelin dan Raka itu, mengirimkan foto-foto itu ke Claudia, dan Caludia cukup bermangat telah melihat foto itu.


Dia mengucapkan terima kasih pada Isabella.


Telah memikirkan bagaimana rencananya berjalan dengan baik, sekarang Isabella menuju ke pintu masuk Gedung Anderson Group.


Ya berencana menunggu sampai Antony datang.


Hari itu dia memiliki keberuntungan yang sangat baik, karena tidak lama setelah dirinya duduk kursi ruang tunggu, dia melihat wajah familiar yang datang.


Isabella dengan semagat menghampiri Antony, namun siapa yang tahu dia malah mendapatkan respon yang dingin.


"Aku ada beberapa kesibukan, jadi aku harus segera naik keatas,"


"Tunggu sebentar saja aku memiliki sesuatu yang penting," kata Isabella mencoba memohon.


"Aku tidak ada waktu, gak ada ha penting kamu bisa menyampaikannya pada Sekertarisku,"


Melihat sepertinya Antony benar-benar ingin menghindarinya itu perasaan Isabella menjadi kesal.


Dia mencoba menstabilkan ekspresinya, lalu mengeluarkan sebuah undangan reuni.


"Aku hanya ingin memberikan surat undangan ini, aku harap kamu datang ke sana,"


Antony lalu menatap kearah surat undangan itu.


"Undangan ini?"


"Ini Reuni yang aku bicarakan tempo hari, ada empat angkatan yang datang tiga lainnya, adalah junior kita saat SMA."


Menerima Undangan itu, lalu Antony berkata dengan tenang,


"Aku akan memikirkan nya,"


"Kamu harus datang,"


Antony tidak menjawab namun dia segera pergi.


Isabella menatap kepergian Antony dengan perasaan kecewa.


Tapi tidak masalah, masih ada kesempatan ketika Reuni ini bukan?


Ini jelas akan menjadi hal-hal yang bagus.


####


Hari berjalan dengan cukup cepat, malam itu, Antony datang tepat waktu.


Keluarga kecil itu, makan malam dengan tenang.


Namun, Emelin gak bisa berhenti untuk tidak melihat ke arah Antony.


Dirinya ingin bertanya apakah Antony mendapatkan sebuah undangan reuni atau tidak.


Antony yang merasa Emelin dari tadi mencuri pandang ke arahnya hanya bisa bertanya-tanya.


"Apakah ada yang ingin kamu tanyakan?"


"Aku hanya tiba-tiba kepikiran,"


"Soal apa?"


"Dulu... Ketika kamu SMA, kamu berada di Sekolah Menengah Atas mana?"


Antony cukup terkejut dengan pertanyaan Emelin tiba-tiba.


Ah?


Pasti ada hubungannya dengan undangan reuni bukan?


Namun sebelum Antony menjawab, Emelin lanjut berkata lagi,


"Ini bukan apa-apa aku hanya ingin bertanya karena penasaran, kamu sendiri bilang jika aku tidak tahu sesuatu aku boleh bertanya padamu langsung,"


"Itu benar, tentu saja aku tidak keberatan kamu bisa bertanya apapun padaku. Aku sebelumnya berasal dari SMA Elite Y,"


####


Bersambung