Suami Bayaranku Yang Dingin

Suami Bayaranku Yang Dingin
Season 2 Episode 29: Awal Mula


Emelin sepanjang sore itu, hanya bersantai-santai dengan Alex, melepaskan rasa rindunya dengan Putranya satu-satu itu.


Mereka saat ini sedang berada ditaman, menemani Alex bermain dengan sepedanya.


Kata Alex, itu adalah sepeda pemberian Kakek Buyutnya.


Alex terlihat senang, Alex belum pernah naik sepeda sebelumnya, jadi masih memakai roda mengaman.


Tapi sebelumnya, Alex katanya sudah di ajari Kakeknya naik sepeda, dan Putranya itu benar-benar cepat belajar, yah walaupun sekarang masih memakai roda pengaman.


Mungkin kalau Alex sudah cukup lama terbiasa, dirinya akan melepaskan roda pengaman itu.


"Alex, apakah kamu menyukainya?"


"Benar, ternyata bersepeda sangat asik!! Mari, Ma nanti kita bersepeda bersama-sama!!"


Emelin sedikit binggung mau menjawab apa, karena dirinya jujur, tidak pernah bersepeda.


Namun tidak mungkin mengaku ini didepan Putranya bukan?


"Tentu saja, mari nanti ajak Papamu juga,"


"Hmm, tentu saja, Ma. Alex berkeliling lagi ya,"


"Tentu saja, Alex hati-hati ketika naik sepeda, jangan jauh-jauh, disekitar sini saja dan jangan cepat-cepat,"


"Tentu saja! Alex akan hati-hati,"


Setelahnya, Alex hanya bersepeda berkeliling taman itu, cukup dekat untuk bisa Emelin pantau.


Ditengah-tengah acara itu, Emelin melihat kearah ponselnya.


Lalu mengirimkan pesan pada Antony,


'Sayang, apakah kamu bisa naik sepeda?'


Namun cukup lama sampai Emelin mendapatkan balasan.


'Tentu saja bisa, ada apa memang?'


Emelin segera membalas lagi,


'Alex tiba-tiba ingin mengajak kita bersepeda bersama, tapi aku tidak bisa naik sepeda jadi, aku ingin ku mengajariku,'


Dari ujung telepon, Antony yang awalnya memegang beberapa dokumen itu, lalu tertawa, dan segera memencet nomor Emelin, dan melakukan panggilan Video.


"Kamu benar-benar tidak bisa balik sepeda?" Katanya sambil tertawa.


Mendengar itu, jelas Emelin tiba-tiba merasa kesal.


"Hpmh, kamu ini menyebalkan."


"Pffff... Aku hanya sedikit mengodamu, kenapa kamu marah? Jadi kenapa Alex tiba-tiba ingin bersepeda?"


Namun bukannya menjawab, Emelin mengarahkannya Kamera ketempat Alex bersepeda.


Lalu berkata,


"Lihat itu, sepertinya Kakekmu membelikan Alex sepeda, dan Alex menjadi sangat suka dengan sepeda barunya itu, aku menemani Alex bersepeda dari tadi, dan dia terlihat tidak bosan,"


"Wow, aku baru tahu kalau Alex dibelikan sepeda,"


Emelin kembali mengarahkan kamera kepadanya kembali, lalu segera berkata,


"Hah, itu karena kamu langsung ke Kantor begitu pulang. Kamu tahu tidak? Alex menjadi marah padamu karena tidak langsung pulang,"


"Ya, mau bagaimana lagi? Hari ini ada Rapat bersama Anggota Direksi, aku sebagai CEO tentu saja tidak bisa melewatkan Rapat penting ini,"


"Ah? Begitu? Ini Rapat yang kamu bicarakan itu?"


"Benar itu soal dapat yang aku bicarakan tempo hari itu,"


"Membahas soal pengangkatan Direktur baru itu? Paman mu Viktor yang tempo hari itu?"


"Ya, Ampat sekarang aku masih Irak mengerti kenapa Pamnkuitu tiba-


kembali kesini dan masuk perusahaan utama,"


Melihat ekspresi lelah diwajah Antony itu, membuat Emelin menjadi khawatirnya, dia lalu bertanya,


"Lalu bagaimana dengan rapat barusan? Apakah ada masalah?"


"Tidak ada masalah sebenarnya,"


"Kalau begitu, tidak perlu terlalu memikirkan soal Pamanku, dibawa santai dan, dan lakukan seperti biasanya, hanya jika memang Pamanku membuat masalah, baru kamu ambil tindakan,"


"Hmm, kamu benar, mungkin aku saja yang terlalu khawatir soal ini. Ah kenapa aku jadi malah membicarakan hal-hal kantor denganmu? Ini tidak baik, jadi saksi mana kita tadi?"


Antony di ujung telepon tersenyum mendengar apa pulang Emelin katakan.


"Kamu benar, sangat senang memiliki Istri yang begitu pengertian sepertimu, ukhh aku benar-benar jadi ingin mencummu,"


Emelin lalu tertawa melihat godaan Antony itu,


"Kamu ini selalu bisa saja merayu, datang tukang gombal,"


"ya mau bagaimana lagi jika setiap kali aku melihatmu, aku ingin mengodamu, tinggalkan aku di rumah, aku akan segera memakanmu,"


"Kmu ini ya, ingat ada Alex dirumah jangan berlebihan seperti saat kita bukan masuk aku tidak ingin Alex melihat kita melakukan hal-hal tidak senonoh,"


"Aku tahu batasannya, kamu tenang saja sayang. Dan soal sepeda, mari kita membeli sepeda besok Minggu, lalu aku akan mengejarkanmu memakinya, kebetulan aku libur,"


"Benarkah? tentu saja, aku akan menantikannya,"


"Baiklah, sudah dulu ya. Masih ada beberapa pekerjaan menumpuk yang menungguku, aku akan segera menyelesaikannya agar bisa cepat pulang"


"Oke, aku mengerti. pulanglah tepat waktu, nanti aku akan memasakanmu sesuatu yang enak,"


"Astaga, Istriku ini memasak?" tanya Antony dengan cukup semangat.


"Ya, ini masakan spesial untuk Suami dan Putraku tersayang," kata Emelin dengan senyuman cerianya itu.


"Aku akan menntikannya, sampai bertemu lagi nanti malam," kata Antony, lalu mulai melambaikan tangannya.


"Tentu saja, sampai jumpa. Aku akan menantikanmu di rumah,"


"Ya,"


Dan begitulah telepon segera diakhiri.


Emelin terlihat sangat senang setelah menerima telepon ini.


Dia juga segera memikirkan sebaiknya nanti masak apa?


Ah, sebaiknya nanti tanya Alex dulu dia ingin makan apa?


Lagipula, sudah hampir lima hari mereka tidak bertemu.


Harus menyenangkan Alex setelah sekian lama tidak bertemu.


Alex bahkan belum ketemu dengan Papanya itu.


Hah...


Setelahnya, Emelin mengawasi Alex lagi yang masih asik bersepeda itu.


Melihat Alex sangat senang ketika menaiki sepedanya itu, Emelin juga menjadi begitu senang, benar-benar menantikan hari Minggu.


Dirinya ingin segera menaiki sepada juga, bersama Antony itu pasti akan menyenangkan, sungguh sudah tidak sabar.


####


Waktu sangat cepat berlalu, dan ini sudah hampir pukul enam sore, melihat kearah jam tangan, Antony segera bersiap-siap untuk pulang.


Pekerjaan memang masih banyak, namun dirinya memilih untuk mengerjakannya besok.


Antony pun segera berbeda untuk pulang.


Ketika keluar dari ruangannya, Sekertaris Nyonya cukup heran, karena baru jam segini sudah mau pulang saja.


Apakah karena ada istrinya di rumah?


Dirinya dengar, pak Presdir juga habis berlibur berdua saja dengan istrinya itu.


Dan tingkah Pak Presdir yang ingin segera pulang itu tentu membuat kaget.


Kenapa Pak Presdir itu bertingkah seperti pasangan yang baru menikah saja?


Padahal kan mereka sudah menikah begitu lama.


"Pak Predir mau pulang sekarang?"


"Ya, aku akan pulang sekarang. Kamu juga bisa pulang, dan sampai jumpa lagi besok Senin,"


"Baik, Terimakasih Pak Presdir, semoga akhir pekan Bapak dan Istri Bapak indah,"


"Hmm, Terimakasih,"


Dengan itu, Antony mulai turun dan menuju ke mobilnya.


Dia terlihat begitu semangat untuk segera pulang.


Dia segera langsung menaiki mobilnya, dan keluar dari gedung Perusahaan Anderson tanpa tahu jika di belakang ada orang yang membututi mobil Antony.