
Di tengah ramainya pesta, Antony dan Emelin menjadi cukup lelah setelah menyapa begitu banyak tamu, terutama Emelin yang memang sedang hamil itu, kehamilanya kali ini benar-benar membuatnya cepat merasa lelah. Alex sendiri dia bersama Kakeknya untuk bersenang-senang di tempat makanan, karena juga lelah mengikuti orang tuanya menyapa tamu.
Antony melihat Istirnya memegangi pinggangnya itu, tentu saja membuatnya khawatir.
"Apakah kamu lelah?"
"Iya, aku lelah, dan pinggangku terasa tidak enak,"
"Hmm, Apakah ini karena kamu hamil kembar, ya, kamu benar-benar cepat lelah,"
"Sepertinya begitu, ukhhh... Aku tiba-tiba ingin kamu pijit,"
Antony menatap Istrinya itu dengan ekspresi curiga.
"Apa yang minta di pijit Ah?" Goda Antony.
Wajah Emelin menjadi memerah mendegar hal-hal itu, memang semakin kesini suaminya ini sedikit....
"Kamu ini, ini jelas pinggang, apa lagi?"
"Pffff.... Baiklah-baiklah, aku akan melakukannya. Mau disini?" Kata Antony sambil memegang pinggang Emelin itu, yang menurut masih terlihat kecil itu.
Mendapatkan sentuan tiba-tiba dipinggangnya itu, membuat Emelin geli dan merasa malu, karena mereka memang ada di tengah keramaian, dan Suaminya ini benar-benar menjadi tidak tahu malu!!
"Antony, kamu apa-apaan sih,"
Antony menatap Emelin dengan ekpersi heran,
"Bukankah kamu yang meminta untuk di pijat?"
"Bukan disini juga, mari ke tempat Istirahat sejenak disana sepi,"
"Wow, kamu kenapa mengajakku ke tempat sepi? Untuk ehemm ehemmm?"
Emelin segera melemparkan tasnya ke wajah Suaminya itu.
"Ukhhh.... Berhenti mengodaku, aku tiba-tiba ngidam ingin kamu pijat,"
"Ya ampun, kenapa calon anak kita ini suka yang aneh-aneh saja?" Kata Antony sambil mengelus perut Emelin yang sudah terlihat sedikit mengembang.
"Ummm, ini anakmu, dia pasti memang seperti Ayahnya yang suka meminta aneh-aneh,"
"Kapan aku meminta aneh-aneh?"
"Hmph, kamu juga paling bisa mengelak seperti ini,"
Mereka terlihat asik berbicara satu sama lainnya, kemudian segera mereka menuju ke Ruang Istirahat.
Namun begitu mereka sampai di sana, mereka terkejut melihat wajah-wajah yang familiar.
Itu adalah Raka dan Alissya!!
Hey?
Kenapa mereka ada disini?
Emelin yang melihat itu, segera menarik Antony untuk bersembunyi di balik tirai, benar-benar ingin tahu apa yang mereka berdua lakukan berdua saja.
"Ada apa sih, Emelin?" Tanya Antony heran.
"Ssstttt... Jangan bicara, nanti ketahuan, lihat kesana," kata Emelin sambil menunjuk ke dalam, dimana ada Alissya dan Raka bersama.
Terlihat Raka sedang membenarkan sepatu Alissya sepertinya yang bermasalah.
"Apakah ini sakit? Sepertinya kamu terkilir,"
Alissya juga menatap kakinya yang sedikit bengkak itu, memang barusan dirinya jatuh dari terpeleset, ini karena tidak begitu terbiasa dengan sepatu hak tinggi ini, dan juga tidak terlalu terbiasa dengan Pesta yang seperti ini, membuta Alissya merasa tidak nyaman dan malah terpeleset jatuh, benar-benar membuat dirinya malu sendiri sebelumnya.
Untungnya Raka datang tempat waktu dan membawanya kesini.
Namun kejadian itu cukup disaksikan banyak orang sebelumnya, apakah tidak apa-apa?
Atau akan ada gosip?
Apalagi beberapa rekan di Kantor juga di undang ke Acara ini.
Ukkhhh....
"Ini tidak apa-apa,"
"Hah, lihat kakimu seperti ini kamu bilang tidak apa-apa? Lagipula kenapa bisa jatuh seperti itu," Kata Raka lagi sambil memegang bagian Kaki Alissya yang sedikit bengkak itu.
"Aku hanya tidak terbiasa dengan sepatu pesta model ini, dan tidak terbiasa dengan Pesta seperti ini, seperti yang kamu lihat, aku benar-benar tidak cocok berada ditempat seperti ini, itulah kenapa Raka, kamu sebaiknya tidak perlu dekat-dekat denganku seperti tadi, kamu tahu, kalau aku dan kamu itu benar-benar berbeda, sama seperti bagaimana aku tidak cocok berada ditempat seperti ini,"
Raka hanya bisa menghela nafas, lalu segera berkata,
"Apa yang berbeda? Kita berdua masih sama-sama manusia, masih makan nasi, dan masih bernafas oksigen yang sama,"
"Raka, kenapa sekarang kamu menjadi pintar berbicara seperti itu?"
"Tentu saja untuk membuatmu sedikit memandang kearahku," kata Raka dengan ekpersi tersemyum.
Sejujurnya, Alissya sedikit terkesima dengan senyuman itu.
Raka memang selalu terlihat sangat bersinar dan ceria seperti itu, yang terkadang membuat dirinya tidak bisa mengalihkan pandangannya.
Tidak...
Ada apa dengan jagungnya yang berdetak lebih kencang ini?
Ini tidak boleh.
"Raka, kenapa harus aku? Aku kadang tidak mengerti, di luar sana, ada banyak wanita yang lebih baik dariku, lebih cantik, lebih seksi, bahkan lebih pintar dan kaya. Aku hanya wanita biasa, yang mungkin dapat di temukan dimana saja,"
Raka lalu terdiam, mendegarkan perkataan Alissya itu, memikirkan jawabannya, lalu segera berkata tanpa ragu,
"Apakah menyukaimu membutuhkan Alasan? Tentu saja kamu itu spesial, hanya ada Satu Alissya di Dunia ini, dan kamu satu-satunya Alissyaku yang ada di hatiku...."
Mendengar itu, wajah Alissya tentu saja menjadi sedikit memerah karena merasa malu sendiri.
Apa-apaan Tuan Muda di depannya ini?
Ukhh...
Apakah begini cara Tuan Muda ini merayu wanita?
Emelin dan Antony yang mendengar segala macam omongan Raka itu sungguh terkejut tidak pernah mengira jika ada sesuatu seperti ini, jika mereka berdua itu saling kenal dan lagi memiliki hubungan seperti itu, terutama Emelin yang mendengar gombalan Raka barusan.
Astaga, anak itu benar-benar bisa mengatakan aneka macam omong kosong seperti itu di depan wanita yang disukainya?
Ya, rasanya semua laki-laki sama saja ya, Antony juga suka mengatakan omong kosong semacam itu, yang kadang membuat dirinya lupa diri dan terkesima.
Namun lucu melihat dua pasangan ini.
Jangan bilang ini Cinta Pertamanya Raka yang misterius itu?
Astaga....
Emelin benar-benar tidak mengira!!
####
Di tempat lainnya, di luar gedung terlihat tiga orang tertentu baru saja keluar dari sebuah taksi, menatap kearah gedung hotel yang terlihat mewah itu.
"Lihat, sayang, keponakaanmu itu, sejak kita kehilangan Buku Harian itu, dia menjadi begitu sombong dan bahkan tidak mengangkat telepon dia, bahkan yang lebih keterlaluan, Dia tidak mengundang kita ke Pesta yang dia buat!! Lihat ini benar-benar tidak tahu untung," kata Bibi Antony dengan marah.
"Hah, memang Antony itu sejak dia tahu jika dia anak orang kaya, dia menjadi tidak tahu diri," kata Paman Antony yang juga terlihat marah.
"Adik sepupuku jangan satu itu benar-benar sombong padahal dia itu hanya anak haram namun bertingkah sok seperti penguasa Keluarga Anderson saja, dan adikku Alissya itu bisa-bisa membelanya, sungguh menyebalkan," kata Ethan dengan kesal.
"Benar, aku juga tidak tahu kenapa adikmu itu sekarang mulai menjadi tidak bisa diatur, apakah ini pengaruh buruk dari Antony itu?" Kata Bibi Antony itu lagi.
"Jelas iya, Antony itu pasti mengajari Alissya yang tidak-tidak, agar Alissya membatah kita seperti ini, bahkan Alissya sampai tidak memberi tahu kita soal Pesta ini juga, coba jika bukan karena salah satu Kerabat Keluarga Anderson yang memberitahu kita soal ini, peta mungkin tidak akan tahu jika Antony mengadakan Pesta ini," kata Ethan lagi.
"Memang, kok. Mari sebaiknya kita segera masuk saja, dan membuat perhitungan kepada sepupumu itu," kata Bibi Antony lagi.
Mereka bertiga langsung bergegas ke pantu masuk, namun siapa yang tahu jika mereka malah dicegat oleh petugas keamanan, yang menanyakan Undangan milik mereka.
Namun mereka memang tidak bisa menunjukkan nya, karena kelupaan dibawa.
"Kami ini Keluarga dari Antony yang memiliki pesta ini!! Siapa kalian berani menghadang kami Hah? Kami ini jelas Paman dan Bibinya!! Kalian minggir,"